Anda di halaman 1dari 1

Fermentasi alkoholis umumnya mengalami dua tahap yaitu: 1.

Tahap aerob (dengan O2): merupakan tahap awal proses fermentasi dengan cara membiakkan bakteri yang akan digunakan dalam kondisi aerob. Dalam tahap ini, bakteri diaktifkan pertumbuhannya agar jumlahnya berlipat ganda. 2. Tahap anaerob (tanpa O2): adalah tahap dimana bakteri yang sudah ditumbuhkan mulai memasuki proses membentuk alkohol dari glukosa Faktor- faktor yang mempengaruhi fermentasi yaitu: 1. jumlah mikroba, semakin banyak mikroba yang digunakan, maka semakin cepat singkat waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi karena adanya dominansi mikroba pada bahan yang akan difermentasi. 2. lama fermentasi, lamanya proses fermentasi menentukan kualitas pada hasil produk fermentasi. Semakin lama prosesnya, semakin bagus kualitas produk yang dihasilkan. Contohnya pada wine yang disimpan selama bertahun-tahun menimbulkan cita rasa tersendiri. 3. pH (keasaman), agar proses fermentasi bisa berjalan dengan baik, maka dibutuhkan kondisi dengan pH yang optimum untuk mikroba yang digunakan dengan rentangan pH 3,5 sampai 5,5 4. substrat (medium), perlu diperhatikan agar medium yang digunakan untuk menumbuhkan starter agar tetap terjaga dan steril dari kontaminan. 5. Suhu, sama seperti pH, agar proses fermentasi berjalan dengan baik, maka dibutuhkan suhu yang optimum untuk mikroba fermentasi.