Anda di halaman 1dari 12

ELASTIC THERAPEUTIC TAPING/ KINESIOTAPING

MODUL I APLIKASI PADA OTOT SKELETAL

Oleh: Ari Sudarsono*)

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

I.

PENDAHULUAN Taping adalah sejenis plester yang digunakan untuk berbagi keperluan di dalam penanganan cidera/ gangguan muskuloskeletal. Awalnya Taping yang dikenal adalah Athletic taping yaitu taping yang kaku/ rigid dan digunakan untuk mencegah cidera dan mengatasi cidera akut (dan bersifat sementara) pada atlet, misalnya untuk mencegah dan menangani ankle sprain, tennis elbow hingga menghentikan perdarahan di kepala akibat adanya robekan. Karena tidak adanya unsur terapetik dan rehabilitatif maka seorang pengobat tradisional dari Jepang bernama Kenzo Kase ingin menciptakan taping yang dapat digunakan ketika di rumah oleh pasien dan tetap dapat memberi efek terapi. Sampai akhirnya di tahun 1973 beliau menciptakan taping yang elastis dan metode pemakaiannya yang spesifik sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan mobilitas otot dan ROM, bukan hanya membatasi ROM sebagaimana taping yang kaku. Taping ini diberi nama Kinesiotaping oleh Kenzo Kase dan secara resmi diperkenalkan di USA tahun 1997.

II. EFEK KINESIOTAPING Kinesiotaping memilki 4 fungsi fisiologis utama yaitu: Mengurangi nyeri atau rasa tidak nyaman dari kulit dan otot Membantu otot dalam pergerakan Mengalirkan endapan cairan limfatik dibawah kulit Membantu mengkoreksi misalignment sendi

Kinesiotaping bekerja sebagai pengganti tangan kita sebagai terapis (tactile stimulation) dengan cara menstimulasi reseptor yang ada di kulit. Jika tekanan ringan maka akan merangsang merkel disk atau meissner sementara bila tekanan berat akan merangsang ruffini atau pacinian. Jika kita mengaplikasikan taping dengan tekanan (Stretch pada taping) yang ringan maka akan timbul konvulasi (kerutan) sehingga terjadi dekompresi yang akan mengurangi inflamasi dan mendorong pengaliran cairan oleh pembuluh limfe di kulit. Jika kita mengaplikasikan taping dengan tekanan yang kuat maka akan terjadi kompresi yang akan merangsang ruffini atau pacinian sehingga baik aplikasi dengan tekanan ringan atau kuat keduanya dapat mengurangi nyeri.

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

Tekanan (Stretch pada taping) juga berperan besar dalam menentukan efek terapi yaitu jika kita memberikan tarikan ringan maka selain input sensori yang diteruskan juga akan memberikan informasi ke jaringan di sekitar kulit terutama pada OTOT yaitu akan terjadi efek recoil (berlawanan dengan arah aplikasi).

III. APLIKASI KINESIOTAPING Aplikasi Kinesiotaping adalah dengan berbagai bentuk potongan (cut) yaitu: a. I shape b. Y shape c. X shape d. Fan/ Web Shape e. Donut

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

Kinesiotaping bisa dipakai untuk: 1. Otot Dalam aplikasinya bisa dipakai untuk inhibisi ataupun fasilitasi otot. Jika kita ingin memberikan efek fasilitasi otot maka arah taping harus dari arah origo ke insersio karena kita mengharapkan efek balik (recoil effect) sebaliknya jika kita mengharapkan efek inhibisi otot maka arah aplikasi tping dari inserio ke origo 2. Drainase sistem Lymphatic Dengan menggunakan potongan fan shape atau web dan dialirkan menuju lymph node terdekat 3. Koreksi ruang/ Space Digunakan untuk mengurangi ketegangan struktur yang dapat

mengakibatkan nyeri atau inflamasi (misal pada Carpal Tunnel Syndrome) 4. Koreksi Mekanika Digunakan untuk mengkoreksi struktur sendi yang tidak sesuai dengan alignment normal baik yang disebabkan oleh jaringan otot atau jaringan pembentuk sendi lainnya 5. Koreksi Fungsional Digunakan untuk mengkoreksi bagian tubuh yang fungsi normalnya tidak berjalan (misal droop foot atau drop hand) 6. Koreksi Fascia Digunakan untuk mengkoreksi disfungsi gerak atau nyeri yang

diakibatkan oleh masalah pada fascia otot 7. Koreksi Ligamen/ tendon Digunakan untuk mengkoreksi tendon (biasaya strain) atau ligamen yang lemah (laxity), robek (sprain) atau terlau tegang

Walaupun banyak praktisi yang melakukan aplikasi taping elastis dengan dua cara stretch/ tarikan yaitu dibawah atau hingga 50% dan diatas 50% namun pada dasarnya taping elastis ini dibagi besar tretch/ tarikannya sebagai berikut:

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

1. Otot (15 - 35%) Fasilitasi (15 - 35%) Inhibisi (15 - 25%)

2. Koreksi ruang/ Space correction (10 - 35%) I strip (25 - 35%) Donut (15 - 25%) Web cut (10 - 20%)

3. Pengaliran cairan limfe/ Lymphatic correction (0 - 20%) In hematoma (0 - 10%) 4. Koreksi Fascia (10 - 50%) 10 25% for superficial fascia 25 50% for deepfascia

5. Koreksi Mekanika (50 - 75%) 6. Koreksi Fungsional (50 - 75%) 7. Koreksi Ligamen/ tendon (50 - 100%) 50 75% for tendon 75 100% for ligament

Sebelum melakukan aplikasi taping terapetik elastis ini maka perlu dilakukan persiapan antara lain sebagai berikut: Cukur rambut jika mengganggu perlengketan Jangan ada minyak atau lotions pada kulit Jangan gunakan hair dryer pada taping Jika diperukan gunakan alkohol untuk membersihkan kulit Ukur panjang yang tepat sesuai tarikan/ stretch yang diinginkan Gosok taping setelah (adhesive) Assess Tape Reassess Selalu dokumentasikan setelah melakukan taping applikasi untuk mengaktifkan perlengketan

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

IV. KOREKSI OTOT 1. Ekstremitas atas a. Deltoideus

1. Potong Taping dalam bentuk Y (Y shape) dan ukur taping sesuai tarikan sehingga pas 2. Jika ingin melakukan inhibisi maka letakkan jangkar pertama pada insersio di Deltoid tuberosity 3. Lekatkan pertama pada sisi anterior dengan posisi shoulder fleksi 90 0 dan horizontal abduksi hingga bagian lateral klavikula 4. Berikutnya lekatkan pada sisi posterior dengan posisi shoulder fleksi 900 dan horizontal adduksi hingga spina skapula

b. Biceps brachii

1. Potong Taping dalam bentuk X dan ukur panjang taping sesuai tarikan 2. Jika ingin melakukan inhibisi maka letakkan jangkar pertama pada insersio di sekitar Deltoid tuberosity dan pisah ekornya menjadi dua tanpa tarikan ke lengan bawah 3. Lekatkan pertama pada sisi lateral dengan posisi shoulder dan siku ekstensi hingga bagian superior skapula (supraglenoid tubercle), berikutnya lekatkan pada sisi medial dengan posisi shoulder shoulder dan siku ekstensi hingga prosesus korakoideus skapula
*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

c. Ekstensor wrist (ECR, ECB, ECU)

1. Potong Taping dalam bentuk Y (Y shape) dan ukur taping sesuai tarikan sehingga pas 2. Jika ingin melakukan inhibisi maka letakkan jangkar pertama pada sisi distal wrist joint dan pisah ekornya menjadi dua ke superior 3. Lekatkan dengan tarikan 15 25% mengelilingi otot-otot ekstensor wrist dengan posisi wrist fleksi dan siku ekstensi hingga (superior) epicondylus lateralis

2. Ekstremitas bawah a. Quadriceps

1. Potong Taping dalam bentuk Y atau I yang dimodifikasi (I modified) dan ukur taping sesuai tarikan sehingga pas

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

2. Jika ingin melakukan fasilitasi maka letakkan jangkar pertama pada Spina Iliaka Anterior Inferior (SIAI) atau cukup di sisi proximal otot quadriceps 3. Lekatkan dengan tarikan 15 35% sepanjang otot quadriceps dengan posisi ekstensi hip namun saat akan mencapai tendon pisah ekornya menjadi dua mengelilingi patela dengan posisi fleksi hip hingga melingkari patella tanpa tarikan

b. Hamstring

1. Potong Taping dalam bentuk Y (Y shape) dan ukur taping sesuai tarikan sehingga pas 2. Jika ingin melakukan fasilitasi maka letakkan jangkar pertama pada Tuberositas Ischiadikus atau cukup di sisi proximal otot hamstring 3. Lekatkan dengan tarikan 15 35% sepanjang otot hamstring dengan posisi fleksi hip dan ekstensi lurtut dan saat akan mencapai popliteal fossa (musclotendinogen) pisah ekornya menjadi dua. Sisi lateral ke Fibular head, yang medial ke kodylus Medialis Tibia.

c. Tensor Fasia Latae/ Iliotibial band

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

1. Potong Taping dalam bentuk I (I shape) dan ukur taping sesuai tarikan sehingga pas 2. Jika ingin melakukan fasilitasi maka letakkan jangkar pertama pada krista iliaka, posisikan klien dengan side lyng dimana tungkai yang ditaping ada disisi atas 3. Lekatkan dengan tarikan 15 35% sepanjang otot TFL dengan posisi aduksi hip dan ekstensi lutut dan berakhir tanpa tarikan pada tuberositas tibia

d. Otot betis/ Calf (Gastrocnemius-Soleus complex)

1. Potong Taping dalam bentuk Y (Y shape) jika ingin melakukan taping pada calf muscles namun jika hanya tendon achilles dengan I strip 2. Jika ingin melakukan inhibisi tendon achilles maka letakkan jangkar pertama pada plantar pedis, jika seluruh calf muscles maka pisah ekornya menjadi dua ke cranial/ superior hingga medial dan lateral condyle. Lekatkan dengan tarikan 15 25% hingga mengelilingi otototot calf.

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

3. Trunk a. Cervical Flexor (Sclaenus-SCM)

1. Potong Taping dalam bentuk Y (Y shape) untuk SCM dan I shape untuk Scalenus.Ukur taping sesuai tarikan sehingga pas 2. Untuk Scalenus. Jika ingin melakukan inhibisi maka letakkan jangkar pertama pada klavikula. Lekatkan dengan tarikan 15 25% dengan posisi kepala fleksi lateral ke arah berlawanan + rotasi ke arah yang sama dan berakhir di prosesus transversus antara C3-6. 3. Untuk SCM. Jika ingin melakukan inhibisi maka letakkan jangkar pertama pada klavikula 1/3 medial dan sternum. Lekatkan dengan tarikan 1525% dengan posisi kepala fleksi lateral ke arah berlawanan + rotasi ke arah yang sama dan berakhir di prosesus mastoideus.

b. Cervical Extensor ( Longissimus Cervicis)

1. Potong Taping dalam bentuk Y (Y shape) 2. Jika ingin melakukan fasilitasi maka letakkan jangkar pertama pada prosesus spinous antara C4-7. Lekatkan dengan tarikan 1535% dengan posisi kepala fleksi dan rotasi ke arah yang berlawanan dari ekor dan berakhir di prosesus transversus antara C2-6.
*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

c. Rhomboideus

1. Potong Taping dalam bentuk X (X shape) 2. Jika ingin melakukan fasilitasi maka letakkan jangkar pertama pada prosesus spinous antara T2-T5 dan pisah menjadi 2 ekor. Lekatkan dengan tarikan 1535% dengan posisi shoulder horizontal adduksi dan berakhir di pinggir medial scapula di bawah spina scapula

d. Trapezius

1. Potong Taping dalam bentuk Y (Y shape). 2. Jika ingin melakukan inhibisi bisa dilakukan langsung pada Upper dan middle (sering spasme) maka letakkan jangkar pertama pada prosesus transversus C2 dan pisah menjadi 2 ekor. Lekatkan dengan tarikan 15 25% dengan posisi kepala fleksi lateral ke sisi berlawanan dan berakhir di acromion pada ekor yang di superior dan di pinggir medial scapula di bawah spina scapula pada ekor yang inferior

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)

e. Rectus Abdominis

1. Potong Taping dalam bentuk I (I shape). 2. Jika ingin melakukan fiasilitasi bisa dilakukan langsung pada kedua sisi Rectus abdominis 3. Letakkan jangkar pertama dibawah umbilikus dengan tarikan 1535%. Stretch otot dilakukan dengan inspirasi aktif dan berakhir di tulang iga distal pada sisi costocartlage

V. PENUTUP Kinesiotaping adalah ADJUNCTIVE THERAPY...! Jadi harus ada terapi yang utama. Dalam kinesiotaping yang paling penting adalah Asesmen sehingga untuk kasus yang sama, tapingnya belum tentu sama. Setelah aplikasi taping harus dicatat dalam Medical Record kegunaannya, arah dan besar tarikan supaya tidak terjadi kesalahan.

*) KTAI Certified (KT1 & KT2, KT3)