Anda di halaman 1dari 6

Henry Pangaribuan 240210100046 TIP 2010 7A

VI. PEMBAHASAN Praktikum sebelumnya membahas mengenai sanitasi ruangan dan sanitasi udara yang sangat mempengaruhi dalam memproduksi bahan pangan. Selain ruangan dan udara, sanitasi pekerja sendiri juga harus diperhatikan khususnya dalam memproduksi bahan pangan. Bahan pangan yang dihasilkan harus bersih dan jika mengandung cemaran, tidak melebihi batas yang telah ditetapkan. Mikroorganisme yang sering terdapat pada kulit adalah bakteri pembentuk spora dan Staptylococeus sp, sedangkan pada rambut umumnya terdapat kapang. Suatu penelitian menunjukkan bahwa 43 sampai 97 persen pegawai yang bekerja pada berbagai industri pengolahan pangan merupakan pembawa Staptylococeus sp; Coliform sp. dan Enterococcus sp (Rachamawan, 2001). Kebersihan pekerja harus sangat diperhatikan, terutama pada industri pengolahan makanan yang menghasilkan produk dimana akan dikonsumsi oleh konsumen. Kontaminasi yang diakibatkan oleh pekerja dapat memberikan dampak buruk terhadap produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, pada proses pengolahan, para pekerja harus menggunakan pakaian khusus dengan masker, sarung tangan, dan penutup kepala, serta penutup kaki. Selain itu, pekerja yang sedang menderita penyakit yang dapat menular melalui udara sebaiknya tidak memasuki ruang pengolahan agar tidak menyebabkan kontaminan pada produk yang dihasilkan Praktikum kali ini akan melakukan percobaan sanitasi pada pekerja. Bagian tubuh yang diamati untuk pengamatan kali ini adalah rambut dan telapak tangan. Dengan praktikum ini juga dapat memberitahukan betapa pentingnya sanitasi diri sendiri pada saat melakukan kegiatan praktikum, penelitian, atau kegiatan di laboratorium lainnya khususnya dalam pengolahan pangan. Kedua pengujian sanitasi ini harus dilakukan secara aseptik, dimana harus bebas dari mikroorganisme kontaminan selain dari tangan/ rambut yang diuji sehingga hasil yang diperoleh dapat akurat. 6.1 Uji Kebersihan Tangan Uji kebersihan tangan menggunakan PCA sebagai media tumbuh mikroorganisme, dimana PCA dapat berfungsi sebagai tempat pertumbuhan semua jenis mikroorganisme baik itu bakteri, kapang, maupun khamir. Tahap

Henry Pangaribuan 240210100046 TIP 2010 7A

pertama, dua cawan petri masing-masing diisi dengan PCA, setelah itu dibiarkan sampai beku. Tempelkan tangan selama 4 detik (tangan kanan pada cawan petri 1, tangan kiri cawan petri 2). Setelah itu media tersebut diinkubasi pada suhu 300C selama 2 hari. Setelah itu diamati koloninya dan dihitung. Perlakuan tangan untuk praktikum ini berbeda-beda. Kelompok 6 dengan tangan sebelum dicuci, kelompok 7 dengan sampel tangan setelah dicuci dengan air, kelompok 8 dengan tangan yang dicuci menggunakan sabun, kelompok 9 dengan perlakuan pencucian menggunakan detol, dan kelompok 10 menggunakan hand sanitizer. Hasil pengamatan dapat dilihat di tabel 1. Tabel 1. Uji Kebersihan Tangan Jumlah Koloni Tangan Kanan Tangan Kiri 6 10 2 7 95 61 8 33 64 9 84 108 10 7 3 Berdasarkan hasil pengamatan dapat dilihat, pada tangan kanan jumlah Kelompok mikroba paling banyak terdapat pada kelompok 7, dimana tangan kelompok 7 dicuci dengan air, setelah itu kelompok 9 yang menggunakan detol antiseptik, lalu kelompok 8 yang menggunakan sabun, kelompok 6 dengan tangan yang belum dicuci, dan kelompok 10 yang menggunakan hand sanitizer. Kelompok 7 menghasilkan jumlah mikroba terbanyak kemungkinan karena air yang digunakan untuk membersihkan tangan tidak bersih, dimana di dalam air tersebut banyak mikroorganisme. Mikroorganisme dalam air tersebut lalu menempel di dalam tangan. Pada kelompok 9 yang menggunakan antiseptik, kemungkinan antiseptik tersebut tidak dapat membunuh mikroorgansime secara keseluruhan. Mikroorganisme yang terlalu banyak, sehingga tidak dapat dimatikan oleh antiseptik. Seharusnya antiseptik ini dapat membunuh lebih banyak mikroba, karena antiseptik sendiri adalah zat yang biasa digunakan untuk menghambat pertumbuhan dan membunuh mikroorganisme berbahaya

(patogenik) yang terdapat pada permukaan tubuh luar makhluk hidup, dan berbeda dengan obat-obatan maupun desinfektan. Kelompok 10 yang

menggunakan hand sanitizer menghasilkan jumlah koloni mikroorganisme yang sedikit. Hal ini kemungkinan karena kandungan hand sanitizer itu sendiri yang

Henry Pangaribuan 240210100046 TIP 2010 7A

umumnya mengandung alkohol lebih dari 50% sehingga efektif membunuh mikroorganisme. Contohnya saja hand sanitizer merk lifebuoy yang mengandung alkohol 51% dan isopropil alkohol 10%. Kelompok 8 yang menggunakan sabun menghasilkan jumlah

mikroorganisme lebih sedikit dibandingkan dengan yang menggunakan antiseptik. Hal ini kemungkinan karena sabun langsung dituang ke tangan, dan dapat membersihkan lebih banyak dibandingkan dengan antiseptik. Penggunaan antiseptik biasa dicampur dengan air terlebih dahulu, sehingga tidak dapat membunuh mikroorganisme secara langsung. Tangan yang dibersihkan dengan hand sanitizer jauh lebih efektif karena lebih banyak membunuh mikroorganisme. Tangan yang tidak dibersihkan, berdasarkan hasil pengamatan mengandung jumlah mikroorganisme paling sedikit. Hal ini kemungkinan karena tangan tersebut tidak menyentuh benda-benda yang banyak mengandung mikroorganisme sehingga koloni yang dihasilkan jauh lebih sedikit. 6.2 Uji Kontaminasi dari Rambut Selain pada tangan, kontaminasi pada pekerja juga banyak dihasilkan dari rambut. Oleh sebab itu, pada pabrik pengolahan pangan diharuskan menggunakan penutup kepala, agar tidak ada rambut yang jatuh atau rontok dan tercampur dengan produk makanan. Pengujian kontaminasi pada rambut, dilakukan dengan media NA untuk menumbuhkan bakteri dan media PDA untuk tempat pertumbuhan kapang dan khamir. Tahap pertama, dua cawan petri steril masing-masing diisi dengan media NA dan PDA. Setelah itu dimasukkan satu helai rambut ke masing-masing media yang berbeda secara aseptis. Cawan petri tersebut lalu ditutup dan diinkubasi dengan suhu 300C selama 2 hari. Setelah itu diamati dan dihitung jumlah unit koloninya. Sampel rambut yang digunakan juga berbeda-beda. Kelompok 6,9,10, rambut yang dijadikan sampel adalah rambut yang belum dikeramas. Sedangkan kelompok 7 dan 8 menggunakan rambut yang telah keramas. Hasil pengamatan dari percobaan ini dapat dilihat di tabel 2. Tabel 2. Uji Kebersihan Rambut Kelompok Media 6. Tidak PDA Keramas NA 7. Keramas PDA Jumlah Koloni 16 23 3 Unit Koloni/cm2 67,37 96,84 56,604

Henry Pangaribuan 240210100046 TIP 2010 7A

NA 7 127,272 PDA 9 44,079 NA 32 161,62 9. Tidak PDA 7 31,76 Keramas NA 28 122,324 10. Tidak PDA Keramas NA 3 15,2866 Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah koloni PDA paling banyak terdapat 8. Keramas pada sampel yang sampel kelompok 6 dimana sampel tersebut adalah rambut yang belum dikeramas. Sedangkan yang paling sedikit adalah kelompok 7 yang telah keramas. Sedangkan berdasarkan jumlah koloni pada media NA, paling banyak pada kelompok 8 yang keramas, dan paling sedikit pada kelompok 10 yang tidak keramas. Sedangkan berdasarkan unit koloninya, yang paling banyak pada media PDA adalah kelompok 6, diikuti kelompok 7, 8, dan 9. Sedangkan pada media NA yang paling banyak adalah 8,7,9,6 dan 10. Unit koloni tersebut menyatakan banyaknya koloni mikroorganisme pada 100cm2 dari luas cawan petri. Semakin banyak unit koloni, berarti semakin banyak mikroorganisme yang terkandung didalamnya. Dalam hal ini, berarti pada media PDA di sampel rambut keramas (kelompok 7 dan 8) lebih banyak dibandingkan kelompok 9 yang tidak keramas. Begitu pula pada media NA, jumlah unit koloni paling banyak terdapat pada kelompok 8 dan 7 dimana sampel rambutnya telah keramas. Seharusnya rambut yang belum dikeramas mengandung jumlah mikroorganisme lebih banyak, karena belum dibersihkan. Hal ini terjadi kemungkinan karena rambut tersebut sebelum diambil untuk dijadikan sampel, telah terkena kontaminan lain baik dari helm (jika menggunakan motor), udara, maupun tangan yang mungkin memegang kepala sehingga banyak kontaminan pada rambut tersebut. Selain itu kemungkinan media yang digunakan untuk sampel khususnya pada sampel rambut yang belum dikeramas masih terlalu panas, sehingga banyak mikroba yang mati. Unit koloni lebih menunjukkan banyaknya mikroorganisme pada sampel dibandingkan jika hanya dilihat dengan jumlah banyaknya koloni.

Henry Pangaribuan 240210100046 TIP 2010 7A

VII. KESIMPULAN Sanitasi pekerja sangat penting dalam pengolahan pangan. Sumber kontaminan paling banyak pada pekerja yaitu tangan dan rambut. Berdasarkan hasil pengamatan, tangan yang dicuci dengan menggunakan air. Kemungkinan air yang digunakan banyak mengandung

mikroorganisme sehingga banyak menempel di tangan. Jumlah yang paling sedikit adalah pada tangan yang menggunakan hand sanitizer karena mengandung alkohol yang efektif membunuh

mikroorganisme. Uji kontaminasi rambut, berdasarkan jumlah unit koloni pada media PDA, paling banyak pada kelompok 6 dimana rambut tersebut belum dikeramas. Sehingga, mikroorganisme masih banyak di rambut tersebut Pada media NA, unit koloni terbanyak pada kelompok 8 dan 7 dimana mereka menggunakan sampel rambut keramas. Seharusnya rambut ini lebih sedikit jumlahnya. Hal itu kemungkinan disebabkan karena rambut tersebut telah terkena kontaminasi dari udara bebas.

Henry Pangaribuan 240210100046 TIP 2010 7A

DAFTAR PUSTAKA Bibiana, W dan Hastowo,S. 1992. Mikrobiologi. Jakarta: Rajawali Pers. Darkuni, M. Noviar. 2001. Mikrobiologi ( Bakteriologi, Virologi dan Mikologi). Malang: Universitas Negeri Malang. Dwidjoseputro,D. 2005. Dasar- dasar Mikrobiologi. Jakarta: Imagraph. Fardiaz, Srikandi. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Gramedia : Jakarta. Irianto, Agus. 2002. MIkrobiologi Lingkungan. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Pelczar, Michael. J. 2005. Dasar-dasar mikrobiologi. UI PRESS : Jakarta