Anda di halaman 1dari 2

HIMMA ILLIYANA 11 / 311674 / KG / 08809

1. Apakah pengunyahan itu ? Jelaskan ! Pengunyahan adalah serangkaian peristiwa untuk mencerna makanan dan menyiapkannya sebelum ditelan. Adanya makanan di mulut pertama kali akan menginisiasi reflek otot mastikasi, menyebabkan mandibula turun / depresi. Penurunan mandibula ini akan menginisiasi reflek melonggarkan otot rahang untuk mengembalikan kontraksi. Rahang terangkat secara otomatis untuk menutup gigi, juga menekan bolus lagi, melawan lining mulut, yang menghambat otot rahang sekali lagi, membuat rahang turun dan mengganjal (rebound) di lain waktu. Hal ini berulang terus menerus. Pada saat membuka mandibula tersebut muskulus pterygoideus lateralis berkontraksi sedangkan muskulus pterygoideus medialis, muskulus masseter dan muskulus temporalis berada dalam keadaan relaksasi. Pada gerakan menutup mandibula berkebalikan dari proses membuka mandibula yaitu muskulus masseter, muskulus temporalis dan muskulus pterygoideus medialis berkontraksi sedangkan muskulus pterygoideuslateralis dalam keadaan relaksasi. Sementara mandibula tertutup perlahan, muskulus temporalis dan muskulus masseter juga berkontraksi untuk membantu gigi-geligi saling berkontak pada oklusi normal. Urutan kunyah dapat dibagi menjadi tiga periode. Pada tahap awal, makanan ditransportasikan ke bagian posterior gigi dimana ini merupakan penghancuran dalam periode reduksi. Selanjutnya bolus akan dibentuk selama final periode yaitu sebelum penelanan. Pergerakan rahang pada ketiga periode ini dapat berbeda tergantung pada bentuk makanan dan spesiesnya. Selama periode reduksi terdapat fase opening, fast-opening dan slow-opening. Pada periode sebelum penelanan terdapat tiga fase selama rahang membuka dan dua fase selama rahang menutup. Lidah memainkan peran yang penting di dalam mengontrol pergerakan makanan dan pembentukan menjadi bolus. Untuk makanan yang dihancurkan, diposisikan oleh lidah pada konjugasi dengan otot buccinators pada pipi diantara oklusal permukaan gigi. Makanan yang padat dan cair ditransportasikan di dalam rongga mulut oleh lidah. Selama fase slow-opening pada pengunyahan, lidah bergerak ke depan dan memperluas permukaan makanan. Tulang hyoid dan badan lidah kembali tertarik selama fase fastopening dan fase closing, membuat gelombang yang dapat memindahkan makanan ke bagian posterior pada rongga mulut. Ketika makanan sudah mencapai bagian posterior rongga mulut, akan berpindah ke belakang di bawah soft palate oleh aksi menekan dari lidah.

2. Apakah penelanan itu ? Jelaskan ! Penelanan adalah serangkaian peristiwa memindahkan makanan (bolus/massa makanan yg bulat) dari mulut melalui pharing ke gaster. Penelanan makanan terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap volunter atau tahap oral atau tahap bukal, tahap faringeal atau involunter, dan tahap esophageal.

Tahap oral atau volunter berlangsung setelah makanan dikunyah dan berbentuk bolus sehingga mudah untuk ditelan. Lidah akan bergerak secara vertikal dan mendorong bolus tersebut ke arah isthmus fausium. Ketika bolus akan melewati isthmus fausium, muskulus palatoglossus berkontraksi untuk menyempitkan isthmus fausium sehingga makanan tidak dapat kembali ke dalam cavum oris. Setelah makanan sampai pada orofaring, muskulus levator veli palatini, muskulus tensor veli palatine, dan muskulus palatofaringeus untuk menutup nasofaring agar makanan tidak masuk kedalam nasofaring dan terdorong ke dalam orofaring. Pada tahap faringeal atau involunter dimulai peranan faring dalam proses penelanan. Muskulus stylofaringeus dan muskulus palatofaringeus berkontraksi sehingga menarik faring kearah kranial yang memungkinkan makanan terdorong kearah laringofaring. Pada saat bersamaan muskulus

sritenoideusobliqus dan muskulus transversus serta muskulus cricoaritenoideus lateral berkontraksi yang menyebabkan penyempitan aditus laringis. Kedua cartilago maritenoidea berkontraksi, kemudian tertarik dan saling mendekati sampai bertemu dengan epiglottis, rima glotidis tertutup sehingga makanan tidak masuk ke dalam laring tetapi berada dalam laringofaring. Pada tahap esophagus, muskulus constrictor faring berkontraksi berganti dari atas ke bawah mendorong bolus makanan ke bawah melewati laring. Dengan terangkatnya laring dan relaksasi dari sfingter faringoesofageal, seluruh otot-otot pada dinding faring berkontraksi. Makanan yang telah memasuki esophagus, akan dialirkan ke lambung melalui gerak peristaltik. Gerak peristaltik pada esophagus terbagi menjadi dua tipe, yaitu peristaltik primer dan peristaltik sekunder. Gerak peristaltik primer merupakan gelombang peristaltik yang mendorong makanan di faring menuju esophagus selama tahap faringeal. Jika setelah gelombang peristaltik primer masih terdapat sisa makanan yang belum terdorong ke lambung, maka akan timbul gelombang peristaltik sekunder yang dihasilkan dari peregangan esophagus oleh makanan yang tertahan akan mendorong sisa makanan tersebut ke lambung.

3. Apakah akibat yang bisa terjadi akibat penelanan yang tidak normal ? Pola penelanan yang salah akan mempengaruhi kompleks otot orofasial. Posisi lidah terhadap relasi gigi insisif atas dan bawah selama penelanan akan mengganggu fungsi bibir. Penempatan ujung lidah diantara gigi insisif atas dan bawah saat penelanan, maka lidah akan menahan bibir bawah berkontak dengan gigi atas. Akibatnya adalah menghalangi fungsi orbicularis oris sebagai penahan stabilisasi, sehingga akhirnya otot tersebut menjadi lemah. Bentuk anatomi palatum juga dipengaruhi oleh lidah. Penempatan posisi lidah yang salah saat penelanan menyebabkan posisi lidah berada di bawah dan depan. Tekanan lateral akan menyebabkan palatum menjadi sempit. Palatum yang sempit, mempengaruhi bentuk lengkung rahang sehingga akan mengganggu erupsi gigi serta perubahan pola fungsi otot sehingga terjadi maloklusi.