Anda di halaman 1dari 5

Identifikasi dan Uji Penggolongan Anion Ferosianida

(disusun untuk memenuhi tugas matakuliah kimia analisis dasar)

Makalah

Oleh: Imam Abu Hanifah NIM 12630025

Dosen Pengampu: Begum Fauziah, S.Si, M.Farm

Jurusan kimia Fakultas sains dan teknologi Universitas islam negeri maulana malik ibrahim malang
Oktober 2013

A. Ferrosianida

Ferrosianida adalah nama dari anion Fe(CN)64 . Sesuai dengan persetujuan IUPAC, ferrosianida lebih sering disebut sebagai heksasianoferat(II). Dalam keadaan terlarut, molekul koordinasi kompleks ini tidak reaktif. Anion ini biasanya terdapat pada garam potasium ferrosianida atau K4Fe(CN)6. Dalam analisisnya, terdapat ion radikal dari besi dan berwarna kebiruan. Sedangkan bila tidak mengandung kation besi maka akan hanya berwarna kuning (http://www.wikipedia.com/ferrocyanide). Ferrosianida tergolong spesies diamagnetik, dengan dilengkapi perputaran spin rendah besi (II) yang berada di pusat ligan oktahedral. Hampir semua garam dari sianida memiliki tingkat racun yang tinggi. Namun tidak bagi ferrosianida dan ferrisianida, karena keduanya cenderung tidak meninggalkan sianida bebas. Ferrosianida dapat dioksidasi sehingga membentuk ferrisianida sesuai dengan persamaan reaksi:

[Fe(CN)6]4 [Fe(CN)6]3 + e
B. Uji Identifikasi Ferrosianida Untuk penyelidikan anion, kita perlu memperoleh larutan yang mengandung atau sebagian besar dari anion-anion itu, bebas dari logam berat sejauh mungkin. Ini paling baik dibuat dengan jalan mendidihkan zat itu dengan larutan natrium karbonat pekat. Hasilnya lebih dikenal dengan ekstrak soda (Vogel, 1990). Adapun cara untuk menggolongkan apakah dalam suatu sampel terdapat anion ferrosianida ialah sebagai berikut: Asamkan ekstrak soda dengan asam klorida encer Tambahkan beberapa tetes larutan besi(III) klorida Muncul endapan biru-tua Ini menunjukkan heksasianoferat(II) ada

Bagan Uji Identifikasi Anion Ferrosianida


SAMPEL + Ekstrak Soda Kation

Anion

+ HCL encer + Besi(III) Klorida


menunjukkan

Adanya anion ferrosianida

Endapan Biru Tua

C. Reagen Spesifik Untuk Ferrosianida Reagen spesifik adalah reagen yang bila direaksikan dengan suatu zat akan menimbulkan warna atau efek tertentu yang belum tentu muncul bila direaksikan dengan reagen lain. Adapun reagen spesifik untuk ferrosianida adalah diantaranya sebagai berikut: Asam Sulfat Pekat Apabila direaksi, akan terjadi penguraian yang sempurna, dengan pendidihan yang lama, disertai pelepasan karbon monoksida, yang terbakar dengan nyala biru, sesuai persamaan : [Fe(CN)6]4- + 6H2SO4 + 6H2O oksidasi besi(II) dengan asam sulfat: 2Fe2+ + 2H2SO4 tetapi dengan mendidihkan, 2Fe3+ + SO2 + SO42- + 2H2O terjadi penguraian 6HCN + Fe2+ sebagian dari Fe2+ + 6NH4+ + 6CO + 6SO42-

Sedikit belerang dioksida mungkin juga terjadi, yang ditimbulkan oleh

Dengan asam sulfat encer, terjadi hanya sedikit reaksi dalam keadaan dingin,

heksasianoferat(II), disertai dengan pelepasan hidrogen sianida (racun) : [Fe(CN)6]4- + 6H+

Ion-ion besi (II) yang terbentuk dalam reaksi ini, bereaksi dengan sedikit heksasianoferat yang tak terurai, menghasilkan mula-mula suatu endapan putih kalium besi(II) heksasianoferat(II). Endapan ini perlahan dioksidasikan menjadi biru prusia oleh oksigen dari atmosfer.

Larutan besi(II) sulfat Hasil reaksinya akan menghasilkan endapan putih kalium besi(II)

heksasianoferat(II), K2Fe[Fe(CN)6], yang dengan cepat berubah menjadi biru oleh oksidasi Larutan tembaga sulfat Jika direaksikan, akan terbentuk endapan coklat tembaga heksasianoferat(II): [Fe(CN)6]4- + 2Cu2+ Larutan Torium Nitrat Bila direaksikan, akan timbul endapan putih torium heksasianoferat: [Fe(CN)6]4- + Th4+ dapat dipakai untuk membedakan Th[Fe(CN)6] ion heksasianoferat(II) dari Cu2[Fe(CN)6]

Endapan ini sukar disaring, karena cenderung membentuk koloid. Reaksi ini

heksasianoferat(III) dan tiosianat, yang tak bereaksi. Asam Klorida Bila direaksikan, dengan perbandingan 1:1, akan terbentuk hidrogen heksasianoferat(II), yang dapat diekstraksi dengan eter: [Fe(CN)6]4- + 4H+ putih, berbentuk kristal. Larutan amonium molibdat Bila direaksikan dan diasamkan dengan asam klorida encer, terbentuk endapan coklat molibdenil heksasianoferat(II). Komposisi yang tepat dari endapan ini tak diketahui. Endapan tak larut dalam asam encer, tetapi larut dalam larutan hidroksida-hidroksida alkali. Uji ini bisa dipakai untuk membedakan ion heksasianoferat(II) dan heksasianoferat(III) dan tiosianat yang tidak bereaksi. D. Kesimpulan Uji identifikasi anion ferrosianida dapaat dilakukan dengan beberapa cara dan senyawa. Salah satunya ialah menggunakan FeCl3. Apabila sampel yang diduga mengandung ferrosianida ditetesi dengan FeCl3, maka akan muncul endapan biru tua yang menandakan dugaan tersebut benar. Ada beberapa reagen spesifik yang dapat membantu mengideentifikasi ferrosianida. Diantaranya yaitu amonium molibdat, asam klorida, torium nitrat, besi(II) sulfat, tembaga sulfat, dan asam sulfat pekat. H4[Fe(CN)6]

Dengan menguapkan eter tersebut, zat ini diperoleh sebagai zat padat yang

E. Daftar Pustaka Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka West, P.W., dkk. 1963. Reagents and Reactions for Qualitative Inanorganic Analisys (Fifth Report). IUPAC: Analytical Chemistry Devision http://www.wikipedia.com/ferrocyanide, diakses tanggal 7 oktober 2013 pukul 20.00 WIB