Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS PURPURA TROMBOSITOPENIA IMUN AKUT

Disusun Oleh : Vitya Resanindya 030.08.253 Pembimbing : dr. Tjahaya Bangun, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK PERIODE 26 AGUSTUS 2 NOVEMBER 2013 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA 2013

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI RS PENDIDIKAN : RSUD BUDHI ASIH STATUS PASIEN KASUS II Nama Mahasiswa NIM Nama Umur Alamat Pendidikan Orang tua / Wali Ayah : Nama Umur Alamat Pekerjaan Pendidikan Agama Ibu Nama Umur Alamat Pekerjaan Pendidikan Agama : : Ny. M : 21 tahun : Jln. Sawo No.49 Rt 08/Rw 01 : Ibu rumah tangga : SMA : Islam : Tn. T : 34 tahun : Jln. Sawo No.49 Rt 08/Rw 01 : Wiraswasta : SMA : Islam : Vitya Resanindya Pembimbing : dr. Tjahaya Bangun, Sp.A : 030.08.253 : An. N : 2 bulan 22 hari Tanda tangan: Jenis Kelamin : Laki-Laki Suku Bangsa : Jawa Agama : Islam

IDENTITAS PASIEN

Tempat / tanggal lahir : Jakarta, 23 Juni 2013 :-

: Jalan Sawo No.49 Rt 08/Rw 01, Balai Kambang, Kec. Kramat Jati

Suku bangsa : Sumatra

Suku bangsa : Sunda

Hubungan dengan orang tua : pasien merupakan anak kandung I. RIWAYAT PENYAKIT ANAMNESIS Dilakukan secara alloanamnesis dengan Ny.M (ibu kandung pasien) Lokasi Tanggal / waktu Tanggal masuk Keluhan utama Keluhan tambahan : Bangsal lantai V Timur, kamar 512 : 14 September 2013 pk. 16.00 : 14 September 2013 : Bintik-bintik merah keunguan pada tubuh sejak 1 hari Sebelum :-

Masuk Rumah Sakit (SMRS)

A. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG : Pasien seorang laki-laki datang dibawa oleh orang tuanya ke Poli RSUD Budhi Asih dengan keluhan bintik-bintik merah keunguan pada seluruh tubuh sejak 1 hari SMRS (13/09/13). Awalnya bintik-bintik tersebut muncul pada kedua betis pasien, kemudian ke telapak kaki dan berlanjut ke dada sampai ke perut. Keesokan harinya, pada pagi hari, bintik-bintik itu menjalar ke bagian siku tangan kanan dan kiri, hingga leher pasien. 5 hari yang lalu, pasien mendapat imunisasi DPT combo II (DPT 1, Hepatitis B 2, Polio 2) di bidan (09/09/13). Kemudian pasien mengalami demam tinggi yang diukur dengan perabaan punggung tangan Ibu pasien selama 2 hari setelah melakukan imunisasi tersebut (10-11/09/13). Ibu pasien mengaku bahwa pasien tidak ada mengkonsumsi obat-obatan apapun sebelum pasien sakit dalam 1 bulan terakhir, kecuali obat penurun panas paracetamol yang dikonsumsi saat pasien demam 4 hari yang lalu yang diberikan oleh bidan. Pasien juga belum pernah menderita cacar air, campak, dan gondongan sebelumnya. Pasien tidak memiliki riwayat batuk, pilek, diare, muntah, menangis saat buang air kecil maupun keluar cairan dari telinga. Riwayat kejang, adanya gusi berdarah, mimisan, BAK berdarah, dan BAB hitam disangkal oleh Ibu pasien. Pasien tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. B. RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA Penyakit Umur Penyakit Umur Penyakit Umur

!" "

Alergi Cacingan DBD Otitis Parotitis

(-) (-) (-) (-) (-)

Difteria Diare Kejang Morbili Operasi

(-) (-) (-) (-) (-)

Penyakit jantung Penyakit ginjal Radang paru TBC Lain-lain

(-) (-) (-) (-) (-)

Kesimpulan Riwayat Penyakit yang pernah diderita : pasien belum pernah menderita keluhan yang sama seperti saat ini sebelumnya. C. RIWAYAT KEHAMILAN / KELAHIRAN Morbiditas kehamilan KEHAMILAN Perawatan antenatal Ibu pasien mengalami anemia dengan Hb 8 mg/dL ANC rutin ke Bidan setempat, 1 bulan sekali dan sudah mendapat imunisasi vaksin TT sebanyak 2 kali Tempat persalinan Penolong persalinan Cara persalinan Masa gestasi KELAHIRAN Rumah bersalin Bidan Spontan Penyulit : 38 minggu Berat lahir : 3200 gr Panjang lahir : 48 cm Lingkar kepala : tidak tahu Keadaan bayi Langsung menangis (+) biru (+) Nilai APGAR : tidak tahu Kelainan bawaan : tidak ada Kesimpulan riwayat kehamilan / kelahiran Sesuai Masa Kehamilan) D. RIWAYAT PERKEMBANGAN Pertumbuhan gigi I : - bulan (Normal: 5-9 bulan) Gangguan perkembangan mental : Tidak ada
#" "

: Baik (Neonatus Cukup Bulan -

Psikomotor Miring kanan-miring kiri : 2 bulan Tengkurap Duduk Berdiri Berjalan Bicara Perkembangan pubertas Rambut pubis : belum Kesimpulan riwayat pertumbuhan dan perkembangan : Baik dan sesuai dengan umur. Tidak ada keterlambatan tumbuh kembang. E. RIWAYAT MAKANAN Umur (bulan) 02 24 46 68 8 10 10 -12 Kesulitan makan : Menurut pengakuan ibu, pasien tidak sulit makan Kesimpulan riwayat makanan : Pasien tidak sulit makan, asupan cukup baik. F. RIWAYAT IMUNISASI Vaksin BCG DPT / PT Polio Campak Hepatitis B Dasar ( umur ) 1 bulan 2 bulan 0 bulan 0 bulan 2 bulan 2 bulan $" "

: - bulan : - bulan : - bulan : - bulan : - bulan

(Normal: 3-4 bulan) (Normal: 6-9 bulan) (Normal: 9-12 bulan) (Normal: 13 bulan) (Normal: 9-12 bulan)

ASI/PASI ASI ASI

Buah / Biskuit -

Bubur Susu -

Nasi Tim -

Ulangan ( umur )

Kesimpulan riwayat imunisasi : Imunisasi dasar sesuai jadwal, namun belum lengkap. Pasien belum imunisasi DPT ke 2&3, Polio ke 3, campak, dan hepatitis B ke 3 karena usia pasien yang baru menginjak 2 bulan. G. RIWAYAT KELUARGA a. Corak Reproduksi No 1. Tanggal lahir (umur) 23 Juni 2013 Jenis kelamin Laki-laki Hidup + Lahir mati Abortus Mati (sebab) Keterangan kesehatan Pasien

b. Riwayat Pernikahan Ayah / Wali Nama Perkawinan keUmur saat menikah Pendidikan terakhir Agama Suku bangsa Keadaan kesehatan Kosanguinitas Penyakit, bila ada Tn. T 2 32 tahun SMA Islam Sumatra Sehat Ibu / Wali Ny. M 1 19 tahun SMA Islam Sunda Sehat -

c. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang pernah mengalami keluhan yang sama seperti pasien. Ibu dan ayah tidak menderita penyakit hipertensi, penyakit jantung, dan kencing manis. Kesimpulan riwayat keluarga : Pasien merupakan anak pertama. Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien. H. RIWAYAT LINGKUNGAN PERUMAHAN Pasien tinggal bersama ayah, ibu, dan 2 kakak pasien (anak dari pernikahan pertama ayah pasien), di sebuah rumah sewa dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur,
%" "

beratap genteng, berlantai keramik, berdinding tembok. Keadaan rumah agak sempit, pencahayaan baik, ventilasi baik. Sumber air bersih dari air PAM. Air limbah rumah tangga disalurkan dengan baik dan pembuangan sampah setiap harinya diangkut oleh petugas kebersihan. Kesimpulan keadaan lingkungan : Cukup baik. I. RIWAYAT SOSIAL DAN EKONOMI Ayah pasien bekerja sebagai wiraswasta dengan penghasilan Rp. 1.500.000-2.000.000,/bulan. Sedangkan ibu pasien merupakan ibu rumah tangga. Menurut ibu pasien penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Sehari-hari pasien diasuh oleh ibunya. Kesimpulan sosial ekonomi: Cukup baik II. PEMERIKSAAN FISIK (Tanggal 14 September 2013 jam 17.00 WIB) A. Status Generalis Keadaan Umum Kesan Sakit Kesadaran Kesan Gizi Keadaan lain Data Antropometri Berat Badan sekarang : 6,2 kg Berat Badan sebelum sakit : tidak ingat Tinggi Badan Status Gizi BB / U = 6,2 / 5,2 x 100 % = 119,23 % (Gizi baik) TB / U = 59 / 58 x 100 % = 101,72 % (Tinggi normal) BB / TB = 6,2 / 6 x 100 % = 103,33 % (Gizi normal) LK / U = 39 cm ~ -2 SD s/d +2 SD (Normocephali) : 59 cm Lingkar Kepala : 39 cm Lingkar dada : 41 cm Lingkar Lengan Atas : 14 cm : tampak sakit berat : compos mentis : baik : anemis (-), ikterik (-), sianosis (-), dyspnoe (-)

Tanda Vital Nadi : 120 x/ menit Tekanan Darah : - / - mmHg


&" "

Nafas Suhu KEPALA RAMBUT WAJAH MATA Visus

: 45 x / menit, tipe abdomino-torakal, inspirasi : ekspirasi = 1 : 2 : 36,6O C, axilla (diukur dengan termometer air raksa) : Normocephali, bentuk bulat, tidak ada deformitas, ubun-ubun besar belum : Rambut hitam, distribusi merata dan tidak mudah dicabut, cukup tebal : wajah simetris, tidak ada pembengkakan, luka atau jaringan parut : : sulit dinilai : -/: -/: -/: -/Ptosis Cekung Lensa jernih Pupil : -/: -/: +/+ : bulat, isokor Lagofthalmus : -/Kornea jernih : +/+

menutup, tidak menonjol (bulging), tidak cekung

Sklera ikterik Exophthalmus Strabismus Nistagmus Refleks cahaya TELINGA : Bentuk Nyeri tarik aurikula Liang telinga Serumen Cairan HIDUNG : Bentuk Sekret Mukosa hiperemis

Konjunctiva anemis : -/-

: langsung +/+ , tidak langsung +/+ : normotia : -/: lapang : -/: -/: simetris : -/: -/Napas cuping hidung Deviasi septum : -/:Tuli Nyeri tekan tragus Membran timpani Refleks cahaya : -/: -/: sulit dinilai : sulit dinilai

BIBIR : Simetris saat diam, mukosa berwarna merah muda, kering (-), sianosis (-) MULUT : Oral higiene baik, gigi belum tumbuh, trismus (-), mukosa gusi dan pipi : merah muda, hiperemis (-), ulkus (-), halitosis (-), LIDAH : Normoglosia, ulkus (-), hiperemis (-) massa (-) TENGGOROKAN : Tonsil T1-T1 tidak hiperemis, kripta tidak melebar, detritus (-), dinding faring tidak hiperemis, ulkus (-) massa (-) LEHER : Inspeksi : Bentuk tidak tampak kelainan, tidak tampak pembesaran tiroid maupun KGB, tidak tampak deviasi trakea, ptechie (+)
'" "

Palpasi : tidak teraba pembesaran tiroid maupun KGB, trakea teraba di tengah

THORAKS : Inspeksi : bentuk thoraks simetris pada saat statis dan dinamis, tipe pernafasan abdomino-torakal, tampak adanya ptechie (+) Palpasi : tidak teraba adanya benjolan pada dinding dada

PARU : Inspeksi : tidak ada pernafasan yang tertinggal, tidak terlihat adanya retraksi Palpasi : gerak napas simetris kanan dan kiri, vocal fremitus simetris sama kuat kanan dan kiri Perkusi : sonor di kedua lapang paru Auskultasi : suara napas vesikuler +/+, ronchi -/-, wheezing -/Inspeksi : ictus cordis terlihat pada ICS V linea midclavicularis sinistra pulsasi abnormal (-) Palpasi : teraba ictus cordis pada ICS V linea midclavicularis sinistra, denyut kuat Perkusi : batas jantung sulit dinilai Auskultasi : bunyi jantung I-II reguler, punctum maksimum pada ICS V 1 cm linea midclavicularis sinistra, murmur (-), gallop (-). ABDOMEN : Inspeksi : perut sedikit buncit, tidak dijumpai adanya benjolan, kulit keriput (-), gerakan peristaltik (-), ptechie (+) Palpasi : supel, hepar: 2 cm di bawah arcus costae dextra/ 1 cm di bawah proc. xiphoideus, lien tidak teraba, tidak teraba adanya massa, turgor kulit baik Perkusi : timpani pada seluruh kuadran abdomen, hepar: 2 cm di bawah arcus costae dextra/ 1 cm di bawah proc. xiphoideus Auskultasi : bising usus (+), frekuensi 5 kali per menit ANOGENITALIA : jenis kelamin laki-laki, fimosis (+), parafimosis (-), epispadi (-), hipospadi (-), tanda radang (-), testis turun sempurna +/+, ulkus (-), sekret (-), fissura ani (-) KGB : Preaurikuler Postaurikuler : tidak teraba membesar : tidak teraba membesar
(" "

JANTUNG :

Submandibula Supraclavicula Axilla Inguinal ANGGOTA GERAK : Ekstremitas Tangan Tonus otot Trofi Kekuatan Sendi Lain-lain Kaki Tonus otot Trofi Kekuatan Sendi Lain-lain

: tidak teraba membesar : tidak teraba membesar : tidak teraba membesar : tidak teraba membesar : akral hangat ++/++ Kanan normotonus eutrofi 5 aktif ptechie (+) Kanan normotonus eutrofi 5 aktif ptechie (+) purpura (+) Kiri normotonus eutrofi 5 aktif ptechie (+) Kiri normotonus eutrofi 5 aktif ptechie (+) purpura (+)

KULIT : warna sawo matang merata, pucat (-), tidak ikterik, tidak sianosis, turgor kulit baik, lembab, pengisian kapiler < 2 detik, tampak adanya ptechie (+) pada leher, thorax, abdomen, kedua ekstremitas atas bagian flexor dan seluruh ekstremitas bawah disertai adanya purpura (+) TULANG BELAKANG : bentuk normal, tidak terdapat deviasi, benjolan (-), ruam (-) SUSUNAN SARAF : tremor (-), parese (-), paralisis (-), reflek kremaster (+), reflek dinding abdomen (-) Refleks fisiologis Triceps Biceps Patella Achilles Kanan (+) (+) (+) (+) Kiri (+) (+) (+) (+)

)*" "

Refleks patologis Babinsky Chaddok Scaeffer Oppenheim Gordon

Kanan (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)

Kiri (-) (-) (-) (-) (-)

Tanda Rangsang Meningeal : Kaku kuduk Brudzinski I Brudzinski II Laseq Kerniq (-) (-) (-) (-)

III. PEMERIKSAAN PENUNJANG - Laboratorium Tanggal 14 September 2013 Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI Darah Lengkap (CBC): Leukosit Eritrosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit LED Hitung Jenis : Basofil Eosinofil Netrofil Batang Netrofil Segmen Limfosit Monosit FAAL HEMOSTASIS Protombin Time (PT) 1 5 2 22 59 11 % % % % % % 0-1 1-5 0-8 17-60 20-70 1-11 7.8 3.6 10.8 30 8 25 ribu/uL juta/uL g/dL % ribu/uL mm/jam 6-17.5 2.8-4.8 9.2-13.6 31-43 217-497 0-10 Hasil Satuan Nilai Normal

))" "

Kontrol Pasien Masa Tromboplastin Kontrol Pasien

13.20 15.8 33.1 41.7

detik detik detik detik 20-40 12-14

Tanggal 15 September 2013 Jenis Pemeriksaan URINALISIS Urine Lengkap Warna Kejernihan Glukosa Bilirubin Keton pH Berat Jenis Albumine Urin Urobilinogen Nitrit Darah Esterase Lekosit Sedimen Urine Leukosit Eritrosit Epitel Silinder Kristal Bakteri Jamur Tanggal 15 September 2013 1-20 0-1 Positif Negatif Negatif Negatif Negatif /LPB /LPB /LPB /LPK <5 <2 Positif Negatif Negatif Negatif Negatif Kuning Agak keruh Negatif Negatif Negatif 7.0 1.010 Negatif 0.2 Negatif Negatif Negatif EU./dL Kuning Jernih Negatif Negatif Negatif 4.6-8 1005-1030 Negatif 0.1-1 Negatif Negatif Negatif Hasil Satuan Nilai Normal

)+" "

Jenis Pemeriksaan FAECES RUTIN Warna Konsistensi Lendir Darah MIKROSKOPIK Leukosit Eritrosit Amoeba Coli Amoeba Histolitika Telur Cacing PENCERNAAN Lemak Amilum Serat Sel Ragi Tanggal 16 September 2013

Hasil Kuning kehijauan Lunak Positif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Positif Negatif Negatif Negatif

Nilai Normal Coklat Lunak Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif

Jenis pemeriksaan : Gambaran darah tepi Hasil : Eritrosit : Normositik normokrom Leukosit : - Kesan jumlah : Cukup - Morfologi : Limfosit atipik +1 Trombosit : - Kesan jumlah : Kurang - Morfologi : Normal Kesan : Trombositopenia Saran : Monitor Hemoglobin, Hematokrit, Leukosit, dan Trombosit Anti dengue IgG/IgM bila ada demam Tanggal 17 September 2013 Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI Darah Rutin 2: Hasil Satuan Nilai Normal

)!" "

Leukosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit

12.3 10.5 32 117

ribu/uL g/dL % ribu/uL

6-17.5 9.2-13.6 31-43 217-497

IV. RESUME Pasien, An N, seorang bayi laki-laki, 2 bulan 21 hari, berat badan 6,2 kg, dibawa oleh Ibu nya ke Poli RSUD Budhi Asih dengan keluhan bintik-bintik merah keunguan pada tubuh pasien sejak 1 hari SMRS (13/09/13). 5 hari yang lalu, pasien mendapat imunisasi DPT combo II (DPT 1, Polio 2, Hepatitis B 2) di bidan (09/09/13). Kemudian pasien mengalami demam selama 2 hari yang menurut Ibu pasien demam muncul setelah melakukan imunisasi tersebut (10-11/09/13). Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya ptechie (+) pada leher, thorak, abdomen, dan kedua ekstremitas atas dan bawah. Selain itu, didapatkan juga purpura (+) pada kedua ekstremitas bawah. Selain itu pada genitalia ditemukan adanya fimosis (+). Pada pemeriksaan penunjang laboratorium darah lengkap pada tanggal 14/09/13 didapatkan hasil trombosit yang menurun 8 ribu/uL, hematokrit 30%, Protombin Time (PT) 15,8 detik, dan masa tromboplastin yang memanjang 41,7 detik. Pada pemeriksaan Gambaran darah tepi tanggal 16/09/13 didapatkan morfologi leukosit yaitu limfosit atipik +1 dengan kesan trombositopenia. Dilakukan juga pemeriksaan urin lengkap dengan hasil adanya sedimen urin lekosit 1-20/LPB. Setelah diberikan terapi prednison, dilakukan pemeriksaan darah rutin kembali pada tanggal 17/09/13 didapatkan trombosit dengan hasil 117 ribu/uL. V. DIAGNOSIS BANDING Purpura trombositopeni Imun Akut e.c vaksinasi Purpura trombositopeni Imun Akut e.c ISK Demam dengue VI. DIAGNOSIS KERJA Purpura trombositopeni Imun Akut e.c vaksinasi VII. PEMERIKSAAN ANJURAN Darah rutin Dengue blot IgM dan IgG
)#" "

Urin Lengkap VII. PENATALAKSANAAN Non Medikamentosa 1. Komunikasi-Informasi-Edukasi kepada orang tua pasien mengenai keadaan pasien 2. Bedrest total 3. Observasi tanda-tanda vital 4. Observasi perdarahan 5. Timbang Pempers setiap BAB dan BAK Medikamentosa 1. Prednison 2 mg/kgbb 1-1-1/2 2. Transfusi trombocyte concentrate bila ada perdarahan VIII. PROGNOSIS Ad Vitam Ad Sanationam Ad Fungtionam FOLLOW UP Tgl 16/09/13 Perawatan hari 3 BB:6,2 kg M: ASI U:460 gr Diuresis 3,09 S -Bintik-bintik tangan,dada, tapi berkurang : merah O A causa vaksinasi P -Venvlon (+) - Prednison 1-1-1/2 (2 mg/kgbb) : hari ke 3 -Cek H2TL/3 hari : UUB -Observasi Perdarahan KU : Tampak sakit ITP akut et KS : Compos Mentis mulai 34x/m, S = 36.3 C Kepala pada tidak menonjol isokor, RCL +/+, Bintik-bintik normocephali,
0

: ad bonam : dubia ad bonam : ad bonam

merah pada kedua berat tungkai masih ada TV : N =130x/m, RR=

telapak kaki sudah Mata : pupil bulat - Demam (-) RCTL +/+, CA -/-, SI

cc/kgbb/jam hilang

- BAB cair (-), -/-

)$" "

muntah (-), batuk Hidung: (-), pilek (-)

NCH

-/-,

sekret (-), darah (-) KGB ttm,

- Gusi berdarah Mulut: Bibir kering (-) (- ), Mimisan (-), Leher: BAB hitam (-) ptechie (+) Tho: retraksi (-), SN vesikuler +/+, rh -/-, wh -/-, BJ I-II reguler, m (-), g (-), ptechie (+) Abd : BU (+) Hepar: 5x/menit.

teraba 2 cm b.a.c, 1 cm b.p.x. Lien tidak teraba, turgor kulit baik, ptechie (+) Ext : akral hangat (++/++). CRT <2detik Ptechie purpura --/++ Genitalia : Fimosis (+) Hasil Lab: Darah lengkap : 8 (14/09/13) Trombosit ribu/uL Hematokrit : 30 % LED : 25 mm/jam APTT : 41.7 detik -UL : Sedimen Urine ++/++,

)%" "

Leukosit 1-20/LPB Feses batas (15/09/13) 17/09/2013 Perawatan hari 4 BB:6,2 kg M: ASI U:1180 cc Diuresis 7,9 -Bintik-bintik KU : Tampak sakit ITP Akut et causa vaksinasi -Venvlon (+) - Prednison 1-1-1/2 (2 mg/kgbb) : hari ke 4 -Cek H2TL/3 hari : UUB -Observasi Perdarahan BLPL: -Kontrol anak -Prednison 1-1-1/2 NCH -/-, ke poli merah pada kedua berat tangan,dada, perut KS : Compos Mentis tungkai masih ada TV : N =130x/m, RR= tapi berkurang - Demam (-) 35x/m, S = 36.5 C Kepala
0

rutin

dalam normal

- BAB cair (-), normocephali, : muntah (-), batuk tidak menonjol (-), pilek (-) ), Mimisan

Mata : pupil bulat RCL +/+, (-), RCTL +/+, CA -/-, SI -/Hidung: sekret (-), darah (-) Mulut: Bibir kering (-) Leher: KGB ttm, ptechie (+) Tho: retraksi (-), SN vesikuler +/+, rh -/-, wh -/-, BJ I-II reguler, m (-), g (-), ptechie (+) Abd : BU (+) Hepar: 5x/menit.

cc/kgbb/jam - Gusi berdarah (- isokor, BAB hitam (-)

teraba 2 cm b.a.c, 1 cm b.p.x. Lien tidak teraba, turgor kulit baik, ptechie (+) Ext : akral hangat

)&" "

(++/++). CRT <2detik Ptechie purpura --/++ Genitalia : fimosis (+) Hasil Lab : GDT (16/09/13) : Leukosit: cukup, Trombosit: kurang Kesan Trombositopenia Darah rutin (17/09/13) Trombosit ribu/uL Hematokrit : 32 % : 117 : jumlah morfologi jumlah ++/++,

Limfosit atipik +1

)'" "