Anda di halaman 1dari 74

PARASIT PADA SISTEM KARDIOVASKULER

FILARIASIS
Ada tiga spesies pada manusia: - Wuchereria bancrofti -Brugia malayi -Brugia timori
Distribusi geografis : - tropis dan subtropis - W.bancrofti : Afrika, Asia, Jepang, Taiwan, Filipina, Indonesia - B. malayi : asia tenggara, asia selatan, asia timur

HOST
Habitat : saluran dan kelenjar limfe Hospes definitif : manusia Hospes intermediet/vektor: - W. bancrofti : nyamuk Culex, Anopheles, Mansonia dan Aedes - B. malayi : nyamuk Anopheles, Mansonia dan Aedes Hospes reservoir : kera, kucing, anjing

Morfologi
Cacing Dewasa
Bentuk seperti rambut, filiform Panjang :2-50 cm Warna putih susu Betina ukuran lebih besar, ekor runcing - Jantan lebih kecil, ujung post melengkung ke ventral, mempunyai spikulae

Mikrofilaria
Wuchereria bancrofti
Panjang kepala=lebar kepala Terbungkus hyaline sheath Curva tubuh halus Tubuh terisi body nuclei yg teratur - Ujung ant : cephalic space - Ujung post : tdk mempunyai caudal nuclei

Brugia malayi
- Mempunyai lekukan sekunder (secondary kink) - Body nuclei : padat, overlapping, tidak teratur - Terminal/caudal nuclei : 2 buah - Panjang kepala=2xlebar kepala - Mempunyai sheath/selubung warna merah muda (Giemsa)

Brugia timori:
Panjang kepala=3xlebar kepala Body nuclei tidak teratur, mempunyai 2 caudal nuclei Mempunyai sheath/selubung warna pucat (Giemsa)

Larva stadium III:


Bentuk infektif Bentuk langsing panjang Panjang1200 mikron Pada ekor terdapat papila bulat

SIKLUS HIDUP WUCHERERIA BANCROFTI

SIKLUS HIDUP BRUGIA MALAYI

PATOGENESA DAN GEJALA KLINIK


1. Asimptomatis filariasis pada daerah endemis : cacing dewasa mengeluarkan mikrofilaria tanpa gejala yang jelas, terdapat pembesaran kelenjar limfe yang ringan. Bentuk dengan peradangan(Inflamatory filariasis) terjadi karena alergi thp bahan-bahan metabolit : limfangitis, funiculitis, epididymitis, orchitis gejala lain:demam, sakit kepala, muntah, lethargi, leukosiosis dan eosinofilia Bentuk penyumbatan terjadi fibrosis/obstruksi dari cacing dewasalymph varises, hidrocele, chyluria, hipertrofi (elephantiasis) pada B. malayi tidak pernah terjadi elephantiasis pada alat kelamin dan chyluria

2.

3. -

GEJALA KLINIS

DIAGNOSIS
Pemeriksaan :darah tepi, chyluria, eksudat, hydrocelemikrofilaria + Pemeriksaan darah tepi disesuaikan dengan: - periode laten/prepaten: periode mulai pertumbuhan cacing menjadi dewasa dan mengeluarkan mikrofilaria ke darah dan jaringan W.bancrofti : 6 bulan - periodesitas: merupakan adaptasi biologis dari parasit terhadap waktu optimal dari aktivitas vektor menggigit manusia W. bancrofti dan B. malayi : periodesitas nocturnal (maksimal banyak ditemukan pada tengah malam dan minimal pada tengah hari) Pemeriksaan lain : biopsi kelenjar, tes serologis

Pada pemeriksaan darah tepi mikrofilaria dapat tidak ditemukan : - permulaan fase alergi - setelah serangan limfangitis - elephantiasis - occult filariasis

TERAPI
Cacing dewasa : preparat ersan Mel W, Mel B Mikrofilaria : Diethyl carbamazin (DEC): 2 mg/kg. 3x/hr, selama 12 hari, efek samping : demam, atralgia, adenopathy, sakit kepala Ivermectin : single oral dose, dosis : 20-200 gr/kg Elephantiasis : tindakan operatif

TRYPANOSOMA dan LEISHMANIA

KLASIFIKASI
KELAS : MASTIGOPHORA ORDER : PROTOMONADIDA FAMILI : TRYPANOSOMATIDAE GENUS : 1. LEISHMANIA SPESIES : L. BRAZILIENSIS L.DONOVANI L.TROPICA

GENUS : 2. TRYPANOSOMA SPESIES : T. GAMBIENSE T. RHODESIENSE T. CRUZI

TRYPANOSOMA
HAEMOFLAGELLATA :
PARASIT BERFLAGELLA YANG BERGERAK AKTIF DALAM DARAH DAN LIMFE. MEMPUNYAI BEBERAPA BENTUK: LEISHMANIA / AMASTIGOT LEPTOMONAS / PROMASTIGOT CHRITIDIA / EPIMASTIGOT TRYPANOSOMA /TRYPOMASTIGOT

CIRI MORFOLOGI
BTK FUSIFORM, DATAR UJUNG ANT. RUNCING UJUNG POST.TUMPUL MPY FLAGELLA DI SEPANJANG TEPI UNDULATING MEMBRAN NUKLEUS BESAR, OVAL, KARIOSOM DI CENTRAL KINETOPLAST DI UJUNG POST.

PERGERAKAN :
WAVY SPIRAL MOVEMENT DGN MENGGUNAKAN FLAGELLA DAN UNDULATING MEMBRAN.

REPRODUKSI :
BINARY LONGITUDINAL FISSION

MAKANAN :
DARAH, LIMFE, CSF, DISINTEGRASI SEL VIT. B1,B3, B6 MEMACU PERTUMBUHAN

TRYPANOSOMA GAMBIENSE
PENYAKIT : GAMBIAN TRYPANOSOMIASIS MID AFRICAN SLEEPING SICKNESS DISTRIBUSI GEOGRAFIS :
AFRIKA BARAT DAN TENGAH, SENEGAL - SUDAN - ANGOLA

MORFOLOGI
UKURAN : P 15-30 , L1,5-3,5 MPY. DUA BENTUK YAITU : 1. BTK CRITHIDIAL DI KEL. LUDAH LALAT TSETSE 2. BTK TRYPANOSOMA DLM TBH LALAT DAN DARAH, LIMFE, CNS

DALAM DARAH : POLIMORFIK, YAITU MEMPUNYAI BENTUK YANG BERVARIASI : 1. PANJANG,LANGSING DAN MPY. FLAGELLA 2. PENDEK, GEMUK TIDAK BERFLAGELLA 3. INTERMEDIET

SIKLUS HIDUP
HABITAT : STADIUM AKUT : DARAH DAN LIMFE STADIUM LANJUT : KEL.LIMFE, LIEN, CSF

HOSPES VERTEBRATA : MANUSIA HOSPES INVERTEBRATA : LALAT TSETSE GLOSSINA PALPALIS, GLOSSINA PALPALIS FUSCIPES DAN GLOSSINA TACHINOIDES

LIFE CYCLE

PATOLOGI DAN GEJALA KLINIK


MASA INKUBASI :
14 HARI, TERJADI REAKSI INFLAMASI PADA TEMPAT GIGITAN.

MASA AKUT (TAHUN I) :


TRYPANOSOMA DALAM DARAH, SUTUL, SIST. LIMFATIKPROLIFERASI & NEKROSIS SEL RES DAN ENDOTHEL.

KLINIS : KERANDELS SIGN (DEEP


HYPERAESTHESIA ) WINTERBOTTOMS SIGN (Lymphadenopathy) DEMAM REMITTEN SAKIT KEPALA, LEMAH GANGGUAN GIT STADIUM TERMINAL : TIDUR : LED MENINGKAT, LEUKOSITOSIS MASA PEMBEKUAN DARAH MENINGKAT

LAB

MASA KRONIS (TAHUN II & III):


TRYPANOSOMA TERDAPAT DI CSF

DIAGNOSA :
ANAMNESA :DAERAH ENDEMIS GEJALA KLINIS PASTI : TRYPANOSOMA DLM DARAH, SUTUL, KLJ.LIMFE, CSF

MANIFESTASI KLINIS

TERAPI
SURAMIN (ANTRYPOL) TRYPARSAMIDE PENTAMIDIN MELARSOPOL (MEL B)

PROGNOSIS
STADIUM AWAL BAIK CSF JELEK TIDAK DITERAPI KRONIS, LATEN, KEMATIAN

EPIDEMIOLOGI
INSIDEN DAERAH ENDEMIS : 3-43 % USIA TERBANYAK : 20-40 TAHUN LAKI-LAKI > PEREMPUAN PENULARAN : 1. GIGITAN LALAT TSETSE SECARA MANFLY-MAN TRANSMISSION. 2. KONTAK SEKSUAL 3. KONGENITAL

PENULARAN OLEH LALAT DIPENGARUHI MUSIM, PERSEDIAAN MAKAN

PENCEGAHAN
MENGURANGI SUMBER INFEKSI DGN DETEKSI DINI DAN TERAPI YG ADEKUAT MELINDUNGI MANUSIA SUPAYA TIDAK TERINFEKSI KONTROL THD LALAT TSETSE INSEKTISIDA, SPRAYING, KONTROL BIOLOGIS DLL.

TRYPANOSOMA RHODESIENSE
PENYAKIT : RHODESIAN TRYPANOSOMIASIS EAST AFRICAN SLEEPING SICKNESS
DISTRIBUSI GEOGRAFIS : AFRIKA TIMUR, MELUAS DARI ETHIOPIA SAMPAI BOTSWANA. AFRIKA TENGAH DAN SELATAN.

MORFOLOGI
TIDAK BISA DIBEDAKAN DENGAN T. GAMBIENSE

SIKLUS HIDUP
SAMA DENGAN T.GAMBIENSE VEKTOR : GLOSSINA MORSITANS , G. PALLIDIPES, G. SWYNNERTONI HOSPES RESERVOAR : HEWAN LIAR DI HUTAN

GEJALA KLINIS
HAMPIR SAMA DGN T.GAMBIENSE NAMUN PROSESNYA LEBIH CEPAT DAN LEBIH FATAL. PENDERITA BISA MENINGGAL DALAM SATU TAHUN GEJALA YANG MENONJOL : FEBRIS PAROKSISMAL, EDEMA, MIOKARDITIS, LEMAH DAN GEJALA PSIKIS.

PERBEDAAN :
T. GAMBIENSE :
PADA MANUSIA CENDERUNG BTK KRONIS DENGAN PEMBESARAN KLJ. LIMFE DAHULU. PARASIT LEBIH BANYAK DITEMUKAN DARI ASPIRASI KLJ. LIMFE

T. RHODESIENSE :
LEBIH AKUT DGN GEJALA ENCEPHALITIS LEBIH CEPAT, TOKSEMIA, GAGAL JTG. MUDAH DITEMUKAN DALAM DARAH

DIAGNOSIS DAN TERAPI


SAMA DENGAN T. GAMBIENSE PROGNOSIS
STADIUM AWAL ANGKA KESEMBUHAN 48 % STADIUM LANJUT : 16 % TIDAK DITERAPI JELEK

EPIDEMIOLOGI
INSIDENNYA LEBIH RENDAH 2/3 TERJADI PADA LAKI-LAKI, 4/5 PADA ORANG DEWASA RESERVOAR HOST BERPERANAN PENTING PENCEGAHAN LEBIH SULIT

TRYPANOSOMA CRUZI
PENYAKIT :
AMERICAN TRYPANOSOMISIS CHAGAS DESEASE

DISTRIBUSI GEOGRAFIS :
AMERIKA, DAERAH TROPIS & SUBTROPIS AMERIKA LATIN, 25LU - 38LS

MORFOLOGI
DARAH : PANJANG TIPIS 20 PENDEK GEMUK 15 HAPUSAN : BTK SPT HURUF C INTI DI TENGAH KINETOPLAS BESAR TERDAPAT SEMUA BENTUK STADIUM

SIKLUS HIDUP
HOSPES VERTEBRTA : MANUSIA, TERNAK, BINATANG LIAR. HOSPES INVERTEBRATA : FAMILI REDUVIIDAE : TRIATOMA INFESTANS, T. SORDIDA, PANSTRONGYLUS MEGISTUS, & RHODNIUS PROLIXUS.

LIFE CYCLE

PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS


MASA INKUBASI : 1-2 MINGGU CHAGOMA PD TEMPAT GIGITAN ROMANAS SIGN STADIUM AKUT : TERJADI PARASITEMIA DAN MULTIPLIKASI INTRASELULER YG MENYEBAR KE SELURUH TUBUH. GEJALA : FEBRIS,MALAISE, TAKIKARDI, LIMPHADENOPATY, HEPATOSPLENOMEGALI

STADIUM KRONIS : KERUSAKAN SEL-SEL ORGAN : JANTUNG, MENINGOENCEPHALITIS. GEJALA : MIOKARDITIS KARDIOMEGALI GAGAL JANTUNG CHRONIC CHAGAS CARDIOPATHY MEGAOESOPHAGUS MEGACOLON

MANIFESTASI KLINIS

DIAGNOSIS
AKUT : MENEMUKAN PARASIT DLM DARAH KRONIS / SUBAKUT : - XENODIAGNOSIS - KULTUR DARAH TES SEROLOGIS : CFT

TERAPI
SIMPTOMATIS 8 AMINOQUINOLINE EFEKTIF UNTUK PARASIT DALAM DARAH.

PROGNOSIS
ANAK-ANAK DGN STAD. AKUT : MORTALITAS MENCAPAI 40 % DEWASA MUDA DGN INFEKSI JANTUNG KRONIS : MENINGGAL SEBELUM USIA 30-40 TAHUN. EPIDEMIOLOGI INSIDEN DI DAERAH ENDEMI : 12-17 %, DI AREA RURAL

PENULARAN : 1. KONTAK DENGAN FESES VEKTOR 2. TRANSFUSI DARAH 3. TRANSPLACENTAL HOSPES RESERVOAR : ANJING, KUCING, KAMBING, DOMBA, TIKUS, KELINCI, ARMADILLOS, BABI, DAN KELELAWAR. PENCEGAHAN : MEMBERANTAS VEKTOR, MELINDUNGI DARI GIGITAN VEKTOR, SURVEY SEROLOGIS SECARA PERIODIK

LEISHMANIA
DITEMUKAN PERTAMA KALI OLEH ROSS TAHUN 1913. ADA TIGA SPESIES YANG PENTING PADA MANUSIA : 1. L. DONOVANI VISCERAL LEISHMANIA KALA-AZAR 2. L. TROPICA CUTANEUS LEISHMANIA ORIENTAL SORE 3. L.BRAZILIENSIS MUCOCUTANEUS LEISHMANIA

MORFOLOGI
1. BENTUK LEISHMANIA/AMASTIGOT DALAM TUBUH MANUSIA/MAMALIA. BENTUK OVAL, TDD: NUKLEUS, KINETO PLAST DAN AXONEMA. UKURAN : 2-6 X 1-3 2. BENTUK LEPTOMONAS/PROMASTIGOT DALAM TUBUH INVERTEBRATA. BENTUK BERVARIASI : PYRIFORM, PANJANG LANGSING, SPINDLE SHAPE & MPY FLAGELLA. UKURAN : 14-20 X 1,5 - 4

SIKLUS HIDUP HOSPES VERTEBRATA : MANUSIA, MAMALIA LIAR /DOMESTIK HOSPES INVERTEBRATA : LALAT PHLEBOTOMUS / SANDFLIES REPRODUKSI : BINARY FISSION

LIFE CYCLE

SAND FLY

LEISHMANIA DONOVANI
PENYAKIT : VISCERAL LEISHMANIA, KALA-AZAR, DEMAM DUMDUM, TROPICAL SPLENOMEGALI.
DISTRIBUSI GEOGRAFIS : AFRIKA, ASIA, EROPA, TIMUR TENGAH, AMERIKA TENGAH DA SELATAN

ADA TIGA TIPE : 1. KALA-AZAR KLASIK DARI INDIA TERUTAMA MENYERANG ORANG DEWASA. TIDAK TERDAPAT PD ANJING. HOSPES RESERVOAR TIDAK ADA 2. KALA-AZAR INFANTIL/MEDITERANIA DI NEGARA-NEGARA MEDITERANIA, CINA, ASIA TENGAH, AMERIKA TENGAH&SELATAN. BANYAK TERDAPAT PADA ANJING. HOSPES RESERVOAR :SERIGALA,ANJING LIAR

3. KALA-AZAR SUDAN MENYERANG ORANG DEWASA TIDAK TERDAPAT PADA ANJING HOSPES RESERVOAR TIDAK DIKETAHUI PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS MASA INKUBASI : 2 MGG - 9 TAHUN TERJADI SUMBATAN DAAN KERUSAKAN SEL RES, TERUTAMA DI LIEN, HEPAR, KLJ. LIMFE, SUTUL DAN INTESTINE.

GEJALA KLINIS : DEMAM SPT MALARIA, DOUBLE DAILY RISE DIARE, VOMITTING, PERDARAHAN GUSI, NYERI EXTREMITAS, BB TURUN HEPATOSPLENOMEGALI, LYMPHADENOPATI PERUBAHAN WARNA & ULKUS PD KULIT POST KALA-AZAR DERMAL LESHMANIASIS 1-2 TH. SETELAH SEMBUH DARI VISCERAL LEISHMANIASIS.

MANIFESTASI KLINIS

DIAGNOSIS
MENEMUKAN AMASTIGOT DALAM DARAH ATAU ASPIRASI LIEN, SUTUL & KLJ.LIMFE KULTUR : MEDIA NNN DAN SCHNEIDER TES SEROLOGIS :IFAT, CIEP, ELISA TERAPI DIET TKTP PENTAVALEN ANTIMONIUM, DIAMIDIN AROMATIK (ANTI LIESHMNIA) ANTIBIOTIKA :SULFONAMID (INF.SEKUNDER)

PROGNOSIS
TIDAK DITERAPI ANGKA MORTALITAS : - 90-95 % PD ORANG DEWASA - 75-85 % PD ANAK-ANAK TERAPI MENURUNKAN MORTALITAS MENJADI SEPEREMPATNYA EPIDEMIOLOGI MANUSIA SUMBER INFEKSI PENTING ANJING MPY PERANAN PENTING PD TIPE INFANTIL.

PENULARAN : - MANUSIA KE MANUSIA - ANJING KE MANUSIA - TRANSFUSI DARAH PENCEGAHAN : - MENGOBATI PENDERITA - MEMBERANTAS PENYAKIT PADA ANJING - KONTROL THD LALAT : INSEKTISIDA, MERUSAK TEMPAT PERINDUKAN

LEISHMANIA TROPICA
PENYAKIT : CUTANEUS LEISHMANIASIS, ORIENTAL SORE, DELHI ULCER, ALLEPPO DISTRIBUSI GEOGRAFIS : TIMUR TENGAH, AFGANISTAN, INDIA, NEGARA-NEGARA MEDITERANIA, AFRIKA UTARA

ADA DUA TIPE : 1. TIPE KERING/URBAN BENTUK KRONIS, ULCERASI LAMBAT 2. TIPE BASAH / RURAL BENTUK AKUT, ULCERASI CEPAT
PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS TERJADI INVASI MONOSIT DAN HISTIOSIT PD ULKUS, DIIKUTI DENGAN PENETRASI MACROPHAGE, SEL PLASMA DAN LIMFOSIT, MENGAKIBATKAN ULCERASI PD DERMIS SEMBUH : FIBROSIS

GEJALA KLINIS : MASA INKUBASI 2-8 BULAN PAPULAKRUSTA BASAH MEMBENTUK ULKUS DGN TEPI YG MENINGGI EROSI PADA BAGIAN TEPI MELEBAR : 25-70 mm SEMBUH SENDIRI DALAM 1-2 TAHUN TIDAK SEMBUH : LEISHMANIASIS RECIDIVAN OLEH KARENA REAKSI ALERGI

DIAGNOSIS
MENEMUKAN AMASTIGOT DR. ULKUS/NODUL KULTUR BAHAN DARI ULKUS

MANIFESTASI KLINIS

TERAPI
SISTEMIK : NEOSTIBOSAN LOKAL : KUINAKRIN, STIBOFEN, SINAR RONTGEN, ANTIBIOTIKA (INF.SEKUNDER), ELEKTROKOAGULASI. PENCEGAHAN MEMBERANTAS HOSPES RESERVOAR : TIKUS, GERBIL, HYRAXES DAN LALAT PHLEBOTOMUS. MENUTUP LUKA DAN IMUNISASI AKTIF

LEISHMANIA BRAZILIENSIS
PENYAKIT : AMERICAN LEISHMANIASIS, MUCOCUTANEUS LEISHMANIASIS, NASOPHARYNGEAL LEISHMANIASIS. DISTRIBUSI GEOGRAFIS : MULAI DARI YUCATAN, MEKSIKO SAMPAI MELIPUTI AMERIKA SELATAN, ANTARA 21LU - 25 LS.

ADA TIGA TIPE : 1. TIPE MEKSIKO (CHICLE ULCER) TERUTAMA MENGENAI TELINGA, KRONIS, PARASIT SEDIKIT, TIDAK METASTASE KE MUKOSA. 2. TIPE UTA SEPERTI ORIENTAL SORE, JARANG METASTASE KE MUKOSA. 3. TIPE ESPUNDIA MENYEBAR KE KULIT DAN MUKOSA.

SIKLUS HIDUP
VEKTOR : SANDFLIES, GENUS LUTZOMYIA DAN PSYCHODOPYGUS. HOSPES RESERVOAR : TIKUS DAN BINATANG LIAR. PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS SEPERTI CUTANEUS LEISHMANIASIS. PADA TIPE ESPUNDIA TERJADI PERLUASAN KE MEMBRAN MUKOSA ATAU METASTASE MELALUI DARAH DAN LIMFE, MENGAKIBATKAN :

EROSI PADA NASOPHARYNX ATAU PALATUM. KERUSAKAN PADA SEPTUM NASAL, BIBIR DAN LARYNX SERTA PERFORASI PALATUM. KECACATAN.

DIAGNOSIS
MENEMUKAN AMASTIGOT DARI BAHAN BIOPSI JARINGAN DI TEPI ULKUS. TES MONTENEGRO/TES KULIT LEISHMANIN: INJEKSI INTRADERMAL ANTIGEN, POSITIF JIKA DIAMETER INDURASI : >5 mm

MANIFESTASI KLINIS

TERAPI
ANTI LEISHMANIA : - NEOSTIBOSAN I.V - STIBOFEN,NATRIUM ANTIMONIUM TARTRAT - PIRIMETAMIN DAN SIKLOGUANIL PAMOAT ANTIBIOTIKA UNTUK INFEKSI SEKUNDER PROGNOSIS TIPE MEKSIKO DAN UTA : BAIK TIPE ESPUNDIA : JELEK