Anda di halaman 1dari 8

REFERAT

MAKROSOMIA

OLEH :
Almira Fathin Nabila 07700148

PEMBIMBING : dr. H. AMINUDDIN, Sp. OG, M.Mkes

SMF ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD DR. M. SALEH PROBOLINGGO FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2012

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmatNya kami dapat menyelesaikan referat yang berjudul Makrosomia ini. Referat ini kami ajukan sebagai salah satu persayaratan Kepaniteraan Klinik Dokter Muda di SMF OBSTETRI dan GINEKOLOGI RSUD DR. M. SALEH PROBOLINGGO. Terima kasih kami ucapkan pada dr. H. AMINUDDIN, Sp. OG, M.Mkes yang telah meluangkan waktunya dan sabar dalam membimbing kami, serta seluruh pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan referat ini. Semoga referat ini dapat berguna bagi kita semua. Akhir kata, kami memohon maaf kalau ada penulisan dan kata-kata kami yang salah dalam referat ini. Maka dari itu, Kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan referat ini.

Probolinggo, 21 Desember 2012

BAB I PENDAHULUAN

I.I LATAR BELAKANG Salah satu penyebab bayi mengalami gangguan pernapasan adalah bayi yang ukuran tubuhnya di atas normal. Kelahiran bayi besar ini menimbulkan komplikasi dalam persalinan, apalagi jika melahirkan tidak di rumah sakit. Kemungkinan bayi akan lahir dengan gangguan nafas dan kadangkala bayi lahir dengan trauma tulang leher dan bahu. Semuanya ini terjadi akibat massa bayi yang besar sehingga tidak mungkin atau sangat sulit melewati panggul ibu. Kondisi bayi dengan berat lahir berlebih atau abnormal diistilahkan dengan fetal makrosomia atau bayi makrosomia. Makrosomia adalah bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4000 gram. Kemunculan bayi bayi seperti ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, faktor kondisional atau hanya diduga penyebabnya, misalnya orangtuanya memang besar. Kedua, faktor ibu hamil yang menderita diabetes milletus. Ketiga, faktor ibu yang mengalami kelebihan berat badan pada saat hamil dan terakhir faktor ibu yang mengalami kehamilan lewat waktu Makrosomia juga dapat meningkatkan risiko trauma lahir, asfiksia, dan persalinan dengan seksio caesar. Perlu diperhatikan bahwa janin yang terlampau besar berisiko mempersulit proses kelahiran, seperti meningkatkan kemungkinan perobekan atau perdarahan, serta

kemungkinan harus melahirkan lewat operasi caesar. Sementara janin sendiri berisiko mengalami macet di bahu atau patah tulang selangka pada saat proses persalinan. Bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4000 gram berpotensi mengalami obesitas setelah dewasa. Obesitas dapat mengakibatkan berbagai penyakit diantaranya penyakit jantung, diabetes milletus dan stroke. Oleh sebab itu, usahakan berat badan ibu selama hamil dalam batasan normal sehingga berat badan bayi ketika lahir juga dalam kisaran normal.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI Makrosomia adalah bila berat badannya lebih dari 4000 gram. Berat neonatus pada umumnya kurang dari 4000 gram dan jarang melebihi 5000 gram.

2.2 ETIOLOGI Beberapa keadaan pada ibu dapat menyebabkan terjadinya kelahiran bayi besar / baby giant. Faktor-faktor dari bayi tersebut diantaranya : Bayi dan ibu yang menderita diabetes sebelum hamil dan bayi dari ibu yang menderita diabetes selama kehamilan. Sering memiliki kesamaan, mereka cenderung besar dan montok akibat bertambahnya lemak tubuh dan membesarnya organ dalam, mukanya sembab dan kemerahan (plethonic) seperti bayi yang sedang mendapat kortikosteroid. Bayi dari ibu yang menderita diabetes memperlihatkan insiden sindrom kegawatan pernafasan yang lebih besar dari pada bayi ibu yang normal pada umur kehamilan yang sama. Insiden yang lebih besar mungkin terkait dengan pengaruh antagonis antara kortisol dan insulin pola sintesis surfakton. Terjadinya obesitas pada ibu juga dapat menyebabkan kelahiran bayi besar (bayi giant). Pola makan ibu yang tidak seimbang atau berlebihan juga mempengaruhi kelahiran bayi besar. Multigravida, ada kecendrungan berat badan lahir anak kedua dan seterusnya lebih besar daripada anak pertama. Wanita hamil yang memiliki berat badan yang lebih dari 150 kg, janinnya memiliki risiko 30% mengalami makrosomia. Ibu hamil dengan riwayat melahirkan bayi makrosomia, ibu yang sebelumnya pernah melahirkan bayi makrosomia berisiko 5-10 kali lebih tinggi untuk kembali

melahirkan bayi makrosomia dibandingkan ibu yang belum pernah melahirkan bayi makrosomia. Genetik, obesitas dan overweight yang dialami ayah ibu dapat menurun pada bayi. Pertambahan berat badan ibu yang berlebihan selama kehamilan porsi makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan berpengaruh pada berat badan ibu. Asupan gizi yang berlebih bisa mengakibatkan bayi lahir dengan berat di atas rata-rata.

2.3 TANDA DAN GEJALA Berat badan lebih dari 4000 gram pada saat lahir Beranda Wajah menggembung, pletoris (wajah tomat) Besar untuk usia gestasi Riwayat intrauterus dari ibu diabetes dan polihidramnion.

2.4 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemantauan glukosa darah, kimia darah, analisa gas darah Hemoglobin (hb), hematokrit (ht).

2.5 KOMPLIKASI Bayi besar yang sedang berkembang merupakan suatu indicator dari efek ibu. Yang walaupun dikontrol dengan baik dapat timbul pada janin, maka sering disarankan persalinan yang lebih dini sebelum aterm. Situasi ini biasanya dinilai pada sekitar kehamilan 38 minggu. Penilaian yang seksama terhadap pelvis ibu.tingkat penurunan kepala janin dan diatas serviks. Bersama dengan pertimbangan terhadap riwayat kebidanan sebelumnya. Seringkali akan menunjukkan apakah induksi persalinan kemungkinan dan menimbulkan persalinan pervaginam. Jika tidak maka persalinan dilakukan dengan seksio sesarea yang direncanakan. Pada kasus-kasus bordeline dapat dilakukan persalinan percobaan yang singkat. Resiko dari trauma lahir yang tinggi jika bayi lebih besar dibandingkan panggul ibunya perdarahan intrakranial, distosia bahu, ruptur uteri,serviks, vagina, robekan perineum dan fraktur anggota gerak merupakan beberapa komplikasi yng mungkin terjadi. Jika terjadi

penyulit-penyulit ini dapat dinyatakan sebagai penatalaksanaan yang salah. Karena hal ini sebenarnya dapat dihindarkan dengan seksio sesarea yang terencana. Walaupun demikian, yang perlu dingat bahwa persalinan dari bayi besar (baby giant) dengan jalan abdominal bukannya tanpa resiko dan hanya dapat dilakukan oleh dokter bedah kebidanan yang terampil.

2.6 PENCEGAHAN a. Pencegahan dilakukan dengan melakukan penimbangan berat badan ibu secara teratur, dan ANC yang teratur. b. Ibu harus selalu menjaga berat badannya agar tetap normal, ibu hamil sebaiknya melakukan pengaturan pola makan sesuai kebutuhan kalori. Ngemil boleh saja dilakukan, tapi hindari cemilan manis. c. Lakukan olahraga ringan. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Norwegia menyebutkan, risiko bayi lahir dengan ukuran besar bisa berkurang hingga 28% bila di masa kehamilan ibu tetap berolahraga secara teratur terutama pada trimester dua dan tiga. d. Ibu hamil hendaknya memeriksakan kadar gula darahnya, meskipun sebelumnya tidak ada diabetes milletus.

2.7 PENATALAKSANAAN Pemeriksaan klinik dan ultrasonografi yang seksama terhadap janin yang sedang tumbuh, disertai dengan faktor-faktor yang diketahui merupakan predisposisi terhadap makrosomia (bayi besar) memungkinkan dilakukannya sejumlah kontrol terhadap pertumbuhan yang berlebihan. Peningkatan resiko bayi besar jika kehamilan dibiarkan hingga aterm harus diingat dan seksio sesarea efektif harus dilakukan kapan saja persalinan pervaginam. Pemantauan glukosa darah Pada saat datang atau umur 3 jam, kemudian tiap 6 jam sampai 24 jam atau bila kadar glukosa 45 gr% dua kali berturut-turut. Pemantauan elektrolit Pemberian glukosa parenteral sesuai indikasi Bolus glukosa parenteral sesuai indikasi

Hidrokortison 5 mg/kg/hari im dalam dua dosis bila pemberian glukosa parenteral tidak efektif. Jika dijumpai diagnosis makrosomia, maka bidan harus segera membuat rencana asuhan atau perawatan untuk segera diimplementasikan, tindakan tersebut adalah merujuk klien. Alasan dilakukannya rujukan adalah untuk mengantisipasi adanya masalah terhadap janin dan juga ibunya. Masalah potensial yang akan dialami adalah: 1. Resiko dari trauma lahir yang tinggi jika bayi lebih besar dibandingkan panggul ibunya perdarahan intrakranial. 2. Distosia bahu 3. Ruptur uteri 4. Robekan perineum 5. Fraktur anggota gerak Alur rujukan : Rujukan berasal dari bidan ke rumah sakit yang mempunyai kapasitas memadai. Tindakan selama rujukan : a. Memberikan pengertian kepada ibu bahwa kehamilan ini harus dirujuk ke rumah sakit karena bidan tidak mempunyai kapasitas untuk menganganinya. b. Apabila ibu tidak bersedia dirujuk maka akan terjadi kemungkinan yang tidak diharapkan baik bagi ibu maupun janin. Seperti : resiko dari trauma lahir, distosia bahu, robekan perineum, dll. c. Mendampingi ibu dan keluarga selama di perjalanan. d. Memberikan semangat kepada ibu bahwa kehamilan ini akan tertangani dengan baik oleh tenaga kesehatan di tempat rujukan. Ibu agar tetap berdoa dan berusaha berpikir positif.

BAB III DAFTAR PUSTAKA


1. Mochtar, Rustam.1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC
2. Prawirohardjo, Sarwono, Prof. Dr.dr, Sp.OG ; Ilmu Kebidanan, Edisi IV Cetakan ke 3; editor ketua, Abdul Bari Saifuddin:editor, Trijatmo rachimhadhi, Gulardi H. Wiknjosastro ; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta 2010. 3. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Edisi 1, Cetakan 11. 2006. Jakarta, 2002. 4. http://diadiadiand.blogspot.com/2010/11/makalah-maksoromia.html 5. http://tropicalslive.blogspot.com/2012/01/makrosomia-bayi-besar.html