Anda di halaman 1dari 11

METODE PENELITIAN PEMEROLEHAN BAHASA ANAK (NON EKSPERIMEN)

Sri Rahayu Mirza Prastika Antrika Ayu Kristi Siti Ika Wahyu Restita Nuraningtyas

MAGISTER ILMU LINGUISTIK FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013

I.

Pend !"#" n
Bahasa sebagai alat komunikasi diperoleh manusia sejak lahir Pemerolehan bahasa

atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak seseorang kanak ! kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses ! proses yang terjadi pada "aktu seseorang kanak ! kanak mempelajari bahasa kedua# stelah dia memperoleh bahasa pertamanya $adi# pemerolehan bahasa berkaitan dengan bahasa pertama# sedangkan pembelajaran bahasa berkaitan dengan bahasa kedua %&haer# '(()* Ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak ! kanak sedang memperoleh bahasa pertamanya# yaitu proses kompetensi dan proses per+ormansi Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung se,ara tidak disadari Proses per+ormansi terdiri dari dua proses yakni proses pemahaman dan proses penerbitan atau proses menghasilkan kalimat ! kalimat Proses pemahamana melibatkan -kemampuan mengamati atau Sedangkan penerbitkan melibatkan

mempersepsi kalimat ! kalimat yang didengar

kemampuan mengeluarkan atau menerbitkan kalimat ! kalimat sendiri Kedua jenis kompetensi ini apabila telah dikuasai kanak ! kanak akan menjadi kemampuan linguistik kanak ! kanak itu $adi# kemampuan linguistik terdiri dari kemampuan memahami dan kemampuan melahirkan atau menerbitkan kalimat ! kalimat baru

II.
II.1

Pe$% ! & n
De'(n(&(

II.1.1 Metode Penelitian Menurut M Nasir# Metode penelitian merupakan ,ara utama yang digunakan peneliti untuk men,apai tujuan dan menentukan ja"aban atas masalah yang diajukan

Se,ara lebih luas lagi Sugiyono menjelaskan bah"a metode penelitian adalah ,ara ! ,ara ilmiah untuk mendapatkan data yang .alid# dengan tujuan dapat ditemukan# dikembangkan dan dibuktikan# suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami# meme,ahkan# dan mengantisipasi masalah %'(()/0* II.1.2 Pemerolehan Bahasa Abdul &haer mende+inisikan pemerolehan bahasa sebagai proses yang berlangsung di dalam otak seseorang kanak ! kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya Proses dari anak yang belajar menguasai bahasa ibunya adalah pemerolehan# sedangkan proses dari orang %umumnya de"asa* yang belajar di kelas adalah pembelajaran %1ardjo"idjojo# '((2*

II.2 Pe$e)+#e! n B ! & An -

Be%e) *

H(*+,e&(&

Ada beberapa hipotesis terkait dengan masalah pemerolehan bahasa Menurut Abdul &haer dalam bukunya Psikolinguistik: Kajian Teoritik# ada 3 ma,am hipotesis yaitu hipotesis nurani# hipotesis tabularasa# dan hipotesis kesamaan kogniti+

II.2.1 Hipotesis Nurani Menurut &homsky# ada alat khusus yang dimiliki setiap kanak4kanak sejak lahir yang digunakan untuk memperoleh bahasa ibu Alat tersebut bernama Language Acquisition Device %5A1* dimana ,ara kerjanya# apabila sejumlah u,apan yang ,ukup memadai dari suatu bahasa %bahasa apa saja / Sunda# Arab# &ina# dan sebagainya* diberikan kepada anak# kemudian anak men,ernanya dalam 5A1# maka anak dapat mengungkapkan bahasa tersebut

dengan tatanan yang bisa dipahami Alat ini membuktikan bah"a sejak lahir kanak4kanak telah memiliki kemampuan tersendiri dalam memperoleh bahasa ibu $adi# dalam hipotesis ini# ada anggapan bah"a manusia sejak lahir telah dibekali sebuah alat dalam nuraninya yang dapat digunakan untuk mengolah bahasa yang diperoleh menjadi tata bahasa yang bisa dipahami II.2.2 Hipotesis Tabularasa 1alam hipotesis ini# $ohn 5o,k mengemukakan bah"a sejak lahir otak bayi diibaratkan seperti kertas kosong yang nantinya akan diisi oleh pengalaman4pengalaman 6ipotesis ini sejalan dengan teori beha.iorisme yang menjelaskan bah"a pemerolehan bahasa dibentuk melalui +aktor lingkungan dan pembelajaran S ! R %stimulus ! respons* Pemerolehan bahasa didasarkan pada stimulus yang kemudian diikuti oleh respon Anak akan diberi hadiah ketika respon benar# dan sebaliknya akan dihukum jika salah Begitu seterusnya sehingga akan terbentuk kebiasaan Sebagai ,ontoh# seorang anak mengu,apkan 7bilangkali7 untuk 7barangkali7 Sudah pasti si anak akan dikritik oleh ibunya atau siapa saja yang mendengar kata tersebut Apabila suatu ketika si anak mengu,apkan 7barangkali7 dengan tepat# dia akan mendapatkan pujian karena pengu,apannya sudah benar dan anak akan menggunakan kata yang tepat tersebut se,ara terus menerus sehingga terbiasa Bahasa diperoleh melalui kebiasaan4kebiasaan yang diulang se,ara bertubi4tubi dan dipengaruhi +aktor lingkungan sehingga bahasa yang diperoleh anak bergantung pada stimulus ! stimulus dan lingkungannya 6al inilah yang mendasari mun,ulnya hipotesis tabularasa yang menyatakan bah"a dalam memperoleh bahasa# otak bayi yang sebelumnya seperti kertas kosong akan diisi oleh pengalaman4pengalaman berupa stimulus4stimulus dan +aktor lingkungan II.2.3 Hipotesis Kesemestaan Kognitif

Menurut teori hipotesis yang dikemukakan oleh $ean Piaget# bahasa diperoleh dari struktur4struktur kogniti+ deriamotor yang diperoleh kanak4kanak melalui interaksi dengan benda4benda atau orang4orang disekitarnya 1eriamotor merupakan masa dimana kanak4 kanak se,ara akti+ berinteraksi dengan benda4benda atau orang4orang di sekitarnya yang akhirnya dapat membentuk pola4pola tindakan yang berupa struktur kogniti+ 6asil pembentukan struktur dapat menggambarkan pengetahuannya dalam berbagai bentuk simbolik# lukisan# gambaran mental# bahasa# dll Bahasa merupakan salah satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kogniti+ Bahasa distrukturi oleh nalar 1ari lahir sampai usia 82 bulan# Anak hanya memahami dunia melalui indranya Anak hanya mengenal benda yang dilihat se,ara langsung Pada akhir usia satu tahun# anak sudah dapat mengerti bah"a benda memiliki si+at permanen sehingga anak mulai menggunakan simbol untuk mempresentasikan benda yang tidak hadir dihadapannya Simbol ini kemudian berkembang menjadi kata4kata a"al yang diu,apkan anak Penjelasan di atas merupakan dasar mun,ulnya hipotesis kesemestaan kogniti+ dalam pemerolehan bahasa %'(()/802489)*

II.3 B ! & An -

.en(&/0en(& Me,+de Pene#(,( n

Pemerolehan bahasa pada anak4anak tentunya sangat menarik para linguis untuk mempelajari# mendalami dan meneliti lebih lanjut lagi Metode penelitian noneksperimental dalam meneliti pemerolehan bahasa anak ada dua# yakni metode longitudinal dan metode ,ross se,tional Berikut ini akan dijelaskan lebih detail tentang kedua metode tersebut

2.3.1. Metode Longitudinal Berdasarkan asal kata long adalah panjang# sedangkan longitudinal berarti :"aktu yang lama; 6al ini dapat dikatakan bah"a metode longitudinal merupakan metode penelitian

dengan ,ara meneliti subjek se,ara terus menerus dalam jangka "aktu yang panjang 5ongitudinal meneliti perkembangan sesuatu yang sedang dikaji# sehingga rentang "aktu satu ! empat bulan belum bisa menunjukkan gambaran tentang perkembangan sesuatu yang dikaji %1ardjo"idjojo# '((2/''9* Ahmadi dan Sholeh dalam Psikologi Perkembangan menjelaskan bah"a penilitian longitudinal merupakan ,ara meneliti seseorang atau beberapa orang anak tertentu mulai dari dalam kandungan# lahir hingga de"asa# tanpa diadakan cross %silang* dengan pembanding anak lainnya %Ahmadi# '((</8348=* Akan tetapi metode penelitian ini memiliki kelemahan yang memungkinkan adanya gangguan kontinuitas peneliti Artinya# peneliti dapat mengalami pemutusan proses penelitian antara lain sakit parah# pindah tempat dan lain4lainnya &ara pemerolehan data dapat dilakukan baik se,ara .isual ataupun auditorial Studi kasus dalam metode ini telah dibuktikan kebenarannya# khususnya studi tentang pemerolehan bahasa pertama pada anak %>ield# '((=/ '=2* Penelitian ini pernah dilakukan oleh Bro"n terhadap tiga anak yakni# ?.e# Adam dan Sarah pada tahun 8)93 Bro"n melakukan penelitian untuk mengetahui perkembangan sistem gramatikal pada anak Sedangkan peneliti Indonesia# yakni 1ardjo"idjoyo juga melakukan penelitian pemerolehan bahasa pada ?,ha# ,u,unya sendiri# dari lahir hingga berusia lima tahun Metode longitudinal ini terbagi menjadi metode alamiah dan metode terkontrol Berikut ini akan dijelaskan lebih detail tentang kedua metode tersebut 2.3. . . !eto"e Alamia# Metode alamiah merupakan penelitian pemerolehan bahasa pada anak dengan tidak adanya inter.ensi peneliti sama sekali Artinya# pemerolehan bahasa terjadi se,ara alamiah# tanpa ada ,ampur tangan dan arahan dari peneliti Pengambilan data dilakukan dengan a,ak pada saat anak bermain# berkomunikasi dengan orangtua# dan akti.itas harian lainnya

1ardjo"idjoyo dalam penelitiannya terhadap ?,ha menggunakan metode alamiah @indak tutur ?,ha direkam saat mandi# berbelanja ke mal# saat makan dan akti.itas bermain %1ardjo"idjoyo# '((2/ '3(* Selain dengan merekam akti.itas anak# proses pengumpulan data dalam metode alamiah diperoleh dengan ,atatan dan tindak tutur %>ield# '((=/ '=2* Akan tetapi metode alamiah ini memiliki kelemahan yang memungkinkan proses penelitian menjadi terhambat Kelemahan dari metode tersebut meliputi a $angka "aktu 1urasi atau jangka "aktu yang terlalu lama membuat metode penelitian alamiah ini terkesan bertele4tele Selain itu# tidak adanya batasan "aktu yang jelas membuat penelitian ini membosankan# bahkan menjenuhkan bagi si peneliti maupun objeknya b A.erload data @ak hanya berpotensi membuat jenuh peneliti karena jangka "atu yang tidak ada batasnya 1ata yang dikumpulkan pun terlampau banyak# sehingga terjadi o.erload atau kelebihan data 1ata yang berlebihan ini pasti akan direduksi oleh peneliti# sehingga banyak data yang tidak terpakai akan dibuang 1ata yang dipakai peneliti hanya lah data yang mendukung penelitiannya saja 6al ini terjadi karena tidak ada batasan ruang lingkup dalam penelitian , @idak ada stimulus Metode alamiah ini anak dibiarkan bebas tanpa ada inter.ensi dari peneliti Bisa dikatakan# peneliti tidak memberikan stimulus atau rangsangan apapun pada objek yakni anak Sehingga penelitian ini berpotensi stimulus yang mun,ul berupa data yang random atau a,ak

2.3. .2. !eto"e kontrol

Proses pemerolehan bahasa pada anak dengan metode terkontrol mendapatkan inter.ensi dari peneliti langsung 1alam artian# anak sebagai objek yang diteliti ditempatkan pada suatu ruangan yang telah diatur sedemikian rupa oleh peneliti @empat penelitian seperti kamar bermain dalam laboratorium dipasang kamera ,,t.# sehingga segala tindak tutur anak dapat direkam dengan seksama Begitu juga barang4barang mainan yang disediakan disesuaikan dengan tujuan penelitian %1ardjo"idjoyo# '((2/ '3(* 1alam laboratorium buatan peneliti tersebut# anak boleh melakukan tindak tutur dengan orangtua atau orang terdekat 6al ini merupakan salah satu tujuan dari penelitian terkontrol @ujuannya untuk meneliti apakah bahasa yang dipakai oleh anak terhadap ibu itu sama dengan bahasa yang dipakai oleh ayahnya %1ardjo"idjoyo# '((2/ '3(* Peneliti dapat mengamati dengan sistematis bahasa manakah yang lebih dominan dipakai oleh anak# bahasa dari ibu atau bahasa dari ayah

2.3.2 Metode ross !e"tion #Lintas Penampang$ Ahmadi dan Sholeh mende+inisikan &ross Se,tion sebagai sebuah metode penelitian yang dilakukan terhadap seorang anak atau lebih yang seusia untuk selanjutnya subjeknya disilang %cross* dengan anak atau sekelompok anak lainnya yang mempunyai tara+ usia setingkat di atasnya dalam "aktu penelitian yang bersamaan# dan kemudian hasil penelitian subjek4subjek yang mempunyai tara+ usia bertingkat itu digabungkan sebagai "ujud hasil akhir penelitian %Ahmadi# '((</ 83* Berdasarkan de+inisi di atas dapat dipahami bah"a penelitian ini merupakan suatu pendekatan yang dipergunakan untuk melakukan penelitian terhadap masa perkembangan seorang anak atau sekelompok anak dalam jangka "aktu yang relati+ singkat tanpa harus mengikuti perjalanan hidup se,ara kronologis pada subjek penelitian 6al ini dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk menghemat "aktu# tenaga dan biaya penelitian Pendekatan ini

digunakan untuk meneliti berbagai anak yang berbeda# namun 1ariyo menyatakan bah"a penelitian ini dapat dilakukan meskipun oleh satu orang peneliti saja %1ariyo# '(88/ 08* 1alam pendekatan ini penelitian dilakukan terhadap anak4anak atau kelompok orang dari tingkatan umur yang berbeda4beda Misalnya# seorang peneliti akan meneliti

perkembangan pemerolehan bahasa anak selama masa balita Maka peneliti tidak harus meneliti seorang anak yang berusia '= bulan kemudian anak tersebut diteliti sampai genap berusia 0( bulan 1alam menggunakan pendekatan ini# peneliti hanya akan men,ari sejumlah subjek yang berusia ' tahun# 3 tahun dan = tahun Kemudian penelitian dilakukan selama 8 tahun# maka akan didapatkan laporan hasil penelitian perkembangan pemerolehan bahasa anak usia '< sampai 30 bulan# usia 39 sampai =2 bulan dan usia =) sampai 0( bulan 5aporan penelitian tersebut kemudian digabungkan dan disimpulkan sebagai "ujud hasil akhir penelitian terhadap seorang anak yang memperoleh bahasa ibunya selama masa balita 1alam pendekatan ini# sekelompok anak yang mempunyai usia berbeda tersebut tidak hanya dapat dibandingkan dalam hal pemerolehan bahasa Pada sekelompok anak tersebut juga dapat dilakukan penelitian tentang keberagaman .ariabel terikat lain seperti/ IB# memori# relasi teman sebaya# kedekatan dengan orang tua# dan perubahan hormon %1esmita# '(()/ 08* Keunggulan utama dalam menggunakan pendekatan &ross Se,tion ini adalah bah"a para peneliti tidak membutuhkan "aktu yang terlalu lama untuk menunggu indi.idu bertumbuh Selain itu# penelitian ini juga dapat memberikan gambaran karakteristik psikologis responden yang berbeda4beda usianya itu Kelemahan dalam metode penelitian ini ialah hasil penelitian tak dapat seakurat dengan metode penelitian jangka panjang Masing4 masing subjek yang berbeda usia memiliki karakteristik khusus sehingga sulit untuk melakukan generalisasi terhadap perkembangan masing4masing subjek tersebut 1i samping itu# pendekatan ini tidak memberi in+ormasi tentang bagaimana indi.idu berubah atau tentang

stabilitas karakteristiknya Naik turunnya perkembangan subjek penelitian dapat menjadi tidak jelas %1esmita# '(()/ 08*

III.

S($*"# n
Penelitian pemerolehan bahasa anak pada dasarnya meneliti proses akuisisi

%pemerolehan bahasa* yang berlangsung dalam otak anak4anak ketika ia mendapatkan bahasa pertama dari lingkungan sosialnya Para ahli linguis sebelumnya telah memperoleh tiga hipotesa dalam penelitian ini# yakni hepotesis nurani dari Noam &homsky# hipotesis tabularasa dari $ohn 5o,k# dan hipotesis kesemestaan kogniti+ dari $ean Piaget Kaitan dengan metode penelitian dalam memperoleh bahasa pada anak

noneksperimen terdapat dua ma,am# yakni metode penelitian longitudinal dan metode penelitian ,ross se,tion Metode longitudinal menekankan pada rentan "aktu yang tidak terbatas# sedangkan metode ,ross se,tion menggabungkan objek anak dengan anak lain seusianya mengenai pemerolehan bahasa

D ', ) P"&, -

Ahmadi# Abu dan Muna"ar Sholeh '((< Psikologi Perkembangan $akarta/ P@ Rineka &ipta &haer# Abdul '(() Psikologilinguistik: Kajian Teoritik $akarta/ Rineka &ipta 1ariyo# Agoes '(88 Perkembangan Psikologi: Anak Tiga Ta#un Pertama Bandung/ Re+ika Aditama 1ardjo"idjojo# Soenjono '((2 Psikolinguistik: Pengantar Pema#aman $a#asa !anusia $akarta/ Cayasan Abor Indonesia

1esmita '(() Psikologi Perkembangan. Bandung/ Remaja Rosdakarya >ield# $ohn '((= Ps%c#olinguistics: T#e Ke% &once'ts Ne" Cork/ Routledge Sugiyono '(() !eto"e Penelitian Pen"i"ikan : Pen"ekatan Kuantitati() Kualitati() "an * + D Bandung/ Al+abeta