Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

ELEKTRONIKA OPTIK

D4 ELEKTRONIKA A
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI
SURABAYA
KAMPUS ITS KEPUTIH SUKOLILO SURABAYA 60111,INDONESIA
TELP. (031) 5947280, 5946114 FAX : (031) 5946114

NAMA ANGGOTA KELOMPOK:


1. KHAIRUN NASIHIN

(1110121001)

2. ARGANATA TEJA K

(1110121005)

3. MUZAKI KURNIAWAN

(1110121014)

4. ERRYVAN N

(1110121017)

5. YUFLIH WIJOYO S

(1110121029)

Sistem Komunikasi Serat Optik


Sistem Komunikasi Serat Optik adalah suatu sistem Komunikasi yang menggunakan
Kabel Serat Optik sebagai media transmisinya yang dapat menyalurkan informasi dengan
kapasitas besar dan tingkat keandalan yang tinggi, berbeda dengan media transmisi lainnya serat
optik tidak menggunakan gelombang elektromagnetik/listrik sebagai gelombang pembawanya
melainkan menggunakan sinar/cahaya laser.
Serat Optik dibuat dari bahan gelas silika (SiO2) dengan penampang berbentuk lingkaran dengan
indeks bias tertentu.
Keunggulan-Keunggulan Transmisi Serat Optik dibanding transmisi lainnya antara lain:
1. Redaman Transmisi yang kecil
2. Range Frekuensi yang lebar
3. Ukuran lebih kecil, simple dan ringan
4. Bebas Interferensi Elektromagnetik
Prinsip kerja dari serat optik ini adalah sinyal awal/source yang berbentuk sinyal listrik
ini pada transmitter diubah oleh transducer elektrooptik (Dioda/Laser Dioda) menjadi gelombang
cahaya yang kemudian ditransmisika melalui kabel serat optik menuju penerima/Receiver yang
terletak pada ujung lainnya dari serat optik, pada penerima/receiver sinyal optik ini diubah oleh
transducer Optoelektronik (Photo Dioda/Avalanche Photo Dioda) menjadi sinyal elektris
kembali. Dalam perjalanan sinyal optik dari transmitter menuju receiver akan terjadi redaman
cahaya di sepanjang kabel optik, sambungan-sambungan kabel dan konektor-konektor di
perangkatnya, oleh karena itu jika jarak transmisinya jauh maka diperlukan sebuat atau
beberapata repeater yang berfungsi untuk memperkuat gelombang cahaya yang telah mengalami
redaman sepanjang perjalanannya.
Jenis-jenis serat optik berdasarkan sifat karakteristiknya secara global dapat dibagi menjadi 2
yaitu Single Mode dan Multi Mode.

Keunggulan-keunggulan Kabel Serat Optik dibanding dengan Kabel Coaxial antara lain:
Kabel Coaxial

Kabel Serat Optik

0.005 ms/km

0.048 ms/km

- aman dari penyadapan

- aman daripenyadapan

- tidak dapat di jamming

- tidak dapat di jamming

Jenis Kanal

Ducting

Subduct/Microduct

Penambahan kanal

memasang kabel baru

memasang kabel baru

Kapasitas kanal

sedang-besar

sedang-besar sekali

Transmisi TV

baik, tidak ekonomis

baik dan ekonomis

Transmisi data

baik, tidak praktis

baiksekali

Umur sistem

lebih dari 25 tahun

lebih dari 25 tahun

Delay
Keamanan

Aplikasi Serat Optik Pada Bidang Pertahanan Dan


Keamanan

Polyphem, Rudal Berkendali Kabel Fiber Optik


Perkembangan Teknologi kemiliteran terus dikembangkan terutama oleh Negara-negara
besar. Sebuah konsorsium industri persenjataan Eropa belakangan ini tengah mengembangkan
peluru kendali (guided missile) dengan system kendali yang memanfaatkan teknologi fiber
optik.
Misil percobaan diberi nama POLYPHEM dengan peruntukan menghadapi sasaran
permukaan dalam jangkauan jarak jauh. Misil ini dapat diluncurkan dari kendaraan di darat, atau
dari kapal laut (kapal permukaan maupun kepal selam) ntuk menghadapi target di darat. Dapat
juga diluncurkan dari pesawat helicopter untuk ditembakan ke target di permukaan (darat atau
laut).

Program demonstrasi POLYPHEM dimulai pada tahun 1994 oleh oleh pihak Aerospatiale
Matra Missile dari Perancis, DaimlerChrysler Aerospace/FLK dari Jerman, dan Italmissile dari
Itali. Kini turt bergabung pihak EADS/LFK dan MBDA Missile Systems.
Kontrak untuk tahap demonstrasi diperoleh pada tahun 1998. Sasaran dari program
Trilateral Fibre-Optic Guided Missile System (TRIFOM)/Polyphem adalah untuk membuktikan
fungsi dari fibre-optic huided missile system serta teknologi terkait lainnya.

Tahap demonstrasi ini membuahkan hasil pada tahun 2002. Namun hingga saat ini masih
belum diperoleh keputusan untuk pengembangan lanjut dari program ini.

Polyphem-S merupakan versi untuk diluncurkan dari kapal laut, dalam percobaan
diperuntukkan bagi kapal Korvet K-130 dari Angkatan Laut Jerman. Variant untuk pekluncuran
dari kapal selam diberi nama Triton - menggunakan solid rocket booster ditembakan dari
tabung peluncur torpedo.
Polyphem memiliki jarak tembak diatas 60 km, menggunakan infra-red imaging untuk
mendapatkan penentuan target diam maupun target bergerak dengan sangat presisi baik pada
siang maupun malam hari.

Kamera infra-merah dipasang pada hidung rudal, ditransmisikan ke unit penembakan


melalui sarana kabel fibre-optic, dan operator unit penembakan dapat melakukan analisa target
serta melakukan proses lanjut. Operator dapat mengirimkan instruksi pengendalian rudal melalui
sarana kabel tersebut.
Kamera infra-merah pada hidung rudal terpasang pada gyro-stabilizer dual axis platform,
dapat menghasilkan gambar yang tajam pada sarana layar saji data di unit pengendalian
penembakan/rudal yang juga dilengkapi dengan sarana Global Positioning System (GPS)
Navstar navigation reference unit, sehingga operator dapat mengendalikan rudal dengan efektif.
Unit penembakan terdiri dari sarana computer untuk pengendalian rudal, operator control
panel dengan layar saji ber-resolusi tinggi. System ini menggunakan advanced image processing
algorithms, electro-optical converter dan radio-link. Untuk perencanaan misi, pada unit
penembakan dimasukan data peta digital dan saat berlakunya penembakan, peta akan tampil
pada layar saji data sehingga operator dapat dengan mudah melakukan pengendalian terhadap
rudal.
Untuk aplikasi misi tertentu juga dapat digunakan dua buah monitor. Rudal Polyphem
juga memiliki kemampuan operasi secara otomatis dimana operator cukup memvalidasi data dan
bila perlu memperbaharui posisi akhir penetralan target (disebut sebagai man in the loop).
Operator dapat memberikan komando kapan saja dalam hal pengendalian penembakan, untuk
memilih titik perkenaan saat misil menuju target.
Unit Rudal. Rudal memiliki bagian-bagian sebagai berikut; perangkat sensor dibagian
ujung kepala rudal berupa perangkat sensor infra-merah (PtSi/platimun silicide focal plane array)
menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi untuk deteksi target. Kualitas gambar yang
dihasilkan memungkinkan bagi operator untuk mendeteksi target pada jarak diatas 8 km.
Sistem navigasi pada rudal terdiri dari Inertial Meassuring Unit (IMU) yang didukung
dengan altimeter dan GPS Navstar receiver. Lalu hulu ledak dengan daya mematikan yang
tinggi, tanki bahan bakar dan mesin turbojet, booster motor, batere, actuator, fibre-optic bobbin
dan kabel.

Sistem transmisi fibre-optic secara simultan mengirimkan data video dari misil kepada
operator di unit penembakan, serta mentransmisikan data dari operator kepada rudal dengan data
rate 200MB/detik. Sistem transmisi ini terlindung terhadap gangguan electro-magnetic maupun
active jamming.
Data:

Jarak maksimum penembakan terhadap target: diatas 60 km

Kecepatan jelajah : 120 sampai 180 meter per detik.

Ketinggian terbang: 20 sampai 600 meter, variable.

Sudut peluncuran: 60 derajat

Bobot rudal: sekitar 130 kg.

Pajnag rudal: 2,70 meter

Berat hulu ledak: 20 kg.


Beberapa pihak kemiliteran masih menunggu hasil lanjut dari percobaan rudal dengan

system kendali fibre-optic ini. Ada pihak yang beranggapan rudal ini kurang efisien dikarenakan
antara unit rudal dengan unit penembakan masih harus dihubungkan dengan sarana kabel fibreoptic. Walaupun pihak pembuat menjamin bahwa perlidungan terhadap kabel fibre-optik pada
unit rudal sangat baik dan dijamin untuk tidak putus.

Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank

Spike LR adalah sistem peluncur rudal portable anti tank generasi keempat. Sistem peluncur rudal Spike LR
digunakan oleh banyak kalangan militer untuk menggantikan MILAN. Beberapa fitur rudal yang sekarang
dibuat juga oleh Jerman ini memiliki kemiripan dengan Javelin, rudal penjagal tank buatan AS. PROKIMAL
ONLINE | Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank.

Rudal anti-tank buatan Israel ini dipergunakan untuk menggantikan MILAN sebagai
rudal utama penghancur tank pada kesatuan Bundeswehr. Identitas Yahudinya dikubur setelah
Rheinmetall Dusseldorf dan Diehl BGT Defence membentuk mayoritas saham Eurospike LR
untuk membuatnya di Jerman berdasarkan lisensi. 70% dari total komponen diproduksi sendiri di
Jerman. Jerman memiliki 4.000 MELLS (Multipurpose Guided Missile Systems), dan 311
diantaranya digunakan pada kendaraan tempur (ranpur) Puma.
Spike LR memiliki sejumlah fitur yang kurang lebih mirip dengan Javelin milik AS.
Prinsip dasarnya adalah pemakai mengunci sasaran (target) dengan menggunakan CLU
(Command Launch Unit) yang berbasis infra merah, dan rudal akan mengikuti titik jatuhnya
berkas sinar infra merah tersebut dalam kondisi terkunci sehingga tim penembak tak perlu
mengunci sasaran secara terus-menerus. Setelah sasaran berhasil dihancurkan, tim penembak
bisa melepas CLU dan tripod, serta membuang bekas tabung peluncurnya yang berbahan
fiberglass.

Desain rudal Spike.

Rudal Spike terhubung dengan kawat fiber optik sehingga informasi dari CLU bisa
diupdate ke dalam rudal yang sedang meluncur. Ini berarti sasaran bisa diubah dan terus
mengikuti target yang bergerak (bermanuver). Tim penembak juga bisa meluncurkan rudal ke
satu arah lalu membelokkannya ke arah target untuk menghindari kemungkinan lawan
mendeteksi keberadaan tim peluncur Spike LR. Spike LR juga memiliki fitur soft launch, rudal
terlontar terlebih dahulu, baru motor roket menyala sehingga Spike aman ditembakkan dari
dalam ruangan tertutup.
Agar mampu menjebol lapisan baja pada tank atau ranpur modern yang biasanya
dilengkapi sistem perlindungan tambahan, Spike dibekali hulu ledak tandem berbasis shaped
charge, yang pertama menjebol lapisan pelindung dan yang kedua untuk menjebol lapisan baja
yang sesungguhnya untuk memastikan kesuksesan menghantam lawan. Dalam skenario tertentu,
Spike LR bahkan dapat digunakan untuk menyasar helikopter.
Kementerian Pertahanan Jerman membeli Spike LR untuk ranpur Puma AFV, peleton
infanteri anti-tank, pasukan khusus KSK dan MSK. Untuk infanteri, satu orang prajurit didesain
untuk membawa dua tabung peluncur sekaligus (berat total 28 kg), sementara prajurit lainnya
membawa CLU.
Data Umum Spike LR
Desain : Rafael Advanced Defence Systems.
Produksi : 1997 (digunakan AB Jerman sejak 2008).
Jenis : Rudal Anti-tank.

Bobot : 14 kg (hulu-ledak), 5 kg (CLU / Command Launch Unit), 2,8 kg (Tripod).


Jarak Efektif : 4.000 meter.
Panjang : 1.670 mm.