Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Manajeman Konstruksi: “Analisis Perbandingan Metode Pelaksanaan Sistem Top Down dan Bottom Up Pada Konstruksi (Kasus Gedung DPRD DKI Jakarta)”. Nama : Ema Yulmiati NIM : 41109110030 Pembimbing : Budi Santosa, ST. MT Tahun 2012.

Keberadaan bangunan sekitar gedung memberikan andil dalam proses penentuan metode pelaksanaan struktur bawah. Hal tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh pergerakan tanah sekitar, kebisingan dan debu sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan struktur bawah gedung. Metode pekerjaan struktur bawah gedung ini terdapat beberapa jenis. Penggolongan metode pekerjaan berdasarkan arah kerjanya dibagi menjadi beberapa metode, diantaranya metode bottom up dan metode top down.

Pada system bottom up, struktur basement dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan galian selesai mencapai elevasi rencana (system konvensional). Pelat basement paling bawah dicor terlebih dahulu, kemudian basement diselesaikan dari bawah ke atas, dengan menggunakan scaffolding. Kolom, balok dan slab dicor ditempat (cast in place). Pada system ini, galian tanah dapat berupa open cut atau dengan system dinding penahan tanah yang bias sementara dan permanen. System dinding penahan tanah dapat dengan perkuatan strutting, ground anchor atau free cantilever.

Sedangkan pada system top down, struktur basement dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan galian basement. Urutan penyelesaian balok dan plat lantainya dimulai dari atas ke bawah, dan selama proses pelaksanaan, struktur plat dan balok tersebut didukung oleh struktur tiang (king post) yang dipasang bersamaan dengan bored pile. Pada dinding basement dicor system dinding penahan tanahnya yang dapat berupa diafragma wall atau contiguous pile yang dapat bersifat permanen dan temporary yang juga berfungsi sebagai cut off dewatering.

Pada kasus pembangunan Gedung DPRD DKI Jakarta yang berlokasi di jalan kebon sirih, Jakarta Pusat, PT. JAYA KONSTRUKSI MANGGALA PRATAMA (PT. JKMP) mempertimbangkan kedua metode tersebut dan memilih metode top down karena dengan pertimbangan keefektifan terhadap waktu yang berhubungan dengan kontrak proyek yang bersifat “multi years” dan keadaan lokasi sekitar yang tidak memungkinkan untuk menggunakan metode bottom up.

Kata kunci : Perbandingan Metode Pelaksanaan Sistem Top Down dan Bottom Up.

iv