Anda di halaman 1dari 25

9/30/2013

PEMERIKSAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK


1. Pemeriksaan Pertumbuhan : Antropometri 2. Pemeriksaan Perkembangan : KPSP

TM Thaib
Sub Bagian Tumbuh Kembang Anak dan Pediatri Sosial Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-Unsyiah/RS Dr. Zainoel Abidin

PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK

TUMBUH KEMBANG ANAK

Mengapa Perlu Memantau Tumbuh Kembang dan Perilaku Anak


Kualitas generasi penerus tergantung kualitas tumbuh kembang anak, terutama baduta (0-2 th)

KONSEP UMUM TUMBUH DAN KEMBANG


Bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jar. Intraseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur Pertumbuhan tubuh. Jadi dapat diukur

perkembangan OTAK
Penyimpangan tumbuh kembang dan perilaku harus dideteksi (ditemukan) sejak dini, terutama sebelum berumur 2 tahun, supaya dapat segera di intervensi (diperbaiki) Bila deteksi terlambat, maka penanganan terlambat, penyimpangan sukar diperbaiki

Bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, jadi
Perkembangan

bersifat kualitatif

9/30/2013

TUMBUH (Pertumbuhan)
Bertambahnya ukuran tubuh
berat badan tinggi badan lingkar kepala

Antropometri menurut Hinchiliff (1999) adalah pengukuran tubuh manusia dan bagian-bagiannya dengan maksud untuk membandingkan dan menentukan norma-norma untuk jenis kelamin, usia, berat badan, suku bangsa dll. Antropometri dilakukan pada anak-anak untuk menilai tumbuh kembang anak sehingga dapat ditentukan apakah tumbuh kembang anak berjalan normal atau tidak.

Hal yang Mendasari Penggunaan Antropometri


Alat mudah didapat dan digunakan Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif Pengukuran tidak harus oleh tenaga khusus profesional, dapat oleh tenaga lain setelah mendapat pelatihan Biaya relatif murah Hasilnya mudah disimpulkan, memiliki cutt of point dan baku rujukan yang sudah pasti Secara ilmiah diakui kebenarannya

Antropometri adalah pengukuran :


Variasi dimensi fisik Proporsi tubuh Komposisi kasar tubuh

Pengukuran antropometri dpt dilakukan :


Satu kali Secara serial

Keunggulan metode antropometri


1. Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar 2. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli 3. Alat murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat 4. Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan 5. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau 6. Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi buruk, kurang dan baik, karena sudah ada ambang batas yang jelas 7. Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasi ke generasi berikutnya 8. Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi

Kelemahan metode antropometri


1. Tidak sensitif: tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat, tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu, misal Fe dan Zn 2. Faktor di luar gizi (penyakit, genetik dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri 3. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran 4. Kesalahan terjadi karena: pengukuran, perubahan hasil pengukuran (fisik dan komposisi jaringan), analisis dan asumsi yang keliru 5. Sumber kesalahan biasanya berhubungan dengan: latihan petugas yang tidak cukup, kesalahan alat, kesulitan pengukuran

9/30/2013

Jenis ukuran antropometri

Pengukuran antropometri
PENILAIAN
PENILAIAN MASSA BEBAS LEMAK (FAT-FREE MASS) PENILAIAN MASSA LEMAK (FAT MASS)

Ukuran linier
Contoh: tinggi badan, lingkar dada, lingkar kepala Menunjukkan keadaan gizi yang diakibatkan konsumsi energi dan protein pada masa lampau

Ukuran Massa jaringan Contohnya: berat badan, LLA, tebal lemak bawah kulit Menunjukkan keadaan yang diakibatkan konsumsi energi dan protein pada masa sekarang/saat pengukuran

PERTUMBUHAN BB PB/TB Lingkaran Kepala Tinggi lutut Lebar siku

Lingkar lengan atas (LiLA) Mid-upper-arm muscle circumference (MUAMC) Mid-upper-arm muscle (MUAMA)

Triceps skinfold Biseps skinfold Subscapular skinfold Suprailiac skinfold Mid-upper-arm fat area Rasio lingkar pinggang panggul (waist-hip circumference ratio)

Pengukuran dimensi linier


a. Pengukuran PB, TB b. Panjang badan (PB) utk anak kurang 2 tahun c. Tinggi badan utk anak dua tahun atau lebih d. Alat : infantometer (panjang badan), microtoise (tinggi badan)

Komposisi tubuh
a. Pengukuran lemak subkutan (skinfold), LiLA b. Alat: caliper, pita LiLA

Ketepatan dan ketelitian pengukuran sangat penting dalam menilai pertumbuhan secara benar. Jenis parameter antropometri: Umur Berat Badan Tinggi Badan Lingkar Kepala Lingkar Lengan Atas Lingkar Dada Jaringan Lunak

Untuk melengkapi data umur dapat dilakukan dengan cara-cara berikut: Meminta surat kelahiran, kartu keluarga atau catatan lain yang dibuat oleh orang tuanya. Jika tidak ada, bila memungkinkan catatan pamong desa. Jika diketahui kalender lokal seperti bulan Arab atau bulan lokal (Sunda, Jawa dll), cocokan dengan kalender nasional Jika tetap tidak ingat, dapat berdasarkan daya ingat ortu, atau berdasar kejadian penting (lebaran, tahun baru, puasa, pemilihan kades, pemilu, banjir, gunung meletus dll) Membandingkan anak yang belum diketahui umurnya dengan anak kerabat/ tetangga yang diketahui pasti tanggal lahirnya. Jika hanya bulan dan tahunnya yang diketahui, tanggal tidak diketahui, maka ditentukan tanggal 15 bulan ybs

Merupakan ukuran antropometri terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus) Digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR Pada masa bayi-balita berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis (dehidrasi, asites, edema, atau adanya tumor) Dapat digunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat dan makanan Menggambarkan jumlah protein, lemak, air dan mineral pada tulang

9/30/2013

Alasan mengapa pengukuran berat badan merupakan pilihan utama:


Parameter yang paling baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat karena perubahan konsumsi makanan dan kesehatan Memberikan gambaran status gizi sekarang, jika dilakukan secara periodik memberikan gambaran pertumbuhan Umum dan luas dipakai di Indonesia Ketelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh keterampilan pengukur Digunakan dalam KMS BB/TB merupakan indeks yang tidak tergantung umur Alat ukur dapat diperoleh di pedesaan dengan ketelitian tinggi: dacin

PENGUKURAN BB
Menggunakan timbangan bayi:

20

Beam balance / baby scale

Menggunakan timbangan injak:

Timbangan injak

PENGUKURAN PB ATAU TB
Cara mengukur dengan posisi berbaring

24

9/30/2013

Infantometer

Cara mengukur dengan posisi berdiri


Anak tidak memakai sandal atau sepatu Berdiri tegak menghadap ke depan Punggung, pantat dan tumit menempel pada tiang pengukur Turunkan batas atas pengukur sampai menempel di ubun-ubun Baca angka pada batas tersebut

30

9/30/2013

Microtoise

Stadiometer

Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak secara praktis, biasanya untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala Contoh: hidrosefalus dan mikrosefalus Lingkar kepala dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak Ukuran otak meningkat secara cepat selama tahun pertama, tetapi besar lingkar kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi Bagaimanapun ukuran otak dan lapisan tulang kepala dan tengkorak dapat bervariasi sesuai dengan keadaan gizi Dalam antropometri gizi rasio Lika dan Lida cukup berarti dan menentukan KEP pada anak. Lika juga digunakan sebagai informasi tambahan daam pengukuran umur

Grafik Lingkar Kepala WHO

36

9/30/2013

A, perempuan, Umur : 1 tahun, 1 bulan, 16 hari A, perempuan, Umur : 1 tahun, 1 bulan, 16 hari LKA : 47 cm LKA : 47 cm Z score : diantara 0 dan 1 KESIMPULAN : LK : Normal LKA : 49,5 cm Z score : diantara 2 dan 3 KESIMPULAN : LK : Makrosefali LKA : 49,5 cm

A, perempuan, Umur : 1 tahun, 1 bulan, 16 hari LKA : 41,5 cm LKA : 41,5 cm Z score : diantara -2 dan -3 KESIMPULAN : LK : Mikrosefali

Merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah, murah dan cepat. Tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh Memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit Lila mencerminkan cadangan energi, sehingga dapat mencerminkan: Status KEP pada balita KEK pada ibu WUS dan ibu hamil: risiko bayi BBLR Alat: suatu pita pengukur dari fiber glass atau sejenis kertas tertentu berlapis plastik. Ambang batas (Cut of Points): LLA WUS dengan risiko KEK di Indonesia < 23.5 cm Pada bayi 0-30 hari : 9.5 cm Balita dengan KEP <12.5 cm

KELEBIHAN
Indikator yang baik untuk menilai KEP berat Alat ukur murah, sederhana, sangat ringan, dapat dibuat sendiri, kader posyandu dapat melakukannya Dapat digunakan oleh orang yang tidak membaca tulis, dengan memberi kode warna untuk menentukan tingkat keadaan gizi

KEKURANGAN
Hanya dapat mengidentifikasi anak dengan KEP berat Sulit menemukan ambang batas Sulit untuk melihat pertumbuhan anak 2-5 tahun

9/30/2013

Grafik LiLA/U

Beberapa indeks antropometri


INDEKS ANTROPOMETRI adalah bentuk penyajian parameter antropometri (berat badan dan tinggi badan) yang dikaitkan dengan variabel UMUR atau merupakan kombinasi antara keduanya (BB/U, TB/U dan BB/TB). Indeks-indeks ini digunakan sebagai INDIKATOR STATUS GIZI karena nilai-nilainya digunakan dalam penentuan status gizi seseorang/anak

1. BB/U (Berat Badan terhadap Umur) 2. TB/ U (Tinggi Badan terhadap Umur) 3. BB/ TB (Berat Badan terhadap Tinggi Badan) 4. Lila/ U (Lingkar Lengan Atas terhadap Umur) 5. Indeks Massa Tubuh (IMT) 6. Tebal Lemak Bawah Kulit menurut Umur 7. Rasio Lingkar Pinggang dan Pinggul

KELEBIHAN

Lebih mudah dan cepat dimengerti oleh masyarakat Baik untuk mengukur status gizi akut dan kronis Indikator status gizi kurang saat sekarang Sensitif terhadap perubahan kecil

Pengukuran yang berulang dapat mendeteksi growth failure karena infeksi atau KEP Dapat mendeteksi kegemukan (overweight) KEKURANGAN Kadang umur secara akurat sulit didapat Dapat menimbulkan interpretasi keliru bila terdapat edema maupun asites Memerlukan data umur yang akurat terutama untuk usia balita Sering terjadi kesalahan dalam pengukuran, seperti pengaruh pakaian atau gerakan anak saat ditimbang Secara operasional: hambatan sosial budaya >> tidak mau menimbang anak karena seperti barang dagangan

Growth monitoring

9/30/2013

Menurut Beaton dan Bengoa (1973) indeks TB/U dapat memberikan status gizi masa lampau dan status sosial ekonomi KELEBIHAN Baik untuk menilai status gizi masa lampau Alat dapat dibuat sendiri, murah dan mudah dibawa Indikator kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa KEKURANGAN TB tidak cepat naik, bahkan tidak mungkin turun Diperlukan 2 orang untuk melakukan pengukuran, karena biasanya anak relatif sulit berdiri tegak Ketepatan umur sulit didapat

BB memiliki hubungan linear dengan TB. Dalam keadaan normal perkembangan BB searah dengan pertumbuhan TB dengan kecepatan tertentu KELEBIHAN Tidak memerlukan data umur Dapat membedakan proporsi badan (gemuk, normal, kurus) Dapat menjadi indikator status gizi saat ini (current nutrition status)

KEKURANGAN Karena faktor umur tidak dipertimbangkan, maka tidak dapat memberikan gambaran apakah anak pendek atau cukup TB atau kelebihan TB menurut umur Operasional: sulit melakukan pengukuran TB pada balita Pengukuran relatif lebih lama Memerlukan 2 orang untuk melakukannya Sering terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil pengukuran, terutama bila dilakukan oleh kelompok non-profesional

LLA berkorelasi dengan indeks BB/U maupun BB/TB Seperti BB, LLA merupakan parameter yang labil karena dapat berubah-ubah cepat, karenanya baik untuk menilai status gizi masa kini Perkembangan LLA (Jellife`1996) Pada tahun pertama kehidupan : 5.4 cm Pada umur 2-5 tahun : <11.5 cm Kurang sensitif untuk tahun berikutnya Penggunaan LLA sebagai indikator status gizi, disamping digunakan secara tunggal, juga dalam bentuk kombinasi dengan parameter lainnya seperti LLA/U dan LLA/TB (Quack Stick)

IMT digunakan berdasarkan rekomendasi FAO/WHO/UNO tahun 1985: batasan BB normal orang dewasa ditentukan berdasarkan Body Mass Index (BMI/IMT) IMT merupakan alat yang sederhana untuk memantau status gizi yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan BB IMT terhadap umur digunakan untuk anak

Kategori IMT untuk dewasa menurut WHO 1998


Kategori Underweight Batas normal Overweight Pre-obese Obese-I Obese-II Obese-III IMT (kg/m2)
< 18.5 18.5 - 24.9 > 25 25.0 29.9 30.0 - 34.9 35.0 - 39.9 > 40.0 Meningkat Sedang Berbahaya Sangat berbahaya

Risiko
Rendah (tetapi resiko terhadap masalah-masalah klinis lain meningkat)

Rata-rata

IMT =

BB (kg) TB2 (m)

9/30/2013

Klasifikasi Berat Badan yang diusulkan berdasarkan BMI pada Penduduk Asia Dewasa (IOTF, WHO 2000)

Kategori Underweight Batas normal Overweight At-Risk Obese-I Obese-II

IMT (kg/m2)
< 18.5 18.5 - 22.9 > 23 23.0 24.9 25.0 - 29.9 > 30.0

Risiko
Rendah (tetapi resiko terhadap masalah-masalah klinis lain meningkat)

Rata-rata Meningkat Sedang Berbahaya

Ambang Batas (Cut off Points)

Ambang Batas (Cut off Points) Persen terhadap Median

Dari berbagai jenis indeks antropometri diperlukan ambang batas untuk menginterpretasikannya Ambang batas dapat disajikan dalam 3 cara: 1. Persen terhadap Median 2. Persentil 3. Standar Deviasi Unit

Nilai median adalah nilai tengah dari suatu populasi. Dalam antropometri gizi, median = persentil 50 Nilai median ini dinyatakan = 100% (untuk standar). Setelah itu, dihitung persentase terhadap nilai median untuk mendapatkan ambang batas Contoh: BB anak umur 2 tahun = 12 kg, maka 80% median = 9.6 kg, 60% median = 7.2 kg Jika 80% dan 60% dianggap ambang batas, maka anak umur 2 tahun mempunyai BB antara 7.2-9.6 kg (60-80% median) dinyatakan status gizi kurang dan dibawah 7.2 kg (<60% median) dinyatakan berstatus gizi buruk

Ambang Batas (Cut off Points) Persentil


Para pakar merasa kurang puas menggunakan persen terhadap median Persentil 50 sama dengan median dan nilai tengah dari jumlah populasi Contoh : ada 100 anak diukur tingginya, kemudian diurutkan dari yang terkecil. Ali berada pada urutan 15 berarti persentil 15, berarti 14 anak berada di bawahnya dan 85 anak berada di atasnya NCHS merekomendasikan: o persentil ke-5 sebagai batas gizi baik dan kurang, o persentil ke-95 sebagai batas gizi lebih dan baik

Ambang Batas (Cut off Points)


Standar Deviasi Unit (SD) atau Z-Skor
SD disebut juga Z-skor. WHO menyarankan menggunakan cara ini untuk meneliti dan untuk memantau pertumbuhan o 1 SD unit (1 Z-skor) sama dengan 11% dari median BB/U o 1 SD unit (1 Z-skor) kira-kira 10% dari median BB/TB o 1 SD unit (1 Z-skor) kira-kira 5% dari median TB/U Waterlow juga merekomendasikan penggunaan SD untuk menyatakan ukuran pertumbuhan (Growth Monitoring). WHO memberikan gambaran perhitungan SD unit terhadap baku NCHS Contoh: 1 SD unit = 11-12% unit dari median BB/U, misalnya seorang anak berada pada 75% median BB/U berarti 25% unit berada di bawah median atau -2 Pertumbuhan nasional untuk suatu populasi dinyatakan dalam positif dan negatif 2 SD unit (Z-skor) dari median, yang termasuk hampir 98% dari orang-orang yang diukur yang berasal dari referensi populasi. Di bawah 2 SD unit dinyatakan sebagai kurang gizi yang ekuivalen dengan: o 78% dari median untuk BB/U ( 3 persentil) o 80% median untuk BB/TB o 90% median untuk TB/U

10

9/30/2013

GRAFIK WHO atau CDC ???


2% 2%

0,5 %

95 %

0,5 %

Penentuan Status Gizi Anak


Berdasarkan berat badan (BB) menurut panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB) (BB/PB atau BB/TB) Grafik pertumbuhan yang digunakan sebagai acuan adalah grafik WHO 2006 untuk anak < 5 tahun dan grafik CDC 2000 untuk anak lebih dari 5 tahun

Penentuan Status Gizi menurut kriteria Waterloo, WHO 2006 dan CDC 2000
Status Gizi Obesitas Overweight Normal Gizi Kurang Gizi Buruk BB/TB (% median) > 120 > 110 > 90 70 - 90 < 70 BB/TB WHO 2006 > +3 > +2 s/d +3 SD +2 s/d -2 SD < - 2 SD s/d - 3 SD < - 3 SD IMT CDC 2000 > P95 P85-P95

11

9/30/2013

Sumber : WHO

The WHO Child Growth Standards.(1)

The WHO Child Growth Standards. (2)

Length/height-for-age

Weight-for-length

Birth to 6 months Birth to 2 years 6 months to 2 years 2 to 5 years Birth to 5 years

Birth to 2 years

Weight-for-height

2 to 5 years

Body mass index-for-age (BMI-for-age)


Weight-for-age

Birth to 2 years 2 to 5 years Birth to 5 years

Birth to 6 months Birth to 2 years 6 months to 2 years 2 to 5 years Birth to 5 years

Head circumference-for-age

Birth to 13 weeks Birth to 2 years Birth to 5 years

KATAGORI DAN AMBANG BATAS STATUS GIZI ANAK BERDASARKAN INDEKS


INDEKS
Berat Badan Menurut Umur (BB/U) Anak Umur 0 - 60 bulan Panjang Badan Menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U) Anak Umur 0 - 60 bulan Berat Badan Menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB) Anak Umur 0 - 60 bulan Indeks Massa Tubuh Menurut Umur (IMT/U) Anak Umur 0 - 60 bulan

KATAGORI STATUS GIZI


Gizi Buruk Gizi Kurang Gizi Baik Gizi Lebih Sangat Pendek Pendek Normal Tinggi Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk Obesitas

AMBANG BATAS (Z-Score)


< - 3 SD - 3 SD s/d < - 2 SD - 2 SD s/d 2 SD > 2 SD < - 3 SD - 3 SD s/d < - 2 SD - 2 SD s/d 2 SD > 2 SD < - 3 SD - 3 SD s/d < - 2 SD - 2 SD s/d 2 SD > 2 SD < - 3 SD - 3 SD s/d < - 2 SD - 2 SD s/d 2 SD > 2 SD < - 3 SD - 3 SD s/d < - 2 SD - 2 SD s/d 1 SD > 1 SD s/d 2 SD > 2 SD

Indeks Massa Tubuh Menurut Umur (IMT/U) Anak Umur 5 - 18 tahun

12

9/30/2013

PERHITUNGAN UMUR ANAK


Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status

gizi, kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang salah. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang akurat, menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat Tulis tanggal lahir bayi, dalam format: tanggal-bulan-tahun, misalnya: 5-4-2010 Tulis tanggal kunjungan, misalnya: 19-9-2010 Kaidah perhitungan umur anak adalah dalam bulan penuh. Pengertian bulan penuh adalah bila kelebihan umur anak belum genap 30 hari, maka kelebihan hari diabaikan. Sebagai contoh bila umur anak 5 bulan 29 hari, maka umur anak adalah 5 bulan.
Sumber : Kemenkes 2012

CARA MENGGUNAKAN GRAFIK PERTUMBUHAN WHO

Tentukan umur, panjang badan (anak di bawah 2 tahun)/tinggi badan (anak di atas 2 tahun), berat badan. Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada kurva. Garis horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan panjang / tinggi badan. Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva. Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat badan, umur, dan BMI. Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point). Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO

CARA MENGINTERPRETASIKAN KURVA PERTUMBUHAN WHO

Penilaian pertumbuhan berdasarkan Z score

1. Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan median, atau ratarata 2. Garis yang lain dinamakan garis z-score. Pada kurva pertumbuhan WHO garis ini diberi angka positif (1, 2, 3) atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu yang berada jauh dari garis median menggambarkan masalah pertumbuhan. 3. Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3 diartikan di bawah -2. 4. Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan di atas 2. 5. Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva pertumbuhan WHO dapat menggunakan tabel berikut ini.

Normal
Normal

13

9/30/2013

SOAL :

A, perempuan, umur : 1 tahun 25 hari BB : 6900 gram PB : 67,8 cm Bagaimana Status Gizi Anak ?
A, 1 tahun 25 hari, perempuan BB : 6900 gram PB : 67,8 cm
9 kg

BB/U : < -2 SD

BB/U = 6,9/9 (76,7 %)

A,perempuan Umur : 1 tahun, 25 hari BB : 6900 gram PB : 67,8 cm BB/U : - 3 SD s/d 2 SD

74,5 cm

TB/U : < -2 SD

ANAK : GIZI KURANG

A, 1 tahun, 25 hari; perempuan BB : 6900 gram PB : 67,8 cm

TB/U = 67,8/74.5 (91 %)

A,perempuan Umur : 1 tahun, 25 hari BB : 6900 gram PB : 67,8 cm PB/U : - 3 SD s/d 2 SD

Bbi : 7,9 kg

BB/PB : 1 SD s/d 2 SD

ANAK : PENDEK

A, 1 tahun, 25 hari; perempuan BB/BBi = 6,9/7,9 (87,3 %) BB : 6900 gram PB : 67,8 cm

14

9/30/2013

A,perempuan Umur 1 tahun, 25 hari BB : 6900 gram PB : 67,8 cm BB/PB : - 2 SD s/d 2 SD

ANAK : STATUS GIZI NORMAL

Nama : Siti Umur : 7 tahun Kelamin : Wanita BB : 18 kg TB : 110 cm


BB/U : 18/23 = 78 % (< p3) TB/U : 110/122 = 90 % (< p3) Malnutrisi ?? Perawakan pendek ??

KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP)

122 cm


110 cm

18 kg

23 kg 19 kg=BBi

Status Gizi : BB skrg/BB ideal 18 kg/19 kg = 95 % GIZI BAIK

15

9/30/2013

Growth of Body Systems as a Percentage of Total Postnatal Growth

BADUTA

Masa Penting
Kesempatan atau Kritis

Sisi Positif

Plastisitas Otak

Sisi Negatif
Lebih Peka menghadapi lingkungan yang buruk

Mampu berdaptasi

ASIH, ASUH DAN ASAH Lingkungan Deteksi Dini

Kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini (SDIDTK) Tumbuh Kembang Anak
Stimulasi dini yang memadai, yaitu merangsang otak balita agar perkembangan kemampuan gerak, bicara, bahasa, sosialisasi dan kemandirian anak berlangsung secara optimal sesuai usia anak. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan, yaitu melakukan skrining atau mendeteksi sejak dini terhadap kemungkinan adanya penyimpangan tumbuh kembang anak balita. Intervensi dini, yaitu melakukan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas otak anak untuk memperbaiki bila ada penyimpangan tumbuh kembang dengan tujuan agar pertumbuhan dan perkembangan anak kembali kejalur normal dan penyimpangannya tidak menjadi lebih berat. Rujukan dini, yaitu merujuk/membawa anak ke fasilitas kesehatan bila masalah penyimpangan tumbuh kembang tidak dapat diatasi meskipun sudah dilakukan intervensi dini.

Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan


1.

Tanya perkembangan anak dengan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) mulai umur 3 bulan,
minimal tiap 3 bln sampai umur 2 thn minimal tiap 6 bulan umur 2 - 6 thn.

2.

Tanya pendengaran anak dengan TDD (tes daya dengar) mulai umur 3 bln
minimal tiap 3 bln sampai umur 1 thn minimal tiap 6 bulan sampai umur 6 thn

3.

Tes penglihatan anak dengan TDL (tes daya lihat) mulai umur 3 tahun, tiap 6 bulan. 4. Tanya gangguan perilaku dengan KMME (kuesioner masalah mental emosional), CHAT (checklist for autisme in toddler) dan Conners untuk Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas

DETEKSI DINI GANGGUAN PERKEMBANGAN


I. Anamnesis (dan observasi) II. Pemeriksaan fisik rutin (+ pemeriksaan neurologis dasar) III. Pemeriksaan penunjang Skrining perkembangan

OBSERVASI dan ANAMNESIS


OBSERVASI : Ketika balita masuk ruang periksa cara berjalan, penampilan wajah, bentuk kepala, proporsi tubuh, pandangan mata, komunikasi, cara bicara interaksi dgn lingkungan, perilaku dll. ANAMNESIS : Kecurigaan orangtua sangat penting Riwayat perkembangan sebelumnya Faktor-faktor risiko

16

9/30/2013

Hubungan kecurigaan orangtua dengan gangguan perkembangan anaknya


Kecurigaan orangtua Umum ( ..anak saya tertinggal dari anak lain.. ) Ketrampilan gerak halus Berbicara Perilaku emosi Ketrampilan sekolah (umur > 4 thn) Ketrampilan gerak kasar Ketrampilan sosial Kemandirian

ASPEK PERKEMBANGAN YANG DIPANTAU


Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar

80 % 75 % 55 % 41 % 40 % Tdk bermakna Tdk bermakna Tdk bermakna

Gerak kasar atau motorik kasar

Gerak halus atau motorik halus

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis

Kemampuan bicara dan bahasa

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah

Sosialisasi dan kemandirian

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan sendiri, membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya

(Glascoe, 1996)

BAYI RISIKO TINGGI MENGALAMI GANGGUAN TUMBUH KEMBANG

PRANATAL
Infeksi kehamilan
Kehamilan I > 35 th Kehamilan kembar Ggn saat hamil Merokok, alkohol Kehamilan tak dikehendaki

NATAL
Asfiksia berat Apgar skor : < 5 Prematur, Postmatur BBLR, > 4200 gr Trauma persalinan

POST NATAL
Kelainan bawaan Bayi kuning Ventilator Rawatan di NICU Sepsis, kejang Infeksi/perdahan otak

Kemungkinan Bayi menjadi normal atau risiko

Bayi sehat maupun berisiko mempunyai kemungkinan menjadi normal atau abnormal Konsekuensi : UNPREDICTED OUTCOMES

Bayi sehat

Normal Abnormal
Bayi risiko

Abnormal Normal

Deteksi dini untuk SEMUA ANAK TANPA KECUALI (Berisiko tinggi atau tidak)

17

9/30/2013

Koreksi prematuritas
Konsekuensi : Perubahan fokus penatalaksaan gangguan perkembangan anak Rehabilitatif Preventif
Umur koreksi : umur kronologis prematuritas Batas aterm : 40 minggu Konvensi : s/d umur 2 tahun Antropometri : BB : s/d 2 tahun PB : s/d 3 tahun LK : s/d 1 tahun

Contoh koreksi
Bayi A, lahir dg masa gestasi 32 minggu,

UMUR ANAK
Tanggal Lahir : 5 Januari 2009 Tanggal pemeriksaan : 11 Maret 2010 Berapa umur anak ??? Tgl pemeriksaan : Tgl lahir : 2010 2009 3 1 11 5

datang ke klinik pada umur 5 bulan.


Umur koreksi = umur kronologis prematuritas

Umur koreksi = 5 bulan (40 32 mgg) = 5 bulan 8 minggu = 3 bulan

1 tahun 2 bulan 6 hari

5. Bila anak lahir prematur, koreksi faktor prematuritas Tanggal Lahir : 20 Juli 2009 Tanggal pemeriksaan : 11 Maret 2010 Berapa umur anak ???
Untuk anak yang lahir prematur dan berumur kurang dari 2 tahun, maka harus dilakukan koreksi. (1 thn = 12 bulan; 1 bulan = 30 hari; 1 minggu = 7 hari) Tanggal Lahir : 4 Februari 2009, masa gestasi 34 minggu (prematur 6 minggu) Tanggal pemeriksaan : 11 Maret 2010 Berapa umur anak setelah dikoreksi
Tgl pemeriksaan Tgl lahir Umur Anak Prematur 6 minggu Umur yg sdh dikoreksi : : : : 2010 2009 1 3 2 1 1 11 11 4 7 14 23

Tgl pemeriksaan : Tgl lahir :

2010 2009

3 7

11 20

21

7 bulan 21 hari

18

9/30/2013

Cara menggunakan KPSP...........(1)


Bila anak berusia diantaranya maka KPSP yang digunakan adalah yang lebih kecil dari usia anak. Contoh : bayi umur umur 7 bulan maka yang digunakan adalah KPSP 6 bulan. Bila anak ini kemudian sudah berumur 9 bulan yang diberikan adalah KPSP 9 bulan. Tentukan umur anak dengan menjadikannya dalam bulan. Bila umur anak lebih dari 16 hari dibulatkan menjadi 1 bulan Contoh : bayi umur 3 bulan 16 hari dibulatkan menjadi 4 bulan bila umur bayi 3 bulan 15 hari dibulatkan menjadi 3 bulan.

Cara menggunakan KPSP...........(2)


Setelah menentukan umur anak pilih KPSP yang sesuai dengan umur anak. KPSP terdiri dari 2 macam pertanyaan, yaitu :
Pertanyaan yang dijawab oleh ibu/pengasuh anak. Contoh : dapatkah bayi makan kue sendiri? Perintah kepada ibu/pengasuh anak atau petugas untuk melaksanakan tugas yang tertulis pada KPSP. Contoh : pada posisi bayi anda terlentang, tariklah bayi pada pergelangan tangannya secara perlahanlahan ke posisi duduk

Baca dulu dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang ada. Bila tidak jelas atau ragu-ragu tanyakan lebih lanjut agar mengerti sebelum melaksanakan. Pertanyaan dijawab berurutan satu persatu. Setiap pertanyaan hanya mempunyai satu jawaban YA atau TIDAK. Teliti kembali semua pertanyaan dan jawaban

Piranti dan Jadwal Skrining Perkembangan

HARUS MEMENUHI SYARAT :

Setiap 3 bulan

Setiap 6 bulan

19

9/30/2013

Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)


9-10 pertanyaan singkat pada orang-tua / pengasuh, tentang kemampuan yang telah dicapai oleh anak , minimal

tiap 3 bulan sampai umur 2 tahun, minimal tiap 6 bulan sampai umur 6 tahun untuk mengetahui perkembangan anak sesuai umurnya atau terlambat Alat :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Kuesioner (daftar pertanyaan) sesuai umur anak Kertas, pensil, bola karet atau plastik seukuran bola tenis, kerincingan, kubus berukuran sisi 2,5 cm sebanyak 6 buah, benda-benda kecil seperti kismis/potongan biskuit kecil berukuran 0,5-1 cm 115

116

117

118

119

120

20

9/30/2013

Interpretasi (penafsiran) KPSP :


Ya, bila orang tua menjawab : anak bisa melakukan atau pernah atau sering atau kadangkadang. Tidak, bila anak belum pernah / tidak pernah / ibu tidak tahu Bila Ya berjumlah 9-10, berarti perkembangan anak sesuai tahap perkembangannya (S) Bila Ya berjumlah 7-8, berarti meragukan (M) Bila Ya sama atau kurang dari 6, kemungkinan ada penyimpangan (P) rinci jawaban tidak pada aspek perkembangan mana

Bila jawaban KPSP : Ya 9 10


Artinya : perkembangan anak sesuai dengan umurnya (S)

Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak dengan baik. Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan bagan stimulasi sesuaikan dengan umur dan kesiapan anak. Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi. Tidak usah mengambil momen khusus. Laksanakan stimulasi sebagai kegiatan seharihari yang terarah. Ikutkan anak setiap ada kegiatan Posyandu/PAUD

Bila jawaban KPSP : Ya 7 8


Artinya : perkembangan anak meragukan (M) Konsultasikan nomer jawaban tidak, mintalah jenis stimulasi apa yang diberikan lebih sering. Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar ketertinggalan anak. Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter anak. Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang menghambat perkembangannya. Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP yang sama pada saat anak pertama dinilai. Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama sudah bisa semua dilakukan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai umur anak.

Misalnya umur anak sekarang adalah 8 bulan 2 minggu, dan ia hanya bisa 7-8 YA. Lakukan stimulasi selama 2 minggu. Pada saat menilai KPSP kembali gunakan dulu KPSP 6 bulan. Bila semua bisa, karena anak sudah berusia 9 bulan, bisa dilaksanakan KPSP 9 bulan. Lakukan skrining rutin, pastikan anak tidak mengalami ketertinggalan lagi. Bila setelah 2 minggu intensif stimulasi, jawaban masih (M) = 7-8 jawaban YA. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau ke rumah sakit dengan fasilitas klinik tumbuh kembang.

Bila jawaban KPSP Ya : 6 atau kurang


Kemungkinan ada penyimpangan perkembangan (P)
Segera rujuk ke Rumah Sakit Tulis jenis dan jumlah penyimpangan perkembangan (mis. gerak kasar, halus, bicara & bahasa, sosial dan kemandirian)

CEK LIST KPSP

21

9/30/2013

ALUR RUJUKAN DINI

Kelompok umur stimulasi anak


No.
1

Aspek yang dilakukan stimulasi


1. Kemampuan Gerak Kasar 2. Kemampuan Gerak Halus 3. Kemampuan Bicara dan Bahasa 4. Kemampuan Sosialisasi dan Kemandirian

Periode Tumbuh Kembang


Masa prenatal, janin dlm kandungan

Kelompok Umur Stimulasi


Masa prenatal Umur 0-3 bulan Umur 3 6 bulan Umur 6-9 bulan Umur 9-12 bulan Umur 9 12 bulan Umur 12 15 bulan Umur 15 18 bulan Umur 18 24 bulan Umur 24 36 bulan Umur 36 48 bulan Umur 48 60 bulan Umur 60 72 bulan

Masa bayi 0 12 bulan

Masa anak Balita 12 60 bulan

Masa prasekolah 60 72 bulan

Prinsip dasar yang perlu diperhatikan


Stimulasi dilakukan dengan dilandasi dengan kasih sayang Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik Berikan stimulasi sesuai dgn kelompok umur Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan terhadap 4 aspek Gunakan alat bantu/permainan sederhana Berikan kesempatan yang sama pada anak lakilaki dan perempuan Anak selalu diberi pujian

22

9/30/2013

23

9/30/2013

Children who dont play much or are rarely touched develop brains 20% to 30% smaller than normal for their age.
Baylor College of Medicine

24

9/30/2013

Grantham-McGregor SM et al. Nutritional supplementation, psychosocial stimulation, and mental development of stunted children: the Jamaican study. Lancet, 1991, 338:15.

25