Anda di halaman 1dari 34

*

Oleh : I Wayan Mahendra Pembimbing : dr. Yanuar Cahyadarma, Sp.OT

Pendahuluan

* Kecelakaan lalu-lintas merupakan pembunuh nomor tiga di


Indonesia, setelah penyakit jantung dan stroke. mengalami fraktur.

* Pada kecelakaan lalu lintas banyak yang sebagian korban yang

* Banyak pula kejadian alam yang tidak terduga yang banyak


menyebabkan fraktur.

* Tibia merupakan tulang mempunyai permukaan subkutan yang


paling panjang, sehingga paling sering terjadi fraktur terbuka

* Definisi

*Fraktur atau patah tulang adalah

terputusnya kontinuitas jaringan tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik bersifat total ataupun parsial yang umumnya disebabkan oleh tekanan yang berlebihan, sering diikuti oleh kerusakan jaringan lunak dengan berbagai macam derajat, mengenai pembuluh darah, otot dan persarafan.

Definisi.

*Fraktur terbuka merupakan suatu fraktur dimana

terjadi hubungan dengan lingkungan luar melalui kulit sehingga terjadi kontaminasi bakteri sehingga timbul komplikasi berupa infeksi. beberapa fragmen, atau terputusnya keutuhan jaringan dengan lebih dari dua fragmen tulang

*Fraktur Kominutif Adalah fraktur yang mencakup

Anatomi Tibia dan Fibula

* Etiologi

*Peristiwa trauma *Fraktur kelelahan atau tekanan


terutama pada atlet, penari, dan calon tentara yang jalan berbaris dalam jarak jauh.

*Fraktur patologik
Fraktur dapat terjadi oleh tekanan yang normal kalau tulang itu lemah (misalnya oleh tumor) atau kalau tulang itu sangat rapuh

* Klasifikasi Fraktur Terbuka

* klasifikasi yang dianut adalah menurut Gustilo, Merkow dan


Templeman (1990)

* Derajat 1
Luka kecil kurang dr 1cm terdapat sedikit kerusakan jaringan lunak, tanpa penghancuran dan fraktur tidak kominutif.

* Derajat 2
Laserasi kulit melebihi 1cm tidak banyak terdapat kerusakan jaringan lunak, avulsi kulit, serta fraktur kominutif sedang dan kontaminasi sedang.

* Derajat 3
Terdapat kerusakan yang hebat dari jaringan lunak termasuk otot, kulit dan struktur neurovaskuler dengan kontaminasi yang hebat. tipe ini biasanya di sebabkan oleh karena trauma dengan kecepatan tinggi.

* Derajat 3 di bagi dalam 3 subtipe: * Derajat 3 a


Jaringan lunak cukup menutup tulang yang patah walaupun terdapat laserasi yang hebat ataupun adanya flap. fraktur bersifat segmental atau komunitif yang hebat

* derajat 3 b
Fraktur di sertai dengan trauma yang hebat dengan kerusakan dan kehilangan jaringan, terdapat pendorongan periost, tulang terbuka, kontaminasi yang hebat serta fraktur komunitif yang hebat.

* Derajat 3 c
Fraktur terbuka yang disertai dengan kerusakan arteri yang memerlukan perbaikan tanpa memperhatikan tingkat kerusakan jaringan lunak.1

Neglected Fraktur

* Neglected fraktur adalah a. Derajat 1 b. Derajat 2 c. Derajat 3 d. Derajat 4

yang penanganannya lebih dari 72 jam.

* Pemeriksaan Fisik

* Pada pemeriksaan awal penderita, perlu diperhatikan primary


survey Pada pemeriksaan fisik dilakukan:

* Look (Inspeksi * Feel (palpasi) * Move (pergerakan)

* Pemeriksaan Penunjang

* Sinar -X * Dengan pemeriksaan klinik kita sudah dapat mencurigai adanya


fraktur. Walaupun demikian pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan, lokasi serta eksistensi fraktur

* Pemeriksaan dengan sinar-X harus dilakukan dengan ketentuan


Rules of Two:

* Dua pandangan * Dua sendi * Dua tungkai * Dua cedera * Dua kesempatan

* Pencitraan Khusus * CT scan & MRI

* Diagnosis

* Menegakkan diagnosis fraktur dapat secara klinis meliputi

anamnesis lengkap dan melakukan pemeriksaan fisik yang baik, namun sangat penting untuk dikonfirmasikan dengan melakukan pemeriksaan penunjang berupa foto rontgen untuk membantu mengarahkan dan menilai secara objektif keadaan yang sebenarnya

* Penatalaksanaan

* beberapa prinsip dasar pengelolaan fraktur tebuka:


1. Semua fraktur terbuka dikelola secara emergensi . 2. Lakukan penilaian awal akan adanya cedera dapat mengancam jiwa . 3. Berikan antibiotika yang sesuai dan adekuat . 4. Lakukan debridement dan irigasi luka . 5. Lakukan stabilisaasi fraktur . lain yang

6. Lakukan rehabilitasi ektremitas

yang mengalami fraktur

* Tahap-Tahap Penanganan Fraktur Terbuka * pembersihan luka * eksisi jaringan yang mati dan tersangka mati (debridemen) * pengobatan fraktur itu sendiri * penutupan kulit * pemberian antibiotic * pencegahan tetanus

* Komplikasi

* perdarahan, syok septik sampai kematian * septikemi, toksemia oleh karena infeksi piogenik * tetanus * gangrene * perdarahan sekunder * osteomielitis kronik * delayed union * non union dan malunion * kekakuan sendi * Komplikasi lain oleh karena perawatan yang lama).

* Prognosis

* Semua patah

tulang terbuka adalah kasus gawat darurat. Dengan terbukanya barier jaringan lunak, maka patah tulang tersebut terancam untuk terjadinya infeksi. Seperti kita ketahui bahwa periode 6 jam sejak patah tulang terbuka, luka yang terjadi masih dalam stadium kontaminasi (golden periode) dan setelah waktu tersebut, luka berubah menjadi luka infeksi.

* LAPORAN KASUS
Status Pasien

* A. IDENTITAS PENDERITA * Nama : Sdr. IH * Umur : 20 tahun * Jenis kelamin : Laki-laki * Pekerjaan : swasta * Agama : Islam * Alamat : Probolinggo * Status perkawinan : Belum Menikah * Suku : Jawa * Tanggal MRS : 1/10/2013 * No. Reg : 475053

* ANAMNESA
Keluhan utama : Nyeri pada kaki kiri

Riwayat penyakit sekarang:

Pasien mengatakan nyeri pada kaki kiri sejak kemarin setelah jatuh dari sepeda motor (30/09/2013) karena menghindari kendaraan lain. Pasien jatuh membentur trotoar. Setelah jatuh pasien dalam keadaan sadar.

Lanjutan RPS

*Kaki kirinya terdapat luka dan tidak bisa

digerakkan, kemudian pasien dibawa ke RS Wonolangan, pulang paksa karena masalah biaya. Hari selasa (1/10/2013) pukul 10.00 WIB pasien datang ke UGD RSUD dr.M.Saleh dalam keadaan sadar, kaki kiri terdapat luka sudah tertutup kasa, nyeri dan tidak dapat digerakkan

Riwayat penyakit dahulu

* Riwayat trauma sebelumnya tidak ditemukan * Pasien tidak pernah menjalani operasi sebelumnya
*Riwayat pengobatan
setelah KLL dirawat di RS wonolangan, dipasang spalk

*Riwayat Keluarga
DM (-) Hipertensi (-)

*PRIMARY SURVEY *Kesadaran : compos mentis *Airway : tidak ada gangguan jalan nafas *Breathing : Pernafasan 20 x/mnt *Circulation : tekanan darah 130/80 mmHg, Nadi 64
x/mnt

*Disability : GCS E4 V5 M6 *Exposure : Suhu 37C

*SECONDARY SURVEY
Status Generalis

*a/i/c/d : -/-/-/*Kepala Leher DBN *Thorax DBN *Abdomen DBN *Ekstremitas : Cruris Sinistra terdapat luka tertutup
kasa dan terpasang spalk

*Status Lokalis : Regio cruris sinistra *Look : luka terbuka 3x4cm, fragmen tulang
terekspose, bleeding (+)

*Feel

: Nyeri tekan setempat (+), sensibilitas (+), suhu rabaan hangat, AVN distal Normal, arteri dorsalis pedis teraba lemah dibandingkan bagian yang sehat.

*Movement: Gerakan aktif dan pasif

terhambat, Gerakan abduksi tungkai kiri terhambat, gerakan adduksi tungkai kiri terhambat, sakit bila digerakkan, gangguan persarafan tidak ada, tampak gerakan terbatas, keterbatasan pergerakan sendisendi distal (karena terasa nyeri saat digerakkan).

* Pemeriksaan Penunjang
* Foto X-ray

* Terdapat Fraktur cominutif tibia dan fibula (S)

* Laboratorium:

* Laboratorium * Hb = 14.0 g/dl * Lekosit = 11.200/cmm * hematokrit = 40% * Trombosit= 278.000 /cmm * Kalsium 1,2 mm * Clorida 97,8 mm * Kalium 4,1 mmol * Natrium 135,8 mmol * GDS = 105 mg/Dl * BUN = 12,5 mg/dl * Kreatinin 0,9mg/dl

*DIAGNOSA *Open Fraktur Cruris Sinistra 1/3 tengah grade 2,


tipe cominutif-neglected

*G. PLANNING DIAGNOSA *Debridement + ORIF

* Tindakan * -UGD : * Infus RL 24 tpm * Ceftriaxone 1 gr iv * Ketorolac 30mg iv * dr.Yanuar, Sp.OT visite di ugd : * Pro debridement + ORIF

* Operasi : * Hari/Tanggal * Waktu mulai * Waktu selesai * Lama Operasi * Diagnosa Pre Operatif :

: Selasa, 1 oktober 2013


: Pk. 12.30 WIB : Pk. 13.30 WIB

: 60 menit

Open Fraktur Cruris Sinistra 1/3 tengah grade 2, tipe cominutifneglected

* Tindakan : Debridement + ORIF tibia sinistra

* Pasien masuk IRNA Bedah ( Ruang Bougenville) Pk.12.30, keadaan


pasien stabil.

* Intervensi yang diberikan : * Infus RL 24tpm * Ceftriaxone 3x1gram * Ketorolac * Ranitidine

* Pembahasan Kasus
Anamnesis : Pasien jatuh membentur trotoar Kaki kirinya terdapat luka dan tidak bisa digerakkan Dibawa ke RS wonolangan PP Dari anamnesa dan pemeriksaan memperkuat dugaan fraktur

Dari pemeriksaan fisik Look : luka terbuka 3x4cm, fragmen tulang terekspose, bleeding (+) Feel : Nyeri tekan setempat (+), sensibilitas (+), suhu rabaan hangat, AVN distal Normal Move: Gerakan aktif dan pasif terhambat, abduksi (-) adduksi (-), sakit bila digerakkan, keterbatasan pergerakan sendi-sendi distal (karena terasa nyeri saat digerakkan)

Pemeriksaan Fisik

* Radiologi

* Anamnesis * Pemeriksaan Fisik * Pemeriksaan Penunjang


Diagnosis:

Diagnosis

Open Fraktur Cruris Sinistra 1/3 tengah grade 2, tipe cominutifneglected