Anda di halaman 1dari 15

Rumah Sakit Merupakan suatu industri jasa yang padat karya, padat pakar, padat modal dan padat

tekhnologi, sehingga resiko terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) sangat tinggi, oleh karena itu upaya K3 sudah menjadi suatu keharusan.

Undang- Undang no 23 thn 1992 Tentang Kesehatan Pasal 23 Bahwa Upaya Kesehatan Kerja harus diselenggarakan disemua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit penyakit, atau mempunyai pekerja minimum 10 orang.

Tujuan

Perlunya K3RS

Identifikasi Limbah B3
. mengklasifikasikan atau menggolongkan apakah limbah tersebut merupakan limbah B3 atau bukan. . menentukan sifat limbah tersebut agar dapat ditentukan metode penanganan, penyimpanan, pengolahan, pemanfaatan atau penimbunan. . menilai atau menganalisis potensi dampak yang ditimbulkan tehadap lingkungan, atau kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya

Tahapan yang dilakuka dalam identifikas limbah B3 adalah sebagai berikut:


1. Mencocokkan jenis limbah dengan daftar jenis limbah B3 sebagaimana ditetapkan pada lampiran 1 (Tabel 1,2, dan 3) PP 85/1999. 2. Apabila tidak termasuk dalamjenis limbah B3 seperti lampiran tersebut, maka harus diperiksa apakah limbah tersebut memiliki karakteristik: mudah meledak, mudah terbakar, beracun, bersifat reaktif, menyebabkan infeksi dan atau bersifat infeksius. 3. apabila kedua tahap telah dijalankan dan tidak termasuk dalam limbah B3, maka dilakukan uji toksikologi.

Karakteristik Limbah B3
-mudah meledak -mudah terbakar -bersifat reaktif -beracun -menyebabkan infeksi -dan bersifat korosif Suatu limbah diidentifikasikan sebagai limbah B3 berdasarkan karakteristiknya apabila dalam pengujiannya memiliki satu atau lebih kriteria atau sifat karakteristik limbah B3.