Anda di halaman 1dari 14

UNIMED

BAB. 4 Penilaian Sekuritas Jangka Panjang


Perbedaan antara Berbagai Konsep Penilaian.
Nilai (Value) diistilahkan sebagai banyak hal yang berbeda bagi orang yang berbeda. Konsep nilai meliputi : 1. Nilai Likuiditas (liquidation value) Adalah sejumlah uang yang dapat direalisasikan jika sebuah aktiva atau sekelompok aktiva (contohnya, perusahaan) dijual secara terpisah dari organisasi yang menjalakannya. 2. Nilai Kelangsungan Usaha (going-concern value) perusahaan. Merupakan nilai perusahaan jika dijual sebagai operasi usaha yang berlanjut. 3. Nilai Buku (book value) o Nilai buku suatu aktiva Adalah nilai akuntansi dari aktiva tersebut biaya aktiva dikurangi akumulasi depresiasinya. o Nilai buku perusahaan Adalah total aktiva dikurangi kewajiban dan saham preferen seperti yang tercantum di dalam neraca. 4. Nilai Pasar (market value) Nilai pasar aktiva adalah harga pasar dari aktiva tersebut jika diperdagangkan di pasar. Bagi perusahaan, perusahaan nilai pasar sering kali dipilih dari nilai tertinggi antara nilai likuiditas atau kelangsungan usaha perusahaan. 5. Nilai Intrinsik (intrinsic value) Nilai Intrinsik dari suatu surat berharga adalah nilai ekonominya. Jika pasar secara wajar efisien dan memiliki informasi yang baik, maka harga pasar saat ini dari surat berharga harus berfluktuasi di dekat nilai intrinsik.

Penilaian Obligasi
Obligasi (bond) adalah surat berharga yang membayar sejumlah bunga pada investor, setiap periode , hingga akhirnya ditarik oleh perusahaan. Obligasi memiliki nilai nominal (face value) atau nilai pari (par value) yaitu nilai aktiva yang disebutkan. Nilai ini biasanya sebesar $ 1.000 per obligasi di Amerika Serikat. Obligasi tersebut juga selalu memiliki waktu jatuh tempo (maturity), yang merupakan saat perusahaan wajib membayar pemegang obligasi nilai nominal dari instrumen tersebut. Terakhir , Tingkat bunga kupon (coupon rate), atau tingkat bunga tahunan nominal, dicantumkan pada pernukaan obligasi. Tingkat bunga yang disebutkan; pembayaran bunga tahunan dibagi dengan nilai nominal obligasi tersebut. Obligasi Perpetual Menetapkan nilai obligasi pada tahap pertama dan yang paling mudah adalah berdasarkan pada kategori khusus obligasi yang tidak pernah jatuh tempo. Nilai sekarang dari obligasi perpetual sama dengan nilai kapitalisasi aliran tanpa batas pembayaran bunga. Jika sebuah obligasi menjajikan untuk memberikan pembayaran tahunan tetap sejumlah I untuk selamanya, nilai sekarang (intrinsik) obligasi tersebut, V , dengan tingkat pengembalian yang diminta investor untuk obligasi utang ini, kd , adalah

Summary Finacial Management

by

Welianus Zega (7123220060)

UNIMED ( )

yang berdasarkan pembahasan sebelumnya , dapat disingkat menjadi

Contoh: Anda dapat membeli sebuah obligasi yang membayar $50 per tahun untuk selamanya. Dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian yang Anda minta untuk jenis obligasi ini adalah 12 persen, maka nilai sekarang dari surat berharga ini adalah V = $50/0,12 = $416,67 Obligasi dengan Umur Terbatas Obligasi Berbunga Bukan Nol (Nonzero Coupon Bond). Jika obligasi memiliki umur terbatas (finite maturity), maka dipertimbangkan nilai akhir (terminal value) atau nilai jatuh tempo (nilai nominal) dalam menilai suatu obligasi. Persamaan penilaian untuk obligasi semacam ini yang membayar bunga tiap akhir tahun adalah

( ) ( )

Ket: = jumlah tahun hingga jatuh tempo akhir. = nilai jatuh tempo dari obligasi. Contoh: Sebuah obligasi bernilai nominal $1.000 dengan kupon 10% dan jatuh tempo 9 tahun. Jika tingkat pengembalian yang diminta atas obligasi adalah 12%, maka
( ( ) ) ( ( ) )

Jika tingkat bunga diskonto yang wajar sebesar 8% bukan 12%, maka persamaan untuk penilaian obligasi tersebut menjadi
( ( ) ) ( ( ) )

Summary Finacial Management

by

Welianus Zega (7123220060)

UNIMED

Dalam kasus ini, nilai sekarang obligasi melebihi nilai nominalnya, karena tingkat pengembalian yang diminta kurang dari tingkat bunga kupon. Investor akan bersedia membayar harga premium untuk membeli obligasi tersebut. Sedangkan pada tingkat pengembalian bunga 12% hasilnya, obligasi memiliki nilai sekarang yang lebih kecil daripada nilai nominalnya. Para Investor akan bersedia membeli obligasi tersebut hanya jika dijual dengan diskon dari nilai nominalnya. Obligasi Tanpa Kupon (Zero-Coupon Bond). Obligasi ini tidak membayar bunga secara periodik tetapi sebagai gantinya, dijual dengan harga diskon yang sangat besar dari nilai nominalnya. Keuntungan dari Obligasi tanpa bunga ini adalah peningkatan bertingkat atas nilai surat berharga dari nilai aslinya, harga pembelian yang di bawah nilai nominal (below-face-value) hingga kembali pada nilai nominal pada jatuh tempo. Persamaan penilaian untuk obligasi tanpa kupon adalah versi potongan dari persamaan yang digunakan untuk obligasi normal yang membayar kupon. Komponen nilai sekarang dari pembayaran bunga dihilangkan, dan tinggal nilai yang murni ditentukan oleh nilai sekarang pembayaran nilai nominal pada saat jatuh tempo, atau

Anggaplah Espiona Enterprise menerbitkan obligasi tanpa kupon dengan waktu jatuh tempo 10 tahun dan nilai nominal $1.000. Jika tingkat pengembalian yang diminta adalah 12 persen, maka

Berarti , jika membeli obligasi dengan harga $322 dan menukarnya dengan $1.000 pada 10 tahun kemudian, investasi awal anda akan memberi tingkat pengembalian majemuk tahunan sebesar 12%.

Bunga Majemuk Setengah Tahunan (Semiannual Compounding of Interest). Persamaan perhitungan untuk bunga majemuk setengah tahunan adalah sebagai berikut:
( ) ( )

Ket: = Nominal perkiraan tingkat bunga tahunan


Summary Finacial Management
by

Welianus Zega (7123220060)

UNIMED

= Pembayaran kupon setengah tahunan = Jumlah periode setengah tahunan hingga jatuh tempo.

Penilaian Saham Preferen


Saham preferen adalah jenis saham yang biasanya menjanjikan dividen tetap, akan tetapi jumlahnya tergantung pada dewan direksi. Saham tersebut memiliki preferensi atas saham biasa dalam hal pembayaran dividen dan klaim atas berbagai aktiva perusahaan. Nilai sekarang dari saham preferen adalah

Ket: = dividen tahunan per lembar saham dari saham preferen. = tingkat diskonto yang tepat.

Penilai Saham Biasa


Saham biasa adalah surat berharga yang mencerminkan posisi kepemilikan (dan resiko) dalam sebuah perusahaan. Saham ini tidak seperti arus kas pada obligasi dan saham preferen, ada lebih banyak ketidakpastian di sekitar aliran pengembalian di masa mendatang dalam saham ini. Dalam cara yang hampir sama ketika menilai obligasi dan saham preferen, nilai selembar saham biasa dapat dilihat sebagai nilai diskonto dari semua perkiraan dividen kas yang diberikan oleh perusahaan penerbitnya, hingga akhir zaman. Dengan kata lain,

Jika saham hanya dimiliki dalam waktu dua tahun maka rumusnya adalah

Ket: = dividen tunai pada akhir waktu periode = tingkat pengembalian yang diminta investor, atau tingkat kapitalisasi, untuk investasi ekuitas ini. = perkiraan harga jual saham pada akhir masa dua tahun. Model Diskonto Dividen Berbagai jenis model diskonto dividen. Pertumbuhan Konstan (Constant Growth). Jika dividen diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat yang konstan, maka persamaan pada penilaian saham biasa diubah menjadi

Summary Finacial Management

by

Welianus Zega (7123220060)

UNIMED

Ket: g = dividen dekarang per lembar saham. = tingkat konstan. lebih besar daripada g.

Cacatan : Akan tetapi, dengan asumsi bahwa

Konversi ke Pendekatan Penggandaan Pendapatan (Conversion to an Earning Multiplier Approach). Dengan menggunakan model pertumbuhan konstan, kita dapat mudah mengubah penilaian dividen.

sehingga, Penggandaan pendapatan = Tidak Ada Pertumbuhan (No Growth). Di dalam model ini, asumsinya adalah dividen akan dipertahankan pada tingkatnya yang sekarang ini selamanya.

Tahap Pertumbuhan (Growth Phases). Sejumlah model penilaian didasarkan pada keyakinan bahwa beberapa tahun (g bahkan mungkin saja lebih besar dari dalam tahap ini), tetapi akhirnya tingkat pertumbuhan akan menurun. Jadi transisinya dapat berasal dari tingkat pertumbuhan saat ini yang di atas normal hingga ke tahap yang dianggap normal. Jika dividen per lembar diharapkan akan tumbuh dan setelah 6 %. Persamaan Model pertumbuhan konstan menjadi

Pertumbuhan dividen tahap ke-2menggunakan perkiraan dalam periode 5 sebagai dasarnya. Jika adalah $2 per lembar dan adalah 14%, maka
[ ][ ]

Tingkat Pengembalian atau Imbal Hasil


Jika kita mengganti nilai intrinsik (V) dalam persamaan penilaian kita dengan harga pasar (P0) dari surat berharga tersebut, kita akan dapat menghitung tingkat
Summary Finacial Management Welianus Zega (7123220060)

by

UNIMED

pengembalian yang diminta pasar (market required rate of return). Hasil pasar memilik fungsi yang sangat penting untuk memungkinkan kita membandingkan, dalam dasar sama, berbagai surat berharga yang berbeda dari segi aliran kas yang diberikan, waktu jatuh tempo, dan harga saat ini. Yield to Maturity (YTM) atas Obligasi Adalah tingkat pengembalian yang diminta atas suatu obligasi jika dibeli dengan harga pasarnya saat ini dan dipertahankan hingga waktu jatuh temponya; disebut juga sebagai tingkat pengembalian internal (internal rate of return IRR ) obligasi. Apabila kita mengganti nilai intrinsik (V) dengan harga pasar saat ini (P0), maka Jika kini kita menggati nilai sesungguhnya obligasi hingga jatuh tempo). kita dapat mencari (hasil

Interpolasi (interpolation). Yaitu memperkirakan angka yang belum diketahui di antara dua angka yang telah diketahui. Contoh : Sebuah obligasi bernilai nominal $1.000 dengan harga pasar saat ini $761, jatuh tempo 12 tahun dan tingkat bunga kuponnya 8% dibayar per tahun. Jika kita buat tingkat diskontonya 10 % , maka V = $864,12 Jika kita buat tingkat diskontonya 15 % , maka V = $620,68 Sehingga $761 berada diantara 10% dan 15%, maka interpolasi yang dapat dilakukan adalah [ [ ] ]

Perilaku Harga Obligasi. Sejumlah pengamatan dapat dilakukan atas nilai obligasi: Ketika tingkat pengembalian yang diminta pasar lebih dari tingkat bunga kupon yang tercantum, harga dari obligasi tersebut akan kurang dari nilai nominalnya. Ketika tingkat pengembalian yang diminta pasar kurang dari tingkat bunga kupon yang tercantum, harga dari obligasi tersebut akan lebih banyak dari nilai nominalnya. Ketika tingkat pengembalian yang diminta pasar sama dengan tingkat bunga kupon yang tercantum, harga dari obligasi tersebut akan sama dengan nilai nominalnya. Jika tingkat bunga naik begitu tinggi sehingga tingkat pengembalian yang diminta pasar naik , harga obligasi akan jatuh. Jika tingkat bunga jatuh, harga obligasi akan naik.
Summary Finacial Management
by

Welianus Zega (7123220060)

UNIMED

Pada setiap perubahan tingkat pengembalian pasar yang disyaratkan, harga obligasi akan berubah sesuai dengan semakin besarnya dan semakin lamanya jatuh tempo surat berharga tersebut. Bagi perubahan tertentu tingkat pengembalian yang diminta pasar, semakin banyak perubahan proporsional obligasi, semakin rendah tingkat bunga kupon.

YTM dan Bunga Majemuk Setengah Tahunan (YTM and semiannual Compounding).

Perhitungan pembayaran bunga setengah tahunan

Penggandaan YTM Setengah Tahunan:

Imbal Hasil atas Saham Preferen Imbal hasil atas saham preferen ( ) Imbal Hasil atas Saham Biasa Imbal hasil atas saham biasa

BAB. 5 Risiko dan Pengambilan


Defenisi Risiko dan Pengambilan
Pengambilan Penghasilan yang diterima dari suatu investasi ditambah dengan perubahan harga pasar, yang biasanya dinyatakan sebagai persentase dari investasi tersebut. Risiko Merupakan sebagai perbedaan antara pengembalian aktual dengan pengembalian yang diharapkan.

Menggunakan Distribusi Probabilitas untuk Mengukur Risiko


Distribusi probabilitas merupakan sekumpulan kemungkinan nilai yang dapat diasumsikan oleh variabel acak dan probabilitas kejadiannya. Distribusi probabilitas ini bisa diringkas dalam dua parameter distribusi: 1. Pengembalian yang diharapkan (expected return) 2. Deviasi standar (standard deviation) Pengembalian yang Diharapkan dan Deviasi Standar Pengembalian yang diharapkan dari R adalah:

Summary Finacial Management

by

Welianus Zega (7123220060)

UNIMED

Ket: = Pengembalian untuk kemungkinan ke-i =Probabilitas dari kejadian kemungkinan = total jumlah kemungkinan

pengukuran konvensional dari penyebaran adalah Deviasi Standar. Semakin besar deviasi standar dari pengambilan, dan semakin tinggi resiko dari investasi tersebut. Deviasi standar ( ), dapat dinyatakan secara matematis sebagai

Kuadrat dari deviasi standar

disebut varians dari distribusi.

Penggunaan informasi deviasi standar. Distribusi probabilitas diskrit (tidak berkelanjutan), di mana variabel acak, seperti pengembalian, hanya menggunakan nilai tertentu dalam suatu interval. Dengan menyatakan perbedaan dari pengambilan yang diharapkan dalam bentuk deviasi standar, kita dapat menentukan probabilitas apakah pengembalian yang sebenarnya akan lebih besar atau lebih kecil. Ilustrasi: Anggapalah distribusi pengembalian penyebaran telah berkisar normal dengan pengembalian yang diharapkan sama dengan 9% dan deviasi standar adalah 8,38%, untuk menemukan probabilitas bahwa pengembalian aktual di masa depan lebih kecil dari 0. Jawab: Pertama harus menentukan berapa banyak deviasi standar 0% yang berasal dari ratarata (9%).

PROBABILITAS KEJADIAN

Distribusi probabilitas normal dari kemungkinan pengembalian untuk contoh area yang diarsir 1,07 deviasi satandar ke arah kiri rata-rata.

1,07

10
PENGEMBALIAN (%)

20

Summary Finacial Management

by

Welianus Zega (7123220060)

UNIMED

Koefisien Variasi Untuk menyesuaikan ukuran, atau skala, masalah, deviasi standar bisa dibagi dengan pengembalian yang diharapakan untuk dihitung koefisien variansinya (CV) : koefisien variansinya (CV) = dengan demikian, koefisien variasi adalah ukuran dari dispersi relatif (resiko) ukuran risiko per unit dari pengembalian yang diharapkan.

Sikap terhadap Risiko


Fakta menunjukkan bahwa kebanyakan investor menghindari risiko, Istilah yang diberikan pada investor yang meminta pengembalian yang lebih tinggi, jika risikonya lebih tinggi. Jumlah pasti dari uang yang diminta oleh seseorang pada suatu titik waktu tertentu untuk membuat orang tersebut tidak membedakan antara jumlah yang pasti tersebut dengan jumlah yang diharapkan diterima dengan risiko pada titik dan waktu yang sama disebut Ekuivalen kepastian (CE). Pada kenyataannya menghubungkan ekuivalen dengan kepastian seseorang dengan nilai moneter yang diharapkan dari investasi yang berisiko investasi untuk mendefinisikan sikap mereka terhadap risiko. Pada umumnya, jika Ekuivalen kepastian < nilai yang diharapkan, maka orang tersebut cenderung suka menghindari risiko (risk aversion). Ekuivalen kepastian = nilai yang diharapkan, maka individu tersebut cenderung berpendapat netral terhadap risiko (risk indifference). Ekuivalen kepastian > nilai yang diharapkan, maka individu tersebut cenderung suka mengambil risiko (risk preference).

Risiko dan Pengembalian dalam Konteks Portofolio


Investor jarang menempatkan seluruh kekayaan mereka pada aktiva atau investasi tunggal, melainkan investor sering membuat portofolio (portfolio) atau kelompok investasi. Oleh karena itu, analisis risiko dan pengembalian perlu diperluas dengan membahas mengenai portofolio. Pengembalian Portofolio Rumus umum untuk pengambilan yang diharapkan dalam portofolio p adalah sebagai berikut: ( )( )

Risiko Portofolio dan Pentingnya Kovarians Untuk mendapatkan rata-rata tertimbang dari setiap deviasi standar sekuritas adalah dengan mengabaikan relasi, atau kovarians (covariance), antarpengembalian yang diharapkan dari portofolio. Kovarians adalah ukuran statistik di mana 2 varibel (misalnya pengembalian sekuritas) bergerak bersama-sama. Kovarians yang positif menunjukkan bahwa rata-rata 2 variabel akan bergerak bersama-sama. Kovarians negatif menyatakan bahwa 2 variabel itu bergerak pada arah yang berlawanan. Kovarians nol berarti kedua variabel tidak menunjukkan perbedaan baik secara positif maupun secara negatif.
9

Summary Finacial Management

by

Welianus Zega (7123220060)

UNIMED

Diversifikasi
Konsep ini menunjukkan bahwa bahasa yang kita gunakan sehari-hari berisi pernyataan yang mendorong kita melakukan diversifikas (jangan memasukan semua telur yang Anda miliki ke 1 keranjang). Idenya adalah menyebarkan risiko Anda dalam sejumlah aktiva atau investasi. ide tersebut ada benarnya, meskipun pendekatan ini merupakan pendekatan yang agak naif untuk diversifikasi. Ini mengabaikan kovarians (atau korelasi) di antara pengembalian sekuritas. Investasi dalam pasar keuangan dunia dapat mencapai diversifikasi yang lebih besar daripada investasi dalam sekuritas di 1 negara saja.
Sekuritas Sekuritas Kombinasi A dan

PENGEMBALIAN INVESTASI

WAKTU

WAKTU

WAKTU

Pengaruh diversifikasi terhadap risiko

Risiko Sistematis dan Tidak Sistematis Telah disebutkan bahwa kombinasi sekuritas yang tidak berkorelasi positif membantu meminimalkan risiko dari suatu portofolio. Penelitian telah menemukan apa yang terjadi dari risiko portofolio jika saham yang dipilih secara acak dikombinasikan untuk membentuk portofolio tertimbang yang sama. Ketika kita mulai dengan sebuah saham tunggal, maka risiko portofolio adalah deviasi standar dari saham itu. Jika jumlah saham pada portofolio tersebut bertambah, maka total risiko dari portofolio tersebut berkurang. Total risiko portofolio terdiri atas dua komponen: Risiko sistematis (tidak dapat didiversifikasi + atau tidak dapat dihindari) Risiko tidak sistematis (dapat didiversifikasi dapat dihindari)

Total risiko

atau

Risiko Sistematis (systemrisk) adalah faktor-faktor risiko yang memengaruhi pasar secara keseluruhan, seperti perubahan ekonomi suatu negara, perubahan pajak oleh dewan, atau perubahan situasi energi dunia. Risiko tidak sistematis (unsystematic risk), adalah risiko dari perusahaan atau industri tertentu. Resiko ini tidak terikat pada faktor ekonomi, politik dan faktor lainnya yang mempengaruhi semua sekuritas dalam cara yang sistematis.

Model Penetapan Harga Modal-Aktiva


Berdasarkan perilaku dari investor yang suka menghindari risiko, ada suatu hubungan ekuilibrium antara risiko dan pengembalian yang diharapkan untuk setiap
Summary Finacial Management
by

Welianus Zega (7123220060)

10

UNIMED

sekuritas. Dalam ekuilibrium pasar, sekuritas diharapkan menyediakan pengembalian yang sesuai dengan risiko sistematis risiko yang tidak dapat dihindari dengan diversifikasi. semakin besar risiko sistematis suatu sekuritas, semakin besar pengembalian yang diharapkan oleh investor dari sekuritas tersebut. Hubungan antara pengembalian yang diharapkan dengan risiko sistematis dan penilaian sekuritas adalah inti dari model penetapan harga model-aktiva (capital asset pricing model CPAM). Model penetapan harga modal-aktiva (CAPM) adalah model yang mendeskripsikan hubungan antara risiko dan pengembalian yang diharapkan (diminta); dalam model ini, pengembalian yang diharapkan (diminta) dari suatu sekuritas adalah tingkat bebas risiko ditambah premi berdasarkan risiko sistematis dari sekuritas tersebut. Garis Karakteristik Garis biru tebal disebut Garis karakteristik yang merupakan garis yang menggambarkan hubungan antara pengembalian sekuritas individual dan pengembalian portofolio pasar. Kemiringan dari garis ini adalah beta. Hubungan yang diharapkan dapat didasarkan oleh pengalaman masa lalu, dimana kelebihan pengembalian yang sebenarnya dari saham dan portofolio pasar akan digambarkan pada grafik, dan garis regresi yang menunjukkan hubungan historis akan digambar. Pengembalian per bulan dapat dihitung sebagai berikut :

Beta: Indeks Risiko Sistematis Beta adalah kemiringan (slope yaitu perubahan dalam kelebihan pengembalian saham yang lebih besar daripada perubahan dalam kelebihan pengembalian portofolio) di garis karakteristik dengan kata lain , beta mengukur sensitivitas pengembalian saham terhadap perubahan dalam pengembalian portofolio pasar. Beta dari portofolio adalah rata-rata tertimbang dari beta saham individual dalam portofolio. Semakin besar kemiringan dari garis karakteristik saham, seperti yang digambarkan oleh betanya, semakin besar risiko sistematisnya.
KELEBIHAN PENGEMBALIAN SAHAM + Beta lebih besar dari 1,0
(agresif) Beta sama dengan 1,0 Beta lebih kecil dari 1,0 (defensif)

KELEBIHAN PENGEMBALIAN PORTOFOLIO PASAR

Contoh garis karakteristik dengan beta yang berbeda-beda


Summary Finacial Management
by

Welianus Zega (7123220060)

11

UNIMED

Peninjauan Kembali Risiko Tidak Sistematis (Dapat Didiversifikasi) Distribusi titik data pada garis karakteristik adalah ukuran risiko tidak sistematis dari saham. Semakin lebar jarak relatif antara titik dengan garis, semakin besar risiko tidak sistematis dari saham. Tingkat Pengembalian yang Diminta dan Garis Pasar Sekuritas Jika risiko tidak sistematis telah didiversifikasi, tingkat pengembalian yang diminta untuk saham j adalah
( )

Ket : = tingkat yang bebas resiko = pengembalian yang diharapkan dari portofolio = koefisien beta dari sahamj yang telah didefinisikan.

Garis Pasar Sekuritas merupakan garis yang menggambarkan hubungan linear antara tingkat pengembalian yang diharapkan dari sekuritas individual (dan portofolio) dan risiko sistematis yang diukur oleh beta. Hubungan linear ini disebut juga garis pasar sekuritas (security market line SML) Memperoleh Beta. Jika waktu lampau dianggap sebagai pengganti yang baik untuk masa depan, kita bisa menggunakan data lampau untuk menghitung beta. Menyesuaikan Beta Historikal. Kecenderungan dari ukuran beta sekuritas individual untuk mengacu ke beta portofolio pasar dapat disebabkan oleh faktor ekonomi yang memengaruhi operasi dan keuangan perusahaan dan mungkin juga faktor statistik. Untuk menyesuaikan dengan kecenderungan ini, maka dihitung beta yang disesuaikan. Memperoleh Informasi Lain untuk Model. Selain beta, angka yang digunakan untuk pengembalian pasar dan tingkat bebas risiko harus menjadi perkiraan terbaik untuk masa depan. Penggunaan data historikal menghasilakan perkiraan pengembalian pada di masa depan yang terlalu tinggi. Pada situasi ini, perkiraan langsung dari tingkat bebas risiko dan dari pegembalian pasar harus dibuat. Menggunakan Premi Risiko. Kelebihan pengembalian dalam portofolio pasar (lebih dari tingkat bebas risiko) disebut juga premi risiko pasar. Daripada perkiraan pengembalian portofolio pasar secara langsung, kita dapat menambahkan premi risio ke tingkat bebas risiko yang berlaku. Hal terpenting bahwa pengambilan pasar yang diharapkan dari saham biasa dan tingkat bebas berisiko yang digunakan harus menjadi perkiraan pasar sekarang ini. Penggunaan data yang lalu tanpa pertimbangan yang teliti dapat mengakibatkan salah perkiraan dari input data ke dalam CAPM. Pengembalian dan Harga Saham CAPM menyediakan kita sarana untuk memperkirakan tingkat pengembalian yang diminta dari sekuritas. Pengembalian ini kemudian bisa digunakan sebagai tingkat diskon dalam model penilaian deviden. Jika kita ingin menentukan nilai dari suatu saham dan model pertumbuhan dividen perpetualnya memadai. Maka Persamaannya adalah

Summary Finacial Management

by

Welianus Zega (7123220060)

12

UNIMED

Saham yang Dihargai Terlalu Rendah dan Terlalu Tinggi.


Garis pasar sekuritas
PENGEMBALIAN YANG DIMINTA ATAU DIHARAPKAN

Saham X (dihargai terlalu Rendah)

Arah pergerakan

Arah pergerakan Saham Y (dihargai terlalu tinggi)

Tingkat bebas risiko

RISIKO SISTEMATIS (BETA)

Misalkan pada gambar diatas, gambar sekuritas digambar berdasarkan pada pengetahuan para investor mengenai kemungkinan hubungan antara tingat pengembalian yang diminta dengan risiko sistematis atau yang tidak bisa dihindari. Untuk alasan tertentu, kedua saham yang disebut X dan Y diberi harga yang tidak sesuai. Saham X dihargai terlalu rendah berdasarkan garis pasar sekuritas, sedangkan saham Y dihargai terlalu tinggi. Akibatnya, saham X diharapkan akan memberikan tingkat pengembalian yang lebih besar daripada yang diharapkan, berdasarkan risiko sistematisnya. Ketika pengambilan yang diharapkan pada kedua saham ini berada pada garis pasar sekuritas, ekuilibrium pasar akan berlaku lagi. Akitbanya, pengembalian yang diharapkan dari kedua saham ini akan menjadi sama denganpengembalian yang diminta. Tantangan terhadap CAPM CAPM telah menghadapi banyak tantangan berupa Anomali, Penelitian Fama dan Frech, CAMP dan Model Multifaktor. Pasar Keuangan yang Efisien Pasar keuangan yang efesien (efficient financial market) tercapai ketika harga sekuritas merefleksikan semua informasi umum yang tersedia mengenai ekonomi, pasar keuangan, dan perusahaan yang terlibat. Implikasinya adalah bahwa harga pasar dari masingmasing sekuritas akan menyesuaikan diri dengan sangat cepat dengan informasi baru. Tiga Bentuk Efesiensi Pasar Eugene Fama, pioner dalam penelitian pasar yang efesien, mendeskripsikan tiga tingkat efesiensi pasar: 1. Bentuk efesiensi lemah (weak-form) 2. Bentuk efisiensi semikuat (semistrong-form) 3. Bentuk efisiensi kuat (strong-form) Apakah Efesiensi Pasar Selalu Bertahan? Kita tahu bahwa tingkat pasar saham cenderung meningkat dari waktu ke waktu dalam peningkatan yang kecil, tetapi ketika penurunan, kejadiannya sangat cepat. Efesiensi pasar adalah penjelaskan yang baik mengenai perilaku pasar dan sekuritas nampaknya dihargai secara efesien, tetap ada pengecualian. Pengecualian ini mempertanyakan harga
Summary Finacial Management
by

Welianus Zega (7123220060)

13

UNIMED

pasar yang berhubungan dengan semua informasi yang ada, dan apakah harga pasar dipercaya sepenuhnya atau tidak.

Summary Finacial Management

by

Welianus Zega (7123220060)

14