Anda di halaman 1dari 14

TERAPI GEN siRNA UNTUK PENYAKIT HIV/AIDS

NAMA KELOMPOK : FITRI AGUSTIANI H41109288 MARWA ADINDA H4111003 FINNY H41110276 NURJIHADINNISA H41111101 ST. NUR ILMIAHH41111272 MAGFIRAHH41111274

Terapi gen adalah teknik untuk mengoreksi gen-gen yang cacat yang bertanggung jawab terhadap suatu penyakit. SiRNA (small interfering RNA), sesuai dengan namanya, adalah RNA pendek yang terdiri atas 21-23 pasangan basa (base pair). Prinsipnya sama dengan gangguan produksi suatu protein oleh antisense RNA. Fenomena RNAi ini pertama kali ditemukan pada cacing Caenorhabditis elegans . Dari hasil penelitian selama ini dibuktikan bahwa siRNA lebih efektif dan spesifik dibandingkan dengan antisense RNA. Adapun fungsi alami dari siRNA ini adalah untuk regulator ekspresi gen, baik gen yang ada dalam tubuhnya sendiri maupun gen yang datang dari luar.

Secara teori penghantaran siRNA dapat dilakukan sebagai berikut:


Introduksi langsung siRNA sinetik Introduksi suatu plasmid atau virus Menggunakan liposom dan kitosan

Terapi siRNA
Sebelum digunakan dalam terapi HIV/AIDS siRNA diteliti untuk beberapa virus, contohnya : Grup yang dipimpin oleh Charles M Rice dari Rockefeller University, AS, berhasil menekan replikasi virus hepatitis C (HCV) dengan menggunakan siRNA yang ditargetkan terhadap enzim polimerase dari virus tersebut. Karena enzim ini penting untuk replikasi virus, penghambatan ekspresi enzim akan menghambat replikasinya. grup peneliti dari Tokyo Medical and Dental University dan National Institute of Advanced Industrial Science and Technology, Jepang, juga berhasil menekan replikasi HCV dengan menggunakan siRNA yang spesifik untuk Internal Ribosome Entry Site (IRES), sekuen yang penting untuk inisiasi translasi mRNA menjadi protein

Beberapa peneliti juga telah membuktikan bahwa siRNA dapat menghambat replikasi dan perkembangbiakan virus-virus lain seperti virus influenza dan virus polio Glen A Lobun dan Bryan R Cullen dari Duke University Medical Center, AS, membuktikan bahwa siRNA yang dirancang untuk protein Tat dan Rev dari virus HIV berhasil memblokir ekspresi kedua gen tersebut secara spesifik

Ruang lingkup HIV AIDS


HIV adalah retrovirus yang menggunakan RNA sebagai genom. Untuk masuk ke dalam sel, virus ini berikatan dengan receptor (CD4) yang ada di permukaan sel. Setelah berikatan dengan receptor, virus berfusi dengan sel (fusion) dan kemudian melepaskan genomnya ke dalam sel.

Proses sampai step ini hampir sama dengan beberapa virus RNA lainnya. Yang menjadi ciri khas dari retrovirus ini adalah DNA yang terbentuk kemudian bergabung dengan DNA genom dari sel yang diinfeksinya. Proses ini dinamakan integrasi (integration). Proses ini dilakukan oleh enzim integrase yang dimiliki oleh virus itu sendiri. DNA virus yang terintegrasi ke dalam genom sel dinamakan provirus. Spesifikasi HIV terhadap CD4+ T cell ini membuat virus ini bisa digunakan sebagai vektor untuk pengobatan gen (gene therapy) yang efisien bagi pasien HIV/AIDS.

Salah satu strategi dalam menyembuhkan penderita HIV/AIDS dengan terapi antisense adalah dengan menggunakan short interfering RNA (siRNA). siRNA adalah RNA double stranded yang terdiri dari 21 -23 pasangan basa yang mampu membentuk komplement dengan target sekuen spesifik mRNA. Penghancuran mRNA virus HIV/AIDS. Terapi pasien yang terinfeksi virus HIV/AIDS saat ini didasari pada ekspresi beberapa protein Beberapa protein yang mendukung proses infeksi ke dalam host. Poliprotein gag (diekspresikan oleh gag gen virus HIV/AIDS) akan dipecah. p24-siRNA telah terbukti mengakibatkan degradasi pada region gag mRNA virus.

Terapi siRNA pada penderita HIV/ AIDS

Langkah-Langkah menghapus sel-sel sistem kekebalan yang rentan terhadap HIV dan diganti dengan sel-sel yang mampu melawan serangan virus Yaitu :

Memberikan sel-sel enzim RNA . Memasukkan umpan RNA dengan protein virus. Menggunakan teknik yang disebut RNA interference (RNAi).

Efek samping siRNA


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian siRNA dapat memicu beberapa efek samping, diantaranya adalah memicu aktifitas sistem immun dan penghambatan ekspresi gen normal lainnya yang terjadi secara tidak sengaja.

small interfering RNA (siRNA) berfungsi


menghambat expressi gen secara spesifik. Prinsipnya sama dengan antisense dengan ribozyme, tapi siRNA lebih spesifik. siRNA juga telah digunakan sebagai adjuvant bahan yang meningkatkan responsdalam pembunuhan sel-sel kanker oleh terapi radiasi dan kemoterapi.

Solusi untuk efek samping siRNA


Perkembangan dunia formulasi obat dan sintesis obat berdasarkan struktur based design atau rasional drug design cukup memungkinkan untuk menghindari efek samping pada terapi dengan siRNA.

Adapun Solusi dari efek samping siRNA yaitu :


Menggunakan strategi sistem penghantaran terikat antibodi (antibody delivery system). Melakukan modifikasi struktur basa dari siRNA.