Anda di halaman 1dari 5

INFLAMASI Inflamasi adalah merupakan interaksi yang sangat komplek antara faktor jaringan dalam upaya memberikan respon

terhadap trauma maupun infeksi dan proses ini menyebabkan kerusakan jaringan yang selanjutnya diikuti penyembuhan. Proses inflamasi ini akan mengakibatkan respon seluler dari immune sel ( makrofag dan neutrofil dan sel!sel lainnya ( sel s"h#an dan mast sel mediator!mediator yang dapat yang akan memproduksi serta menyebabkan mengakti$asi

sensitisasi dari pada nosiseptor. Menyusul terjadinya kerusakan pada jaringan % maka tubuh akan memberikan respon sebagai upaya untuk proteksi diri % yaitu berupa & '. (espon Lokal . )engan terdapatnya sel jaringan yang rusak% maka akan terjadi pelepasan mediator nyeri inflamasi perifer yang berasal dari * tempat%yaitu & a. Sel rusak dan sel!sel immune. ' Prostaglandin. Pada nyeri inflamasi yang memegang peranan sangat penting adalah terdapatnya mediator inflamasi turunan dari asam ara"hidonat. Pada jaringan yang rusak membrana pospolipid sel dengan katalisator en+yme pospolipase akan membentuk asam ara"hidonat. )an selanjutnya asam ara"hidonat ini dengan bantuan en+yme "y"looksigenase akan membentuk substansi nyeri berupa prostaglandin ( P,-!.% P,)!.% P,F!.% P,I!. ( yang akan mempengaruhi reseptor prostaglandin yang terdapat dan thrombo/ane. terjadinya akti$asi en+yme pada saraf sensoris perifer dan medulla spinalis mekanisme )engan nyeri inflamasi demikian yang mendukung

)an ternyata Prostaglandin -!. yang mempunyai peranan utama pada nosiseptor se"ara langsung berupa sensitisasi pada neuron primer aferen. menghambat "y"looksigenase ( 012!' dan 012!. dan menghambat reseptor

prostanoid adalah penting untuk mengurangi nyeri inflamasi

..Sitokin. Sitokin sebagai mediator yang memainkan peranan penting selain prostaglandin dalam proses inflamasi dan berpengaruh pada neuron sensoris. )isamping itu sitokin se"ara langsung dapat merangsang terbentuknya prostaglandin dan nampaknya juga menginduksi terjadinya sensitisassi perifer. *.Neurotrophins. Mediator inflamasi golongan ini mempunyai peran meningkatkan sintesis neuropeptide ( subtan P saraf sensoris. 3.Serotonin . Serotonin merupakan mediator yang terbentuk pada respon a#al inflamasi% dihasilkan oleh mast "ell dan platelet selama injury dan inflamasi. Serotonin mempunyai efek akti$asi langsung reseptor pada neuron saraf sensoris . 4.Adenosin. Adenosisn diduga berperan dalam nyeri yang bekerja melalui reseptor purinergik% yang dapat mempermudah terjadinya transmisi sinaptik . 5.0annabinoids. Merupakan substansi neuroaktif ( physiologi"al antagonism diproduksi terdapat oleh pada jaringan system yang saraf mengalami perifer inflamasi atau yang jaringan sehingga dan meningkatkan eksitabilitas neuron

sekitarnya. Substansi ini bekerja pada reseptor "annabinoid baikyang maupun sentral menyebabkan degranulasi mast "ells tidak terjadi dan eksitabilitas nosiseptor terhambat . 6.7istamin. Mediator terjadinya inflamasi yang dari dilepaskan mast "ells% oleh yang mast "ells akibat akan degranulasi selanjutnya

mensensitisasi aferen nosiseptor dan merupakan mediator yang bersifat $asoaktif sehingga menimbulkan respon inflamsi berupa edema. 8.Leu"otrines. Produk!produk turunan dari asam ara"hidonat selain prostaglandin adalah leu"otrines yang menyebabkan sensitisasi reseptor perifer dan meningkatkan responsibilitas terhadap stimuli!stimuli lainnya. 9.:inin . Mediator golongan kinin ini dilepaskan pada jaringan yang "edera dan mempunyai kontribusi terhadap terjadinya inflamasi. -feknya sangat komplek pada neuron aferen primer termasuk akti$asi dan sensitisasi langsung pada reseptor. .. (espon Segmental. (espon ini terjadi pada tingkat medulla spinalis% dimana rangsang nyeri perifer yang dihantarkan oleh serabut saraf A!delta dan 0% akan mengaktifkan kornu posterior dan juga kornu anterior serta lateralis medulla spinalis. Aktifasi tingkat medulla spinalis ini dapat menyebabkan spasme otot% spasme pembuluh darah dan menekan aktifitas saluran "erna. Spasme otot yang terjadi akan menjadi sumber stimuli baru% sehingga rasa nyeri dirasakan lebih hebat% demikian pula dengan adanya spasme pembuluh darah akan menyebabkan iskemia dan hipoksia jaringan yang mengakibatkan asidosis jaringan serta akan menurunkan nilai ambang nyeri% sehingga rasa nyeri yang timbul menjadi semakin hebat. Selain itu asupan rangsang nyeri dari kulit dapat mengaktifasi medulla spinal sehingga timbul reflek kutaneo$is"eral yang akan menyebabkan menurunnya peristaltik usus segala resikonya. *.(espon Suprasegmental (espon suprasegmental ini terjadi sebagai akibat stimulasi pusat saraf berupa otonom di 7ypothalamus% yang manifestasinya adalah % meningkatnya aktifitas saraf simpatis. )an didalam klinis manifestasinya $asokontriksi% meningkatnya denyut nadi% "urah jantung meningkatnya tekanan darah dan terjadi pelepasan hormon steroid dari glandula suprarenalis.

3.(espon :ortikal (espon ini juga terjadi pada tingkat susunan saraf pusat tepatnya pada :orte/ 0erebri yang berupa respon psikodinamik. ;ang dapat menghasilkan rasa "emas% takut dan gelisah yang selanjutnya dapat mengundang umpan balik berupa menurunnya nilai ambang nyeri% sehingga nyeri akan dirasakan lebih hebat. (espon kortikal ini sangat dipengauhi seseorang. :esimpulan. Mekanisme komplek yang mendasari nyeri inflamasi adalah terangsangnya reseptor dan keberadaannya mediator inflamasi yang terbentuk didaerah "edera atau daerah yang mengalami inflamasi. Mediatormediator akan selalu terbentuk selama proses inflamasi masih terjadi dan apabila proses ini tidak dihentikan maka mediator tersebut akan tetap mensensitisasi reseptor dan nyeri akan dirasakan terus menerus (sensitisasi . Mekanisme terjadinya Inflamasi dapat dibagi menjadi . fase yaitu& '. Perubahan $askular (espon $askular pada tempat terjadinya "edera yang mendasar merupakan suatu untuk reaksi inflamasi akut. Perubahan ini meliputi terjadi dilatasi arteri lokal sehingga terjadi oleh latar belakang pendidikan% moti$asi dan budaya

perubahan aliran darah dan permeabilitas pembuluh darah. Perubahan aliran darah karena pertambahan aliran darah (hypermia yang disusul dengan perlambatan aliran darah. Akibatnya bagian tersebut menjadi merah dan panas. Sel darah putih akan berkumpul di sepanjang dinding pembuluh darah dengan "ara menempel. )inding pembuluh menjadi longgar susunannya sehingga memungkinkan sel darah putih keluar melalui dinding pembuluh. Sel darah putih bertindak sebagai sistem pertahanan untuk menghadapi serangan benda!benda asing. .. Pembentukan "airan inflamasi Peningkatan permeabilitas pembuluh darah disertai dengan keluarnya sel darah putih dan protein plasma ke dalam jaringan disebut eksudasi. 0airan inilah yang menjadi dasar terjadinya pembengkakan. Pembengkakan menyebabkan terjadinya tegangan dan tekanan pada sel

syaraf sehingga menimbulkan rasa sakit (Mansjoer% '999 . Penyebab inflamasi dapat disebabkan oleh mekanik (tusukan % :imia#i (histamin menyebabkan alerti% asam lambung berlebih bisa menyebabkan iritasi % <ermal (suhu % dan Mikroba (infeksi Penyakit. <anda!tanda inflamasi (peradangan adalah '. (ubor (kemerahan terjadi karena banyak darah mengalir ke dalam mikrosomal lokal pada tempat peradangan. .. :alor (panas normal. *. )olor (Nyeri dikarenakan pembengkakan jaringan mengakibatkan peningkatan tekanan lokal dan juga karena ada pengeluaran +at histamin dan +at kimia bioaktif lainnya. 3. <umor (pembengkakan pengeluaran "iran!"airan ke jaringan interstisial. 4. Fun"tio laesa (perubahan fungsi adalah terganggunya fungsi organ tubuh Se"ara garis besar proses inflamasi dibagi menjadi . tahap & a. Inflamasi akut Inflamasi akut adalah inflamasi yang terjadi segera setelah adanya rangsang iritan. Pada tahap ini terjadi pelepasan plasma dan komponen seluler darah ke dalam ruang!ruang jaringan ekstraseluler. <ermasuk didalamnya granulosit neutrofil yang melakukan pelahapan (fagositosis untuk membersihkan debris jaringan dan mikroba (Soesatyo% .==. b. Inflamasi kronis Inflamasi kronis terjadi jika respon inflamasi tidak berhasil dikarenakan lebih banyak darah yang disalurkan pada tempat peradangan dari pada yang disalurkan ke daerah

memperbaiki seluruh jaringan yang rusak kembali ke keadaan aslinya atau jika perbaikan tidak dapat dilakukan sempurna (>ard% '984 .