Anda di halaman 1dari 11

Minggu, 6 Oktober 2013

PERANAN SEORANG DOKTER DALAM MENANGANI PERMASALAHAN KESEHATAN DIMASYARAKAT BILA DITINJAU DARI SEGI PENANGANAN PROMOTIF DAN PREVENTIF

Disusunoleh : Nama : Moh. NovalFarlan

No. Stambuk : 12 777 020

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini, dimana makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah dasar kesehatan masyarakat. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin

Oktober 2013

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

A. LatarBelakang Masyarakat merupakan salah satu unsure utama dalam berdirinya suatu negara.Negara yang makmur, merupakan tanda bahwa Negara tersebut memiliki masyarakat yang juga makmur. Kemakmuran ini didukung oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kesehatan masyarakat di suatu Negara tersebut. Kesehatan masarakat adalah ilmu yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masarakat. Salah satunya pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosa dini dan pengobatan. (IAKMI , 2012) Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan hidup yang sangat penting dalam menunjang aktifitas sehari-hari.Manusia melakukan berbagai upaya demi mewujudkan hidup yang sehat. Pasal 47 Undangundang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif dan preventif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan dan atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kegiatan. Pelayanan kesehatan preventif adalah suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan penyakit. Manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan akan terjalin hubunganantar tenaga kesehatan khususnya dokter dengan pasien. Penyakit yang dating tanpa kompromi membuat konsumen tidak dapat lagi menunda atau mengesampingkan jasapelayanan kesehatan, walaupun tidak memiliki biaya yang cukup. Pasien pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang intensif. Dokter dianggap sebagai

pribadi yang akan dapat menolongnya karena kemampuannya secara ilmiah sehingga peranan dokter dalam melakukan tindakan medis seolaholah mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dan peranan yang lebih tinggi dari pada pasien. Dokter adalah orang yang mempunyai keahlian professional sebagai pemberi jasa, dipihak lain pasien orang yang memerlukan bantuan jasa profesi dokter sebagai penerima jasa pelayanan. Hubungan kedua belah pihak tersebut di mulai pada saat pertama kali pasien dating ke kamar praktek dokter dengan membawa keluhan sakit pada dirinya. Setelah mendengar keluhan sakit dari pasien maka timbul inisiatif dokter untuk melakukan tindakan tertentu yang bertujuan untuk menyembuhkan pasien.

B. RumusanMasalah Bagaimana peranan seorang dokter dalam menangani permasalahan kesehatan dimasyarakat bila di tinjau dari segi penanganan promotif dan preventif? C. Tujuan Mengetahui peranan seorang dokter dalam menangani permasalahan kesehatan di masyarakat bila ditinjau dari segi penanganan promotif dan preventif. D. Manfaat Makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang peranan seorang dokter dalam menangani permasalahan kesehatan di masyarakat bila ditinjau dari segi penanganan promotif dan preventif.

BAB II PEMBAHASAN Kesehatan adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan social secara utuh, yang semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan dengan semua sistem yang terjadi pada tubuh manusia, serta fungsi dan prosesnya. (Depkes RI, 2003) Kesehatan adalah sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup Kesehatan adalah konsep positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan fisik. (WHO, 1986) Promosi kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, social budaya, dan sebagainya). (Ottawa Charter, 1986) Promosi kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan kesehatan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mampu berperan secara aktif dalam masyarakat sesuai social budaya setempat yang didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan. (Depkes RI) Promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan menyangkut pendidikan, organisasi, kebijakan dan peraturan perundang-undangan untuk perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan. (Green dan Ottoson, 1998) Upaya preventif adalah sebuah usaha yang dilakukan individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak di inginkan. Secara etimologi, preventif berasal dari bahasa latin pravenire yang artinya datang sebelum atau antisipasi atau mencegah untuk tidak terjadi sesuatu. Dalam pengertian yang sangat luas, preventif di artikan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya gangguan, kerusakan, atau kerugian bagi seseorang atau masyarakat. (Notosoedirjo dan Latipun, 2005) Pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dapat dilakukan dengan berdasarkan tingkat pencegahan sebagai upaya promotif dan preventif. Upaya pencegahan menurut teori Leavel dan Clark (Maulana, 2009) dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. Pencegahan primer

Pencegahan primer adalah peningkatan kesehatan dan perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu adalah usaha-usaha yang dilakukan sebelum sakit (pre pathogenesis), dan disebut dengan pencegahan primer. Pencegahan primer dilakukan pada masa individu yang belum menderita sakit. Pencegahan primer terdiri dari promosi kesehatan (health promotion) dan perlindungan khusus (spesifiic protection). a) Promosi Kesehatan Health promotion bertujuan untuk meningkatkan, memajukan dan membina koordinasi sehat yang sudah ada hingga dipertahankan dan dijauhkan dari ancaman penyebab penyakit atau agent secara umum. Ruang lingkup promosi kesehatan : 1) Pendidikan Kesehatan (Health education) 2) Pemasaran sosial (sosial marketing) 3) Penyuluhan 4) Upaya peningkatan (Promotif) 5) Advokasi di bidang kesehatan 6) Pengorganisasian, masyarakat. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan tatanan pelaksanaan : 1) Promosi kesehatan tatanan keluarga 2) Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah 3) Pendidikan kesehatan di tempat kerja 4) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat umum 5) Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan Tujuan promosi kesehatan meliputi : 1) Membangun kebijakan masyarakat sehat 2) Membangun keterampilan personal 3) Memperkuat partisipasi komunitas 4) Menciptakan lingkungan yang mendukung 5) Reorientasi pelayanan kesehatan pengembangan, pergerakan, pemberdayaan

b) Spesific Protection Spesific protection adalah upaya spesifik untuk mencegah terjadinya penularan penyakit tertentu. (Efendi, 1998 ; Maulana, 2009)

2. Pencegahan sekunder Penegakan diagnosa secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat, disebut pencegahan sekunder (seconder preventive). Pencegahan sekunder dilakukan pada masa individu mulai sakit. Pencegahan sekunder bentuknya upaya diagnosis dini dan pengobatan segera ( early diagnosis and prompt treatment ). a) Early diagnosis Early diagnosis mengandung pengertian diagnosa dini atau tindakan pencegahan pada seseorang atau kelompok yang memiliki resiko terkena penyakit. Tindakan yang berupaya untuk menghentikan proses penyakit pada tingkat permulaan sehingga tidak akan menjadi parah. Prinsipnya diterapkan dalam program pencegahan, pemberantasan dan pembasmian macam penyakit baik menular ataupun tidak dan memperhatikan tingkat kerawanan penyakit terhadap masyarakat yang tinggi. Misalnya : TBC paru-paru, kusta, kanker, diabetes, jantung dll. b) Prompt treatment Prompt treatment memiliki pengertian pengobatan yang dilakukan dengan tepat dan segera untuk menangani berbagai masalah yang terjadi. Prompt treatment merupakan tindakan lanjutan dari early diagnosis. Pengobatan segera dilakukan sebagai penghalang agar gejala tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah.

3. Pencegahan tersier Pembatasan kecacatan dan pemulihan kesehatan disebut pencegahan tersier (tertiary prevention). Pencegahan (disability tersier limitation) bentuknya dan membatasi pemulihan

ketidakmampuan/kecacatan

kesehatan (rehabilitation). Pada proses ini diusahakan agar cacat yang diderita tidak menjadi hambatan sehingga individu yang menderita dapat berfungsi optimal secara fisik, mental dan sosial. a. Pembatasan kecacatan Pencegahan dilakukan dalam taraf penyakit sudah nyata bahkan sudah lanjut sehingga penderita dalam keadaan disable (tidak sanggup melakukan aktivitas yang biasa dikerjakan walau tidak sakit). Sehingga penderita bisa sembuh. Tindakan pencegahan meliputi : 1) Pengobatan agar tidak makin parah 2) Mencegah supaya penderita tidak mati 3) Mencegah kecacatan yang menetap 4) Mencegah penyakit menjadi tidak menahun

b. Rehabilitasi (pemulihan) 1) Ruang dokter, yaitu pemulihan fungsi organ yang baru

sembuh/mengalami kelainan yang menetap/cacat. 2) Ruang biang diklat keterampilan, yaitu berupaya memulihkan kembali kemampuan masyarakat. 3) Ruang sosial, yaitu memulihkan kembali kehidupan sosial masyarakat sehingga masyarakat mau menerima kembali. Misalnya, sembuh dari penyakit kusta. 4) Ruang kejiwaan (psikologi), yaitu upaya memulihkan kepercayaan dan harga diri penderita setelah sembuh dari penyakit. Misalnya : a) Tempat pendidikan untuk tuna netra dan rungu b) Tempat pendidikan untuk anak cacat profesionalnya sehingga dapat bekerja kembali di

c) Bedah rekonstruksi untuk mantan penderita kusta d) Fisioterapi dan latihan untuk penderita polio

BAB III KESIMPULAN

Di masyarakat, dokter memiliki pengaruh yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan terutama dalam penyembuhan sebuah penyakit. Selain itu, dokter juga memiliki pengaruh dalam hal promosi kesehatan serta pencegagahan penyakit. Berhasilnya upaya kesehatan menyebabkan munculnya pola penyakit yang berbeda sehingga peran dokter dalam berbagai upaya pelayanan kesehatan pun berubah.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.isomwebs.net/2012/09/upaya-promotif-preventif-kuratif-danrehabilitatif/

http://www.indonesian-publichealth.com/2013/01/sejarah-kesehatanmasyarakat.html