Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL PRAKTIK KERJA INDUSTRI

PROSES PENGOLAHAN BUMBU SIAP SAJI CV. SAMBARA BOGA

oleh: YATIN DWI RAHAYU 100 !"#

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI $AKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA %01&

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN PROPOSAL PRAKTIK KERJA INDUSTRI Judul Praktik Kerja Industri : Proses Pengolahan Bumbu Siap Saji CV. Sambara Boga Nama ahasis!a : "atin #!i $aha%u NI : 1&&'()* en%etujui dan engesahkan Pembimbing

ustika N,.- S...P.- .Pd / NIP. 10*1&12(2&12122&&2

engetahui: Ketua Program Studi Pendidikan .eknologi 3groindustri

+#r. Sri ,anda%ani- .Pd/ NIP. 10''&04&100)&42&&1

KATA PENGANTAR ata kuliah Praktik Kerja Industri merupakan salah satu mata kuliah !ajib %ang harus dilaksanakan oleh mahasisi!a sebelum men%elesaikan studin%a di Program Studi Pendidikan .eknologi 3groindustri. #iselenggarakann%a mata kuliah ini diharapkan mahasis!a akan dapat menjadikan kegiatan praktik kerja industri ini sebagai pelatihan kerja %ang memungkinkan mahasis!a untuk dapat mengetahui kondisi lingkungan kerja dengan mengamati dan ikut serta se5ara langsung pada kegiatan6kegiatan industri khususn%a pada industri pangan. Proposal kegiatan praktik kerja industri ini disusun sebagai pedoman atau gambaran untuk pelaksanaan praktik kerja industri serta sebagai bahan pertimbangan agar kami mendapat kesempatan melakukan praktik kerja industri di CV. Sambara Boga. Penulis men%adari- bah!a penulisan proposal ini masih ban%ak terdapat kekurangan- karena keterbatasan ilmu dan kemampuan. 7leh karena itu- penulis mengharapkan tanggapan- kritik dan saran %ang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan proposal ini- atas bantuan dari semua pihak %ang tidak dapat disebut satu6persatu- penulis u5apkan terima kasih. Bandung- Juni 2&14 Penulis

DA$TAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................................... ' DA$TAR ISI ....................................................................................................... '' DA$TAR LAMPIRAN........................................................................................''' BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 3. 8atar Belakang .................................................................................... 1 B. .ujuan ................................................................................................ 2 C. $uang 8ingkup .................................................................................. 2 #. an9aat .............................................................................................. 2 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. ( 3. Bumbu dan $empah............................................................................ 1 B. Seasoning ............................................................................................ ( C. Proses Pembuatan Seasoning..............................................................1& BAB III METODOLOGI ...................................................................................1& 3. :aktu Pelaksanaan Kegiatan ..............................................................14 B. etode Pelakasanaan .........................................................................14 C. Kegiatan Praktik Industri ....................................................................14 BAB IV JADWAL KEGIATAN .........................................................................1( DA$TAR PUSTAKA LAMPIRAN

DA$TAR LAMPIRAN 8ampiran 1. Curiculum Vitae.......................................................................... 1' 8ampiran 2. #iagram $an5angan Kegiatan Praktik ....................................... 1) 8ampiran 4. Jurnal Kegiatan ,arian Praktik Kerja Industri............................ 1*

BAB I PENDAHULUAN 3. L)*)+ Bel),)-. Kemajuan teknologi bagi proses produksi telah berkembang melalui process control se5ara komputerisasi atau digital- tetapi manusia tetap sangat berperan sebagai pengontrol atau penga!as lapangan bagi kelan5aran proses produksi. Kebutuhan ketenagakerjaan bagi industri merupakan alat ;ital dalam melakukan proses produksi. Keahlian seorang tenaga kerja ban%ak ditunjang oleh berbagai hal- diantaran%a: pengetahuan dasar- pengetahuan keahlian- kemampuan dasar nalar +analisis/- manajemen industri- maupun kepemimpinan di lapangan. Salah satu per!ujudan usaha untuk men5iptakan sumber da%a manusia %ang pro9esional adalah dengan mengadakan praktik industri- dimana dalam praktik industri- kami sebagai mahasis!a diharapkan dapat mengenal lebih jauh aplikasi6aplikasi disiplin ilmu %ang telah dipelajari- %ang tentu lebih kompleks dan n%ata meningkatkan ketrampilan- mengha%ati suasana kerja di industri dan memahami teknologi terbaru dalam industri. ,arapan kami semoga praktik industri ini dapat memberikan man9aat bagi berbagai pihak terkait baik industri maupun kami sebagai mahasis!a itu sendiri dalam menghasilkan tenaga kerja pro9esional dibidangn%a- khususn%a di bidang teknologi pengolahan dalam bidang agroindustri. Bumbu adalah bahan6bahan sebagai pen%edap makanan %ang ber9ungsi untuk membangkitkan selera makan- %ang digunakan dalam keadaan segar atau basah. Bumbu ini berasal dari bahan makanan he!ani maupun dari tumbuh6 tumbuhan. $empah adalah bahan aromatik %ang digunakan untuk memasak berasal dari tumbuhan dan pada umumn%a dalam keadaan kering. Pada <aman sekarang ban%ak ibu rumah tangga %ang menjadi !anita karier sehingga !aktu dirumah untuk memasak berkurang. Bumbu siap pakai atau bumbu instan merupakan bumbu %ang memudahkan pekerjaan- karena tidak membutuhkan !aktu lama untuk mera5ik bumbu ketika memasak. Bumbu %ang sudah jadi-bisa langsung dipakai- sehingga kita tinggal mempersiapkan bahan %ang masakann%a. ,al tersebut sangat memudahkan para ibu rumah tangga %ang memiliki !aktu sedikit ketika memasak. CV. Sambara Boga %ang merupakan salah satu industri %ang bergerak di bidang pengolahan rempah6rempah berupa bumbu siap saji. CV. Sambara Boga sudah memilki ban%ak produk bumbu siap saji. Proses pembuatan bumbu siap saji tiap industri berbeda6beda seperti haln%a pada CV. Sambara Boga. 7leh karena itu- diharapkan dengan praktik kerja industri ini kami mengetahui proses pembuatan bumbu saji di CV. Sambara Boga. B. T/0/).ujuan praktik industri %ang ingin di5apai %ang dilaksanakan di Sambara Boga adalah sebagai berikut: 1. empelajari dan memahami proses pengolahan bumbu siap saji CV. Sambara Boga ' CV.

2.

empelajari dan memahami sistem pengemasan pengolahan

bumbu siap saji CV. Sambara Boga C. R/)-. L'-.,/1 P+),*', Ke+0) I-2/3*+' $uang lingkup atau batasan praktik industri adalah 1. Pengenalan terhadap struktur organisasi- ketenagakerjaan dan peraturan kerja. 2. Sistem proses seperti proses pengontrolan- tata6letak- dll. 4. Proses pengolahan produk dari pen%iapan bahan sampai dengan penggudangan. #. M)-4))* Ke.')*)- P+),*', Ke+0) I-2/3*+' 1. an9aat Bagi ahasis!a a. =ntuk merealisasikan ilmu %ang di dapat dan dipelajari dikampus dengan penelitian langsung di lapangan. b. 3gar mahasis!a dapat memberi ja!aban dengan men5oba mempraktikan pengetahuan %ang telah didapat di bangku kuliah 5. emberi tambahan bekal dan pengalaman sehingga siap bekerja setelah men%elesaikan studin%a. 2. an9aat Bagi Perusahaan a. =ntuk memenuhi meme5ahkan permasalahan %ang dihadapi perusahaan sesuai ilmu %ang didapat mahasis!a serta kemampuan. b. #apat menjalin kerja sama antara =ni;ersitas dan Instansi Perusahaan. 4. an9aat Bagi =ni;ersitas. a. emenuhi program kurikulum %ang ditentukan . b. endidik mahasis!a berdisiplin dalam mengerjakan tugasn%a. 5. endapatkan in9ormasi dan mengetahui kemampuan mahasis!a dalam pelaksanaan praktik industri.

BAB II LANDASAN TEORI A. B/56/ 2)- Re51)h $empah +spices/ adalah tanaman atau bagian tanaman %ang bersi9at aromatik dan digunakan dalam makanan dengan 9ungsi utama sebagai pemberi 9la;or dan bukan sebagai pemberi komponen gi<i. $empah bisa digunakan dalam bentuk segar- kering- bentuk utuh atau gilingan. Bagian tanaman %ang digunakan bisa berasal dari batang- umbi- akar- biji- daun- bunga atau dan sebagain%a. biji +5ontohn%a adas manis- jintan dan ketumbar/- daun +misaln%a daun mint- daun jintan- daun ketumbar dan daun kemangi/- berr% +5ontohn%a allspi5e dan lada hitam/- kulit ka%u +ka%u manis/- kernel +pala/- batang dan tangkai +daun ba!angserai/- rimpang +jahe- kun%it- lengkuas/- akar +lobak/- bunga +sa99ron/- umbi +ba!ang merah dan ba!ang putih/- buah +kapulaga/ dan kun5up bunga +5engkeh/. #alam beberapa sitasi- rempah %ang berasal dari daun tanaman perdu kadang diistilahkan sebagai herbs. Ketika rempah ditambahkan ke dalam makanan sebagai penambah 9la;or makanan- maka mereka disebut sebagai bumbu. Sehingga- bumbu dapat diartikan sebagai bahan %ang mengandung satu atau lebih rempah +dalam bentuk segar atau terolah/ %ang ditambahkan ke dalam makanan pada saat pengolahan atau pada saat preparasi sebelum makanan tersebut disajikan- %ang ditujukan untuk memperka%a 9la;or- aroma dan>atau penampakan keseluruhan dari suatu produk makanan. Bumbu komersial- biasan%a merupakan 5ampuran dari beberapa rempah ditambah dengan 9la;or enhan5er +garam- S? dan nukleotida/ dan pe!arna serta beberapa aditi9 lainn%a %ang ber9ungsi sebagai penga!etantioksidan- pengental- penstabil- anti kempal- pemanis dan penambah nilai gi<i. Bumbu dikenal dua istilah lagi %aitu seasoning dan condiment. Seasoning adalah bumbu %ang ditambahkan kedalam makanan selama proses pengolahan +atau pemasakan/- sedangkan 5ondiment adalah bumbu %ang ditambahkan pada makanan pada tahap preparasi +sebelum disajikan>dikonsumsi- bukan pada saat pemasakan/. . B. Seasoning Seasoning merupakan bahan 5ampuran rempah6rempah- komponen rasa dan !arna %ang digunakan untuk menambah kesan 9la;or pada makanan +#e $o;ira 1000/. Seasoning diproduksi dalam berbagai bentuk- salah satun%a dalam bentuk bubuk. Bentuk bubuk dianggap memiliki nilai ekonomis tinggi- lebih praktis dalam penggunaan serta memudahkan dalam pengemasan dan pengangkutann%a. Namun demikian- penggumpalan atau kerusakan lainn%a merupakan masalah %ang sering terjadi pada produk dalam bentuk bubuk. Penggumpalan sering men%ebabkan perubahan kelarutan- kenaikan oksidasi lemak dan akti;itas en<im- kehilangan 5ita rasa dan keren%ahan- penurunan kualitas organoleptik dan umur simpan . Seasoning terdapat %ang berbentuk pasta atau lebih dikenal bumbu siap pakai. #imana bumbu tersebut sangat menguntungkan ibu rumah tangga ketika

berada di dapur. Berikut ini adalah bahan6bahan %ang digunakan dalam pembuatan seasoning. 1. ?aram ?aram adalah komponen kun5i dalam snack asin. .ujuan penambahan garam adalah untuk meningkatkan 9la;or seasoning se5ara keseluruhan. .anpa penambahan garam 9la;or akan terasa hambar dan kurang terasa. Partikel garam %ang berukuran lebih besar menghasilkan kelekatan %ang berbeda pada base dibanding dengan garam %ang ukurann%a lebih halus. Namun- penggunaan garam %ang berlebihan dapat men%ebabkan kerontokan atau bahkan distribusi seasoning %ang tidak merata. #osis garam %ang akan ditambahkan dalam seasoning perlu dipertimbangkan terlebih dahulu- salah satun%a dengan uji konsumen. Selain itu ada bahan lainn%a %ang sudah mengandung garam seperti bubuk susu spray-driedhydrolyzed vegetable proteins +,VP/- autolyzed yeast extracts dan dalam beberapa 9la;or 5ampuran. Juga ada beberapa bahan %ang si9atn%a menguatkan rasa garam seperti monosodium glutamat- disodium inosinat- disodium guanilat dan asam organik lainn%a. 2. Bahan pengisi Bahan pengisi %ang digunakan dalam seasoning adalah bahan pokok %ang tidak memiliki rasa dan memiliki nilai ekonomis rendah. Bahan pengisi %ang ban%ak digunakan adalah maltodekstrin- corn syrup padat- tepung terigu- tepung jagung dan whey. Penggunaan bahan pengisi dalam seasoning tergantung pada tipe seasoning dan dosis aplikasin%a pada snack. Contohn%a- apabila 9la;or dirasa terlalu kuat atau penampakan kurang rata maka perlu ditambahkan bahan pengisi. Begitu pula bila penggunaan seasoning meningkat maka jumlah bahan pengisi juga harus ditambah untuk mengimbangi 9la;or %ang dihasilkan. Penambahan bahan pengisi sebesar )@ tern%ata dapat sedikit mempengaruhi 9la;or se5ara keseluruhan. 4. Bubuk he!ani Bubuk keju- bubuk sour cream- bubuk mentega dan susu bubuk adalah komponen kun5i dalam membuat seasoning untuk snack dengan karakter rasa asin. Aungsin%a adalah untuk memberi mouthfeel dan 9la;or pada seasoning. Selain itu juga dapat membantu 9la;or dalam seasoning lebih men%atu. Seasoning 0

%ang kurang kandungan lemakn%a akan 5epat menghilang sensasi 9la;orn%a. 8emak susu memiliki titik leleh diba!ah 1&& A +4).*C/ akan segera meleleh dan men%elimuti lidah selama mengun%ah. Begitu lemak meleleh- komponen 9la;or %ang lipo9ilik akan terlarut dalam lemak tersebut dan memberi sensasi 9la;or %ang lebih panjang. Keuntungan lainn%a juga dapat menutupi aftertaste %ang tidak diinginkan. Bubuk he!ani memiliki harga %ang relati9 mahal bergantung dari bahan baku %ang digunakan- kandungan lemak dalam bubuk dan halal tidakn%a produk. Bubuk he!ani biasan%a digunakan pada (62&@. Pada pemakaian dalam jumlah ke5il- bubuk ini dapat memperhalus 9la;or- khususn%a bila 9la;or dirasa sangat kuat. Pemakaian dalam jumlah ban%ak dapat memberikan kontribusi %ang signi9ikan pada mouthfeel dan 9la;or dalam seasoning. 1. Bubuk tumbuhan Bubuk ba!ang merah- bubuk ba!ang putih- dan bubuk 5abai paling ban%ak digunakan dalam seasoning. Proses pembuatann%a dilakukan dengan mengeringkan han5urann%a dengan panas dan ;akum hingga diperoleh kadar air di ba!ah (@. Bubuk %ang dihasilkan relati9 murah dan memiliki 9la;or %ang pekat. Ba!ang putih dan ba!ang merah hampir selalu ditemukan dalam berbagai snack di pasaran. Keduan%a memberi kesan 9la;or %ang dalam pada bagian tengah. Ala;or a!al seasoning mun5ul dari 5ampuran 9la;or %ang 5epat terlarut dan segera melepas 9la;or. Setelah kesan 9la;or a!al- berikutn%a mun5ul kesan 9la;or %ang berasal dari komponen %ang belum terlarut. Ba!ang putih dan ba!ang merah melepaskan 9la;or lebih lama dari 9la;or lainn%a sehingga dapat ber9ungsi untuk mengisi bagian tengah dari rasa. Ala;or a!al %ang lepas dapat terasa lebih intens dengan adan%a 9la;or 5ampuran- tetapi 9la;or akan 5epat hilang. 7leh karena itu- penambahan ba!ang putih dan ba!ang merah membuat pro9il sensori lebih kompleks dan tahan lama. (. $empah6rempah #alam beberapa kasus- penggilingan rempah menjadi halus akan memudahkan pen5ampuran dengan garam- bubuk ba!ang putih dan ba!ang merah. Selain dalam bentuk halus- penambahan rempah utuh juga dapat memberi kesan ;isual %ang menambah selera. Proses enkapsulasi dapat meningkatkan umur

1&

simpan rempah6rempah. #alam seasoning, biasan%a seban%ak &.2(62.&&@ bagian adalah rempah halus. $empah6rempah adalah bahan %ang mahal. Namun- karena memiliki kesan %ang kuat penggunaan rempah sangat e9ekti9 dalam berbagai aplikasi seasoning. '. Ala;or 5ampuran #alam sepuluh tahun terakhir- 9la;or 5ampuran telah menggantikan posisi rempah6rempah sebagai kontributor utama rasa dalam seasoning. Kebutuhan pro9il 9la;or %ang lebih besar dan seasoning dengan 9la;or kuat telah berubah. $empah6rempah giling tern%ata tidak 5ukup stabil selama pen%impanan snack dan beberapa bahan alami memiliki harga %ang mahal sehingga 9ormulator mulai memasukkan 9la;or tambahan untuk memuaskan pasar. Ala;or 5ampuran digunakan dalam seasoning seban%ak &.1&B(.&&@- bergantung pada aplikasi seasoning. ,arga dari 9la;or 5ampuran ini bergantung dari sumber bahan baku natural atau arti9isial. Setiap 9la;or %ang dihasilkan harus die;aluasi se5ara keseluruhan seperti dosis rendah atau dosis tinggi. Sangat penting untuk mengamati e9ek dari tingkat 9la;or terhadap 9la;or keseluruhan dari seasoning juga interaksi dengan bahan pen%usun seasoning atau base %ang digunakan. ). Penguat rasa Penguat rasa %ang umum ditemui misaln%a seperti monosodium glutamatautolyzed yeast- disodium inosinat- disodium guanilat dan hydrolyzed vegetable protein +,VP/. Semuan%a mengandung 4 dan ( nukleotida dalam jumlah %ang tinggi dan menimbulkan rasa gurih. Penambahan nukleotida pada seasoning dapat mendorong mulut menghasilkan air liur. Jumlah penggunaan penguat rasa beragam bergantung dari pro9il sensorin%a- tetapi le;el a!al penggunaann%a berbeda6beda seperti monosodium glutamat 1B(@- autolyzed yeast extract 1B(@disodium inosinat dan disodium guanilat &.&1B&.&(@ dan ,VP 1B(@. *. Pemanis ?ula- gula merah- madu- molases- dektrosa dan 9ruktosa adalah pemanis %ang ban%ak digunakan dalam seasoning. 3gar dapat ber5ampur dengan bahan lainn%a- maka digunakan pemanis %ang memiliki partikel %ang halus. Setiap pemanis memberikan 9la;or %ang sedikit berbeda satu sama lain. ?ula- gula merah

11

dan molases memberikan rasa manis %ang sejenis.

adu dan 9ruktosa memiliki

rasa manis %ang mirip. #ektrosa memiliki pro9il unik %aitu memberi sensasi dingin pada seasoning. Keban%akan pemanis memiliki harga %ang terjangkau namun dalam penambahann%a harus diperhatikan karena si9atn%a %ang higroskopis dapat berpotensi untuk menggumpal ketika udara panas. Penambahan anti kempal sangat diperlukan dalam bahan ini. 0. 3sam 3sam sitrat- laktat- malat- dan asetat adalah asam %ang biasa digunakan dalam 9ormula seasoning. Penambahan sodium diasetat +garam sodium dari asam asetat/ bisa juga digunakan sebagai asidulan untuk meniru 9la;or ;inegar. 1&. :arna Pe!arna arti9isial adalah pe!arna %ang paling sering digunakan dalam seasoning. .erdapat dua jenis pe!arna %aitu lake dan dye. ake adalah pe!arna %ang larut lemak dan dye adalah pe!arna %ang larut air. Penggunaan pe!arna lake biasan%a dalam bentuk tunggal dalam 5ampuran 9ormula seasoning. Sedangkan pe!arna dye mudah luntur di tangan dan pakaian sehingga menjadi gangguan saat produksi dan ketika dikonsumsi oleh konsumen. Pabrik seasoning memiliki dua opsi saat menambahkan pe!arna dalam 9ormula seasoning: a. enambahkan se5ara langsung dalam 5ampuran seasoning berikut dengan penambahan bahan lainn%a. 8angkah pen5ampuran biasan%a diikuti dengan pemudaran !arna. b. enggunakan bahan %ang telah dikeringkan dimana !arna sudah ditambahkan sebelum di spray-dried 11. Bahan Penolong Selain bahan pengisi dan pe!arna- semua komponen %ang telah dideskripsikan berkontribusi pada 9la;or dan pelepasan 9la;or . Keseragaman bahan penting karena akan mempengaruhi proses pen5ampuran. .iap bahan dimasukkan dalam urutan tertentu. Saat 9ormulasi seasoning harus dipertimbangkan penggunaann%a saat diaplikasikan ke dalam base. Seasoning harus pun%a kemampuan mengalir %ang baik dan tidak ada partikel %ang menggumpal karena akan men%ebabkan produk snack memiliki penampakan %ang 12

tidak merata. Permasalahan %ang sering mun5ul pada bahan penolong adalah ban%akn%a seasoning %ang rontok atau bertumpuk pada peralatan sehingga alat harus sering dimatikan untuk dibersihkan. Bahan penolong %ang ban%ak digunakan adalah min%ak sa%ur dan silikon dioksida. in%ak sa%ur digunakan untuk melapisi bahan %ang hidro9ilik- sehingga mengurangi ke5enderungan bahan untuk men%erap kelembaban. Selain itu- dapat men5egah penggumpalan sehingga proses aplikasi lebih mudah dilakukan. =rutan %ang paling baik saat menambahkan min%ak sa%ur adalah sesaat setelah memasukkan komponen hidro9ilik- diikuti dengan langkah pen5ampuran dengan durasi !aktu %ang 5ukupsehingga memungkinkan min%ak untuk melapisi bahan seluruhn%a. in%ak sa%ur juga sangat penting bila 5ampuran seasoning mengandung bahan dengan distribusi partikel %ang berbeda. :alaupun lebih disarankan untuk menggunakan 9ormula seasoning memiliki partikel %ang ke5il dan seragam. Namun terkadang partikel %ang lebih besar dapat meningkatkan penampakan snack. in%ak sa%ur berperan seperti lem %ang merekatkan seasoning dan men5egah strati9ikasi. Begitu bahan hidro9ilik terlapisi dengan min%ak- aliran seasoning harus dapat mengalir dengan baik. 7leh karena itu- diperlukan penambahan antikempal seperti silikon dioksida atau trikalsium 9os9at ke dalam 5ampuran. Bahan ini memiliki e9ek %ang berla!anan dari min%ak sa%ur. Keduan%a berperan dengan melapisi semua partikel dalam 5ampuran guna men5egah penggumpalan- dan seasoning dapat mengalir dengan baik. 12. 3ntioksidan Penambahan antioksidan se5ara langsung pada 9ormula seasoning biasan%a jarang dilakukan. Keban%akan penambahan antioksidan se5ara tidak sengaja pada bahan %ang larut lemak 5ontohn%a seperti oleoresin paprika. Beberapa antioksidan memang digunakan untuk melindungi bahan baku selama pen%impanan namun biasan%a tidak memiliki 9ungsi lain dalam seasoning. Vitamin C- alpha-tocopherols- extractives of rosemary- and butylated hydroxyanisole +B,3/ dan butylated hydroxy toluene +B,./ adalah beberapa bahan %ang pernah digunakan dalam 9ormulasi untuk menga!etkan seasoning. Saat ini- teknik alternati9 sering dilakukan untuk menga!etkan bahan %ang sensiti9. Ban%ak pabrik snack %ang mengklaim produkn%a bebas penga!et dan suplier merespon dengan tidak menambahkan antioksidan. Kemasan dengan barier tinggi dapat ban%ak mengurangi kebutuhan antioksidan dalam 5ampuran seasoning.

14

C. P+o3e3 Pe56/)*)- Seasoning Proses pembuatan bumbu siap saji se5ara umum adalah sebagai berikut: 1. Persiapan bahan baku Persiapan bahan baku meliputi men%iangi bahan serta mensortasi bahan baku sebelum diolah. 2. Pen5u5ian Pen5u5ian bertujuan agar menghilangkan kotoran dari bahan baku %ang akan digunakan sehingga bahan baku %ang digunakan merupakan bahan baku %ang berkualitas baik. Setelah pen5u5ian ada bebrapa rempah %ang perlu dikupas terlebih dahulu ataupun %ang dibakar terlebih dahulu agar aroma rempah tersebut lebih kuat. 4. Penghalusan Penghalusan bumbu dapat menggunakan blender atau se5ara manual %aitu ulekan. .ujuan dari penghalusan agar bumbu mudah diolah. 1. Pen5ampuran Pen5ampuran bahan meliputi bahan tambahan seperti garam- gulatapioka dan min%ak goreng. Bahan tambahan bertujuan agar memberikan aroma serta 5ita rasa %ang khas dan sesuai. (. Pemasakan Pemasakan menggunakan api sedang sampai bumbu mendidih '. Pendinginan Pendinginan bertujuan agar produk berada pada suhu %ang normal sebelum dikemas. ). Pengemasan Produk dikemas menggunakan kemasan ;akum atau jar karena masa pen%impanan akan lebih lama.

11

?ambar. #iagram 3lir pembuatan bumbu siap saji se5ara umum

1(

BAB III METODOLOGI 3. W),*/ Pel),3)-))- Ke.')*)Pelaksanaan praktik industri selama 2( hari kerja atau selama satu bulan. Kegiatan praktik industri ini dilaksanakan dimulai pada Bulan SeptemberB 7ktober 2&14. B. Me*o2e Pel),3)-))etode pelaksanaan %ang akan digunakan pada praktik kerja indusrti diantaran%a: 1. Pengamatan langsung dan praktik kerja 2. Inter;ie! +!a!an5ara/ 4. #okumentasi 1. Studi 8iteratur C. Ke.')*)- P+),*', I-2/3*+' Kegiatan praktik industri %ang akan dilaksanakan tertera pada lampiran 2

1'

BAB IV JADWAL PRAKTIK KERJA INDUSTRI H)+' Ke7 No. 1 % & ( ! Ke.')*)7rientasi 8ingkungan Pabrik Pengamatan Bahan Baku Praktik Kerja Bagian Produksi Praktik Kerja Bagian Pengemasan Praktik Kerja Bagian DC Pengumpulan #ata 1 % & ( ! " # 8 10 11 1% 1& 1( 1! 1 1" 1# 1 8 % 0 % 1 % % % & % ( %!

1)

DA$TAR PUSTAKA 3nonim.EEEEEEEE. ,istor% $ao<en F7nlineG. .ersedia: http:>>rao<en.sajiansambara.5om>histor%6rao<en> F1& Juni 2&14G 3nonim.EEEEEEEE. 3neka Bumbu F7nlineG. http:>>ke;inmurasaki.!ordpress.5om>2&11>12>&1>aneka6bumbu> F1& juni 2&14G 3nonim. 2&11. Bumbu dan $empah6rempah F7nlineG. .ersedia: http:>>oneparmo.!ordpress.5om>2&11>&1>4&>bumbu6dan6rempah6 rempah> F1& Juni 2&14G Budijanto- Slamet- dkk. 2&1&. Penentuan =mur Simpan Seasoning enggunakan etode !cceleratted Shelf- ife "est "esting #!S "$ dengan Pendekatan Kadar 3ir Kritis FJurnalG. Bogor: Aakultas .eknologi Pertanian6IPB ,erudi%antoarleen S. 2&&*. .eknologi Pengolahan $empah6$empah. Bandung: :id%a Padjadjaran

1*

LAMPIRAN 1 CURRICULUM VITAE Nama Jenis kelamin .empat>.gl 8ahir 3lamat .elepon 3gama Status $i%a!at Pendidikan: S# S P S 3 Perguruan .inggi : "atin #!i $aha%u : Perempuan : Cila5ap- 1 Juni 1002 : $an5abentang I No. 1 $. &1> $: &'Kel. Ciumbuleuit- Ke5. Cidadap- Bandung6 1&112 : &*('(011)022 : Islam : ahasis!a : S# 3l ,ida%ah Bandung : S PN 12 Bandung : S 3 3ngkasa 8anud ,usein Sastranegara Bandung : =ni;ersitas Pendidikan Indonesia

Pengalaman 7rganisasi 6 Pramuka 6 P $ 6 $ohis 6 BC Program Studi +Kabid Kaderisasi- Sekertaris Jendral/ 6 #P Program Studi +#i;isi Kerohanian/ 6

10

LAMPIRAN % D').+)5 R)-9)-.)- Ke.')*)- P+),*',

6 2&

LAMPIRAN & J/+-)l Ke.')*)- H)+')- P+),*', Ke+0) I-2/3*+' Nama NI Program Studi .empat PI Judul 8aporan PI Pembimbing No T)-..)l . : : : : : : U+)')- Ke.')*)P)+)4 Pe56'56'-.

21

Anda mungkin juga menyukai