Anda di halaman 1dari 1

Spasme, nyeri, dan bengkak pada kelopak mata

Pada penderita glaukoma primer sudut tertutup akut terdapat gejala yang sangat khas berupa nyeri pada mata yang berlangsung selama beberapa jam. Gejala ini menunjukkan tanda-tanda kongestif (peradangan) dengan kelopak mata bengkak, mata merah, kornea suram dan edema, serta iris meradang yang disebabkan karena peningkatan tekanan intra okuli. (Sidarta Ilyas, Sri Rahayu Yulianti. 2012. Ilmu Penyakit Mata. akarta! "adan Penerbit #$ %I. &alaman! 1'()1*0+ Selain mengakibatkan gejala-gejala peradangan seperti yang telah dijabarkan, peningkatan TI juga menyebabkan terjadinya blepharospasme. !lepharospasme merupakan gangguan spasme pada otot-otot mata yang lebih sering disebabkan karena gangguan neuropatologis daripada psikopatologis. Penyebab blepharospasme dapat multifaktorial. "eskipun ada kemungkinan bah#a pusat kontrol untuk koordinasi dan regulasi akti$itas berkedip yang ada di suatu tempat di ganglia basalis, midbrain, dan % atau pada medulla oblongata terganggu pada orang-orang yang mengalami blepharospasme, sulit untuk ditarik satu kesimpulan bah#a satu kelainan dalam pusat kontrol ini lah yang menjadi penyebab utama terjadinya blepharospasme. Saat ini, sebagian besar blepharospasme disebabkan karena adanya defek pada sistem akti$itas tertentu daripada defek pada lokus tertentu di sistem saraf pusat. &ika pusat kontrol gagal dalam mengatur akti$itas berkedip pada penderita blepharospasme , diyakini bah#a hanya satu komponen yang mengalami kelebihan beban sehingga mengakibatkan kerusakan sistem. Sistem ini membentuk lingkaran blepharospasme yang melingkupi anggota tubuh sensorik, kontrol pusat yang terletak di otak tengah, dan anggota tubuh motorik . &alur motorik sendiri terdiri dari nukleus fa'ialis, ner$us fa'ialis, orbi'ularis o'uli, 'orrugator, dan muskulus pro'erus. tot-otot #ajah lainnya mungkin dapat terlibat. (kstremitas sensorik merespon rangsangan yang multifaktorial, termasuk 'ahaya, kornea atau kelopak mata yang mengalami iritasi, nyeri, emosi, stres, atau berbagai stimulan trigeminal lainnya. )angsangan ditransmisikan ke kontrol pusat yang mungkin se'ara genetik 'enderung melemah atau melemah akibat 'edera atau usia. *eabnormalan kontrol pusat ini juga menyebabkan gagalnya pengaturan rangkaian umpan balik positif. (Robert & ,raham, M-. "enign .ssential "lepharospasm. Meds/ape. Mar 2010. 12ailable 3rom! http!44emedi/ine.meds/ape./om4arti/le412121*')o2er2ie56a0107+