Anda di halaman 1dari 11

0

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin


Topik Makalah/Tulisan

PERAN BUDAYA DAERAH MENCIPTAKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH

Kelas : 1-EA22

Tanggal Penyerahan Makalah : 18 November 2013 Tanggal Upload Makalah : 19 November 2013

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

Penyusun

NPM 16213597

Nama Lengkap NUR ASFIYA KHUSTINA

Tanda Tangan

Program Sarjana Ekonomi UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT. karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulisan makalah yang berjudul Peran Budaya Daerah Menciptakan Pendapatan Asli Daerah ini dapat diselesaikan tepat waktu. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW. dan para sahabat serta keluarganya.

Adapun maksud dari penulisan makalah ini adalah salah satu tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di Universitas Gunadarma untuk memenuhi persyaratan kelulusan dalam mata kuliah tersebut.

Dalam penulisan makalah ini saya menyadari masih banyak kekurangan baik dari segi penyajian materi maupun tata bahasa yang kurang berkenan. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang bersifat membangun akan saya terima dengan senang hati.

Demikian penulisan makalah ini dibuat, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita dalam memahami tentang kebudayaan Indonesia.

Jakarta, 18 November 2013

Penulis 2

DAFTAR ISI

Lembar Pernyataan ...................................................................................................................... 1 Kata Pengantar ........................................................................................................................... . 2 Daftar Isi .................................................................................................................................... . 3

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... . 4 1.2 Tujuan .............................................................................................................................. 4 1.3 Sasaran ............................................................................................................................ 5

Bab II Permasalahan 2.1 Kekuatan (Strength) ....................................................................................................... . 6 2.2 Kelemahan (Weakness) ................................................................................................... 7 2.3 Peluang (Opportunity) ..................................................................................................... 7 2.4 Tantangan/Hambatan (Threats) ....................................................................................... 8

Bab III Kesimpulan dan Rekomendasi 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................... 9 3.2 Rekomendasi ................................................................................................................... 9

Referensi ...................................................................................................................................... 10

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Indonesia memliki berbagai macam budaya daerah. Masing-masing daerah pasti memiliki kebudayaannya sendiri. Budaya daerah adalah suatu kebiasaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut. Budaya daerah ini muncul saat penduduk suatu daerah telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama sehingga itu menjadi suatu kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk-penduduk yang lain. Budaya daerah juag berperan penting dalam menciptakan pendapatan asli daerah. Dalam makalah ini saya akan mengambil contoh budaya daerah yang berasal dari D.I. Yogyakarta.

D.I. Yogyakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan budaya. Mulai dari candi, museum, bangunan cagar budaya dan aset-aset peninggalan masa lampau lainnya. Kehidupan masyarakatnya juga masih kental dengan kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan adanya Keraton sebagai pusat pemerintahan yang masih terlestari keberadaannya, merupakan dasar tumbuhnya masyarakat dalam hidup berbudaya, terutama dalam berseni budaya dan beradat tradisi. Dengan banyaknya potensi budaya yang ada, maka daerah tersebut memanfaatkan potensi budaya untuk menambah pendapatan asli daerahnya.

1.2 Tujuan Penulisan makalah ini diharapkan dapat memenuhi tujuan-tujuan yang bermanfaat bagi kita dalam mengetahui peran budaya daerah. Tujuan penulisan makalah ini adalah : 1) Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar 2) Mengetahui peran budaya daerah dalam menciptakan pendapatan asli daeah 3) Membantu mewujudkan generasi yang lebih berbudaya 4) Menambah wawasan seputar kebudayaan daerah

1.3 Sasaran Sasaran penulisan makalah ini adalah seluruh pembaca dan masyarakat khususnya mahasiswa/i Universitas Gundarma guna menambah wawasan seputar peran budaya daerah dalam menciptakan pendapatan asli daerah.

BAB II PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Peran Budaya Daerah Menciptakan Pendapatan Asli Daerah dengan memperhatikan dan mempertimbangkan maupun eksternal dilihat dari aspek : kondisi lingkungan internal

2.1 Kekuatan (Strength)

a. Budaya daerah yang beragam Terdapatnya budaya daerah yang beragam, seperti tari tradisional, upacara adat, candi maupun makanan khas Yogyakarta merupakan suatu potensi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Karena keberagaman tersebut dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung.

b. Kebudayaan daerah yang sudah turun-temurun Kebudayaan di Yogyakarta bersifat turun-temurun dari zaman dahulu sampai saat ini masih dilestarikan. Dengan mempertahankan budaya yang ada, maka budaya daerah tersebut akan dapat dikenal oleh para wisatawan.

c. Kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan budaya setempat Kehidupan masyarakat di Yogyakarta masih mempertahankan adat istiadat setempat. Hal ini dapat dilihat dari prosesi pernikahan Putri Kasultanan Yogyakarta yang diselenggarakan sesuai tradisi.

d. Banyaknya aset peninggalan budaya dari zaman dahulu Aset peninggalan budaya zaman dulu berupa bangunan bersejarah, museum, candi, dan cagar budaya lainnya, tentu saja dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan asli daerah.

2.2 Kelemahan (Weakness)

a. Kurangnya pengawasan terhadap aset budaya Pengawasan yang kurang terhadap aset budaya dapat menyebabkan hilangnya peninggalan budaya, seperti yang baru-baru ini terjadi di Indonesia.

b. Kurangnya kesadaran dalam melestarikan budaya daerah Kesadaran yang masih rendah dalam melestarikan kebudayaan daerah merupakan suatu ancaman bagi kelestarian budaya daerah tersebut. Kelestarian budaya daerah tergantung pada masyarakat setempat dalam mempertahankan budayanya.

c. Banyak cagar budaya yang telah rusak Cagar budaya yang telah rusak biasanya disebabkan oleh bencana alam maupun kurangnya pehatian dari pemerintah setempat. Pemerintah setempat seharusnya tanggap dalam hal ini, karena cagar budaya daerah merupakan ciri khas dari masingmasing daerah.

d. Kurangnya ekspos terhadap kebudayaan daerah yang ada Ekspos yang kurang terhadap budaya daerah yang ada dapat menjadi suatu penghalang untuk memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat khususnya wisatawan yang ingin berkunjung.

2.3 Kesempatan (Opportunity)

a. Perkembangan media informasi Perkembangan media infomasi saat ini dapat menjadi sebuah media pengenalan budaya daerah setempat kepada masyarakat luas, khususnya kepada para wisatawan agar tertarik untuk berkunjung ke daerahnya.

b. Memberikan hak paten terhadap aset budaya Dengan pemberian hak paten terhadap aset budaya merupakan langkah untuk mencegah adanya pengakuan dari negara lain. Pemberian hak paten ini juga dapat sebagai peluang untuk mengenalkan budaya Indonesia di mata dunia.

c. Kegiatan budaya yang rutin diselenggarakan Adanya kegiatan budaya yang rutin diselenggarakan dalam waktu yang telah ditentukan. Dari kegiatan ini, secara otomatis dapat memperkenalkan budaya pada masyarakat khususnya wisatawan.

d. Pengembangan budaya dari pemerintah setempat Pemerintah memberikan perhatian akan pentingnya budaya dengan mengadakan festival budaya di suatu daerah guna meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Secara otomatis, pendapatan asli daerah akan bertambah.

2.4 Tantangan/Hambatan (Threats)

a. Budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya daerah Masuknya budaya asing dapat menjadi tantangan dalam memperkenalkan budaya daerah kepada wisatawan, karena banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya daerah di Indonesia.

b. Kurangnya sarana dan prasarana untuk mendukung pelestarian kebudayaan daerah Sarana dan prasarana yang kurang berpengaruh terhadap pelestarian kebudayaan daerah setempat.

c. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia Kemampuan sumber daya manusia perlu ditingkatkan agar kebudayaan yang ada dapat terjaga dengan baik.

d. Pudarnya budaya daerah yang ada di masyarakat Kebudayaan daerah yang mulai memudar di dalam masyarakat dapat menjadi suatu penghalang dalam meningkatkan pendapatan asli daerah setempat.

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


3.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa : a. Masing-masing daerah pasti memiliki kebudayaannya sendiri. Kebudayaan yang terdapat di suatu daerah tentu berbeda dengan kebudayaan di daerah lainnya. b. Budaya daerah merupakan ciri khas dari daerah setempat yang sebagian besar masih dipegang teguh oleh masyarakatnya. c. Melestarikan, menjaga dan merawat aset budaya daerah merupakan suatu cara agar tidak pudar oleh budaya asing yang masuk. d. Pengenalan kebudayaan daerah kepada masyarakat dan para wisatawan sangatlah penting dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah setempat.

3.2 Rekomendasi

a. Banyaknya aset peninggalan budaya dari zaman dahulu Dengan mendirikan cagar budaya yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset budaya dari zaman dahulu dan berfungsi juga sebagai tempat wisata. b. Kurangnya pengawasan terhadap aset budaya Peningkatan pengawasan terhadap aset budaya dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih diharapkan dapat mengurangi tingkat pencurian aset budaya. c. Perkembangan media informasi Memanfaatkan media informasi akan memudahkan dalam memperkenalkan budaya daerah setempat kepada para wisatawan. d. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia Peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan yang berjenjang dan berkelanjutan.

REFERENSI
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia http://gabriellaaningtyas.wordpress.com/2012/11/25/kebudayaan-daerah-istimewayogyakarta/ http://ghosasquare.blogspot.com/2009/01/pengertian-budaya-daerah-dan-budaya.html http://nataliabriliani.blogspot.com/2013/11/makalah-peran-budaya-daerah-menciptakan.html

10