Anda di halaman 1dari 8

PENENTUAN KEKENTALAN CAIRAN NON NEWTON DENGAN VISKOMETER BROOKFIELD

Tujuan : Untuk menentukan kekentalan dan sifat alir suatu cairan non Newtom dengan metode rotasi.

Teori Hampir seluruh sistem terdispersi termasuk sediaan-sediaan farmasi yang berupa emulsi, suspensi, dan setengah padat tidak mengikuti hukum Newton. Kekentalan cairan bervariasi pada setiap kecepatan geser (rate of shear) sehingga untuk melihat sifat alirnya dilakukan pengukuran pada berbagai kecepatan geser. Untuk itu digunakan Viskometer rotasi seperti Viskometer Brookfield. Cairan Non Newton terbagi atas: 1. Cairan yang sifat alirnya tidak dipengaruhi oleh waktu (Time Independent) 2. Cairan yang sifat alirnya dipengaruhi oleh waktu (Time Dependent). 1. Cairan yang sifat alirnya tidak dipengaruhi oleh waktu (Time Independeny). Kelompok cairan ini terbagi atas 3 yaitu: Aliran plastis, Aliran Pseudoplastik dan Aliran Dilatan. Cairan plastik tidak akan mengalir sebelum suatu gaya tertentu dilampauinya, gaya tersebut adalah yield value (f). Setelah harga f dilampaui maka cairan mengikuti Hukum Newton. Cairan pseudoplastik kekentalannya akan berkurang dengan naiknya kecepatan geser sedangkan cairan dilatan kekentalannya akan naik dengan naiknya kecepatan geser. 2. Cairan yang sifat alirnya dipengaruhi oleh waktu (Time Dependent) Bila dilakukan pengurangan tekanan geser (Shearing Stress), cairan tidak mengikuti kecepatan geser (Rate of Shear) semula. Kurva naik dan kurva turun tidak terhimpit. Kelompok cair ini terbagi atas 3 yaitu: Aliran Thiksotropik, Aliran Rhicopeksi dan Aliran Viskoelastik. Pada aliran Thiksotropik kurva naik akan berbeda di sebelah kiri kurva turun. Gejala ini umumnya dijumpai pada zat yang mempunyai aliran plastik atau pseudoplastik. Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahanstruktur yang tidak dapat kembali ke keadaan semula dengan cepat apabila tekanan (F/A) dihilangkan.

Pada aliran rheopeksi, kurva turun akan berada disebelah kurva naik. Hal ini disebabkan karena memadatnya suatu sistem thikostropik karena adanya gerakan perlahan-lahan dan beraturan, disebut dengan Aliran Antithikostropik dan sering ditemukan pada aliran dilatan. Pada aliran Viskoelastik, jika diberikan tekanan diatas harga yield value maka zat akan mengalir sebagai cairan tetapi bila tekanan dihilangkan sistem tidak akan kembali secara sempurna ke keadaan semula. Sifat balir suatu sediaan suspensi atau emulsi sangat ditentukan oleh sifat alir bahan pensuspensi atau pengemulsi yang digunakan. Oleh karena itu perlu dilakukan penentuan sifat alir beberapa jenis pensuspensi / pengemulsi dan membandingkannya satu sama lain. Alat dan Bahan - Viskometer Brookfield - Pot salep - Pencatat waktu - Salep, Krim, Gel

Skema Kerja Siapkan alat dan bahan

Masukkan ke dalam pot masing-masing sediaan

Perhatikan skala pada alat hingga menunjukkan angka 0

Putarkan arah jarum sampai 5 kali

Ulangi sebanyak 3 kali, catat hasil

Hasil percobaan Sampel Bioplan gel Krim hidrokortison Salep nosib Perhitungan Bioplan gel = 76 X 200 = 15200 cps Krim licopentu = 9,67 X 200 = 1934 cps Salep nosib = 54,3 X 200 = 10860 cps 1 85 10 50 2 75 12 38 3 68 7 75 Rata-rata 76 9,67 54,3

Kesimpulan : Dari hasil percobaan didapatkan viskositas dari - Bioplan gel 15200 cps - Krim hidrokortison 1934 cps - Salep nosib 10860 cps Semakin tinggi bobot jenis maka tempuh bola semakin kecil, semakin tinggi nilai kecepatan putar (rpm), maka viskositas semakin besar dan semakin besar spindle maka kecepatan putar semakin lambat

STABILITAS

Tujuan: Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mampu untuk: - Menerangkan faktor-faktor yang mempengaruh kestabilan suatu zat. - Menerangkan pengaruh suhu terhadap kestabilan zat. Alat dan Bahan Tabung reaksi Erlenmeyer Buret Statif Batang pengaduk Penangas air Gelas ukur Penggaris Gelas ukur Penggaris Termometer Stopwatch Acetosal Air Suling NaOH 0,1 N H2C2O4.2H2O Es batu

Cara Kerja (Pembakuan) Siapkan alat dan bahan

Timbang Asam oksalat larutkan dalam 100ml

Pipet 10ml larutan H2C2O4.2H2O tambahkan indikator PP

Titrasi 3x

Catat hasil volume

(Penetapan kadar) Siapkan alat dan bahan

Timbang Acetosal 200mg larutkan dalam 100ml air

Panaskan pada suhu 300C, 500C, 700C, 900C (15 menit)

Didiamkan di dalam es

Titrasi dengan larutan NaOH 0,1N tambahkan indikator PP (ulangi 3 kali)

Catat hasil volume

Hasil percobaan : A. Pembakuan NaOH Data Pembakuan NaOH : Titrasi Volume asam oksalat I 10 ml II 10 ml III 10 ml rata-rata

Volume titrasi (NaOH) 13,8 ml 13,2 ml 8,4 ml 11,8 ml

N NaOH V NaOH = NH2C2O4.2H2O VH2C2O4.2H2O 11,8 . N1 = 10 . 0,1 11,8 N = 1 N NaOH = = 0,08 N

B. Penentuan kadar asam salisilat didalam larutan sulfaktan Data Titrasi NaOH terhadap asam salisilat yang sudah dilarutkan : Suhu Asetosal V1 V2 V3 V ratarata 30 200 mg 1,8ml 1,5ml 1,7ml 1,67ml 50 200 mg 1,6ml 1,6ml 1,4ml 1,53ml 70 200 mg 1,6ml 1,3ml 1,5ml 1,46ml 90 200 mg 1,6ml 1,5ml 1,9ml 1,67ml Perhitungan : Asetosal 30 N Asetosal = N Asetosal = Asetosal 50 N Asetosal = N Asetosal = = 0,01224 N = 0,01336 N

Asetosal 70 N Asetosal = N Asetosal = = 0,01168N

Asetosal 90 N Asetosal = N Asetosal = = 0,01336 N

Perhitungan kadar Asetosal Asetosal 30 N= gram/BM/a V 0,01336 = gram/180/2 0,01 -4 1,336 x 10 = gram 90 gram = 0,012 % = =6% Asetosal 50 N= gram/BM/a V 0,01224 = gram/180/2 0,01 -4 1,224x10 = gram 90 gram = 0,0110 % = = 5,5% Asetosal 70 100% 100%

N= gram/BM/a V 0,01168 = gram/180/2 0,01 -4 1,168x10 = gram 90 gram = 0,0105 % = = 5,2 % Asetosal 90 N= gram/BM/a V 0,01336 = gram/180/2 0,01 -4 1,336x10 = gram 90 gram = 0,0120 % = 100% = 6,012 % 100%

Kesimpulan : Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan suatu zat antara lain faktor utama lingkungan dapat menurunkan stabilitas, diantaranya yang tidak sesuai, semakin tinggi suhu maka stabilitas obat semakin menurun. Cahaya, kelembaban, oksigen dan faktor lain yang mempengaruhi stabilitas adalah ukuran partikel, pH, kelarutan, mikroorganisme dan bahan tambahan.