Anda di halaman 1dari 0

syahbardia/061009/lapi

1
PEMERIKSAAN GETARAN MESIN
Tujuan Instruksional umum :
Agar peserta pelatihan memahami penyebab getaran yang terjadi pada
mesin, akibat-akibatnya, teknik-teknik inspeksi aau pemantauan getaran
mesin, batas-batas getaran maksimum yang diizinkan.
Tujunan Instruksional Khusus:
Agar peserta pelatihan dapat :
Menentukan sebab-sebab terjadinya getaran mesin
Memahami prinsip pemeliharan mesin dengan metoda getaran
Memahami prinsip dasar pengukuran getaran mesin
Memahami cara pengukuran getaran mesin
Menjelaskan ciri-ciri penyebab terjadinya getaran mesin berdasarkan
sinyal getaran yang terjadi
Menentukan kondisi mesin/elemen mesin berdasarkan ampitudo
maksimum sinyal getaran
Menentukan asal getaran berdasarkan sinyal getaran yang terjadi
1.1.Dasar-Dasar Getaran
Getaran dapat diartikan sebagai goyangan atau osilasi mekanik terhadap
posisi acuan. Mesin terdiri dari berbagaielemen yang berpasangan dan bergerak
yang dapat menimbulkan getaran. Bentuk dan besarnya getaran dipengaruhi oleh
kondisi elemen-elemen itu sendiri. Getaran berasal dari gaya yang bekerja pada
mesin dan dapat mengindifikasikan suatu kerusakan. Kebisingan dari mesin juga
disebabkan oleh getaran.
Getaran yang berlebihan pada mesin tidak dihendaki, tetapi ada juga yang
sengaja dibuat untuk maksud tertentu misalnya mesin getar pembongkar jalan,
penggetar beton cair dan lain sebagainya.
Teknik pemeriksaan getaran dapat dan lebih tepat diterapkan pada mesin-
mesin atau peralatan yang berputar dari mesin-mesin yang dengan gerakan bolak-
balik.Masalah-masalah umum yang dapat menimbulkan getaran pada mesin antara
lain:
*Ketidakseimbangan elemen yang berputar
*Poros yang melentur
*Kerusakan rodagigi
*Kurang baiknya transmisi sabuk atau rantai
*Kurang baik bantalan
*Momen puntir yang bervariasi
*Kelonggaran ikatan
*Kurang baiknya pelumasan
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
2
Efek/akibat kerusakan-kerusakan seperti di sebutkan diatas antara lain:
Meningkatkan beban pada bantalan sehingga menurunkan umur bantalan
Meningkatkan beban pada mesin
Meningkatkan tegangan pada komponen mesin yang disebabkan karena
kelelahan (fatique)
Menimbulkan efek tak balans (unbalance) pada komponen berputar dan
percepatan dan perlambatan pada mesin.
1.2.Karakteristik Getaran
Dengan cara yang sederhana getaran dapat ditunjukan seperti
pegas yang diberi beban tarik dan dilepaskan. Pada pegas akan tampak
gerakan bolak-balik dan posisi netral ke posisi maksimum dan kembali ke
posisi netral. Getaran pada pegas sederhana disebut gerakan harmonis
sederhana, skemanya ditunjukan pada gambar 1-1.
Simpangan getaran (displacement) dinyatakan dalam:
) sin( t X x
Kecepatan getaran dinyatakan dalam: Percepatan getaran dinyatakan dalam:
pers:
) sin( t X v
dt
dx

) sin(
2
2
2
t X a
dt
x d

I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
3
Gambar 1-3:satuan getaran
Gambar 1-1:Gerakan harmonis sederhana Gambar1-2:Grafik gerakan harmonis sederhana
1.3. Unit Pengukuran
Besaran yang digunakan untuk mendeskripsikan getaran antara:
Peak to peak
Peak
RMS (root mean square)
Average
Peak to peak yaitu harga dari batas maksimum hingga minimum, sedangkan peak
adalah setengah harga peak to peak.
Sedangkan RMS (root mean square) merupakan istilah yang digunakan jika
getarannya terdiri dari beberapa getaran sinusoida pada frekuensi yang berbeda.
batas atas
posisi netral
batas bawah
RMS
peak
peak to peak
AVG
RMS yaitu suatu harga atau ukuran energi efektif yang digunakan untuk
menghasilkan getaran mesin. Pada gerakan sinusoida harga RMS adalah 0,707
harga peak (0,707 x peak).
Harga average yaitu harga rata-rata dari gelombang. Harga average gelombang
sinusoidal adalah 0,637 harga peak (0,637 x peak). Besaran getaran diilustrasikan
seperti gambar 1-3.
1.4. Parameter Getaran
Kondisi mesin dan gangguan pada mesin dapat ditentukan dengan
mengukur parameter atau ukuran getaran yang terjadi.
Paramater getaran yang paling penting antara lain :
Frekuensi (frequency)
Simpangan atau ampitudo (displacement)
Kecepatan (velocity)
Percepatan (acceleration)
Fasa (phasa)
Energi Tumbukan (spike energy)
Pulsa kejut (shock pulse)
Frekwensi (f) dapat diartikan sebagai jumlah siklus yang dapat ditempuh setiap
satuan waktu. Pada umumnya frekuensi dinyatakan dalam Hertz (Hz), yaitu jumlah
siklus setiap detik. Sedangkan periode (T) yaitu waktu yang dibutuhkan untuk
menempuh satu siklus sehingga persamaannya dapat ditulis
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
4
sebagai berikut:
Satuan frekuensi yang umum digunakan ada tiga. Pertama dalam Cycles Per
Second (CPS), lebih populer disebut Hertz (Hz). Kedua, jika siklus perdetik dikalikan
60, didapatkan Cycles Per Minute (CPM). Ketiga, frekuensi dapat dinyatakan dalam
order, yang terkait langsung dengan Turning Speed (TS) mesin
Fasa diartikan sebagai jarak dari posisi suatu getaran terhadap titik getaran yang
lain yang telah ditentukan.
Spike energi merupakan karakter khusus getaran. Energi ini diukur dalam waktu
yang sangat singkat pada frekuensi yang tinggi dan merupakan hasil dari hal-hal
sebagai berikut:
-Permukaan elemen mesin retak (bantalan, rodagigi)
-Goresan, tumbukan atau kontak antara metal satu dengan yang lain pada mesin
berputar
-Uap tekanan tinggi atau kebocoran udara
-Kavitasi atau torbulensi dalam suatu fluida
T
f atau
f
T
1 1

Sedangkan parameter utama untuk melihat tingkat kerusakan (severity) dalam masalah
vibrasi dapat diketahui melalui level amplitudo yang dapat diukur dalam tiga satuan:
Simpangan getaran (vibration displacement) dari puncak ke puncak (peak to peak)
diartikan sebagai jarak di tempuh oleh getaran dari dari puncak bawah ke puncak
atas. Simpangan getaran biasanya dinyatakan dalam m (0,001 mm) atau mils (0,001
inch).
Kecepatan getaran (vibration velocity) dari netral ke puncak (peak) di artikan sebagai
kecepatan gerakan, di ukur dari sumbu netral ke batas maksimum. Kecepatan getaran
dinyatakan dalam satuan inch per detik atau millimeter per detik.
Percepatan getaran (vibration acceleration) di ukur dari sumbu netral hingga puncak
(peak) dinyatakan dalam satuan g, inch/s2 atau mm/s2 . Satu g adalah percepatan
yang dihasilkan oleh gaya gravitasi pada permukaan bumi. Menurut perjanjian
internasional g besarnya 980,665 cm /s2 atau 386,087 inch/s2 atau sama dengan
32,1739 feet/s2 .
Hubungan Amplitudo
Tiga jenis pengukuran digunakan untuk menunjukan amplitudo secara langsung satu
sama lain. Ilustrasi berikut menunjukan hubungan 3 jenis pengukuran . Imformasi ini
membantu dalam pemilihan jenis sensor yang akan dipakai.
Untuk putaran mesin yang digunakan di industri 2 Hz sampai 200 Hz- Velocity
memberikan indikasi terbaik tentang kondisi mesin. Ilustrasi pada gambar 4, untuk nilai
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
5
Gambar 4:Hubungan antara displacement, velocity dan acceleration
Velocity yang kosntan, garis acceleration dan displacement akan berpotongan kira-kira
pada frekuensi 120 Hz. Pada frekuensi rendah, gaya yang dibutuhkan (acceleration)
sangat kecil untuk menggerakan suatu objek pada 0,3 inc/sec. Menggerakan objek
dengan laju yang rendah (frekuensi rendah), akan namapak jarak yang lumayan besar
(displacement). Dengan menaikan frekuensi gerakan objek dan menjaganya pada pada
kecepatan yang sama(0,3 ic/sec), gaya yang dibutuhkannyameningkat, sehingga
menurunkan jaraknya.
Pada dasarnya pengukuran spike energy pengukurannya berdasarkan
percepatan getaran, oleh karena itu satuannya dinyatakan dalam g SE.
Karakteristik lain dari getaranyang penting antara lain:
Getaran paksa (forced vibration)
Getaran bebas (free vibration)
Frekuensi gerakan (driving frequency)
Frekuensi alami (natural frequency)
Frekuensi resonansi (resonant frequency)
Kecepatan kritis (critical speed)
Getaran paksa diartikan sebagai getaran-getaran yang disebabkan oleh
gaya penggetar msalnya unbalance dari sebuah mesin atau struktur untuk
menggetarkan pada frekuensi gaya penggetar.
Getaran bebas adalah getaran yang timbul ketika mesin di izinkan untuk
bergetar tampa gaya luar
Frekuensi gerakan adalah frekuensi dari gaya penggetar
Frekuensi alami adalah frekuensi yang dmiliki oleh mesin atau struktur
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
6
Frekuensi resonansi suatu frekuensi ketika frekuensi gaya dari luar sama dengan
frekuensi yang dimiliki oleh sistem itun sendiri. Resonansi menghasilkan amplitudo
getaran yang besar dan membahayakan.
Kecepatan kritis yaitu kecepatan pada saat mana poros akan bergetar pada arah
melintang . Pada kecepatan ini sangat berbahaya jika putaran diteruskan karena
amplitudo getaran yang sangat besar.
1.5. Pemilihan parameter pengukuran
Pemilihan parameter pengukuran getaran didasarkan atas rentang
frekuensi getaran dan jenis mesin. Parameter pengukuran getaran berdasarkan
rentang frekuensi antara lain:
-Displacement (simpangan):
Pengukuran displacement digunakan untuk mesin yang berputar pada frekuensi
rendah yaitu di bawah 600 rpm.
-Velocity (kecepatan)
Pengukuran kecepatan digunakan untuk mesin yang berputar pada frekuens 600
60.000 rpm
-Acceleration (percepatan)
Digunakan pada mesin yang berputar pada frekuensi tinggi yaitu lebih besar
60.000 rpm.
Pemilihan parameter
pengukuran getaran
berdasarkan jenis
mesin dan rentang
frekuensi, yang
ditunjukan seperti tabel
1-1.
Tabel 1-1:Pemilihan para-
meter pengukur-
an getaran
Badan
Poros
Badan
600 600.000
600 6000
600 600.000
Percepatan
Energi tumbuk
an
Simpangan
Percepatan
Energi tumbuk
an
*Transmisi rodagigi
(bantalangelinding)
*Transmisi rodagigi
(bantalan luncur)
Badan
Badan
600 60.000
600 600.000
Kecepatan
Energi tumbuk
Kan
Percepatan
*Fan/blower
*Motor
(bantalan gelin-
ding
Rumah
bantalan
600 60.000
600 600.000
Kecepatan
Percepatan
Energi tumbuk
an
*Motor pompa
*Generator turbin
*Motor LIstrik/Fan
Poros
Rumah ban
talan
600 6.000
600 60.000
Simpangan
Kecepatan
*Turbin
*Pompa
*Kompresor
(bantalan luncur
LOKASI RENTANG
FREKUENSI
PARAMETER DESKRIPSI MESIN
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
7
Gambar 1-3a:Kurva APLITUDO =f(FREKUENSI, WAKTU)
Untuk memperlihatkan kelakuan getaran(data vibrasi) suatu sumber, dapat ditampilkan
dalam dua format domain,yaitu: aplitudo fungsi waktu (time domain) atau amplitudo
fungsi frekuensi (frequency domain). Sedangkan pemilihannya tergantung kebutuhan.
Gambar5: Contoh tampilam domain waktu (time waveform)
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
8
Gambar 6: Contoh tampilan spektrum (frequency domain)
Gambar 7: Trending dari level vibrasi dan waktu perkiraan mencapai alarm
Fast Fourier Transform (FFT)
Mengapa kita tertarik melihat data vibrasi dengan frekuensi domain ? Ketika
masalah mulai terjadi pada bagian rotating euipment, maka akan menghasilkan gaya
yang menyebabkan vibrasi. Masalah yang berbeda mungkin menyebabkan mesin akan
bergetar pada frekuensi yang berbeda. Untuk mendianogsis masalah, frekuensi
vibrasinya harus diketahui. Kembali kepada data waveform dan spektrum sebelumnya.
Jika dilakukan analisa frekuensi pada waveform, akan dibutuhkan sehari penuh untuk
menganalisis satu titik pengukuran. Oleh karena itu, spekrum dipakai untuk mengurangi
waktu analisis.
Hasil pengukuran vibrasi secara rutin selanjutnya bisa dimonitor dari waktu-kewaktu.
Jika ditemui adanya kenaikan level vibrasi, maka bisa diperkirakan kapan level vibrasi
tersebut mencapai alarm.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
9
1.6. Sistem dan Hasil Pengukuran
Pemeriksaan getaran mesin dapat dilakukan secara permanen, semi
permanen maupun secara off line. Jika pengukuran getaran dilakukan secara permanen
dan terus menerus, transducer data collector dan penganalisanya terpasang secara
tetap. Sedangkan jika pengukuran getaran dilakukan secara off line, pengukuran dapat
dilakukan terlebih dahulu, kemudian analisa dilakukan kemudian.
Gambar 1-4: Penguku-
ran dilakukan secara
permanen,data akusisi
dan pengolahan data
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
10
Gambar 1-4a: Identifikasi sumber getar pada sistem Rotary equipment
Gambar 1-5:Posisi-posisi permanen pemasangan sensor getaran Turbin gas-generator
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
11
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
12
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
13
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
14
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
15
Gambar 1-8: Seismic velocity tranducer
1.7. Jenis-Jenis Tranducer
Setiap pengukuran getaran diperlukan tranducer yang berfungsi sebagai sensor
atau penangkap getaran dan pengubah getaran mekanik menjadi sinyal elektrik.
Jenis- jenis tranducer getaran, antara lain:
Seismic velocity tranducer, digunakan secara luas dalam pengukuran, analisis
dan balancing. Transducer ini terdiri dari lilitan kawat halus yang ditumpu oleh
pegas ringan. Magnet permanen dipasang tetap pada badan tranducer untuk
membangkitkan medan magnet yang kuat disekitar lilitan.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
16
Gambar 1-8: Seismic piezo
electric velocity
tranducer
Seismic piezoelectric velocity tranducer, digunakan untuk mengukur getaran
yang proporsional terhadap kecepatan tetapi tidak terdapat bagian dalam yang
bergerak. Tekanan/gaya terjadi karena pada waktu pengukuran menyebabkan
kristal atau bahan keramik khusus menghasilkan tenaga listrik.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
17
Gambar 1-9: Accelerometer
Accelerometer digunakan untuk mengukur perubahan rata-rata kecepatan getaran
yang secara umum satuannya dalam inch/s
2
atau mm/s
2
, serta dapat dinyatakan
dalam g, yaitu unit percepatan yang didefenisikan sebagai percepatan dihasilkan
oleh gaya gravitasi di permukaan bumi. Besarnya 9,80665 m /s
2
atau 386,087
inch/s
2
atau sama dengan 32,1739 feet/s
2
.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
18
Gambar 1-10: Non contact trans-
ducer
Non contact transducer. Mesin-mesin dengan kecepatan yang tinggi seperti, pompa
sentrifugal, dan kompresor memiliki rotor yang relatif ringan, dipasang pada poros kaku yang
ditumpu bantalan. Karena pada bantalan terdapat clearance, untuk mengukur getaran yang
sesungguhnya terjadi pada poros di perlukan tranducer jenis ini.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
19
1.7. Pengukuran getaran
Seperti telah disebutkan di atas, parameter getaran yang diukur
yaitu displacement, kecepatan, percepatan dan spike energy disesuaikan
dengan frekuensi mesin.
Pengukuran dilakukan dengan menentukan titik pengukuran terlebih
dahulu, yaitu titik dimana getaran akan diukur, dan dilakukan pada arah
horisontal, aksial, dan vertikal. Instrumen yang digunakan untuk
mengukur getaran atau data collector antara lain: Vibrometer tangan
(hand held vibrometer), misalnya vibrometer pena (pen vibrometer)
gambar 1-11, atau shenck vibrometer ditunjukan pada gambar 1-12.
Sedangkan data collector yang dapat dihubungkan dengan komputer
dan analisis datanya dapat diolah dengan software tertentu ditunjukkan
seperti gambar 1-13. gambar 1-14, menunjukan contoh pengukuran
getaran dengan vibrometer pena
Gambar 1-11:Pem vibrometer Gambar 1-12: Hand held vibrometer
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
20
Gambar 1-13:Data collector dan data analyser Gambar 1-14: Pengukuran getaran
1.8. Batas-batas getaran yang diizinkan
Untuk menentukan apakah getaran yang terjadi masih memenuhi syarat
atau tidak, diperlukan perbandingan dengan standard atau displacement/velocity
severity chart.Berdasarkan ISO 2372-1974, kondisi mesin dikatagorikan menjadi:
Baik (good)
Memuaskan (satisfactory)
Tidak memuaskan (unsatisfactory)
Tidak diterima (unacceptable)
Batas-batas selengkapnya ditunjukan pada tabel 1-2 dan 1-3.
Mesin klas1, yaitu mesin dengan tenaga lebih kecil dari 15 kW, klas II yaitu mesin
dengan tenaga dari 15-75 kW dan mesin klas III yaitu mesin dengan tenaga lebih
besar dari 75 kW.
Untuk menentukan kondisi elemen mesin dapat juga didasarkan pada severy chart
Gambar tersebut terdiri dari dua smbu, yaitu sumbu-x menunjukan frekuensi mesin
dan sumbu y menunjukan hasil pengukuran. Dengan menggambarkan khasil
pengukuran padaseverity chart akan didapat katagori sebagai:
Sangat kasar (very rough)
Kasar (rough)
Hampir/agak kasar (slightly rough)
Cukup (fair)
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
21
Tabel 1-2:Batas getaran menurut ISO
Baik (good)
Sangat baik (very good)
Halus (smooth)
Sangat halus (very smooth)
Amat sangat halus (extremely smooth)
Tabel 1-3:Batas getaran menurut B & K
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
22
Gambar 1-15: Displacement vibration
chart
Gambar 1-16: Displacement
/velocity vibration
chart
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
23
Gambar 1-17: Acceleration/velocity
chart
Gambar 1-15, 1-16, dan 1-17 menunjukan severity chart untuk displacement,
velocity dan acceleration.
Analisis berdasarkan severity chart hanya dapat menentukan baik tidaknya
elemen mesin tetapi tidak bisa mengetahui penyebab kerusakan.
Untuk menentukan penyebab kerusakan diperlikan daat collector sekaligus
analisis yang dapat menggunakan perangkat lunak tertentu, misalnya IRD 7290
untuk IRD data collector/analyser atau PRISM, untuk Microlog data
collector/analyser.
1.9. Interpretasi dan analisis getaran
Setiap cacat/kerusakan mesin membangkitkan sinyal getaran unik
yang juga disebut dengan SIGNATURE yang dapat dipakai untuk identifikasi .
Untuk mengetahui getaran yang terjadi digunakan alat ukur getaran.
Pengukuran getaran vibrometer tangan konvensional, tampa peralatan untuk
analisis, hanya dapat menentukan baik atau tidaknya sebuah elemen mesin,
sehingga tidak dapat digunakan untuk menentukan penyebab getaran.
Untuk menentukan asal getaran diperlukan analisa dari bentuk sinyal
atau bentuk gelombang getaran yang terjadi.
Dalam menganalisa, disamping besarnya amplitudo getaran, juga perlu dilihat
frekuensi getaran.Beberapa ciri-ciri dari asal atau penyebab getaran antara
lain:
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
24
1.9.1. KE-TIDAK SEIMBANGAN (unbalance) dan BANTALAN RUSAK (bad bearing)
Tidak ada rotor yang 100 % balans. Secanggih apapun instrumen
pengukur dan alat pembuat memiliki keterbatasan. Oleh karena itu , selalu ada
sisa massa tak balan pada sistem rotor. Rotor tak balans membangkitkan
sinyal getaran sinusoidal dengan frekuensi satu per putaran. Bila tidak ada
analiser dengan resolusi tinggi, getaran yang berlebihan dengan frekuensi satu
per putaran biasanya akan selalu dihubungkan dengan rotor tak balan,
walaupun kemungkinan penyebab lainnya banyak, seperti yang akan dibahas
selanjutnya. Untuk itu perlu diketahui karakteristik berbagai cacat/kerusakan
supaya dapat dibedakan dari rotor tak balans.
Sudut fasa sangat penting perannya dalam mendeteksi dan menganalisis
ketida seimbangan,. Dan dalam hal ini perlu diingat pergeseran fasa pada rotor
fleksible. Keadaan tak seimbang terjadi bila pusat massa sistem berputar tidak
berhimpit dengan titik pusat perputaran. Hal ini dapat terjadi karena berbagai
sebab, misal bahan tidak homogen dan perubahan kedudukan rotor, seperti
yang terlihat pada gambar 4.1.1, ketidak seimbangan dapat terjadi pada satu
bidang ( static imbalance) atau beberapa bidang (couple imbalance).
Gabungan keduanya disebut dynamic imbalance. Dalam keadaan tak balans
sebuah vektor gaya berputar dengan poros menimbulkan getaran dengan
frekuensi satu per perputaran.
Karakteristik khusus dari Imbalance
Karakteristik utama dari getaran yang disebabkan oleh imbalance adalah:
1.Getaran sinusoidal murni dengan frekuensi satu perputaran poros
2.Vektor gaya yang berputar
3.Amplitudo bertambah dengan kecepatan
Karakteristik ini sangat penting untuk membedakan imbalance dengan
cacat/kerusakan yang menghasilkan getaran serupa. Sinyal yang dibangkitkan oleh
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
25
Rotor tak balans berupa getaran sinusoidal murni dengan frekuensi satu per putaran,
kadang-kadang disertai dengan beberapa harmonik tingkat rendahnya. Sinyal karena
kerusakan/cacat yang sering disangka berasal dari rotor tak balans biasanya
mempunyai harmonik tingkat tinggi. Tetapi perlu diingat, bahwa bila gaya tak balansnya
besar, harmonik tingkat tinggi dapat terjadi. Hal yang sama terjadi juga bila kekakuan
bantalan dalam arah vertikal dan hirisontal jauh berbeda.
Karena gaya imbalans merupakan vektor berputar, maka fasa getarannya
relatif terhadap keyphasor tergantung pada lokasi transducernya. Amplitudo, dalam hal
ini, berubah sedikit. Seperti terlihat pada gambar4.1-2, pemindahan transducer 90
derajat menghasilkan perubahan fasa 90 derajat juga, amplitudo hampir tidak berubah.
Sinyal getaran yang tidak merupakan vektor berputar (misalnya karena bagian
mesin yang kendor) akan menampakan gejala yang berlainan. Bila letak transducer
dipindah seperti contoh sebelumnya, maka akan terjadi perubahan besar pada
amplitudo sinyal.
Kerusakan yang disangka unbalance
Kerusakan dibawah ini sering disangka unbalance, karena amplitudonya naik
bila kecepatan berputar meningkat. Namun demikian , masing-masing mempunyai
karakteristik berbeda yang dapat digunakan untuk identifikasi.
1.Misalignment
Karakteristik pokok yang mencirikan misalignment adanya harmonik kedua yang
disertai dengan getaran aksial . Poros bengkok dan bantalan yang tidak mapan adalah
kasus khusus dari misalignment yang menghasilkan getaran serupa. Beda fasa
getaran aksial karena misalignment, yang diukur diujung poros, biasanya berharga
180 derajat. Beda fasa 0 derajat akan terjadi dalam hal rotor tak balans.
2.Variasi beban
Beban besar pada mesin dapat mempertinggi tingkat getaran. Untuk menafsirkan
dengan baik gejala ini, maka karakstristik pengoperasian mesin harus difahami. Dalam
mengukur getaran dasar (baseline vibration) sangat penting untuk memperhatikan
variasi getaran terhadap beban, tekan dan temperatur.
3.Bagian-bagian yang kendor
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
26
Spektrum getaran yang dihasilkan oleh bagian-bagian mesin yang kendur hampir
selalu mengandung harmonik tingkat tingga. Namun pada mesin tertentu, harmonik
tingkat tinggi ini teredam. Karena getaran ini tersebar dalam arah tertentu, maka letak
transducer ajkan mempengaruhi intensitas getaran yang terukur. Gejala ini dipakai
untuk mengidentifikasi adanya elemen mesin yang kendur.
4.Resonansi
Resonansi pada kecepatan putar menghasilkan level getaran yang tinggi dengan
frekuensi sama dengan kecepatan putar ( dalam hal ini sering dipakai notasi: 1 X
untuk menyatakan frekuensi sama dengan kecepatan putar). Resonansi pada
kecepatan putar
Akan terindentifikasi dengan mudah karena penambahan/pengurangan RPM akan
menurunkan intensitas getaran. Resonansi biasanya dihubungkan dengan kesalahan
memasang.
5.Kelonggaran (clearence) yang terlalu berlebih pada bantalan luncur.
Getaran dengan frekuensi 1X akan bertambah dalam ini, dengan disertai harmonik
tinggi.
1.9.2. BANTALAN GELINDING
Bantalan gelinding (anti friction bearing) biasanya merupakan penyebab
kerusakan ringan yang lazim. Dapat dikatakan bahwa pada saat awal kerusakan,
getaran yang ditimbulkannya tidak dapat di deteksi.
Frekuensi khusus yang ditimbulkan oleh bantalan cacat tergantung pada sifat
Gambar 4.1-3: Sinyal getaran karena tidak balans
Berdasarkan penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri tak balans:
Aplitudo getaran yang besar terletak pada 1 x RPM (frekuensi fundamental)
Besarnya amplitudo sebanding dengan besanya tak balans
Amplitudo getaran besar pada arah radial atau horisontal dan vertikal
Analisa fas menunjukan pembacaan fasa stabil
Fase akan berubah 90
0
, jika pengukuran getaran dirubah 90
0
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
27
Perlu diperhatikan bahwa bantalan dengan nomor seri sama dari satu pabrik belum
tentu mempunyai ukuran dan geometri yang sama. Pabrik akan melakukan perubahan
parameter bantalan dari waktu ke waktu untuk memperbaiki mutunya. Persoalan utama
adalah sangat rendahnya intensitas sinyal getaran yang dibangkitkannya, sehingga
terkubur oleh sinyal lain yang lebih kuat. Bila pemantau dilakukan dengan pengukur
tegangan sederhana atau dalam domain waktu, maka sinyal ini akan tidak terdeteksi
sehingga kerusakan akan berjalan terus dan makin besar. Penyelesaian yang
baik adalah dengan melakukan pemantauan memakai dynamic signal analyzer ( dalam
cacatnya, geometri bantalan dan kecepatan putar. Parameter bantalan (ukuran dan geo-
Metri) yang menentukan frekuensi tersebut adalah diameter bola, jumlah bola, diameter
pitch dan sudut kontak, seperti yang ditunjukkan pada gambar selanjutnya.
domain frekuensi dan skala dB), karena peralatan ini mampu menunjukan suatu
komponen getaran dengan intensitas sekecil 1/1000 dari intensitas komponen getaran
terbesarnya.
Manfaat tambahan yang diperoleh dengan deteksi dini ini adalah dapat
diketahuinya penyebab kerusakan, yang mungkin sulit terlihat pada tahap lanjut,
sehingga sumber-sumber kerusakan kronis dapat ditentukan.
Frekuensi Getaran Yang Dibangkitkan Oleh Elemen Gelinding
Rumus-rumus untuk menghitung frekuensi getaran yang bersumber pada bantalan
rusak tertulis pada tabel 4-2 (acuan gambar 4-2-1)
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
28
,dengan anggapan cacat tunggal, rolling contact, poros berputar bersama cincin dalam
dan cincin luar dimatikan (fixed).
Beberapa penjelasan untuk dapat lebih mengerti tentang rumus-rumus sebelumnya,
adalah sebagia berikut:
1.Karena bola-bola mengelinding pada cincin luar dan cincin dalam, maka kecepatan
geraknya (kecepatan gerak titik beratnya) terhadap sumbu poros merupakan rata-rata
kecepatan cincin luar dan dalam, atau kecepatan putar poros . Oleh karena itu
tertulis faktor pada rumus 1 sampai dengan 4.
2.Suku-suku dalam tanda kurung meupakan penyesuian. Misalnya, bola akan melewati
cacat pada alur dalam lebih sering dari pada cacat pada alur luar, karena jarak keliling
alur dalam lebih pendek dari pada jarak keliling alur luar. Sangkar (cage) yang aus
menimbulkan getaran dengan frekuensi dibawah kecepatan putar yang disebut
FUNDAMENTAL TRAIN FREQUENCY.
Getaran elemen gelinding ini diteruskan kerumah mesin (karena bantalannya kaku),
sehingga tranducer yang cocok untuk pengukuran adalah accelerometer. Bantalan
gelinding aksial memungkinkan pengukuran getaran dalam arah aksial. Kerena rumah
mesin umumnya lebih fleksible dalam arah aksial, pengukuran dalam arah aksial
memberikan sensitifitas lebih.
Suatu perkembangan baru adalah pemasangan transducer pada cincin luar untuk
mengukur defleksi, sehingga pengaruh impedansi rumah mesin pada pengukuran dapat
ditiadakan . Dengan cara ini , kerusakan bantalan dapat dideteksi dengan lebih baik .
Hanya saja, pemasangan transducer ini memerlukan pembongkaran rumah bantalan.
Faktor-Faktor Yang Mengubah Karakteristik Frekuensi
Beberapa faktor dapat mengubah spektrum getaran yang dibangkitkan oleh
bantalan rusak, yaitu:
(1)Frekuensi bantalan biasanya termodulir oleh residual imbalance ( masaa tak balans
sisa) yang menghasilkan sidebands pada kecepatan putar, gambar 4.2-9. Getaran
lain dapat juga memodulir (atau termodulir) frekuensi bantalan, sehingga spektrum
getaran bantalan sering mengandung penjumlahan atau pengurangan frekuensi-
frekuensi tersebut.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
29
(2)Seiring dengan makin ausnya bantalan sehingga cacat terlihat diseluruh permukaan
alurnya, maka getaran akan makin serupa dengan random noise. Puncak-puncak
spektrum makin berkurang dan menghilang. Hal ini sama terjadi bila bantalan
mengalami kerusakan karena kekurangan pelumas atau karena abrasi.
Hal lain yang terjadi bila kerusakan mencapai tahap lanjut adalah bergesernya energi
getaran ke harmonik tinggi, gambar 4.2-6.
(3)Bantalan yang baik, karena hal-hal yang berkaitan dengan toleransi pembuatan, akan
membangkitkan sinyal getaran yang dapat dikira menyatakan adanya kelainan.
(4)Bila tanda di persamaan 1 dan 2 diubah, maka rumus berlaku untuk kasus dengan
poros diam dan cincin luar berputar
(5)Sudut kontak dapat berubah dengan beban aksial, sehingga frekuensi yang terjadi
menyimpang dari frekuensi yang dihitung.
(6)Cacat kecil pada alur diam diluar zona beban hanya akan membangkitkan getaran
bila dibebani oleh gaya tak balans.
Spektrum contoh
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
30
Gambar 4.2-5 adalah spektrum getaran bantalan dengan sebuah cacat pada alur
luarnya . Data bantalan dan frekuensi karakteristiknya yang dihitung dapat dilihat pada
gambar 4.2-4. Terlihat sidebands kecepatan putar dikedua sisi frekuensi karakteristik.
Gambar 4.2-6 adalah spektrun frekuensi bantalan yang sama dengan kerusakan pada
tahap lanjut. Karakteristik BPFO (ball pass frequency outer) hilang tetapi harmoniknya
tetap ada. Getaran dengan frekuensi 200 Hz berasal dari gearmesh.
Perincian Pembangkitan Spektrum
Untuk memahami pembangkitan sinyal getaran oleh bantalan gelinding, maka suatu
tiruan getaran bantalan dan spektrumnya akan ditinjau.
Sifat-sifat yang diperhatikan adalah:
(1)Getaran bantalan yang bersifat impulsive, yang membangkitkan komponen frekuensi
tinggi.
(2)Pengaruh cacat majemuk
(3)Modulasi getaran karakteristik oleh frekuensi kecepatan putar
Berbeda dengan getaran sinus yang terjadi karena imbalance, maka getaran yang
dibangkitkan oleh bantalan bersifat impulsive, dengan puncak tajam. Puncak tajam ini
dalam spektrum frekuensi , diwakili oleh sejumlah besar harmonik. Gambar 4.2-7
sebelah bawah menyatakan tiruan getaran bantalan dalam domain waktu, sedangkan
gambar diatas menyatakan spektrumnya. Cacat satu dengan lainnya berjarak 1 msec,
sehingga harmonik dasarnya mempunyai frekuensi 1 kHz (1/1msec)
Dampak dari kandungan frekuensi ini antara lain:
(1)Karena accelerometer peka terhadap frekuensi tinggi, maka sejumlah besar energi
diluar daerah frekuensi karakteristik bantalan akan ikut masuk bila pengukuran
dilakukan dengan accelerometer. Kecuali bila dynamic signal analyser tersedia.
(2)Resonansi pada bantalan dan struktur mesin pada frekuensi tinggi dapat terjadi,
menghasilkan komponen getaran dengan frekuensi yang tidak sebanding dengan
kecepatan putar (yang bukan berasal dari cacat kain, kecuali roda gigi). Salah satu
jenis pengukur getaran untuk mendeteksi kerusakan dini pada bantalan tergantung
pada frekuensi tinggi ini (20-50 kHz) untuk mengeksitasi accelerometer khusus pada
frekuensi pribadinya. Tampa frekuensi ini, keluaran dari transducer akan sangat
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
31
rendah .Instrumen seperti ini akan memberikan hasil yang menyesatkan bila
accelerometernya tidak didudukan dengan baik, atu bila cacat/kerusakan tidak
menhasilkan geteran frekuensi tinggi secukupnya .
(3)Kandungan frekuensi tinggi menunjukan tingkat kerusakan. Cacat dangkal pada
permukaan alur cenderung menghasilkan getaran yang lebih sinusoidal dibandingkan
dengan cacat yang dalam.
Cacat Majemuk dan Sideband Kecepatan Putar
Spektrum karakteristik bantalan dengan cacat majemuk sulit untuk diramalkan ,
karena tergantung pada sifat cacat tersebut. Gambar 4.2-8a dan b menggambarkan
dua buah sinyal tiruan yang berasal dari cacat, dan spektrumnya.
Setiap mesin pasti mempunyai imbalance sisa, yang akan memodulir frekuensi getaran
bantalan. Gambar 4.2-9 menunjukan pulsa bantalan cacat yang dimodulir ole
imbalance. Komponen imbalance terlihat pada kecepatan putar 280 Hz, sebagai
sidebands disekitar harmonik frekuensi bantalan . Spektrum jenis ini merupakan
spektrum yang umum dibangkitkan oleh bantalan cacat/rusak. Kerusakan/cacat lain
seperti misalignment atau sesuatu yang kendor juga akan memodulir frekuensi
bantalan.
Terlihat bahwa jarak antar harmonik akan tetap, sesuai dengan berulangnya getaran
cacat. Dalam hal ini hanya amplitudo harmonik yang berubah.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
32
Gambar 4.3-10:Sinyal getaran karena bantalan rusak
Keausan raceway (inner/outer race), ball/rool pada bantalan akan menyembabkan getaran pada
frekuensi tinggi. Sinyal getaran yang disebabkan karena bantalan rusak memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
*Amplitudo tinggi tergantung dari besarnya tingkat kerusakan bantalan
*Aplitudo tinggi terjadi pada frekuensi tinggi (10.000 100.000 rpm)
*Bentuk gelombang erratic dan menyerupai candi
1.9.2. OIL WHIRL
Yaitu proses pelumasn yang tidak sempurna. Masalah dapat timbul karena
kekurangan pelumas, pelumas yang tidak sesuai standard pemakaian, keausan
bantalan atau kelonggaran yang lebih.
Rotor yang ditumpu diatas bantalan luncur dapat mengalami ketakstabilan,
yang tidak dijumpai pada bantalan gelinding. Bila ketakstabilan ini terjadi pada rotor
fleksible pada kecepatan kritis, akibatnya sangat fatal. Ada beberapa hal yang
menyebabkan ketakstabilan ini, anatar lain histerisis, fluida terjebak dan lapisan
pelumas yang ak stabil. Yang terakhir ini yang umum terjadi, yang akan dibahas
selanjutnya.
Ada perbedaan yang mendasar antara getaran dengan karena ketakstabilan
bantalan dan karena imbalance. Yang pertama merupakan self excited vibration, yaitu
suatu gejala penumpukan energi ke dalam sisten getaran, dengan frekuensi yang tidak
tergantung pada kecepatan putar. Yang kedua adalah forced vibration, yaitu tanggapan
sistem getaran terhadap gaya eksitasi. Perbedaan ini sangat kecil, tetapi mempunyai
pengaruh yang besar dalam menanggulangi persoalan.
1.Whirl dan Oil Whip
Ketakstabilan pada bantalan luncur terjadi karena penyimpangan terhadap
operasi normal. Seperti yang terlihat pada gambar 4.3-1 Poros ditumpu ole lapisan tipis
minyak pelumas. Fluida diantara poros dan bantalan bergerak dengan kecepatan kali
kecepatan poros. Karena efek viskositas fluida, maka tekanan fluida di depan celah
tersempit lebih besar dari pada dibelakangnya. Perbedaan tekanan ini disamping
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
33
Menimbulkan gaya angkat sehingga pros mengambang, juga menimbulkan gaya yang
dapat menyebabkan whirl atau gerak gasing dalam arah putaran poros dengan
kecepatan 0,43 0,48 kecepatan putar poros. Whirl mengakibatkan gaya semtrifugal
meningkat sehingga gayam penyeb whirl-pun bertambah juga. Ketakstabilan terjadi bila
fluida pelumas tidak mampu mendukung poros, atau bila frekuensi whirl sama dengan
putaran kritis poros. Kemampuan fluida pelumas untuk mendukung poros berkurang
Karena perubahan viskositas, tekanan atau beban luar. Dalam beberapa kasus,
ketakstabilan dapat diatasi dengan menurunkan kecepatn poros, sampai tindakan yang
tepat dapat dilakukan. Tindakan untuk mengatasi ketakstabilan itu meliputi:
perancangan kembali sistem bantalan.
Whirl juga menyebabkan ketakstabilan bila kecepatan poros mencapai 2 x
kecepatan kritisnya. Pada kecepatan ini, whirl berkecepatan sama dengan putaran kritis
sehingga terjadi getaran dengan simpangan besar, sehingga lapisan minyak pelumas
tidak mampu mendukung poros. Peta spektrum pada gambar 4.3-2 menggambarkan
perkembangan oli whirl sehingga menjadi oil whip. Terjadinya whirl harus ditekan bila
diinginkan poros beroperasi diatas 2 x kecepatn kritis.
Kesimpulannya ciri-ciri getaran yang disebabkan karena oil whirl dapat dikenali
jika amplitudo getaran tinggi terjadi pada frekuensi 46 48 % dari RPM (frekuensi
fundamenta) atau kurang lebih pada x RPM.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
34
4.3-3:Sinyal getaran karena oil whirl
Gambar 1-19: Ketidaksebarisan
1.9.3. Ketidakbarisan (misalignment)
Masalah misalignment juga cukup banyak dijumpai, karena setiap elemen mesin tidak
dapat berdiri sendiri tetapi harus berpasangan atau disambung dengan elemen mesin
lain.Misalnya pemasangan bantalan pada poros, pemasangan dua buah poros dengan
menggunakan kopling dan juga pemasangan transmisi sabuk, rantai dan gear. Jika
terjadi ketidaksebarisan maka akan menimbulkan getaran yang cukup tinggi. Oleh
karena itu inspeksi geometris perlu dilakukan agar ketidaksebarisan yang terjadi sekecil
mungkin.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
35
Getaran yang berasal dari ketidaksebarisan memiliki ciri-ciri:
Amplitudo getaran yang besar terletak pada 1 x RPM, 2 x RPM, dan 3 x RPM
(frekuensi fundamental)
Besarnya amplitudo sebanding dengan besarnya ketidakbarisan
Amplitudo getaran tinggi pada arah aksial dan radial
Fasa analisis menunjukan tidak stabil
Bila suatu poros dengan misalignment ditumpu oleh bantalan gelinding,
frekuensi karakteristiknya ini juga akan muncul. Beda fasa antara sinyal yang didapat
dikedua ujung poros atau dikedua sisi kopling dapat digunakan untuk membedakan
misalignment terhadap imbalance.
Misalignment berasal dari:
1.Preload dari poros bengkok atau bantalan yang tidak mapan
2.Sumbu poros pada kopling tidak segaris
Kopling flesibel dapat menerima misalignment lebih besar, tetapi bukan
merupakan penyelesaian terhadap persoalan misalignment berat.
Gambar 4.4-1 menunjukan kompnen gaya aksial karena misalignment. Karena mesin
lebih fleksibel dalam arah aksial, maka getaran aksial yang terjadi juga besar. Gejala ini
meruapakn kunci untuk mendeteksi adanya misalignment.
Gambar 4.4-1 menunjukan spektrum sinyal getarn yang berasal dari misalignment.
Perbandingan harmonik ke 2 terhadap harmonik ke 1 menyatakan derajat misalignment.
Harmonik ke 2 terjadi karenan kekakuan poros-bantalan atau kopling yang tidak simetri.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
36
Beda fasa Untuk Mendeteksi Mesalignment
Seperti terlihat pada gambar 4.4-2, getaran pada kedua ujung poros, (atau di kedua
sisi kopling), berbeda fasa 180 derajat. Hubungan ini dapat dimanfaatkan untuk
membedakan misalignment terhadap imbalance, karena imbalance membangkitkan
getaran yang sefasa bila diukur pada ujung-ujung poros. Cara ini tidak dapat dipakai bila
pengukuran getaran dilakukan pada arah radial. Beda fasa dapat diukur dengan DSA
(dynamic signal analyzer) satu saluran dengan memakai key phasor sebagai acuan,
atau DSA dua saluran.
Beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengukuran
beda fasa adalah:
1. Dinamika mesin mempengaruhi pembacaan fasa, sehingga beda fasa tidak tepat 180
derajat, melainkan 150 atau 200 derajat
2. Orientasi transducer sangat penting. Sepasang transducer yang dipasang secara
aksial diluar mesin biasanya akan mempunyai arah berlawanan. Dalam keadaan ini
pembacaan beda fasa menjadi 0 derajat.
3. Perumusan beda fasa diatas hanya berlaku untuk rotor kaku. Penggunaan fasa untuk
diagnosa rotor fleksible memerlukan pengetahuan tentang dinamika rotor (fleksibel)
4. Bila pengukuran dilakukan dengan DSA saluran tunggal, maka dua pengukuran
diperlukan, masing-masing dengan acuan satu keyphasor dan pada kecepatan sama
(pengecualian ada, lihat pasal 6.7). Untuk menjamin pembacaan fasa yang benar,
maka pengukuran harus dilakukan lebih dari satu kali pertitik.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
37
1.9.4. MECHANICAL LOOSENESS (KEKENDORAN)
Komponen-komponen mesin yang dapat kendor antara lain dudukan bantalan
(mount) atau tutup bantalan (bearing cap). Kekendoran semacam ini hampir selalu
menghasilkan sejumlah besar harmoni dalam spektrumnya, baik harmonik ganjil
maupun tunggal. Komonen getaran dengan frekuensi lebih kecil dari kecepatan putar
juga dapat terjadi.
Kekendoran cenderung menghasilkan getran pada arah tertentu, suatu ciri
yang dapat digunakan untuk membedakannya dari cacat lain seperti imbalance. Suatu
teknik untuk mendeteksi kekendoran adalah dengan melakukan pengukuran getaran
pada beberapa titik (transducer kecepatan dapat berfungsi baik dalam kasus ini). Sinyal
yang terukur akan mencapai harga maksimumnya pada arah getaran (biasanya arah
vertikal memberikan getaran yang lebih besar dari arah horsontal) atau disekitar lokasi
kekendoran.
Tinjau suatu rumah bantalan pada gambar 4.5. Dalam keadaan terikat dengan
baik, responnya terhadap imbalance akan berupa sinusoidal. Bila baut pengikatnya
kendor, maka responnya akan berupa sinusoidal terpotong seperti terlihat pada gambar
4.5 bawah. Bentuk gelombang pada gambar tersebut merupakan idealisasi (bukan hasil
pengukuran) untuk memberikan gambaran yang mudah tentang terjadinya harmonik.
Bila redaman cukup tinggi seperti yang aa pada belt drive, maka sebagian
besar harmonik akan teredam, sehingga sinyal getaran yang terukur hanya harmonik
dasarnya saja (1X)
1.9.5. RODAGIGI
Persoalan pada rodagigi bercirikan spektrum getaran yang mudah dikenal, tetapi sulit
diartikan. Kesulian ini bersumber pada dua hal, yaitu:
1.Karena sangat sulit )bahkan tidak mungkin) memasang transducer dekat pada lokasi
cacat
2.Kerena banyak sumber getaran yang terlibat
Untuk dapat melakukan identifikasi, diperlukan analyzer dengan resolusi tinggi
dan baseline vibration spectra (spektrum getaran yang diukur pada saat rodagigi
masih baru dan bagus). Cara termudah untuk mendeteksi persoalan adalah dengan
melakukan pemantauan berkala, karena kerusakan tingkat lanjut sangat sulit untuk
dianalisis.
Karakteristik Frekuensi Rodagigi
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
38
1.Gear mesh
Ini adalah frekuensi pokok yang selalu dikaitkan dengan rodagigi. Harganya sama
dengan jumlah gigi kali kecepatan putarnya. Gambar 4.6-2 merupakan tiruan spektrum
getaran gearbox yang mempunyai rodagigi dengan gigi 15 buah yang berputar pada
kecepatan 3000 rpm (50 Hz). Jadi frekuensi gearmesh =15x50 = 750 Hz. Frekuensi ini
akan selalu nampak pada spektrum getaran, baik untuk rodagigi yang rusak maupun
dalam keadaan baik. Sidebands kecepatan putar disekitar frekuensi gearmeh
menandakan adanya backlash atau sedikit eksentrisitas.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
39
Amplitudo gearmesh dapat berubah dengan kondisi operasi. Ini menyatakan bahwa
amplitudo gearmesh tidak dapat dipakai sebagai indikasi yang terpecaya untuk kondisi
rodagigi. Dilain pihak, tingginya sidebands, aytau besarnya energi pada frekuensi
pribadi atau frekuensi gearmesh menandakan adanya persoalan, gambar 4.6-2.
2.Frekuensi pribadi
Cacat besar menimbulkan impul yang biasanya mengeksitasi frekuensi pribadi salah
satu roda gigi atau lebih. Ini seringkali dapat dipakai sebagai petunjuk adanya
kerusakan. Karena amplitudo komponen gearmesh tidak selalu berubah terhadap
kerusakan. Pada spektrum getaran tiruan (simulated vibration spectrum), gambar 4.6-
2, frekuensi gearmesh 1272 Hz. Broadband disekitar 600 Hz mempunyai pusat
frekuensi pribadi dengan sideband kecepatan putar. Spektrum terinci susekitar
frekuensi pribadi terlihat pada gambar 4.6-2b
3.Sidebands
Frekuensi yang dibangkitkan oleh gearbox dapat dimodulir oleh backlash,
eksentrisitas, pembebanan, dan pulsa yang dihasilkan oleh cacat. Sidebands sering
kali dapat menunjuka rodagigi yang rusak. Pda gambar4.6-2b, sideband disekitar
frekuensi pribadi menunjukan bahwa rodagigi yang rusak mempunyai kecepatn ptar
sebesar 12,5Hz. Dalam hal ini adanya eksentrisitas, maka frekuensi gearmesh lah
yang mempunyai sideband kecepatan putar.
Beberapa Petunjuk untuk Analisi Rodagigi.
Beberapa petunjuk berikut ini mungkin berguna untuk analisis persoalan
rodagigi.
1.Pilihlah transducer dan pasanglah dengan hati-hati. Bila diperkirakan frekuensi
gearmesh atau frekuensi pribadi diatas 200 Hz, gunakan accelerometer. Dudukan
harus dalam arah radial untuk rodagigi lurus, arah aksial untuk rodagigi dengan beban
aksial pada porosnya dan usahakan sedekat mungkin dengan bantalan.
2.Tentukan Frekuensi Pribadi
Karena pengenalan frekuensi pribadi sangat penting untuk analisis, usahakan dengan
berbagai cara untuk menentukannya. Ini apat dilakukan dengan memukul poros,
kemudian mengukur respon getaran pada rumahnya. Pengukran ini sebaiknya
dilaksanakan dengan mengunakan DSA dua saluran supaya diperoleh hasil yang baik.
Walaupun dengan satu saluran dapat juga diperkirakan frekuensi pribadinya.
3.Lakukan identifikasi frekuensi-frekuensi yang tergambar pada spektrum, misalnya
frekuensi gearmesh dan putaran poros. Walaupun frekuensi pribada tidak diketahui
dengan pasti, sideband kecepatan putar menandakan rodagigi rusak
1.9.6. BLADE & VANES
Persoalan yang menyangkut blades dan vanes biasanya mempunyai ciri
(karakteristik) berupa getaran dasar (fundamental vibration) dengan amplitudo besar
atau sejumlah besar harmonik disekitar passing frekuensi dari balde atau vanes
(passing frequency= jumlah blade/vanes x putaran). Gambar 4.7 beberapa komponen
balde passing frequency akan selalu muncul dan berubah dengan beban. Hal ini selalu
terjadi pada mesin-mesin dengan kecepatan tinggi.
Bila sebuah blade atau vanes hilang, maka terjadilah getaran besar karena
imbalance pada frekuensi 1 x. Persoalan yang lebih sulit terlihat, retak pada blade,
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
40
Menimbulkan perubahan pada sinyal getaran sedemikan kecilnya sehingga sulit untuk
dideteksi.
1.9.7. RESONANSI
Resonasi pada mesin terjadi bila frekuensi pribadi poros, rumah mesin, atau
struktur yang berhubungan dieksitasi oleh getaran kecepatn putar atau harmoniknya.
Persoalan ini biasanya mudah dideteksi dengan tingkat (level) getaran menurun bila
kecepatan dinaikan atau diturunkan. Peta spektrum sangat berguna untuk mendeteksi
resonansi karena komponen-komponen getaran yang tergantung pada kecepatan putar
terlihat dengan jelas, gambar 4.8.
Fasa juga besarn yang sangat berguna untuk membedakan resonansi
terhadap imbalance. Misalnya pada frekuensi 16 X terlihat pada getaran yang cukup
besar. Bila getaran ini berhubungan dengan putaran (misalnya blade passing frequency)
maka fasanya terhadap sinyal keyphasor atau imbalance akan konstan.
Pemipaan merupakan salh satu sumber getaran umum. Bila keceptan mesin
berimpit dengan frekuensi pribadi pemipaan, mak akan terjadi getaran yang besar. Cara
yang dipakai untuk mengatasi persoalan adalah mengubah frekuensi pribadi naik bila
pipa diperpendek, yaitu dengan menambah tumpuan.
Resonasi poros pada kecepatn tinggi kadangkadang disebakan oleh perubahan-
perubahan bantalan, atau pengaruh tembahan mesin. Keausan pada bantalan
mengurangi kekakuan sistem poros-bantalan sehingga frekuensi frekuensi resonasinya
turun. Penggantian kopling dapat menaikan atau menurunkan frekuensi pribadi poros.
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.
syahbardia/061009/lapi
41
Gambar 8: Spektrum dibagi-bagi menjadi narrow band
Gambar 8 menunjukan pembagian spektrum ke dalam bebrapa narrow band untuk
mendeteksi berbagai jenis kerusakan
I
n
s
t
r
u
c
t
o
r
:
S
Y
A
H
B
A
R
D
I
A
,
I
R
.
M
T
.