Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI INTERAKSI PREDASI DAN INTERAKSI MUTUALISME

Kelompok Lokasi Dosen pendamping Asisten

:5 : 2, Karang Gintung : Drs. Edy Yani, M.S : Monika

Vania Rahmayanti

B1J011041

Aria Rizki Ramadhan B1J011043 Medina Fadlilatus S. Andika Setyoadi Atika Tri Handayani B1J011045 B1J011047 B1J011051

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2013

I. PENDAHULUAN

Praktikum ekologi mengamati interaksi predasi dengan melihat tingkat herbivori serangga pada daun dari spesies yang berbeda. Interaksi mutualisme dengan menjelaskan hubungan antara bintil akar pada putri malu, interaksi dalam populasi dijelaskan dengan perbedaaan ukuran cangkang molusca, sedangkan interaksi dalam komunitas dijelaskan dengan identifikasi jenis-jenis molusca. Setiap komponen biotik dan abiotik selalu berintertaksi membentuk hubungan yang saling ketergantungan, misalnya makhluk hidup memerlukan udara untuk bernapas, tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk berfotosintesis. Selain itu ketergantungan komponen abiotik terhadap komponen biotik, misalnya cacing tanah menggemburkan tanah, tumbuhan untuk menahan erosi, tumbuhan hijau untuk mengurangi pencemaran udara. Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita. Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut : a. Netral Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak. Contohnya : antara capung dan sapi. b. Predasi Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus. c. Parasitisme Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya. Biasanya interaksi

parasitisme ini dilakukan oleh tumbuhan atau hewan tingkat rendah dengan cara menumpang dan menghisap sari makanan dari hewan atau tumbuhan yang ditumpanginya. d. Komensalisme Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. e. Mutualisme Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, burung yang memakan kutu di kulit kerbau, dan lain-lain. Interaksi predasi dengan pemangsa dapat diamati dari tingkat herbivori. Herbivori adalah hama pemakan tumbuhan lebih bersifat langsung, tanaman sebagai lingkungan yang diambil, atau predasi yang memngsa organisme autotrof seperti tumbuhan. Herbivori dapat dibedakan menjadi dua yaitu frugivora (pemakan buah-buahan), folivora (pemakan daun-daunan) dan nectarivora ( pemakan nectar). Herbivori dapat memberikan engaruh pengaruh negatif antara lain: - Mengurangi area fotosintetik yg penting bagi pertumbuhan tanaman - Mengurangi biomass yang akan dikembalikan dalam tanah - Menyebabkan kerusakan pada bagian tanaman yang akan dipanen dan dijual, sehingga terjadi pengurangan nilai ekonomis Herbivori kadang berpengaruh positif, penggembalaan di padang rumput menguntungkan karena menghilangkan rumput ynag berlimpah dan memberi kesempatan tumbuh spesies tanaman yang tertekan oleh keberadaan spesies tanaman lain yang lebih dominan.

II. MATERI DAN METODE

A. Materi Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah tali rafia, kalkulator, timbangan, buku identifikasi, penggaris, dan meteran baju. Bahan-bahan yang digunakan adalah sepuluh daun jambu air, putri malu (Mimosa pudica) diambil bintil akar, bunga dan polong.

B. Metode Metode yang digunakan adalah 2.1 Interaksi predasi : tingkat herbivory serangga Diambil sepuluh daun yang rusak karena dimangsa serangga. Diukur keliling daun dengan cara membentangkan tali rafia dan mengikuti tepian daun (2 ). Dihitung luas daun dengan rumus r2. Dihitung tingkat herbivory serangga pada tumbuhan tersebut. Diambil foto tipe kerusakan daunnya, dan kaitkan dengan tipe mulut serangga. 2.2 Interaksi mutualisme Dipilih tumbuhan Mimosa pudica yang cukup besar, kemudian dicabut. Dihitung jumlah bintil akar, bunga dan polong. Timbanglah bintil akar dari tumbuhan tersebut.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Tabel 1. Tingkat herbivori serangga pada tumbuhan jambu air di Kampus Biologi Unsoed Daun ke Luas daun (cm) Luas daun yang rusak Tingkat (cm) herbivory 1 198,95 11,9 5,98 2 168,24 6,15 3,65 3 198,95 4,9 2,46 4 215,27 3,48 1,61 5 286,37 81,51 28,46 6 215,27 11,33 5,26 7 240,48 4,44 1,84 8 207,03 7,93 3,83 9 91,90 0,63 0,68 10 240,40 11,45 4,76

Tabel 2. Tingkat herbivori serangga pada tumbuhan Biologi Unsoed Daun ke Luas daun (cm) Luas daun yang rusak (cm) 1 6,74 0,35 2 5,81 2,64 3 7,19 0,15 4 3,20 1,99 5 5,75 1,4 6 1,6 1,36 7 3,66 0,06 8 2,38 0,36 9 5,60 0,66 10 1,67 0,12

waru di Kampus Tingkat herbivory 5,2 45,4 2,68 62,1 21,55 8,5 1,63 15,1 11,7 7,18

Tabel 3. Tingkat herbivori serangga pada tumbuhan rambutan di Kampus Biologi Unsoed Daun ke Luas daun (cm) Luas daun yang rusak Tingkat (cm) herbivory 1 171,94 0,5 0,3

2 3 4 5 6 7 8 9 10

159,19 47,02 96,3 130,63 211,13 92,58 155,6 77,87 215,27

2,59 0,5 3,45 5,38 1,14 0,156 9,07 0,72 33,37

1,6 1,1 3,5 4,12 0,54 0,168 5,85 0,93 15,6

Tabel 4. Jumlah bintil akar, bunga polong dan biomassa pada kelompok hulu Individu 1 2 3 bintil akar 5 8 11 bunga 2 9 1 polong 13 41 39 Biomassa 24,98 49,43 4,21

Tabel 5. Jumlah bintil akar, bunga, polong dan biomassa pada kelompok tengah Individu 1 2 3 bintil akar 7 5 21 bunga 1 1 6 polong 5 15 26 biomassa 18 52,05 114,60

Tabel 6. Jumlah bintil akar, bunga, polong dan biomassa pada kelompok hilir Individu 1 2 3 bintil akar 16 4 23 bunga 10 12 11 polong 6 1 0 biomassa 1,35 3 6,25