Anda di halaman 1dari 13

SISTEM PENTANAHAN JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH

Disusun oleh: Bayu Aji P. Septian Danni P. 3.39.11.0.03 3.39.11.0.20

LT-3D

Dosen Pembimbing: Yusnan Badruzzaman, S.T, M. Eng.,

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2013

SISTEM PENTANAHAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH

Pendahuluan Sistem pentanahan pada jaringan distribusi digunakan sebagai pengaman langsung terhadap peralatan dan manusia bila terjadinya gangguan tanah atau kebocoran arus akibat kegagalan isolasi dan tegangan lebih pada peralatan jaringan distribusi. Petir dapat menghasilkan arus gangguan dan juga tegangan lebih dimana gangguan tersebut dapat

dialirkan ke tanah dengan menggunakan sistem pentanahan. Sistem pentanahan adalah suatu tindakan pengamanan dalam jaringan distribusi yang langsung rangkaiannya ditanahkan dengan cara mentanahkan badan peralatan instalasi yang diamankan, sehingga bila terjadi kegagalan isolasi, terhambatlah atau bertahannya tegangan sistem karena terputusnya arus oleh alat-alat pengaman tersebut. Sistem Pentanahan Sistem pentanahan atau biasa disebut sebagai grounding adalah sistem pengamananterhadap perangkat-perangkat yang mempergunakan listrik sebagai sumber tenaga, darilonjakan listrik, petir dll. Tujuan Utama Sistem Pentanahan Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance (tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage. Penerangan, arus listrik, circuit switching dan electrostatic discharge adalah penyebabumum dari adanya sentakan listrik atau transient voltage. Sistem pentanahan yang efektif akan meminimalkan efek tersebut. Karakteristik Pentanahan yang Efektif Karakteristik sistem pentanahan yang efektif antara lain adalah : 1. Terencana dengan baik, semua koneksi yang terdapat pada data center harus merupakankoneksi yang sudah direncanakan sebelumnya dengan kaidah-kaidah tertentu. 2. Verifikasi secara visual dapat dilakukan. 3. Sesuai dengan ukuran, TIA-942 menyediakan guideline untuk setiap komponen pada Data center.

4. Menghindarkan gangguan yang terjadi pada arus listrik dari perangkat. 5. Semua komponen metal harus ditahan/diikat oleh sistem pentanahan, dengan tujuan untukmeminimalkan arus listrik melalui material yang bersifat konduktif pada potensial listrik yang sama Cara Kerja Sistem Pentanahan Cara kerja system pentanahan ini adalah bila terjadi arus listrik yang terlalu besar akibatadanya kebocoran, induksi tegangan listrik atau kegagalan isolasi pada suatu peralatan listrikatau instalasi listrik maka bagian pentanahan akan secepatnya menyalurkan ke bumi atautanah, dan orang yang tidak sengaja memegang peralatan listrik yang bermasalah akanaman. Juga peralatan listrik akan terhindar dari kerusakan. Sudah menjadi hukum alambahwa arus listrik akan selalu mencari tempat yang paling mudah untuk mengalir, olehkarena itu system pentanahan haruslah terhubung dengan baik dalam suatu instalasi listrik. Tahanan Jenis Tanah () Rumus untuk menentukan tahanan tanah dari statu elektroda yang hemispherical R=/2r terlihat bahwa tahanan pentanahan berbanding lurus dengan besarnya . Untuk berbagaitempat harga ini tidak sama dan tergantung pada beberapa faktor : 1. sifat geologi tanah. 2. Komposisi zat kimia dalam tanah. 3. Kandungan air tanah. PEMILIHAN METODE PENGETANAHAN Pemilihan metode pengetanahan tergantung dari : segi praktis, menjaga kontunitas sistem, memperkecil gangguan yang lebih besar, dan kompromi keseimbangan antara arus dan tegangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pengetanahan. harus diperhatikan dalam pemilihan metode pengetanahan dari suatu sistem tenaga, ialah : Selektivitas dan sensitivitas dari rele gangguan tanah. Pembatasan besar arus gangguan tanah. Tingkat pengamanan terhadap tegangan surja dengan arester. Pembatasan tegangan lebih transien.

Faktor di atas mempunyai pengaruh yang besar terhadap ke ekonomisan sistem, perencanaan serta tata letak dari sistem dan kontinuitas pelayanan. Metode-metode pengetanahan netral dari sistem-sistem tenaga adalah : Pengetanahan melalui tahanan (resistance grounding) Pengetanahan melalui reaktor (reactor grounding) Pengetanahan tanpa impedansi/langsung (solid grounding) Pengetanahan efektif (effective grounding),

Pengetanahan dengan Tahanan Sistem pengetanahan melalui tahanan pernah diterapkan pada sistem 230 kV. Sistem ini

mempunyai tegangan lebih transien yang disebabkan oleh pemutusan relatif rendah. Maksud pengetanahan ini adalah untuk membatasi arus gangguan ke tanah antara 10% sampai 25% dari arus gangguan 3 fasa. Batas yang paling bawah adalah batas minimum untuk dapat bekerjanya rele gangguan tanah, sedangkan batas atas adalah untuk membatasi banyaknya panas yang hilang pada waktu terjadi gangguan. Sistem pengetanahan melalui tahanan ini sekarang jarang digunakan pada jaringan transmisi tetapi dipakai pada sistem distribusi, sebagai gantinya adalah penggunaan reactor. Pengetanahan dengan Reaktor dan Efektif Reaktor pengetanahan ini digunakan bila trafo daya tidak cukup membatasi arus gangguan tanah. Pengetanahan ini digunakan untuk memenuhi persyaratan dari sistem yang diketanahkan dengan pengetanahan ini, besarnya arus gangguan ketanah di atas 25% dari arus gangguan 3 fasa Keuntungannya dengan mengetanahkan trafo daya adalah untuk menekan tegangan lebih transien, sehingga trafo daya dapat menggunakan isolasi dan tipe arrester yang lebih kecil.dan mengurangi penggunaan metode pengetanahan dengan reaktor, terutama untuk sistem-sistem di atas 115 kV. Pengetanahan tanpa Impedansi atau langsung. Pengetanahan ini ialah apabila titik netral trafo kita hubungkan langsung ketanah, pada system ini bila terjadi gangguan kawat ketanah akan mengakibatkan terganggunya kawat dan

gangguan ini harus diisolasi dengan memutus Pemutus daya ( PMT / CB ). Tujuannya untuk mentanahkan titik netral secara langsung dan membatasi kenaikan tegangan dari fasa yang tidak terganggu. digunakan pada sistem dengan tegangan 20 kV. Sistem ini mengandalkan nilai besarnya tahanan pengetanahan ( makin kecil tahanan pengetanahan makin baik ) yang dipengaruhi oleh bahan dari elektroda pengetanahannya.

METODA PENGETANAHAN SISTEM DI INDONESIA Sesuai Standart Perusahaan Listrik Negara, yaitu SPLN 2 : 1978, telah ditetapkan metoda pengetanahan untuk sistem transmisi tegangan tinggi 500 kV , 150 kV dan Distribusi tegangan menengah 20 kV. Pemilihan metode pengetanahan secara garis besar didasarkan pada pertimbangan : segi praktis, pertimbangan kontinuitas kerja dengan

memperkecilganguan yang lebih berpengaruh, dan kompromi antara tegangan dan arus. Adapun yang menjadi pola kreteria dalam perencanaan ialah keandalan yang tinggi dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan manusia, peralatan dan pertimbangan ekonomis.

Pola Kreteria utama Faktor Keandalan sistem meliputi : o Pengetanahan Netral sistem dan pengamanan o Penyesuaian dengan Interkoneksi Faktor keselamatan Manusia didalam maupun diluar gardu induk dalam keadaan ada gangguan maupun dalam keadaan tidak ada gangguan Faktor ekonomis dengan biaya investasi : o Pemilihan pengetanahan netral sistem dan pengamanannya o Pemilihan Tingkat Isolasi Dasar (BIL) pada peralatan utama dan koordinasi isolasinya. o Memperkecil pengaruh induktif, induksi magnit dan radio interferensi

Penetapan Pengetanahan : Pengetanahan efektip pada sistem 150 kV memberikan keandalan yang tinggi dan keuntungan faktor ekonomi yang menonjol dari pengurangan tingkat isolasi. Maka pengetanahan netral system 150 kV beserta pengamanannya ditetapkan sebagai berikut :

Pengetanahan netral efektif dan penambahan reaktansi pada netral sisten ini dimungkinkan selama persyaratan efektif dipenuhi. Pengaman sistem diatas dilaksanakan dengan pemutusan cepat dan penutupan cepat. Pada sistem 20 kV yang umumnya berdekatan dengan konsumen dan jaringan telekomunikasi, maka faktor keselamatan dan pengaruh indukif lebih penting diperhatikan, maka pengetanahan netral system beserta pengamannya sebagai berikut :

Pengetanahan sistem adalah pengetanahan dengan tahanan. Pengaman system dilaksanakan sebagai berikut : o Bagi saluran udara atau dalam tanah dipakai pemutus dengan rele arus lebih, untuk gangguan hubung singkat antara phasa dengan phasa sedang untuk hubung singkat antara phasa dengan tanah menggunakan rele tanah o Pada gardu - gardu distribusi dipasangkan alat penunjuk gangguan. Pada saluran udara dipakai penutup cepat atau lambat, sedang pada saluran bawah tanah dipakai penutup kembali

Pola jaringan TM berdasarkan aspek pembumian Pola jaringan melalui pembumian tahanan rendah. a). R = 12 ohm, sistem 3 fasa, 3 kawat untuk saluran udara. R = 40 ohm, sistem 3 fasa, 3 kawat untuk saluran kabel tanah. Contoh : Jakarta, Jabar, Luar Jawa. b). Pola Jaringan melalui pembumian tahanan tinggi R = 500 ohm. Contoh di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur. c). Pola jaringan melalui pembumian langsung. R = 0 / kecil sekali Contoh : sistem 3 fasa, 4 kawat multi grounded system di Jawa Tengah.

METODE PENGETANAHAN SISTEM DISTRIBUSI


Pada sistem Tegangan Menengah sampai dengan 20 kV harus selalu diketanahkan karena menjaga kemungkinan kegagalan sangat besar oleh tegangan lebih transient tinggi yang disebabkan oleh busur tanah (arching ground atau restriking ground faults). Terdapat beberapa macam karakteristik pengetanahan di pulau jawa:

Karakteristik jaringan dengan pembumian tahanan rendah


Pentanahan langsung / efektif menyebabkan arus gangguan fasa-ke-tanah menjadi sangat besar dan hal ini dapat mengakibatkan antara lain: a) Kecelakaan atas manusia atau binatang b) Interferensi pada jarring telekomunikasi Khususnya bila digunakan saluran udara pada jaring TMNamun keberatan teknis tersebut dapat diatasi dengan digunakannya pemutus-beban berkecepatan tinggi. Selain itu, dengan koordinasi yang cermat, penggunaan pemutus-beban berkecepatan tinggi bersama dengan penutupan-kembali otomatis serta sekring lebur dapat menjamin terciptanya suatu sistem pengamanan yang selektip pada jaring TM. Contoh di PT. PLN (Persero) Jakarta Raya Sistem jaringan 3 fasa 3 kawat. Jaringan radial atau radial open - loop. Sistem proteksi dengan: Overcurrent relay untuk gangguan phasa-phasa. Groundfault relay, gangguan hubung tanah. HRC fused dan cut-out fused untuk pengaman transforrnator Arrester untuk pengaman petir Relay murah Pengaruh tegangan langkah kecil Pemakaian peralatan proteksi lebih mudah. Pengaruh gangguan magnetik pada saluran telepon relatif kecil. Sistem 20 KV : . [z] = 12 ohm I Gangguan : 1000 A

[z] = 40 ohm I Gangguan : 300 A

Gambar 1. Pentanahan di DKI Jaya dan Jabar

Tahanan Rendah, terutama untuk system yang dipakai mensuplai mesin-mesin berputar, khususnya pemakaian dalam industri. Sistem distribusi dengan tahanan rendah ini tidak dapat diparalel ( interkoneksi) dengan sistem distribusi dengan tahanan tinggi. Walaupun demikian sistem distribusi dengan tahanan tinggi ini dapat diubah menjadi sistem dengan tahanan rendah dengan penyesuaian tahanan ( pentanahan netral ) dan rele pengaman.

Sistem distribusi dengan tahanan tinggi ini dapat juga diterapkan di daerah yang menghendaki adanya jaringan kabel tanah dengan memperhatikan karaktreristik rele yang dipakai.

Karakteristik jaringan dengan pembumian tahanan tinggi


Contoh di PT. PLN (Persero) Jawa Timur Sistem 3 fasa, 3 kawat. Jaringan radial atau radial open - loop. Sistem proteksi :. Overcurrent differential relay dengan automatic recloser pada circuit breaker gardu induk.

Automatic recloser pads seksi-seksi jaringan dengan sensor tegangan Automatic sectionalizer pada pencabangan jaringan Cut - out fused untuk pengaman transformator Arrester untuk pengaman petir Relay mahal memakai relai arah (directional relay)
Selektifitas

dan koordinasi dengan pengaman lain memakai sensor tegangan.

Gangguan terhadap saluran telekomunikasi kecil. [Z] = 500 ohm.

I gangguan 24 A

Gamabar 2. Pentanahan di Jatim

Tahanan Tinggi, dengan tahanan tinggi kerusakan karena arus sangat berkurang. Pengetanahan ini dipilih dengan tujuan : mencegah pemutusan yang tidak direncanakan apabila system sebelumnya dioperasikan tanpa pengetanahan dan tidak ada rele tanah yang dipasang. apabila pembatasan kerusakan karena arus dan tegangan lebih diinginkan tetapi tidak dibutuhkan rele tanah yang selektif. Sistem distribusi ini diterapkan di daerah perkotaan atau luar kota yang padat penduduknya dengan jaringan kabel tanah dan didearah perkotaan atau luar kota yang kurang padat penduduknya dengan jaringan saluran udara. Keunikan dari sistem ini, karena gangguan tanah sangat kecil maksimum 25 Amp sehingga bila terjadi persentuhan kawat Tegangan menengah pada jaringan atau instalasi Tegangan rendah, bila tahanan tanah pada instalasi mak 1 Ohm ( tegangan

sentuhnya 1 x 25A = 25 Voll, tidak melebihi tegangan sentuh 50 volt yang diijinkan). Mengingat rendahnya arus hubung singkat phasa tanah, maka sebagian besar gangguan yang sifatnya temporer dapat bebas dengan sendirinya.

Karakteristik jaringan dengan pembumian langsung Sistem distribusi 20 kV, fasa-tiga, 4-kawat ialah sistem distribusi, fasa tiga bertegangan nominal 20 kV yang terdiri dari tiga hantaran fasa dan satu hantaran netral sedang titik netral system ini ditanahkan dengan cara pentanahan langsung pada tiang tiang sepanjang jaringan. Contoh di PT. PLN (Persero) Jawa Tengah Sistem jaringan 3 fasa, 4 kawat (Multi grounded system). SUTM dengan kawat netral sisi TM dijadikan satu dengan kawat netral sisi TR, yang ditanahkan setiap 500 meter. Jaringan umumnya radial. Gardu distribusi type portal dengan transformator 3 fasa dan type cantol dengan transformator 1 fasa. Sistem proteksi - Overcurrent relay dengan automatic recloser, berkoordinasi dengan sectionalizer pada seksiseksi tertentu saluran utama clan pencabangan. - Cut - out fused 1 fasa pada saluran pencabangan 1 fasa. - Cut - out fused untuk pengaman trafo. - Arrester untuk pengaman petir. - Relai murah, arus gangguan besar - Cocok untuk jangkauan jaringan luas. - Koordinasi dengan pengaman sisi hilir mudah - Perlu kawat tanah pada sisi TM. Pengetanahan Langsung, mempunyai biaya paling rendah dari semua metode Pengatanahan, untuk sistem distribusi saluran udara ( SUTM ) dan sistem yang disuplai dengan trafo dengan pengaman lebur pada sisi primer perlu memberikan arus gangguan yang cukup untuk melebur pengaman leburnya.

Gb. 3 Pentanahan di Jateng dan DIY

Khusus untuk sistem 3 phasa 4 kawat, pengetanahan langsung tanpa impedansi dengan menggabungkan antara kawat netral dengan grounding pada banyak titik sepanjang jaringan ( multi grounded common netral ).

Digunakan transformator-transformator fasa-tunggal yang dihubungkan antara fasa dan netral bersama, sedangkan kebutuhan akan aliran 3 fasa dipenuhi oleh susunan 3 buah transformator fasa tunggal atau oleh transformator nfasa tiga.

Dimungkinkannya penggunaan transformator fasa-tunggal serta percabangan jaring fasa-tunggal menyebabkan sistem ini, ditinjau dari segi ekonomi, sangat sesuai untuk pendistribusian tenaga listrik pada daerah yang luas dengan kepadatan beban yang rendah misalnya di daerah pedesaan.Pengembangan jaring dapat dilakukan dengan luwes dalam memenuhi kriteria optimasi dalam kaitannya dengan perkembangan beban, serta pengembangan jaringan.

Jaringan TM terdiri dari jaring utama fasa-tiga dengan jaring percabangan fasa tunggal. Lazimnya panjang jaring percabangan fasa tunggal jauh melebihi panjang jaring utama fasa tiga. Pada umumnya jaring TM tersebut terdiri dari saluran udara.

Pentanahan langsung / efektif menyebabkan arus gangguan fasa-ke-tanah menjadi sangat besar dan hal ini dapat mengakibatkan antara lain: a) Kecelakaan atas manusia atau binatang b) Interferensi pada jarring telekomunikasi

Khususnya bila digunakan saluran udara pada jaring TM Namun keberatan teknis tersebut dapat diatasi dengan digunakannya pemutus-beban berkecepatan tinggi. Selain itu, dengan koordinasi yang cermat, penggunaan pemutus-beban berkecepatan tinggi bersama dengan penutupan-kembali otomatis serta sekring lebur dapat menjamin terciptanya suatu sistem pengamanan yang selektip pada jaring TM.

Tabel 1. Sistem pengetanahan jaringan distribusi di Indonesia


No Tahanan Pentanahan Sistem Tegangan Menengah 1. Langsung / Solid (0) 2. Tahanan Rendah ( 12 dan 40 ) 3. Tahanan Tinggi 500 4. Mengambang 3 kawat , 3 2 kawat, + 3 kawat , 3 Sedang Eks, 6 kV Sedang Jatim 4 kawat, 3 + N 2 kawat , + N 3 kawat , 3 Rendah Tinggi Kepadatan Beban Terpasang Jateng Yogjakarta Jabar dan DKI dan Wilayah Kerja Operasional

DAFTAR PUSTAKA
http://www.academia.edu/4045314/Sistem_Pentanahan_Distribusi_Tegangan_Menengah http://ejournal.undip.ac.id/index.php/gema_teknologi/article/download/1469/1233

id.scribd.com/doc/111280125/Sistem-Dan-Pola-Pengaman-Distribusi
http://id.scribd.com/doc/170508516/Sistem-Pentanahan-docx http://sainselektro.blogspot.com/2013/03/pengaman-jaringan-distribusi-tegangan_9.htm http://zbachriesblogger.blogspot.com/2013/02/fungsi-dan-sistem-proteksi-dan.html