Anda di halaman 1dari 7

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan studi kasus Studi kasus dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal di sini dapat berarti satu orang, sekelompok penduduk yang terkena masalah, atau sekelompok masyarakat uang ada di suatu daerah. Unit yang menjasi kasus tersebut secara mendalam dilakukan analisis baik dari segi yang berhubungan dengan keadaan kasus itu sendiri, faktor-faktor yang mempengaruhi, kejadian-kejadian khusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan atau reaksi kasus terhadap suatu perlakuan atau pemaparan tertentu. Meskipun dalam studi kasus ini yang diteliti hanya berbentuk unit tunggal, namun dianalisis secara mendalam, meliputi berbagai aspek yang cukup luas, serta penggunaan berbagai teknik secara integratif (Notoatmodjo, 2 ! "#$% &enelitian ini dilakukan dengan memberikan inte'ensi(perlakuan untuk kemudian dilihat dampaknya atau pengaruhnya ()limul )*i*, 2 +"2,%

3.2 Subjek ene!itian Subjek penelitian merupakan subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti ()ikunto, 2 -%. (2 +%, Subjek dapat dipilih selama proses

Menurut Nursalam

pengumpulan data. &enentuan pemilihan subjek bergantung pada rancangan penelitian yang digunakan peneliti. &enetapan subjek biasanya direncanakan secara cermat karena analisis data dan interpretasi hasil bergantung pada akurasi jumlah subjek yang diteliti.peneliti harus mempertimbangkan faktor-faktor tyang terjadi selama proses pengumpulan data untuk menghindari terjadinya suatu bias penelitian. .aktor-faktor penghambat dalam pemilihan subjek antara lain (!%.

Semakin meningkatnya pera/at yang melakukan riset, sehingga jumlah subjek juga terbatas, (2%. Melibatkan klien atau pera/at sebagai subjek berarti juga menjadi masalah bagi pera/atan dan institusi, dan (0%. 1lien dilindungi secara hukum dari berbagai kegiatan penelitian yang mungkin dapat merugikan klien. 2alam penelitian ini subjek yang dipilih berdasarkan populasi lanjut usia yang mengalami inkontinensia urine dengan syarat atau kriteria sebagai berikut" !. 3ansia berusia lebih dari stress. 2. 4idak mengalami gangguan kognitif atau gangguan proses pikir 0. Mampu berkomunikasi secara 'erbal dengan baik #. 4idak memakai obat-obat diuretik, antikoligenik, penghambat kanal kalsium, dan obat-obat lain yang dapat mempengaruhi sistem urinaria 5. 6ersedia menjadi subjek penelitian dengan menggunakan inform consent -. Subjek penelitian berjumlah 2 orang. tahun yang mengalami inkontinensia

3.3 "#kus Pene!itian .okus studi kasus dari penelitian ini adalah efektifitas terapi senam kegel terhadap penyembuhan lansia dengan inkontinensia urine 3.$ De%inisi O e&asi#na! Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian 'ariabel-'ariabel diamati(diteliti, perlu sekali 'ariabel-'ariabel tersebut diberi batasan atau 7definisi oparasional8. 2efinisi operasional ini juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap 'ariabel-'ariabel yang bersangkutan serta pengembangan instrumen (Notoatmodjo, 2 ! "+5% )dapun definisi operasional dari studi kasus ini adalah"

0.#.!

3ansia (3anjut Usia% 3anjut usia yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah seorang yang telah berumur - tahun atau lebih

0.#.2

9nkontinensia urine 9nkontinensia urine merupakan keluarnya urine tanpa ada kontrol untuk berkemih atau dalam artian lain inkontinensia urine merupakan keluarnya urine tanpa kehendak dari orang tersebut untuk mengekuarkan urine. &ada lansia penyebab tersering adalah karena melemahnya otot dasar panggul.

0.#.0

Senam 1egel 3atihan otot dasar panggul (senam kegel% merupakan bentuk latihan yang digunakan untuk membangun kembali kekuatan otot dasar panggul terutama pada sfingter uretra.

3.' Te( at dan )aktu Studi kasus ini dilakukan di :ilayah 1erja Unit &elaksana 4eknis &elayanan Sosial 3anjut Usia ;riya 1asih Siloam Malang, pada bulan januari sampai bulan februari 2 !# 3.* Teknik Pengu( u!an Data &engumpulan data madalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian. 3angkah-langkah dalam pengumpulan data bergantung pada rancangan penelitian dan teknik instrumen yang digunakan. Selama proses pengumpulan data, peneliti memfokuskan pada penyediaan subjek, melatih tenaga pengumpul data (jika diperlukan%, memperhatikan prinsip-prinsip 'aliditas dan reliabilitas, serta

menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi agar data dapat terkumpul sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan (Nursalam, 2 +"!!!%

)dapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah" 0.-.! :a/ancara :a/ancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk

mengumpulkan data, di mana peneliti mendapatkan keterangan atau informasi secara lisan dari seseorang sasaran penelitian (responden%, atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang tersebut (face to face%. <adi data tersebut diperoleh langsung dari rsponden melalui suatu pertemuan atau percakapan. :a/ancara sebagai pembantu utama dari metode obser'asi. ;ejala-gejala sosial yang tidak dapat terlihat atau diperoleh melalui obser'asi dapat digali dari /a/ancara (Notoatmodjo, 2 ! "!0,% 2alam penelitian ini digunakan teknik /a/ancara sebagai pedoman peneliti dalam menentukan subjek penelitian yang sesuai dengan syarat dan kriteria yang telah ditentukan 0.-.2 =bser'asi =bser'asi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah unutk mendapatkan data mengenai keadaan lansia yang mengalami inkontinensia sebelum melakukan latihan senam kegel dan setelah melakukan latihan senam kegel. 2alam menggunakan metode obser'asi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen ()rikunto, 2 -"22,%

3angkah-langkah pengumpulan data penelitian adalah sebagai berikut" 0.-.2.! Melakukan /a/ancara untuk mendapatkan data untuk memilih subjek sesuai dengan syarat dan kriteria yang telah ditetukan

0.-.2.2 Memberikan penjelasan kepada subjek tentang tujuan, teknik pelaksanaan, kerahasiaan data, keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan dari penelitian yang dilakukan terhadap subjek 0.-.2.0 Meminta kesediaan lansia yang telah terpilih sesuai syarat dan kriteria untuk bersedia menjadi subjek penelitian dengan menandatangani inform consent. 0.-.2.# Melakukan /a/ancara dan obser'asi kepada subjek penelitian sebelum dilakukan latihan senam kegel 0.-.2.5 Mengajari dan membimbing sunjek untuk melakukan latihan senam kegel 0.-.2.- Melakukan obser'asi dan /a/ancara setiap hari selama pengambilan data setelah dilakukan latihan senam kegel

3.+ Peng#!a,an dan Ana!isis Data Setelah data dikumpulkan, maka langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengolah data yang ada, karena data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian masih belum bisa untuk langsung disajikan. 4eknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyimpulkan hasil yang diperoleh dari tindakan yang telah dilakukan yaitu latihan senam kegel. 2ari hasil obser'asi dan /a/ancara yang telah dilakukan dapat dilihan perubahan yang terjadi pada lansia yang mengalami inkontinensia yang telah melakukan latihan senam kegel, baik sebelum maupun setelah dilakukan terapi latihan senam kegel. 2ari hasil obser'asi dan /a/ancara inilah, data yang diperoleh dan diolah akan ditarik kesimpulan secara umum tentang efektifitas terapi senam kegel terhadap penyembuhan lansia dengan inkontinensia urine.

3.- Pen.ajian Data >ara penyajian data penelitian dilakukan melalui berbagai bentuk. &ada umumnya dikelompokkan menjadi tiga, yakni penyajian dalam bentuk teks (textular%, penyajian dalam bentuk tabel, dan penyajian dalam bentuh grafik (Notoatmodjo, 2 ! "!++% &ada penelitian ini penulis memilih penyajian data dalam bentuk teks. &enyajian cara textular adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk uraian kalimat (Notoatmodjo, 2 ! "!++% 3./ Etika Pene!itian 0.,.! Informed Consent (lembar persetujuan menjadi responden% Merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed Consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan, dengan memberi lembar persetujuan untuk menjadi responden. 4ujuan informed consent adalah agar subjek mengetahui maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. <ika bersedia mereka harus menandatangani lembar persetujuan. <ika responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak responden. 6eberapa informedasi yang harus ada dalam informed consent adalah partisipasi pasien, tujuan dilakukannya penelitian, jenis data yang diperlukan, komitmen, prosedur pelaksanaan, potensial masalah yang akan terjadi, manfaat, kerahasiaan informasi (?idayat, 2 $"0,%.

0.,.2

Anomity (4anpa nama% Masalah etika kepera/atan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subyek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan (?idayat, 2 $"0,%.

0.,.0

Confidentiality (1erahasiaan% Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informedasi maupun masalahmasalah lainnya. Semua informedasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset (?idayat, 2 $"0,%.