Anda di halaman 1dari 19

ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA LAPORAN PENDAHULUAN I. Kasus : Perubahan persepsi sensori: halusinasi II.

Proses ter a!"#$a %asa&a' A. Pe#(ert"a# Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan di mana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh/baik. Individu yang mengalami halusinasi seringkali beranggapan sumber atau penyebab halusinasi itu berasal dari lingkungannya, padahal rangsangan primer dari halusinasi adalah kebutuhan perlindungan diri secara psikologik terhadap kejadian traumatik sehubungan dengan rasa bersalah, rasa sepi, marah, rasa takut ditinggalkan oleh orang yang diicintai, tidak dapat mengendalikan dorongan ego, pikiran dan perasaannya sendiri. ( udi !nna "eliat, #$$$). B. Teor" $a#( %e# e&as)a# 'a&us"#as" %eori yang menjelaskan terjadinya halusinaasi (&tuart dan &undeen, #$$') adalah sebagai berikut: %eori iokimia %erjadi sebagai respon terhadap stress yang mengakibatkan terlepasnya (at halusinogenik neurotic (bu))o)enon dan dimethytrans)erase) %eori Psikoanalisis *erupakan respon ketahanan ego untuk mela+an rangsangan dari luar yang mengancam dan ditekan untuk muncul dalam alam sadar *. Re#ta#( Res+o# Ha&us"#as"

,espon !dapti) ,espon !dapti) / ,espon 0ogis -istorsi Pikiran / -istorsi pikiran

,espon maladaptive .ejala Pikiran / -elusi Halusinasi

/ ,espon akurat / Perilaku sesuai / 1mosi sosial

/ Perilaku aneh / tidak sesuai / *enarik diri

/ Perilaku diorganisasi / &ulit berespon dengan pengalaman

.ambar #. ,entang ,espon Halusinasi (&tuart 2 0araia, 344') D. Je#"s !a# Kara)ter"st") Ha&us"#as" erikut akan dijelaskan mengenai ciri/ciri yang objekti) dan subjekti) pada klien dengan halusinasi 5enis halusinasi Ha&us"#as" De#(ar -ata objekti) icara/terta+a sendiri -ata subjekti) *endengar suara atau suara atau bercakap/ suara yang melakukan

(klien mendengar suara/ bunyi *arah/marah tanpa sebab kegaduhan yang tidak ada hubungannya *endekatkaan telinga kearah *endengar dengan stimulus yang nyata) mengajak tertentu. *endengar suara atau cakap *enutup telinga kebisingan, paling sring suara *endengar kata yang jelas, berbicara mengajak dengan klien bahkan sampai percakapan kedua dimana perkataan disuruh lengkap antara penderita klien untuk halusinasi. mendengar pasien melakukan

yang berbahaya.

Pikiran yang terdengar jelas bah+a

sesuatu kadang 6 kadang dapat membahayakan. Ha&us"#as" Pe#(e&"'ata# (klien melihat gambaran yang jelas/samar terhadap *enunjuk/nunjuk tertentu sesuatau kearah *elihat sinar, geometris, melihat monster hantu bayangan, bentuk kartun, atau

adanya "etakutan pada stimulus yang nyata daari yang tidak jelas lingkungan dan orang lain tidak melihatnya) &timulus kilatan panorama penglihatan cahaya, yang dalam gambar luas dan

geometris, gambar karton atau

kompleks. berupa

Penglihatan sesuatu

dapat yang

menyenangkan / sesuatu yang menakutkan seperti monster. Ha&us"#as" Pe#,"u%a# (klien mencium suatu bau yang *engendus/endus seperti *embaui seperti )eses, kadang tersebut menyenangkan klien bagi dan bau/bauan urine, kadang/ bau/bauan

membaui bau/bauan tertentu

darah,

muncul dari sumber tertentu *enutup hidung tanpastimulus yang nyata) *embau bau/bau seperti darah, urine, )eses umumnya bau/ bau yang tidak menyenangkan. Halusinasi penciuman biasanya akibat stroke, tumor, kejang dan demensia. Ha&us"#as" Pe#(e,a+a# &ering meludah

*erasakan seperti darah, atau )eses

rasa urine

(klien merasakan sesuatu yang *untah tidak nyata, biasanya merasakan rasa makanan yang tidak enak) Ha&us"#as" K"#estet") (klien merasakan badanya bergerak disuatu ruangan atau anggota badanya bergerak) Ha&us"#as" Pera-aa# (klien merasakan sesuatu pada kulitnya tanpa ada stimulus yang nyata) Ha&us"#as" V"s,era& (perasaan tertentu yang timbul dalam tubuhnya) E. Fase Ha&us"#as" *emegang dan tidak badannya normal *emegang anggoata sendiri kakinya badan yang

atau *engatakan lain badaantya diudara bergerk

yang dianggapnya bergerak

*enggaruk/garuk permukaan *engatakan kulit kulitnya. *engatakan

ada

serangga dipermukaan seperti

tersengan listrik yang *engatakan perutnya mengecil minum softdrink setelah seperti

dianggapnya berubah bentuk biasanya

Halusinasi yang dialami klien bila berada intensitasnya dan keparahan (&tuart 2 0araia,344#) membagi halusinasi klien mengendalikan dirinya semakin berat halusinasinya. "lien semakin berat mengalami ansietas dan makin dikendalikan oleh halusinasinya. %ahapan terjadinya halusinasi terdiri dari 7 )ase menurut &tuart dan 0araia (344#) dan setiap )ase memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu: #. Fase I ( 8om)orting / ansietas sebagai halusinasi menyenangkan ) Karakteristik : Pada )ase ini klien mengalami perasaan mendalam seperti ansietas, kesepian, rasa bersalah dan takut serta mencoba untuk ber)okus pada pikiran yang menyenangkan untuk meredakan ansietas. Perilaku klien : -i sini dapat dilihat perilaku klien tersenyum, terta+a yang tidak sesuai, menggerakkan lidah tanpa suara, pergerakan mata yang cepat, diam dan asyik sendiri. 3. Fase II ( 8ondemning / ansietas berat halusinasi memberatkan ) Karakteristik : Pengalaman sensori menjijikkan dan menakutkan. "lien mulai lepas kendali dan mungkin mencoba untuk mengambil jarak dirinya dengan sumber yang dipersepsikan. Perilaku klien : -isini terjadi peningkatan tanda/tanda sistem sara) otonom akibat ansietas seperti peningkatan tanda/tanda vital (denyut jantung, pernapasan dan tekanan darah), asyik dengan pengalaman sensori dan kehilangan kemampuan untuk membedakan halusinasi dengan realita. .. Fase III Karakteristik : "lien berhenti menghentikan perla+anan terhadap halusinasi dan menyerah pada halusinasi tersebut. Perilaku klien : -i sini klien sukar berhubungan dengan orang lain, berkeringat, tremor, tidak mampu mematuhi perintah dari orang lain dan berada dalam kondisi yang sangat menegangkan terutama jika akan berhubungan dengan orang lain.

7. Fase IV ( 8on9uering / Panik umumnya menjadi le(at dalam halusinasinya )

Karakteristik : Pengalaman sensori menjadi mengancam jika klien mengikuti perintah halusinasi. Perilaku klien : -i sini terjadi perilaku kekerasan, agitasi, menarik diri, tidak mampu berespon terhadap perintah yang kompleks dan tidak mampu berespon lebih dari # orang. "ondisi klien sangat membahayakan. F. Proses Ter a!"#$a Ha&us"#as"

Faktor predisposisi biologis


Abnormalitas perkembangan sistem saraf, lesi daerah frontal, dopamine neurotransmitter, pembesaran ventrikel, gangguan tumbang,, factor biokimia.

psikologis
Penolakan atau tindakan kekerasan dalam rentang hidup klien

sosiocultural
kemiskinan, konflik sosial budaya (perang, kerusuhan, bencana alam) dan kehidupan yang terisolasi disertai stress, tinggal di ibukota.

Faktor presipitasi sifat


Bio:kelelahan,obat-obatan, delirium, intoksikasi alkohol Psiko: cemas yang berlebihan Sosial:gangguan interaksi sosial Spiritual: hilangnya akti itas ibadah, kehampaan hidup

!umlah
Kuantitas halusinasi muncul pada klien

asal

"aktu
Frekuensi halusinasi muncul pada klien

Penilaian terhadap stressor

kognitif
penurunan fungsi ego

afektif
Ansietas dari ringan sampai berat

fisiologis
&angguan dalam komunikasi dan putaran balik otak

perilaku
curiga, ketakutan, rasa tidak aman, gelisah, bingung, perilaku merusak diri, kurang perhatian, tidak mampu mengambil keputusan, bicara inkoheren, bicara sendiri, tidak membedakan yang nyata dengan yang tidak nyata..

sosial
%lien asyik dengan halusinasinya, seolah-olah ia merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan akan interaksi sosial, kontrol diri dan harga diri yang tidak didapatkan dalam dunia nyata

Sumber koping %emampuan personal


ketrampilan yang dimiliki klien

'ukungan sosial
dukungan emosional dan bantuan yang didapatkan untuk penyelesaian tugas, pengetahuan dan kemampuan keluarga memberikan asuhan

(set material
modal ekonomi yang dimiliki klien dan keluarga

%eyakinan positif
teknik pertahanan dan moti asi

*ekanisme koping
#egresi Proyeksi $enarik diri

III. a. Po'o# Masa&a'

akibat

erilaku kekerasan Resiko tinggi menciderai diri sendiri, orang lain dan lingkungan

masalah utama isolas i

Gangguan persepsi sensori:halusinasi Rangsangan internal meningkat, rangsang eksternal menurun Menarik diri Harga diri rendah Deficit perawatan diri Koping individu tidak efektif

penyebab Kerusakan interaksi sosial

Faktor predisposisi -. Data $a#( +er&u !")a " -ata :byekti) "lien berbicara dan terta+a sendiri "lien bersikap seperti mendengar/melihat sesuatu "lien berhenti bicara ditenga kalimat untuk mendengarkan sesuatu -isorientasi

Faktor presipitasi

-ata &ubyekti) "lien mengatakan mendengar bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata "lien mengatakan melihat gambaran tanpa ada stimulus yang nyata "lien mengatakan mencium bau tanpa stimulus "lien merasa makan sesuatu "lien merasa ada sesuatu pada kulitnya "lien takut pada suara/bunyi/gambar yang dilihat

dan didengar "lien ingin memukul/melempar barang/barang IV. D"a(#osa Ke+era/ata# .angguan Persepsi &ensori: halusinasi. V. Re#,a#aT"#!a)a# Ke+era/ata# -iagnosa : gangguan persepsi/sensori: halusinasi %ujuan : "lien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi "lien dpat membina hubungan saling percaya "lien dapat menyebutkan penyebab menarik diri *an)aat hubungaan dengan orang lain dan tidak berhubungan dengan orang lain "lien melaksanakan hubungan secara bertahap "lien dapat mengungkapkan perasaan dengan orang lain "lien dapat berdayakan system pendukung atau keluarga

"riteria evaluasi : ;ajah klien cerah, tersenyum, klien mau berkenalan, ada kontak mata, klien bersedia menceritakan masalahnya. "lien dapat menyebutkan menarik disi berasal dari diri sendiri, orang lain dan lingkungan. "lien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain. "lien dapat mendemonstrasikan hubungan social secara bertahap antara kien/ pera+at/pera+at lain, klien/pera+at/pera+at lain/klien/lain, klien/pera+at/ keluarga/ kelompok masyarakat. "lien dapat mengungkapkan perasaanberhubungan dengan orang lain untuk diri sendiri. "lien dapat menjelaskan perasaannya, menjelaskan cara pera+at klien menarik diri dan berpartisipasi dalam oera+atan klien menarik diri

SP

T"#!a)a# Ke+era/ata#

T"#!a)a# Ke&uar(a

#. *engidenti)ikasi jenis halusinasi pasien 3. *engidenti)ikasi isi halusinasi pasien <. *engidenti)ikasi +aktu halusinasi pasien 7. *engidenti)ikasi )rekuensi halusinasi pasien '. *engidenti)ikasi situasi yang menimbulkan halusinasi =. *engidenti)ikasi respons pasien terhadap halusinasi. >. *engajarkan pasien menghardik halusinasi ?. *enganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jad+al kegiatan harian #. 1valuasi &P # 3. *engevaluasi jad+al kegiatan harian pasien <. *elatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap/cakap dengan orang lain 7. *enganjurkan pasien memasukkan dalam jad+al kegiatan harian #. 1valuasi &P 3 3. *engevaluasi jad+al kegiatan harian pasien <. *elatih pasien mengendalikan halusinasi dengan melakukan kegiatan (kegiatan yang biasa dilakukan pasien di rumah) 7. *enganjurkan pasien memasukkan dalam jad+al

#. *endiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam mera+at pasien 3. *enjelaskan pengertian, tanda dan gejala halusinasi, dan jenis halusinasi yang dialami pasien beserta proses terjadinya <. *enjelaskan cara/cara mera+at pasien halusinasi

#. 1valuasi &P # 3. *elatih keluarga mempraktekkan cara mera+at pasien dengan halusinasi <. *elatih keluarga melakukan cara mera+at langsung kepada pasien halusinasi

<

#. 1valuasi &P 3 3. *embantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat (discharge planning) <. *enjelaskan )ollo+ up pasien setelah pulang

kegiatan harian #. 1valuasi &P < 3. *engevaluasi jad+al kegiatan harian pasien <. *emberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur 7. *enganjurkan pasien memasukkan dalam jad+al kegiatan harian

VI. Da0tar Pusta)a &tuart .; &undeen. #$$'. Buku Saku Keperawatan Jiwa. 5akarta: 1.8. "eliat udi !na. #$$$. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Edisi I. 5akarta: 1.8. @itria, Aita. 344$. Prinsip Dasar Dan Aplikasi Penulisan aporan Pendahuluan dan Strate!i *edika Pelaksanaan "indakan Keperawatan untuk # Dia!nosa Keperawatan Jiwa Ba!i Pro!ram S$ Keperawatan . 5akarta: &alemba

ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA LAPORAN PENDAHULUAN STRATE1I PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN HARI KE 2 A. #. Proses Ke+era/ata# "ondisi Ay. Isti9omah, '< tahun. "lien terlihat bicara sendiri. "lien terlihat nyaman dengan suara/suara yang dia dengarkan dan mengatakan sedang berbicara dengan anaknya yang berjumlah 33 orang. 3. <. -iagnosa "epera+atan Perubahan Persepsi &ensori: Halusinasi %ujuan "husus/&P II "lien dapat membina hubungan saling percaya, dengan kriteria sebagai berikut. a. 1kspresi +ajah bersahabat b. *enunjukkan rasa senang c. "lien bersedia diajak berjabat tangan d. "lien bersedia menyebutkan nama e. !da kontak mata ). 7. "lien bersedia duduk berdampingan dengan pera+at g. "lien bersedia mengutarakan masalah yang dihadapi. *embantu klien mengenali halusinasi *engajarkan klien mengontrol halusinasinya dengan mengobrol bersama keluarganya. ,encana %indakan "epera+atan ina hubungan saling percaya dengan prinsip komunikasi terapeutik. a. &apa klien dengan ramah baik verbal maupun nonverbal b. Perkenalkan diri dengan sopan c. %anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien d. 5elaskan tujuan pertemuan e. 5ujur dan menepati janji ). g. %ujukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. eri perhatian kepada klien dan perhatikan kebtuhan dasar klien.

antu klien mengenal halusinasinya yang meliputi isi, +aktu terjadi halusinasi, )rekuensi, situasi pencetus, dan perasaan saat terjadi halusinasi hal/hal berikut.

0atih klien untuk mengontrol halusinasi dengan cara mengobrol bersama keluarganya apabila ada hal yang ingin diceritakan.

B. 2.

STRATE1I KOMUNIKASI Or"e#tas" &alam %erapeutik B&elamat pagi, assalamualaikum bu, perkenalkan nama saya -iena @ithriana boleh panggil saya -iena, saya dari "epera+atan mahasis+anya Pak apaCD 1valuasi/validasi B agaimana kabarnya Ibu hari ini C agaimana tidurnya tadi malamCD "ontrak a. %opik: B!pakah Ibu tidak keberatan untuk ngobrol dengan sayaC *enurut Ibu sebaiknya kita ngobrol apa yaC !pakah kita bisa ngobrol tentang kegiatan ibu sehari/hari buCD b. ;aktu: B erapa lama kira/kira kita bisa ngobrolC Ibu maunya berapa menitC !pa 34 menit sajaC agaimana uCD c. %empat: E"ita ngobrol dimana buCD ra+ijaya dan agio. Ibu, namanya siapaC senang dipanggil dengan

3.

Ker a B aiklah, kalau begitu hari ini saya akan mengobrol dengan ibu selama 34 menit ya.D BIbu tinggal di sini sama siapa saja buCD B!pakah ibu sering mengobrol dengan keluarga ibu yang berada di rumahCD B!pakah ibu bisa menyebutkan nama saudara ibu satu persatu buCD (sampai bisa menyebutkan beberapa nama saudaranya) B!pa kegiatan Ibu sehari/hariCD B!pakah ibu membantu pekerjaan rumah sehari/hariCD B"alau memang membantu dan ada di rumah, saya boleh bertemu dengan saudaranya buCD *aa) ya bu, tetapi menurut ibunya bu isti, bu isti hanya mempunyai ank # orang saja bernama mbak Fl)a. B!pakah benar namanya mbk Fl)a ya bu istiCD

B iasanya kalau ibu pengen cerita sesuatu seperti masakan atau masalah lain, bercerita sama siapaCD B egini bu, u isti mengerti keuntungan mengobrol dengan ibu atau adik dari bu istiCD 5adi keuntungannya adalah ibu bisa mendapat pemecahan masalah karena ibu atau adik bu isti sudah de+asa, daripada bu isti memikirkannya sendiri.D B"alau dengan anaknya bu isti kan katanya jarang di rumah, suka main, dan mbak ul)a juga sedang kuliah di malang, jadi apakah bu isti mau untuk mencoba mengobrol dengan ibunya bu istiCD B"alau saya kesini lagi, saya ingin ngobrol dengan bu isti dan ibunya juga yaCD .. Ter%"#as" 1valuasi subjekti) B&ekarang bagaimana perasaan Ibu setelah kita mengobrol tadiC *erasa senang atau tidak dengan cara yang kita bicarakan tadiCD 1valuasi :bjekti) B&ekarang bu isti bisa menyimpulkan apa yang kita bicarakan tadiCD B!pa saja keuntungan mengobrol dengan ibunya atau adiknya bu istiCD ,encana %indak 0anjut B"alau begitu, ibu harus mempraktekkan mengobrol tiap kali ada hal yang mengganjal ya buCD tidak boleh disimpan sendiri karena mengobrol dengan keluarga itu banyak keuntungannyaD. "ontrak yang akan datang B u, bagaimana kalau minggu depan ketika saya kesini lagi, kita ngobrol lagi tentang pengobatan yang dulu sempat berhenti ya buCD B!pakah satu minggu lagi saya boleh kesini lagi buCD B&aya permisi dulu ya bu isti9omah, terima kasih sudah mau mengobrol dengan saya.D

ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA LAPORAN PENDAHULUAN STRATE1I PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN HARI KE 3 A. Proses Ke+era/ata# #. "ondisi Ay. Isti9omah, '< tahun. "lien terlihat sedang sibuk menulis. "lien tampak nyaman dengan kesibukannya. Ay.Isti9omah sudah tidak mau melanjutkan pengobatan karena merasa sehat dan tidak menderita penyakit apapun. 3. -iagnosa "epera+atan Perubahan Persepsi &ensori: Halusinasi <. %ujuan "husus/&P 7 "lien dapat membina hubungan saling percaya *engevaluasi jad+al kegiatan harian pasien *emberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur *enganjurkan pasien memasukkan dalam jad+al kegiatan harian

7. ,encana %indakan "epera+atan ina hubungan saling percaya dengan prinsip komunikasi terapeutik. a. &apa klien dengan ramah baik verbal maupun nonverbal b. Perkenalkan diri dengan sopan c. %anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien d. 5elaskan tujuan pertemuan e. 5ujur dan menepati janji ). g. teratur. %unjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. eri perhatian kepada klien dan perhatikan kebtuhan dasar klien.

0atih klien untuk mengontrol halusinasi dengan cara minum obat yang

B. STRATE1I KOMUNIKASI 2. Or"e#tas" &alam %erapeutik B&elamat pagi, assalamualaikum bu, buCD !&aya ,i(a bu, yang kemarin kesini.D BAah bu, sesuai kesepakatan kita kemarin, hari ini saya akan bertanya tentang kegiatan mengobrol kemarin ya buCD B"ita juga akan membicarakan tentang pengobatan ibu yang berhentiD B agaimana buC tidak keberatan kan bu istiCD 1valuasi/validasi B agaimana kabarnya Ibu hari ini CD "ontrak d. %opik: B u isti, seperti yang saya bilang tadi, hari ini kita kan kita akan mengobrol tentang pengobatan ibu yang berhentiD. e. ;aktu: B erapa lama kira/kira kita bisa ngobrolC Ibu maunya berapa menitC !pa 34 menit seperti di pertemuan pertamaC agaimana uCD ). 3. Ker a B aiklah, kalau begitu hari ini kita akan mengobrol selama 34 menit seperti kemarin ya buCD. B agaimana bu dengan kegiatan mengobrol yang kemarin kita bicarakanCD B!pakah sudah dilakukan dengan ibunya bu istiCD B aiklah kalau begitu, kalau boleh saya tau, mengapa bu isti berhenti melakukan pengobatanCD. B!pakah bu isti sebelumnya melakukan pengobatanCD. B!pakah u isti mengetahui tentang man)aat obat yang dulu diberikan pada ibuCD (menunggu sampai bu isti menja+ab semampunya) B&ebelumnya pernah minum obat apa saja buCD. BAah bu isti,obat itu sebenarnya bukan hanya untuk orang sakit, tetapi orang sehat saja juga banyak yang mengonsumsi obat seperti vitaminD. B egini bu, man)aat penggunaan obat secara teratur ada banyak. Gang pertama adalah ibu dapat menjadi lebih tenang, tidak gampang marah dan ibu juga akan merasa lebih sehatD. %empat: E"ita ngobrol disini saja ya bu isti9omahD. u isti9omah masih ingat sama saya

B!pakah bu isti9omah sudah mengerti dengan penjelasan saya buCDbagaimana menurut bu isti9omahCD B"alau bu isti9omah tidak mau untuk disuntik, bagaimana kalau di ganti dengan pil saja buCD. B u isti9omah tidak apa/apa kalau mau memikirkan dulu untuk pengobatannya ya buD. '. Ter%"#as" 1valuasi subjekti) B&ekarang bagaimana perasaan Ibu setelah kita mengobrol tadiC Ibu merasa senang atau bosan dengan apa yang kita bicarakan tadiCD 1valuasi :bjekti) B u isti9omah bisa menyimpulkan bu yang telah kita bicarakan tadiCD B!pa saja keuntungan dengan minum obat tadi buCD ,encana %indak 0anjut B"alau begitu, ibu pikirkan dulu bagaimana perubahan ibu dulu ketika sudah mengonsumsi obat pertama kali dan jangan lupa untuk tetap menerapkan cara yang mengobrol dengan keluarga ya buD. "ontrak yang akan datang B u, berarti minggu depan ketika saya kesini lagi, ibu isti9omah sudah bisa menetukan mau menggunakan obat dengan suntik atau pil ya buCD. B*inggu depan juga kita akan membahas tentang kegiatan yang bisa dilakukan sehari/hari ya buCD. B&aya permisi dulu ya bu isti9omah, terima kasih sudah mau mengobrol dengan saya.D

ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA LAPORAN PENDAHULUAN STRATE1I PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN HARI KE . A. Proses Ke+era/ata# #. "ondisi Ay. Isti9omah, '< tahun. "lien terlihat sedang membersihkan rumahnya. "lien tampak murung dan sesekali tampak mengobrol dengan ibunya. 3. -iagnosa "epera+atan Perubahan Persepsi &ensori: Halusinasi <. %ujuan "husus "lien dapat membina hubungan saling percaya *engevaluasi jad+al kegiatan harian klien *elatih klien mengendalikan halusinasi dengan melakukan kegiatan (kegiatan yang biasa dilakukan pasien di rumah) *enganjurkan klien memasukkan dalam jad+al kegiatan harian

'. ,encana %indakan "epera+atan ina hubungan saling percaya dengan prinsip komunikasi terapeutik. a. &apa klien dengan ramah baik verbal maupun nonverbal b. Perkenalkan diri dengan sopan c. %anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien d. 5elaskan tujuan pertemuan e. 5ujur dan menepati janji ). g. %unjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. eri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien.

0atih klien untuk mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan klien di rumah

B. STRATE1I KOMUNIKASI 2. Or"e#tas" &alam %erapeutik B&elamat pagi, assalamualaikum bu, buCD !&aya ,i(a bu, ini pertemuan kita yang ketiga ya buC.D BAah bu, sesuai kesepakatan kita kemarin, hari ini kita akan membahas tentang kegiatan yang dilakukan sehari/hari ya buCD. 1valuasi/validasi B agaimana kabarnya Ibu hari ini CD. !pakah tidurnya nyenyak tadi malam buCD. "ontrak a. %opik: B u isti, seperti yang saya bilang tadi, hari ini kita kan kita akan mengobrol tentang pengobatan ibu yang berhentiD. b. ;aktu: B erapa lama kira/kira kita bisa ngobrol untuk hari iniC !pa 34 menit seperti di pertemuan sebelumnyaC uCD c. %empat: E"ita ngobrol disini saja ya bu isti9omahD. 3. Ker a B agaimana bu dengan obrolan kita pada pertemuan selanjutnyaCD. B!pakah ibu sudah memikirkan tentang penggunaan obat yang akan dipakaiCD. B&ekarang saya ingin bertanya lagi, apakah man)aat obat menurut ibuCD. B&aya juga minum obat bu istiD. (sambil menunjukkan obat antasida yang sedang saya ba+a). B"alau memang mau, saya sudah ba+akan ibu untuk obat suntiknya, tetapi kalau tidak mau, saya akan merekomendasikan ke puskesmas untuk memberikan obat berupa pilD. BAgomong/ngomong, anaknya ibu yang kata ibu ada di rumah sekarang berada dimana ya buCD B"alau misalnya tidak ada, mungkin saja memang tidak ada bu, soalnya anaknya bu isti9omah itu cuma satu yaitu mbak Fl)a yang sekarang berada di *alangD. Bibu juga susah kan mengingat nama anak/anaknya, ya karena memang tidak ada bu.D B&ekarang begini saja bu, sesuai dengan kesepakatan kemarin, kita akan membahas kegiatan apa saja yang ibu lakukan di rumah ya buCD. agaimana u isti9omah masih ingat sama saya

B"alau pagi,apa saja yang ibu lakukan bu istiCD. B erarti setelah memasak, ibu isti menyapu rumah, dan membersihkan halaman yaCD. B agus bu, kalau siang apa saja yang ibu lakukan buCD. B agaimana dengan sholat ' +aktunya buC !tau kegiatan mengaji !l/9uranC.D B!pa yang bu isti9omah lakukan ketika ada +aktu kosong atau nganggur seperti di siang hariCD. B egini bu, bagaimana kalau ibu mengisi +aktu luang dengan mengaji atau menonton %H, bersih/bersih rumah. B"alau dengan kesibukan ibu seperti ini, masih merasa mendengar suara anaknya atau merasa banyak orang di rumah, berarti kita akan mempelajari cara yang lain untuk mengalihkan perhatiannya ibu yaCD B!pakah ibu bersediaCD. ". Ter%"#as" 1valuasi subjekti) B&ekarang bagaimana perasaan Ibu setelah kita mengobrol tadiCD. B"ira/kira bisa ibu praktekkan kan ya buCD. Ibu merasa senang atau bosan dengan apa yang kita bicarakan tadiCD 1valuasi :bjekti) B u isti9omah bisa menyimpulkan bu yang telah kita bicarakan tadiCD B!pa saja yang harus ibu lakukan ketika +aktu kosong buCD ,encana %indak 0anjut B"alau begitu, bu isti9omah harus mempraktekkan beberapa kegiatan yang telah kita pelajari ya bu dan pertemuan berikutnya akan kitalihat apa saja yang sudah ibu lakukanD. "ontrak yang akan datang B u, berarti minggu depan ketika saya kesini lagi, saya akan bertanya kegiatan apa saja yang sudah dilakukan dan bagaimana dengan rencana pengobatan yang berhentiCD. B&aya permisi dulu ya bu isti9omah, terima kasih sudah mau mengobrol dengan saya.D

Anda mungkin juga menyukai