Anda di halaman 1dari 14

MORTALITAS

Index rtikel $engantar $enyebab Kematian &aktor Sosial 5konomi Komitmen M/0 /e!inisi Indikator Mortalitas

Mortalitas atau kematian dapat menimpa siapa saja, tua, muda, kapan dan dimana saja. Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan dengan masalah sosial, ekonomi, adat istiadat maupun masalah kesehatan lingkungan. Indikator kematian berguna untuk memonitor kinerja pemerintah pusat maupun lokal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penyebab Kematian Kematian de asa umumnya disebabkan karena penyakit menular, penyakit degenerati!, ke"elakaan atau gaya hidup yang beresiko terhadap kematian. Kematian bayi dan balita umumnya disebabkan oleh penyakit sistim pernapasan bagian atas #IS$A% dan diare, yang merupakan penyakit karena in!eksi kuman. &aktor gi'i buruk juga menyebabkan anak(anak rentan terhadap penyakit menular, sehingga mudah terin!eksi dan menyebabkan tingginya kematian bayi dan balita di sesuatu daerah. Kematian dan Faktor Sosial Ekonomi &aktor sosial ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gisi dan kesehatan lingkungan, keper"ayaan, nilai(nilai, dan kemiskinan merupakan !aktor indi)idu dan keluarga, mempengaruhi mortalitas dalam masyarakat #*udi Oetomo, +,-.%. Tingginya kematian ibu merupakan "erminan dari ketidak tahuan masyarakat mengenai pentingnya pera atan ibu hamil dan pen"egahan terjadinya komplikasi kehamilan. Komitmen untuk mencapai tujuan Millenium Development Goal (MDG) /alam hal kematian, Indonesia mempunyai komitmen untuk men"apai sasaran Millenium Development Goals #M/0% untuk menurunkan Angka Kematian Anak sebesar dua per tiga dari angka di tahun +,,1 atau menjadi 21 per +111 kelahiran bayi pada tahun 21+. dan menurunkan kematian ibu sebesar tiga perempatnya menjadi +23 per +11.111 kelahiran. 4ntuk men"apai tujuan ini diperlukan usaha yang sungguh(sungguh dari berbagai instansi terkait, mulai dari pemerintah baik pusat maupun daerah, LSM dan masyarakat pada umumnya. $rogram(program apa yang perlu

dikembangkan untuk tujuan ini, serta indikator(indikator apa yang perlu diperhatikan untuk menurunkan Angka Kematian *alita dan Angka Kematian Ibu6 De!inisi Mortalitas Mortalitas atau kematian merupakan salah satu dari tiga komponen demogra!i selain !ertilitas dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk. Organisasi Kesehatan /unia #78O% mende!inisikan kematian sebagai suatu peristi a menghilangnya semua tanda(tanda kehidupan se"ara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Indikator Mortalitas *erma"am(ma"am indikator mortalitas atau angka kematian yang umum dipakai adalah9 +. Angka Kematian Kasar #AKK% atau Crude Death Rate #:/R%. 2. Angka Kematian *ayi #AK*% ;. Angka Kematian *alita #AK*a 1(. tahun% 3. Angka Kematian Anak #AKA +(. tahun% .. Angka Kematian I*4 #AKI% <. Angka 8arapan 8idup #488% atau Life Expectancy.

n"ka Kematian Kasar . Index rtikel Angka Kematian Kasar /e!inisi Rumus :ontoh AKK

Konsep Dasar Angka Kematian Kasar #Crude Death Rate% adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap +111 penduduk. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. $enduduk tua mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk yang masih muda. Ke"unaan Angka Kematian Kasar adalah indikator sederhana yang tidak memperhitungkan pengaruh umur penduduk. Tetapi jika tidak ada indikator kematian yang lain angka ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai keadaan kesejahteraan penduduk pada suatu tahun yang bersangkutan. Apabila dikurangkan dari Angka kelahiran Kasar akan menjadi dasar perhitungan pertumbuhan penduduk alamiah. De!inisi Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per +111 penduduk pada pertengahan tahun tertentu, di suatu ilayah tertentu. #umus

dimana :/R =Crude Death Rate # Angka Kematian Kasar% / = >umlah kematian #death% pada tahun tertentu $ = >umlah $enduduk pada pertengahan tahun tertentu K = *ilangan konstan +111 :atatan+9 $ idealnya adalah ?jumlah penduduk pertengahan tahun tertentu? tetapi

yang umumnya tersedia adalah ?jumlah penduduk pada satu tahun tertentu? maka jumlah dapat dipakai sebagai pembagi. Kalau ada jumlah penduduk dari 2 data dengan tahun berurutan, maka rata(rata kedua data tersebut dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.

:atatan29 dari Susenas 211; ter"atat sebanyak @<@.@31 kematian, sedangkan jumlah penduduk pada tahun tersebut diperkirakan sebesar 2+3.;@.1,< ji a. Sehingga Angka Kelahiran Kasar yang terhitung adalah sebesar ;,.-. Artinya, pada tahun 211; terdapat ; atau 3 kematian untuk tiap +111 penduduk.

n"ka Kematian $ayi Index rtikel Angka Kematian *ayi Kegunaan /e!inisi Sumber /ata :ontoh Konsep Dasar Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. *anyak !aktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. Se"ara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua ma"am yaitu endogen dan eksogen. Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan kematian neonatalA adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh !aktor(!aktor yang diba a anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan. Kematian bayi eksogen atau kematian post neo(natal, adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh !aktor(!aktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar. Ke"unaan n"ka Kematian $ayi dan $alita

Angka Kematian *ayi menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung. Kegunaan Angka Kematian *ayi untuk pengembangan peren"anaan berbeda antara kematian neo(natal dan kematian bayi yang lain. Karena kematian neo(natal disebabkan oleh !aktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program(program untuk mengurangi angka kematian neo(natal adalah yang bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan Ibu hamil, misalnya program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus. Sedangkan Angka Kematian $ost(BeoBatal dan Angka Kematian Anak serta Kematian *alita dapat berguna untuk mengembangkan program imunisasi, serta program(program pen"egahan penyakit menular terutama pada anak(anak, program penerangan tentang gisi dan pemberian makanan sehat untuk anak diba ah usia . tahun.

S4M*5R 9 +. http9CC

.datastatistik(indonesia."om

n"ka Kematian %eo&%atal De!inisi Angka Kematian Beo(Batal adalah kematian yang terjadi sebelum bayi berumur satu bulan atau 2- hari, per +111 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. #umus

dimana9 Angka Kematian Beo(Batal =Angka Kematian *ayi umur 1(D+bulan E/ 1(D+bulan =>umlah Kematian *ayi umur 1 ( kurang + bulan pada satu tahun tertentu di daerah tertentu. Elahir hidup = >umlah Kelahiran hidup pada satu tahun tertentu di daerah tertentu K = +111

n"ka Kematian Post %eo&%atal De!inisi

Index rtikel Angka Kematian $ost Beo(Batal "ontoh

Angka Kematian $ost Beo(natal atau Post Neo-natal Death Rate adalah kematian yang terjadi pada bayi yang berumur antara + bulan sampai dengan kurang + tahun per +111 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. #umus

Angka Kematian $ost Beo(Batal = angka kematian bayi berumur + bulan sampai dengan kurang dari + tahun E/ +bulan(D+tahun = >umlah kematian bayi berumur satu bulan sampai dengan kurang dari + tahun pada satu tahun tertentu F daerah tertentu Elahir hidup = >umlah kelahiran hidup pada satu tahun tertentu F daerah tertentu K = konstanta #+111%

Index rtikel Angka 8arapan 8idup /e!inisi :ara Menghitung :ontoh n"ka 'arapan 'idup Konsep Dasar Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk dari suatu negara. Meningkatnya pera atan kesehatan melalui $uskesmas, meningkatnya daya beli masyarakat akan meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan, mampu memenuhi kebutuhan gi'i dan kalori, mampu mempunyai pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, yang pada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang usia harapan hidupnya. De!inisi Angka 8arapan 8idup pada suatu umur G adalah rata(rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil men"apai umur G, pada suatu tahun tertentu, dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya. Angka 8arapan 8idup Saat Lahir adalah rata(rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu. Ke"unaan Angka 8arapan 8idup merupakan alat untuk menge)aluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka 8arapan 8idup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, ke"ukupan gisi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan. (ara Men")itun" Idealnya Angka 8arapan 8idup dihitung berdasarkan Angka Kematian Menurut 4mur #A e !pecific Death RateCAS/R% yang datanya diperoleh dari "atatan registrasi kematian se"ara bertahun(tahun sehingga dimungkinkan dibuat Tabel Kematian. Tetapi karena sistem registrasi penduduk di Indonesia belum berjalan dengan baik maka untuk menghitung Angka 8arapan 8idup digunakan "ara tidak langsung dengan program Mortpak *ite.

:ontoh Angka 8arapan 8idup yang terhitung untuk Indonesia dari Sensus $enduduk Tahun +,@+ adalah 3@,@ tahun. Artinya bayi(bayi yang dilahirkan menjelang tahun +,@+ #periode +,<@(+,<,% akan dapat hidup sampai 3@ atau 3- tahun. Tetapi bayi(bayi yang dilahirkan menjelang tahun +,-1 mempunyai usia harapan hidup lebih panjang yakni .2,2 tahun, meningkat lagi menjadi .,,- tahun untuk bayi yang dilahirkan menjelang tahun +,,1, dan bagi bayi yang dilahirkan tahun 2111 usia harapan hidupnya men"apai <.,. tahun. $eningkatan Angka 8arapan 8idup ini menunjukkan adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan bangsa Indonesia selama tiga puluh tahun terkahir dari tahun +,@1(an sampai tahun 2111.

Tabel <. Angka 8arapan 8idup Saat Lahir Menurut *eberapa $ropinsi dan KabupatenCKota, yang dihitung dari data Susenas 2113 memakai program Mortpak3. $ropinsiCKabupaten Angka 8arapan Angka 8arapan 8idup Laki(laki 8idup $erempuan <.,. <3,3 <,,, <;,<;,3 @1,1 <2,, <;,. <2,< <,,. <-,. @;,. <-,1 <@,@ @;,< <@,2 <@,<@,1

Sumatera Selatan Kab. OKI Kota $alembang >a a *arat Kab. Kuningan Kota *andung BTT Kab. &lores Timur Kab. Timor Tengah 4tara

Da!tar Pustaka+ *udi 4tomo, +,-., Mortalitas9pengertian dan :ontoh kasus di Indonesia. $royek $enelitian Morbiditas dan Mortalitas 4ni)ersitas Indonesia, >akarta, +,-. *adan $usat Statistik, 211+. 5stimasi &ertilitas, Mortalitas dan Migrasi 8asil Sensus $enduduk Tahun 2111. *adan $usat Statistik, >akarta, Indonesia. *adan $usat Statistik, 211;. Sur)ai /emogra!i /an Kesehatan Indonesia 2112(211;. Kerjasama antara *$S, *KK*B, /epkes, dan OR: Ma"ro, :al)erton, Maryland 4SA, /e"ember 211;. $emerintah RI dan 78O, 2111. Ren"ana Aksi $angan dan 0i'i Basional 211+(211., $emerintah Republik Indonesia bekerjasama dengan 7orld 8ealth Organi'ation, Agustus 2111. *adan $usat Statistik, 2113. /a!tar $ertanyaan Susenas 2113, *adan $usat Statistik, >akarta, 2113. Adioetomo,Sri Moertiningsih S, 211.. ?*onus /emogra!i menjelaskan hubungan antara pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi? $idato /isampaikan pada 4pa"ara $engukuhan >abatan 0uru *esar Tetap /alam *idang 5konomi Kependudukan pada &akultas 5konomi 4ni)ersitas Indonesia, ;1 April, 211.. /epartemen Kesehatan RI, 2113. ?Kajian Kematian Ibu dan Anak di Indonesia? /epkes,*adan $enelitian dan $engembangan Kesehatan, 2113.

(onto) + KEG-% % %GK M.#/ *I/ S ( Kab Merauke)


http9CC .depkes.go.id

diakses nop 211@

Mortalitas #angka kematian% digunakan sebagai ukuran derajat kesehatan untuk melihat status kesehatan penduduk dan keberhasilan pelayanan kesehatan dan upaya pengobatan yang dilakukan. 0), n"ka Kematian $ayi ( K$) per 0,111 kela)iran )idup, Indikator ini merupakan indikator paling sensiti! yang men"erminkan permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan !aktor penyebab kematian bayi, tingkat kesehatan ibu dan bayi, upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak, status gi'i ibu, upaya K*, kondisi kesehatan lingkungan dan sosial ekonomi keluarga. AK* Kab. Merauke berdasarkan hasil sur)ei /inas Kesehatan $ro)insi $apua tahun 211+ sebesar +.+C+.111 kelahiran hidup. /ata kematian bayi yang dilaporkan tahun 211. sebanyak @< bayi dari ;.2;2 kelahiran hidup #2;,. per +.111 kelahiran hidup% 2), n"ka Kematian $alita per 0,111 kela)iran )idup . Indikator ini berguna untuk mengetahui gambaran tingkat permasalah kesehatan anak balita, mengetahui tingkat pelayanan dan keberhasilan KIAC$osyandu serta untuk menilai kondisi sanitasi lingkungan. Angka kematian balita berdasarkan hasil sur)ei /inas Kesehatan $ro)insi $apua tahun 211+ sebesar ,< per +.111 kehahiran hidup. /ata kematian balita yang dilaporkan tahun 211. sebanyak -, balita dari ;.2;2 kelahiran hidup #2@,. per +111 kelahiran hidup% >umlah kematian bayi dan balita yang dilaporkan puskesmas dan rumah sakit belum menunjukkan angka yang sebenarnya, karena pelaporan dari puskesmas belum optimal dan "akupan pelayanan KIA belum menjangkau seluruh masyarakat sampai ke kampung(kampung. 3), n"ka Kematian Ibu Mela)irkan ( KI) per 011,111 kela)iran )idup Indikator ini men"erminkan risiko yang dihadapi ibu(ibu selama proses kehamilan, persalinan dan masa ni!as, yang dipengaruhi oleh keadaan kesehatan yang kurang baik menjelang kehamilan, berbagai komplikasi pada saat kehamilan dan persalinan, ketersediaan dan peman!aatan !asilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetri serta sosial ekonomi. Angka kematian ibu berdasarkan hasil sur)ei oleh /inas Kesehatan $ro)insi $apua tahun 211+ sebesar +.1@+C+11.111 kehahiran hidup. /ata kematian ibu melahirkan yang dilaporkan tahun 211. sebanyak +. ibu dari ;.2;2 kelahiran hidup #3<3 per +11.111 kelahiran hidup%

>umlah kematian bayi dan balita yang dilaporkan oleh puskesmas dan rumah sakit belum menunjukkan angka yang sebenarnya karena pelaporan dari puskesmas belum optimal dan "akupan pelayanan KIA belum menjangkau seluruh masyarakat sampai ke kampung(kampung, sehingga AKI terlihat sangat ke"il bahkan lebih ke"il dari target nasional. 4), n"ka 'arapan 'idup Indikator ini menggambarkan tara! status kesehatan masyarakat suatu daerah atau negara, yang berarti pula merupakan gambaran hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan. Angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Merauke belum pernah dihitung se"ara khusus, namun berdasarkan /ata $ro!il Kesehatan $ro)insi Irian >aya #tahun 2111% menunjukkan bah a umur harapan hidup masyarakat Irian >aya #$apua sekarang% pada tahun +,-< sebesar .@,, tahun, meningkat menjadi <+ tahun +,,@ dan diperkirakan menjadi <<,2 tahun 211..