Anda di halaman 1dari 5

BAHAN AJAR DASAR KOMPETENSI KEJURUAN A.

Mengenal Sambungan Pada umumnya mesin-mesin itu terdiri dari beberapa bagian yang sambung menyambung menjadi mesin utuh. Cara menyambung bagian-bagian tadi ada yang disambung mati, ada pula yang dapat dilepas dan ada pula yang harus dapat bergerak/berputar Jenis-jenis sambungan : a. Sambungan tetap/permanen : Sambungan yang tidak dapat dibuka kecuali dengan merusaknya b. Sambungan tidak tetap : Sambungan yang dapat dibuka tanpa merusak fungsi dan konstruksi. 1. Sambungan Tetap Macam-macam sambungan tetap/permanen : a. Sambungan keling Sambungan keeling mempunyai macam-macam bentuk kampuh keeling. Kampuh sambungan keling dibuat menurut kebutuhan kekuatan dan kerapatan . 1) Kampu pada paku keling a) Kampuh berimpit Kampuh berimpit dibentuk dengan mengimpitkan kedua pinggir pelat yang disa mbung, kemudian dikeling. Kampuh berimpit biasanya untuk kekuatan kecil, sedang atau untuk sambungan yang hanya memerlukan kerapatan. Jika diperlukan kerapatan yang hanya memerlukan kerapatan. Antara kedua pelat diberi bahan perekat, seperti kain rami yang dibasahi cat, gasket dan lain-lain. Kampuh berimpit ada yang dikeling tunggal, dikeling ganda atau dikeling tiga baris b) Kampuh bilah tunggal Kampuh bilah tunggal dibuat untuk sambungan yang tidak mendapat gaya tarikterlalu besar. Jika gaya P terlalu besar, dapat menyebabkan lengkung bilah dan merenggang sambungan, seperti pada gambar. c) Kampuh bilah ganda Kampuh bilah ganda banyak diguakan untuk sambungan yang menghendaki kekuatan dan kerapatan pada tekanan yang tinggi, misalnya sambungan memanjang

badan ketel uap. Kampuh bilah ganda seperti halnya kampuh bilah tunggal ada yang di keling tunggal, keeling 2 baris atau dikeling 3 baris.

Fungsi sambungan keling : 1. Sambungan kuat : Sambungan keling kuat adalah sambungan keeling yang hanya memerlukan kekuatan, misalnya sambungan pada kerangka jembatan, bangunan, blok mesin dan lainlain 2. Sambungan kuat dan rapat Sambungan keling kuat dan rapat adalah sambungan yang memerlukan kekuatan dan kerapatan. Misalnya sambungan keeling ketel uap, tangki-tangki muatan tekanan tinggi dan dinding kapal. 3. Sambungan rapat Sambungan keling rapat adalah sambungan keling yang memerlukan kerapatan. Misalnya sambungan keling tangki-tangki zat cair dan bejana tekanan rendah.

2. Sambungan las Sambungan las adalah menyambung logam dengan logam, yang dilakukan dengan cara memanaskan terlebih dahulu tempat-tempat yang akan disambung. Fungsi sambungan las ; Seperti paku keling sambungan las dipakai untuk sambungan-sambungan yang tidak dibuka lagi. Keuntungan sambungan las apabila dibandingkan dengan sambungan keling : a. Rapat (tidak bocor) b. Lebih kuat c. Ringan Macam-macam kampuh las a. Kampuh tepi Kampuh tepi dipakai untuk mengelas pelat-pelat tipis yang tebalnya kurang dari 2 mm.

b. Kampuh V terbuka Untuk mengelas pelat setebal 3-28 mm c. Sambungan V tertutup Las macam ini digunakan apabila pelat dilas pada kedua sisinya. d. Kampuh X Kampuh ini dipakai apabila akan mengelas bolak-balik e. Kampuh U Kampuh ini harus dilas bolak-balik juga f. Kampuh U ganda Kampuh ini biasanya pelat-pelatnya tebal g. Kampuh T

Kekuatan sebuah kapuh las tergantung dari beberapa factor : a. Bentuk dari kampuhnya dan kualitas dari bahan elektroda/kawat las. b. Disebabkan pendinginan cepat dapat mengakibatkan retak-retak c. Kemampuan si pengelas sendiri Untuk mendapatkan kampuh las yang baik, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Gambar kerja yang diikuti harus menjelaskan tentang bentuk dan ukuran las-lasannya. b. Hindarkan las-lasannya yang bertumpuk dan bersilanga c. Hindarkan tempat-tempat yang sukar dicapai. Apabila terpaksa ada, maka las-lasan ditempat itu bukan merupakan las-lasan pokok yang menerima beban. d. Mengelas benda-benda yang akan menerima beban berubah-ubah, memerlukan las-lasan yang khusus. e. Hindarkan mengelas untuk menutup lubang-lubang dan keretakan-keretakan. f. Apabila pembebanan harus diterima oleh kampuh yang sebagian dilas dan sebagian di keling atau dibaut, maka perhitungan kekuatannya harus didasarkan atas kampuh lasnya. .

2. Sambungan tidak tetap Sambungan tidak tetap adalah sambungan yang sewaktu-waktu dapat dilepas, seperti sambungan ulir, pasak dan pena. Macam-macam sambungan tidak tetap : 1. Sambungan Pasak dan pena Macam-macam pasak dan pena :. a. Pasak memanjang b. Pasak penampang bujursangkar c. Pasak penampang perssegi panjang d. Pasak tirus tanpa kepala e. Pasak dengan kepala f. Pasak tembereng g. Pasak bulat h. Pasak gigi Pasak melintang dan pen a. Pasak tirus : tirus satu sisi dan tirus dua sisi b. Pasak silinder tirus : tirus selalu memanjang, tirus dengan ujung berulir c. Pen silinder lurus : tanpa kepala, dengan kepala, silinder belah d. Pen dengan dengan alur gurat taktik

Fungsi sambungan pasak dan pena : Pasak dan pena digunakan untuk menyambung dua bagian batang atau penampang roda, roda gigi, roda rantai, dan lain-lain pada poros sehingga terjamin tidak berputar pada poros.

2. Sambungan ulir Macam-macam ulir : a. Berdasarkan sistemnya : ulir tunggal, ulir ganda, ulir tripel b. Berdasarkan bentuknya : i 1. Ulir Metris 2. Ulir Uni

3. Ulir whitworth 4. Ulir persegi tunggal 5. Ulir trapezium c. Berdasarkan fungsinya : 1. Ulir luar (baut) 2. Ulir dalam (mur) d. Berdasarkan arah ulirnya: 1. Ulir kanan 2. Ulir kiri Fungsi sambungan ulir : 1. Pengikat atau pemasang, seperti baut, sekrup 2. Pemindahan tenaga, seperti batang ulir catok, dongkrak ulir dan lain-lain 3. Mur sebagai pengikat untuk bagian-bagian yang bergerak, agar tidak berputar (lepas) diberi penjamin mur.