Anda di halaman 1dari 41

Kelompok 12

Rian Faisal (2009730112) Dede Dwi Putera (2009730070) Maulana Akbar (2009730094) Muflih Al-ghifary (2009730096) Yuli Adiyanti (2009730120) Nida Khoiriah (2009730101) Siti Fatimah (2009730163) Dian Riani (2009730132) Gaeby Mareta Dwi Widiastuti (2009730135) Indri Sintia Wati (2009730024)

Tutor : dr. El-yusrar

SISTEM RESPIRASI SESAK

Skenario . . .
Seorang laki-laki 69 th, pensiunan mekanik, dibawa ke RS oleh anaknya yang juga seorang dokter puskesmas karena menderita sesak yang hebat & sangat lemah. Kondisi kelemahan ini sebenarnya telah dialaminya sejak 4 bulan yang lalu dimana pada saat itu ia menderita batuk yang tidak produktif disertai demam, yang membaik setelah diberikan antibiotik selama 6 hari ditambah obat-obat yang simptomatik. Saat ini ia juga menderia batuk yang produktif dengan sputum yang kecoklatan sejak 4 hari yang lalu, dan sejak 2 hari yang lalu ia mengeluh demam yang disertai muntah. Ia tidak ada riwayat merokok ataupun minum-minuman keras. Ia tidak pernah keluar kota atau melakukan perjalanan jauh sejak 1 tahun terakhir dan tidak pernah kontak dengan orang sakit sebelumnya dan ia ada riwayat gastric reflux yang disertai mual dan muntah.

Klarifikasi Istilah . . .

Gastric reflux : proses timbal balik asam lambung menuju esofagus sehingga menyebabkan inflamasi pada mukosa esofagus hingga menyebabkan mukosa tersebut berdarah Obat-obat simptomatik : obat-obat yang bersifat meredakan suatu gejala

Kata/Kalimat Kunci . . .
1. 2. 3.

4.
5. 6.

7.

Seorang laki-laki 69 thn, pensiunan mekanik Sesak Batuk Sputum yang kecoklatan Demam Mual dan Muntah Gastric Reflux

Pertanyaan . . .
Jelaskna tentang Sesak ! 2. Jelaskan tentang Batuk ! 3. Jelaskan tentang Diagnosis Banding ! 4. Jelaskan tentang Diagnosis ! 5. Pemerikasaan fisik & pemeriksaan penunjang 6. Sebutkan penatalaksanaan secara medikamentosa & non-medikamentosa ! 7. Sebutkan Prognosis ! 8. Sebutkan Pencegahan !
1.

Pembahasan
Demam Batuk Sesak

Diagnosis

Banding Pneumonia Pneumonitis Aspirasi Kesimpulan

Demam adalah suatu respon dari pertahanan tubuh melawan infeksi yang biasanya disebabkan oleh virus maupun bakteri dan dicirikan dengan adanya kenaikan suhu diatas kisaran normal 36,537,5 C (98-100F)

Eksogen pirogen

prostaglandin

febris

tubuh

Asam arakidonat +enzim COX

Kontraksi otot

Fagositosis (pirogen endogen)

Sel endotel hipotalamus +enzim posfolifase

suhu tubuh

Tipe Demam
Demam Remiten Demam Intermiten Demam Kontinyu Demam Siklik

Penyebab
Infeksi virus & bakteri, flu & masuk angin, radang tenggorokan, infeksi telinga, diare yang disebabkan bakterial atau disebabkan oleh virus, bronkitis akut, infeksi saluran kencing, infekasi saluran pernapasan atas (amandel, radang faring atau radang laring), obat-obatan tertentu, kadang-kadang disebabkan oleh masalah-masalah serius (pneumonia, radang usus buntu, TBC, & radang selaput otak, penyebab lain, antara lain : penyakit reumatoid, penyakit otoimun, dll.

Definisi
Perasaan sulit bernapas dan merupakan gejala umum penyakit kardiopulmonar

Etiologi
Gangguan sistem kardiovaskuler

Gangguan sistem pernapasan Gangguan hematologik Gangguan metabolik Ketinggian Gangguan psikogenik Kehamilan Kebugaran yang buruk

Etiologi Sesak
Gangguan sistem kardiovaskuler Gangguan sistem pernapasan Gangguan hematologik Gangguan metabolik Ketinggian Gangguan psikogenik Kehamilan Kebugaran yang buruk

Patomekanisme

Gejala yang Menyertai Sesak

Nyeri dada yang disertai sesak kemungkinan yang disebabkan oleh emboli paru, infrak miokard, atau penyakit fleura Batuk yang disertai sesak khususnya sputum purulen mungkin disebabkan oleh insfeksi nafas/proses radang kronik misalnya bronkitis atau radang mukosa saluran napas lainnya Demam dan mengigil mendukung adanya suatu insfeksi Hemoptisis mengisyaratkan ruptur kapiler atau vaskular misalnya karena emboli paru , tumor atau radang saluran nafas

D E F I N I S I

Refleks pertahanan yang timbul akibat iritasi percabangan trakebronkial


(Patofisiologi. Sylvia A. Price and Lorraine M. Wilson. Hlm : 773 )

Refleks napas yang terjadi karena adanya reseptor iritan yang terdapat diseluruh saluran napas.
(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid III edisi V. Hlm. 2191)

Mekanisme Batuk
2,5 liter udara Epiglotis, pita suara Otot otot ekspirasi

Bronkus dan trakea

Epiglotis

Tekanan paru meningkat

Benda asing keluar

BATUK

Proses batuk pada awalnya adalah terjadinya inhalasi suatu glotis akan menutup & tekanan di dalam paru = glotis terbuka secara tiba-tiba dgn kecepatan tertentu Inspirasi : terjadi proses inspirasi singkat & cepat, glotis secra refleks sudah terbuka Kompresi : glotis tertutup selama 0,2 lalu tekanan di paru & abdomen 50/100 mmHg. Ekspirasi : secara aktif glotis akan terbuka, lalu udara akan keluar & menngetarkan jaringan saluran napas serta udara yang ada BATUK

Iritan : Rokok

Etiologi batuk

Penyakit paru restriktif : Pnemokoniosis Penyakit kolagen Penyakit granulomatosa

Asap SO2 Gas di tempat kerja

Infeksi :

Mekanik :

Laringitis akut
Bronkitis akut Pneumonia

Retensi sekretn bronkopulmoner

Benda asing dalam saluran nafas


Postnasal drip Aspirasi

Pleuritis
Perikarditis

E T I O L O G I B A T U K

Tumor :

Tumor laring Tumor paru

Penyakit paru obstruktif :


Bronkitis kronis Asma

Psikogenik

Emfisema

Organ-organ Batuk

Penyebab batuk pada umumnya


Batuk Akut
Trakeitis, virus ataupun bakterial Bronkitis, virus atau bakterial Pneumonia, virus atau bakterial Asma Bronkiolotis, virus atau bakterial Asma Karsinoma Tuberkulosis paru Penyakit intersitium

Batuk Kronik
Bronkitis kronik

Edema paru
Emboli paru Batuk rejan (whooping cough) Benda asing Permulaan batuk kronik

Bronkiektasis
Benda asing Tumor jinak Batuk rejan (whooping cough) Lesi mediatinum batuk biasa oleh karena asap rokok

Penyakit dengan gejala batuk


Penyakit saluran atas Faringitis Laringitis Bronkitis Bronkiolitis
Penyakit parenkimal Pneumonia Abses Parasit Penyakit interstisial * Granulomas * fibrosing alveolitis * alveolar proteinosis

Penyakit saluran napas kronis Bronkitis Bronkiolitis

Penyakit kardiovaskuler Edema paru Infrak paru

Definisi . . .
Peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme-bakteri, virus, jamur, parasit-namum bahan bisa disebabkan juga karena paparan fisik seperti suhu atau radiasi, atau juga selain mikroorganisme (fisik, kimia, alergi) sering disebut sebagai pneumonitis

Etiologi . . .
Bakteri (Pneumococcus, Staphylococcus, H.influenza, M.tuberculosis, Klebsiella, E.coli) Virus (virus sinsitial pernapasa (respiratory syncitial virus, RSV), parainfluenza, influenza, & adenovirus

Epidemiologi
Pneumococcus tipe 1-8 lebih sering pada orang dewasa >80%, sedangkan anak-anak (<4 tahun) tipe 14, 1, 6, & 9 Pneumonia lobaris orang dewasa & anak besar Bronchopneumonia anak kecil & bayi

Pneumonia sangat rentan terhadap bayi <2 bln, laki2, kuarng gizi, berat badan lahir rendah, tdk mendapatkan ASI, & defisiensi vit.A

Manifestasi Klinis
a.

Gejala umum : demam, batuk, & sesak napas Gejala lain :


sakit tenggorokan, koriza, nyeri pleuritik, gejala intersitial, mual, muntah, diare, nyeri abdomen, legionella, malaise berat sakit kepala berat, mialgia, kadang tidak ada sputum proses intersitial (mis, mikoplasma, infeksi virus), kadang sputum sedikit (mis, pneumonia fase awal), rusty sputum (infeksi pneumokokus), current jelly (klebsielle), & sputum berbau busuk (pneumonia aspirasi, infeksi anaerob)

b.

D E F I N I S I

Pneumonia Aspirasi (Aspiration pneumonia) adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh terhirupnya bahan-bahan ke dalam saluran pernafasan.

Epidemiologi
Pneumonia Aspirasi

lebih sering di jumpai pada pria daripada perempuan, terutama usia anak dan usia lanjut.

Di Amerika

pneumonia aspirasi, yang perjadi pada komunitas (PAK) 1200 per 100.000 penduduk pertahun, sedangkan PAN (pnemonia aspirasi nosokomial) sebesar 800 pasien per 100.000 rawat inap per-tahun

Patofisiologi
Faktor Predisposisi :
1. Penurunan kasadaran yang mengganggu proses penutupan glotis, refleks batuk (kejang, strok, pembiusan, cedera kepala, tumor otak) 2. Disfagia sekunder akibat penyakit esofagus atau saraf (kanker nasofaring, skleroderma) 3. Kerusakan sfingter esofagus oleh selang nasogastrik. Juga berperan bahan aspirasi, higiene gigi yang tidak baik, dan gangguan mekanisme klirens saluran napas.

Lanjutan . . .
Luas dan beratnya kondisi pasien sering tergantung kepada volume dan keasaman cairan lambung. Jumlah asam lambung yang banyak dapat menimbulkan gangguan pernapasan akut dalam waktu satu jam seteklah obstruksi sebagai akibat dari aspirat atau cairan yang masuk ke saluran napas.

Etiologi
1.

Infeksi kuman, tergantung tempatnya : o Komunitas : kuman anaerob obligat (41-46%) contohnya yaitu, Peptococcus, Klebsielle pneumoniae, & Peptostreptococcus o Nosokomial : kuman anaerob fakultatif, batang gram negatif, pseudomonas, proteus, serratia dan S.aureus o Terinfeksi kuman patogen

Lanjutan . . .
2. 3.

4.
5.

Pnemonitis Kimia Akibat aspirasi bahan toksik dan cairan lambung Akibat aspirasi cairan inert, misalnya cairan makanan atau lambung edema paru, dan obstruksi mekanik simpel olah bahan padat.

Manifestasi Klinis

GEJALA UMUM : mendadak batuk, sesak napas pada saat istirahat atau pada saat makan-minum, awitan umumnya insidous, sianosis, demam menggigil, nyeri pleuritik, batuk & dahak purulen berbau (pada 50% kasus), nyeri perut, anoreksia, & penurunan berat badan PNEUMONITIS KIMIA : sesak nafas , peningkatan denyut jantung, demam, dahak kemerahan dan kulit yang kebiruan karena darah yang kurang teroksigenisasi (sianosis). OBSTRUKSI MEKANIK : terjadi obtruksi, tidak dapat bernafas atau bicara, batuk iritatif menahun dan infeksi yang berulang.

Penatalaksanaan
Medikamentosa Pnemonia aspirasi di masyarakat di berikan penisilin atau sefalosporin generasi ke3, atau klindamisin 600mg iv/8 jam bila penisilin tidak mempan atau alergi penisilin.
a.

PA dirumah sakit diberikan antibiotik spektrum luas terhada kuman aerob dan anaerob, misalnya aminoglikosida dikombinasikan oleh sefalosporin generasi ke3 atau 4 atau klindamisin

Lanjutan . . .
b. Non-Medikamentosa
Pasien dibaringkan setengah duduk, pada PAK terapi empirik haruslah mencakup patogen anaerob, sedangkan pada PAN harus pula mencakup patogen gram negatif, dan S.aureus sampai hasil kultur sputum memberikan hasil untuk penentuan terapi antibiotika. Jika pada pemeriksaan radiologi ditemukan : empiema WSD (water scaled drainase) abses paru bronkoskopi terapeutik

Prognosis

Dengan pemberian antibiotika yang tepat dan adekuat maka mortalitas dapat diturunkan sampai kurang dari 1%. Angka mortalitas pneumonitis yang tidak disertai komplikasi = 5% Pada aspirasi masif, dengan atau tampa disertai sindroma mendelson mencapai 70%

Kesimpulan
Kelompok kami menyimpulkan, bahwa pasien menderita Pneumonia Aspirasi karena kami menganalisis dari tanda & gejala serta dari penyakit yang pernah di derita olehnya yaitu gastric reflux, yang dijelaskan bahwa gastric reflux dapat menimbulkan gejala Pneumonia

Daftar Pustaka

Corwin, Elizabeth. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC Darmanto, Djojodibroto. 2009. RESPIROLOGI (Respiratory Medicine). Jakarta : EGC Junaidi, Iskandar. 2010. Penyakit Paru & Saluran Napas. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer Sudoyo, Aru. 2010. Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Interna Publishing FKUI Kamus Kedokteran DORLAND Jurnal Kedokteran : 20 Penyakit Umum di Indonesia