Anda di halaman 1dari 4

Resume Pengukuran Besaran Radioaktifitas suatu benda dengan menggunakan Scintillometer Muhammad Afif Nugraha 12110006 Scintillation Counters

Scintillation counters merupakan peralatan deteksi radiasi yang sangat sensitif dan telah digunakan untuk pemantauan lingkungan dan juga sebagai alat laboratorium. Scintillation counters terdiri dari dua bagian utama yaitu: scintillator dan photomultiplier. Didalam scintillator terdapat material aktif yang akan menkonversikan radiasi nuklir yang datang kedalam bentuk pulsa cahaya melalui sebuah tabung photomultiplier (PMT), dilengkapi dengan rangkaian penguat elektronik yang berfungsi untuk merubah pulsa cahaya menjadi sinyal listrik. Material aktif yang banyak digunakan adalah inorganic (NaI(TI), CsI(TI)LiI(Eu) dan CaF2(Eu))atau organic crystal, plastiflour atau liquid[2]. Saat ini,scintillator telah dibuadalam bentuk mikrosensor sedangkan photomultiplier masih menggunakan teknologi konvensional. Skema alat Scintillometer

Detektor sintilasi ini selalu terdiri dari dua bagian yaitu bahan sintilator dan photomultiplier. Bahan sintilator merupakan suatu bahan padat, cair maupun gas, yang akan menghasilkan percikan cahaya bila dikenai radiasi pengion. Photomultiplier digunakan untuk mengubah percikan cahayayang dihasilkan bahan sintilator menjadi pulsa listrik. Mekanisme pendeteksian radiasi pada detektor sintilasi dapat dibagi menjadi duatahap yaitu : 1. proses pengubahan radiasi yang mengenai detektor menjadi percikancahaya di dalam bahan sintilator dan 2. proses pengubahan percikan cahaya menjadi pulsa listrik di dalam tabung photomultiplier

Resume Pengukuran Besaran Radioaktifitas suatu benda dengan menggunakan Scintillometer Muhammad Afif Nugraha 12110006 Bahan Sintilator Proses sintilasi pada bahan ini dapat dijelaskan dengan Gambar 4. Di dalam kristal bahan sintilator terdapat pita-pita atau daerah yang dinamakan sebagai pita valensi dan pita konduksi yang dipisahkan dengan tingkat energi tertentu. Pada keadaan dasar, ground state, seluruh elektron berada di pita valensi sedangkan di pita konduksi kosong.

Ketika terdapat radiasi yang memasuki kristal, terdapat kemungkinan bahwa energinya akan terserap oleh beberapa elektron di pita valensi, sehingga dapat meloncat ke pita konduksi. Beberapa saat kemudian elektron-elektron tersebut akan kembali ke pita valensi melalui pita energi bahan aktivator sambil memancarkan percikan cahaya Jumlah percikan cahaya sebanding dengan energi radiasi diserap dan dipengaruhi oleh jenis bahan sintilatornya. Semakin besar energinya semakin banyak percikan cahayanya. Percikan-percikan cahaya ini kemudian ditangkap oleh photomultiplier. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan sintilator yang sering digunakan sebagai detektor radiasi. 1. 2. 3. 4. Kristal NaI(Tl) Kristal ZnS(Ag) Kristal LiI(Eu) Sintilator Organik

Dalam praktikum ini dilakukan percobaan yakni dengan menguji 6 buah sample di laboratorium dengan alat scintillometers . Adapun Hasil dari eksperimen terhadap 6 buah sample dari laboratorium adalah sebagai berikut sample tinggi pengukuran besi % >> count/s besi % >> mf

nilai rata-rata

10 cm 20 cm 10 cm 20 cm 201 211 12.3 13.1 208 212 12.1 12.9 219 243 12.2 12.2 212 223 12 13.1 210 222.25 12.15 12.825

sample tinggi pengukuran

tailing Pasir Besi count/s 10 cm 224 229 226 20 cm 213 217 216

tailing Pasir besi mf 10 cm 13.1 13.1 13.8 13.3333333 20 cm 13 13.1 13.2 13.1

nilai rata-rata

Resume Pengukuran Besaran Radioaktifitas suatu benda dengan menggunakan Scintillometer Muhammad Afif Nugraha 12110006

sample tinggi pengukuran

besi feed count/s

besi feed mf

nilai rata-rata

10 cm 20 cm 10 cm 20 cm 178 177 11.9 11.7 173 174 11.6 12.3 201 169 11.7 12 203 177 11.4 12.1 197 186 11.5 11.5 196 195 194 190 191.7143 181.1429 11.62 11.92

sample tinggi pengukuran

sphalerti count/s 10 cm 20 cm 285 289 318 320 318 298 288 291 300.875

sphalerit mf 10 cm 20 cm 15.8 15.5 15.6 15.8 15.7 15.5

nilai rata-rata

15.65

sample tinggi pengukuran

besi % << count/s 10 cm 187 185 193 188 186 176 185.8333 20 cm 185 156 190 193 193 205 187

besi % << mf 10 cm 11.4 11 0.6 11.4 11.9 11 9.55 20 cm 12.3 12.1 12 11.9 11.17 11.8 11.87833

nilai rata-rata

Resume Pengukuran Besaran Radioaktifitas suatu benda dengan menggunakan Scintillometer Muhammad Afif Nugraha 12110006

sample tinggi pengukuran

monazit count/s

monazit mf

nilai rata-rata

10 cm 20 cm 10 cm 20 cm 1665 556 56.2 23.9 1777 538 49.1 23 1759 548 22.7 1664 561 22.8 1631 52.65 23.1

Kesimpulan 1. Jarak pengukuran antara alat dengan bahan yang akah diukur mempengaruhi nilai besaran intensitas radiasi radioaktif dari suatu bahan yang mengandung mineral radioaktif 2. Untuk bahan tertentu seperti monazit maka nilai radioaktivitas semakin besar dengan jarak pengukuran yang makin dekat 3. Monazit memiliki nilai radioaktivitas yang paling besar, dan terindikasi menandung unsur radioaktif berupa thorium