Anda di halaman 1dari 4

6 jantung tidak menghilang pada respirasi (fixed splitting), maka keadaan inibias anya patologis dan ditemukan pada

ASD dan Right Bundle branch Block(RBBB). Ada tidaknya bunyi jantung III dan bunyi jantung IV Bunyi jantung ke 3 dengan intensitas rendah kadang-kadang terdengar padaakhir pe ngisian cepat ventrikel, bernada rendah, paling jelas pada daerah apeks jantung. Dalam keadaan normal ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. Dalamkeadaan pato logis ditemukan pada kelainan jantung yang berat misalnya payah jantung dan myoc arditis. Bunyi jantung 1, 2 dan 3 memberi bunyi seperti derapkuda, disebut sebag ai protodiastolik gallop.Bunyi jantung ke 4 terjadi karena distensi ventrikel ya ng dipaksakan akibatkontraksi atrium, paling jelas terdengar di apeks cordis, no rmal pada anak-anakdan pada orang dewasa didapatkan dalam keadaan patologis yait u pada A Vblock dan hipertensi sistemik.Irama yang terjadi oleh jantung ke 4 dis ebut presistolik gallop Irama dan frekuensi bunyi jantung Irama dan frekuensi bunyi jantung harus dibandingkan dengan frekuensi nadi.Norma l irama jantung adalah teratur dan bila tidak teratur disebut arrhytmiacordis.Fr ekuensi bunyi jantung harus ditentukan dalam semenit, kemudiandibandingkan denga n frekuensi nadi. Bila frekuensi nadi dan bunyi jantungmasing-masing lebih dari 100 kali per menit disebut tachycardi dan bila frekuensikurang dari 60 kali per menit disebut bradycardia.Kadang-kadang irama jantung berubah menurut respirasi. Pada waktu ekspirasilebih lambat, keadaan ini disebut sinus arrhytmia. Hal ini disebabkan perubahanrangsang susunan saraf otonom pada S A node sebagai pacu jan tung. Jika irama jantung sama sekali tidak teratur disebut fibrilasi. Adakalanya irama jantung normal sekali-kali diselingi oleh suatu denyut jantung yang timbu l lebihcepat disebut extrasystole, yang disusul oleh fase diastole yang lebih pa njang(compensatoir pause). Opening snap, disebabkan oleh pembukaan katup mitralp ada stenosa aorta, atau stenosa pulmonal kadang-kadang didapatkan sistolik ....d alam fase sistole segera setelah bunyi jantung I dan lebih jelas pada hypertensi sistemik. Bunyi jantung lain yang menyertai bunyi jantung. Bising Jantung (cardiac murmur) Disebabkan : aliran darah bertambah cepat penyempitan di daerah katup atau pembuluh darah getaran dalam aliran darah oleh pembuluh yang tidak rata aliran darah dari ruangan yang sempit ke ruangan yang besar aliran darah dari ruangan yang besar ke ruangan yang sempit 7 Hal-hal yang harus diperhatikan bila terdengar bising ;1. Lokalisasi Bising Tiap-tiap bising mempunyai lokalisasi tertentu, dimana bising itu terdengarpaling keras (punctum maximum). Dengan menetukan punctum maximumdan penyebaran bising, maka dapat diduga asal bising itu : punctum maximum di apeks cordis, berasal dari katup mitral

punctum maximum di sela iga 2 kiri, berasal dari katup pulmonal punctum maximum di sela iga 2 kanan, berasal dari katup aorta punctum maximum pada batas sternum kiri, berasal dari ASD atau VSD.2. Penjalaran BisingBising jantung masih terdengar di daerah yang berdekatan dengan lokasidimana bising itu terdengar maksimal, ke suatu arah tertentu, misalnya : Bising dari stenosa aorta menjalar ke daerah carotis Bising insufiensi aorta menjalar ke daerah batas sternum kiri. Bising dari insufisiensi mitral menjalar ke aksilia, punggung dan keseluruh prec ordium. Bising dari stenosis mitral tidak menjalar atau hanya terbataskesekitarnya.3. Intensitas BisingLevine membagi intensitas bising jantung dalam 6 tingkatan : Ti ngkat I : bising yang sangat lemah, hanya terdengar dengankonsentrasi. Tingkat I I : bising lemah, namun dapat terdengar segera waktuauskultasi. Tingkat III : se dang, intensitasnya antara tingkat II dan tingkat IV. Tingkat IV : bising sangat keras, sehingga terdengar meskipun stetoskpbelum menempel di dinding dada.4. Jenis dari Bising Jenis bising tergantung pada dase bising timbul :Bising Sisto le, terdengar dalam fase sistole (antara bunyi jantung 1 dan bunyi jantung 2)Dik enal 2 macam bising sistole : Bising sistole tipe ejection, timbul akibat aliran darah yang dipompakanmelalui bagian yang menyempit dan mengisi sebagian fase sistole.Didapatkanpada stenosis aorta, punctum maximum di daerah aorta. Bising sistole tipe pansistole, timbul sebagai akibat aliran balik yangmelalui b agian jantung yang masih terbuka dan mengisi seluruh fasesystole. Misalnya pada insufisiensi mitral

Bunyi normal jantung, S1 dan S2 terutama dihasilkan oleh penutupan katup jantung . Waktu antara S1 dan S2 berhubungan dengan sistolik dan normalnyalebih pendek d ari waktu dan antara S2 dan S1(diastolic).Bila frekuensi bunyi jantung meningkat diastole akan memendek. 2.1.10.1 Bunyi pertama jantung (S1) Bunyi LUB yang rendah disebabkan oleh penutupan katup mitral dantrikuspidialis, lamanya kira-kira 0,15detik dan frekuensinya 25-45 Hz.Terpisahnya bunyi jantung pertama dan kedua adalah karena penutupan keduakatup yang tidak bersamaan sebaga i akibat dari kontraksi ventrikel yang satuterjadi setelah kontraksi ventrikel y ang lain.sistolik diastolic sistolik diastolic sistolik S1 S2 S1 S2 S1 S2 2.1.10.2 Bunyi kedua (S2) Bunyi DUP yang lebih pendek dan nyaring yang disebabkan oleh menutupnyakatup aor ta dan pulmonal segera setelah sistolik ventrikel berakhir.Frekuensinya50Hz dan berakhir 0,15 detik. Bunyi ini keras dan tajam ketika tekanan diastolicdalam aor ta atau arteri pulmonalis meningkat. Masing-masing katup menutupdengan kuat pada akhir sistolik. Pemisahan bunyi jantung kedua kedalam bunyiinspeksi adalah norm al dan terdengar sangat keras pada orang yang masih muda.Hal ini dikarenakan sed ikit agak bertundanya penutupan katup pulmonaris karenaaliran darah keventrikel kanan.2.1.10.3 Bunyi ketiga (Gallop S3) Bunyi ini lemah, didengar kira-kira sepertiga jalan diastolic. Pada individumuda ini bertepatan dengan masa pengisian cepat ventrikel. Hal ini mungkindisebabkan oleh getaran yang timbul karena desakan darah yang lamanya 0,1detik.Maka bunyi jantung menjadi triplet dan menimbulkan efek akustik sepertigallop kuda,bunyi in i terjadi pada awal diastolic, selama fase pengisian cepat siklus jantung atau pada akhir kontraksi atrium disebut suara ketiga (S3).Suara initerdengar pada pasien yang mengalami penyakit miokard atau yang menderitagaga l jantung kongestif dan yang ventrikelnya gagal menyemburkan semua darahselama s istolik. Gallop S3 terdengar pada pasien yang berbaring pada sisi kiri.S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3 2.1.10.4 Bunyi ke empat Bunyi ini terkadang dapat didengar sebelum bunyi pertama bila tekananatrium ting gi atau ventrikel kaku seperti pada hipertrofi ventikel.S4 S1 S2 S4 S1 S2 S4 S1 S2 2.1.11 Pengaturan Denyut Jantung Denyut jantung dimulai dan dipertahankan oleh jantung itu sendiriOtot jantung me mpunyai 4 kemampuan:1.Automaticity2.Conductivity3.Excitability4.Contractility 2.1.11.1 Automaticity Kemampuan intrinsik otot jantung (nodus SA) untuk secara spontanmenghasilkan imp

uls listrik Impuls spontan > perubahan potensial listrik dari sel otot jantung (d epolarisasi)Depolarisasi spontan terjadi secara ritmik dan memulai terjadinya ko ntraksi jantung. 2.1.11.2 Conductivity Kemampuan untuk menghantarkan keadaan fisik seperti suara, panas atauimpuls sel miokardium dapat menghantarkan impuls sepanjang sel. Sel-selkonduksi membangun s istem konduksi jantung. 2.1.11.3 Excitabilit