Anda di halaman 1dari 15

Tugas Makalah

PERAN PERENCANAAN STRATEGIS PADA ORGANISASI PUBLIK DAN NIRLABA

Makalah Disusun Sebagai Salah Satu Pemenuhan Tugas Mata Kuliah Perencanaan Strategis Pendidikan

Dosen Pengampu: Dr. Saut Purba, M.Pd

Disusun Oleh: LEONNARDO SIJABAT NIM. 8126132057 ASIANDO RIRAX FAVOV NIM. 8126132044 SUPRILIWATI NIM. 8126132066 IRVAN WANDRI NIM. 8126132054

PRODI ADMINISTRASI PENDIDIKAN KONSENTRASI KEPENGAWASAN PROGRAM PASCASARJANA UNIMED 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perencanaan merupakan salah satu empat fungsi manajemen yang penting dan saling terkait satu sama lain. Berbicara tentang perencanaan, kita dihadapkan pada pertanyaan apakah suatu rencana berjalan dengan baik atau tidak. Pertanyaan mendasar ini kiranya aktual diajukan manakala kita melihat realitas keseharian yang menunjukkan banyaknya kegagalan akibat perencanaan yang salah dan tidak tepat. Kesalahan perencanaan dapat berada pada awal perencanaan itu sendiri ataupun pada saat proses perencanaan itu berlangsung. Banyak perencanaan yang gagal gara-gara apa yang direncanakan tersebut tidak mempunyai pijakan yang relevan dengan kondisi sosial budaya masyarakat. Manajemen strategi merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakanya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran didalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Sedangkan pengertian manajemen strategi menurut Hadar Nawawi (2005;148-149), adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil, agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional untuk menghasilkan barang dan / atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organisasi. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa

fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Analisis lingkungan adalah suatu proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan peluang (opportunities) dan tantangan (threads) yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah

mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat berreaksi secara cepat dan tepat untuk mensukseskan organisasi. Analisis lingkungan adalah suatu proses yang digunakan perencanan-perencanaan strategi untuk memantau lingkungan dalam menentukan peluang atau ancaman. Alfred Chandler mengatakan bahwa strategi adalah suatu penentuan sasaran dan tujuan dasar jangka panjang dari suatu organisasi (perusahaan) serta pengadopsian seperangkat tindakan serta alokasi sumber-sumber yang perlu untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. Dalam kajiannya tentang strategi, Henry Mintzberg mencatat bahwa setidaknya strategi tidak sekedar memiliki dua elemen definisi, yaitu sebagai perencanaan (plan) dan pola (pattern). Lebih dalam lagi, ia mengungkapkan bahwa definisi strategi telah berkembang dengan tiga P baru, yaitu posisi (position), perspektif (perspective), dan penerapan(poly). Dalam Perencanaan Strategi, kegiatan disusun berdasarkan prioritas dan dibandingkan dengan sumberdaya yang tersedia untuk pelaksanaannya. Jika organisasi tidak mempunyai sumberdaya untuk melaksanakannya paling sedikit 70 % dari rencana strategisnya, biasanya dikatakan organisasi hanya mengembangkan daftar tentang cita-cita kegiatan bukannya daftar yang bisa mengarahkan organisasi untuk melakukan kegiatan di masa mendatang.

B. Rumusan Pembahasan Dalam rangka untuk mempertajam telaah makalah ini, diambil suatu permasalahan, yaitu : bagaimana peran perencanaan strategis dalam sektor publik dan nirlaba dalam dunia yang sedang berubah serta manfaat perencanaan strategis sehingga keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan

yang mengarah pada penetapan kinerja jangka panjang organisasi atau perusahaan tersebut.

C. Tujuan Penulisan Makalah Makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat tentang proses perencanaan manajemen strategi dilingkungan organisasi dan perusahaan serta, memberikan gambaran dikalangan mahasiswa tentang Manajemen Strategi yang merupakan keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada penetapan kinerja jangka panjang organisasi, yang meliputi analisa lingkungan internal dan eksternal, disertai perumusan visi dan misi serta tujuan organisasi guna menghadapi lingkungan tersebut.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Perencanaan Strategis dan Organisasi Nirlaba Dalam tahun-tahun mendatang akan banyak gejolak dan kekacauan yang

menimpa organisasi dipemerintahan, lembaga public, organisasi nirlaba dan komunitas, hal ini merupakan tantangan yang sulit bagi para pemimpin dan manajernya. Gejala diperburuk oleh saling keterkaitan dunia semakin meningkat sehingga dimana perubahan pastilah mengakibatkan perubahan ditempat lainnya (luke.1998). Saling keterkaitan yang makin meningkat sangat jelas dengan mengaburkan tiga tipe perbedaan yang penting; antara domestic dan internasional; antara bidang kebijakan antara sektor politik, swasta, dan nirlaba (clevelend),1973,1985; Ring dan Perry, 1985). Saat ini, sektor nirlaba memainkan peran yang semakin penting dalam penyediaan pelayanan vital dalam bidang-bidang seperti kesehatan, pelayanan sosial, dan pendidikan. Sedangkan sektor ini telah berkembang cepat, pertanyaan serius muncul dalam beberapa tahun terakhir tentang pendanaan dan pengelolaan organisasi ini, khususnya organisasi nirlaba yang melayani publik yang memberikan mereka pendukung pengurangan pajak atas kontribusi mereka. (Peter Frumkin dan Mark T. Kim 2000). Fama dan Jensen (1983) menyatakan bahwa organisasi nirlaba timbul untuk bentuk tertentu organisasi seperti amal karena sumbangan tidak terikat menimbulkan masalah agen untuk setiap organisasi dengan penuntut sisa. Agar para donor untuk diyakinkan bahwa pengadu sisa melakukantidak

mengkonsumsi sumber daya mereka, bentuk nirlaba muncul, yang tidak memiliki sisa klaim alienable. Fama dan Jensen (1983) menyimpulkan bahwa "tidak adanya klaim menghindari sisa-sisa donor masalah keagenan penuntut dan menjelaskan dominasi organisasi nirlaba dalam kegiatan donor dibiayai. Perencanaan strategis adalah sebuah alat manajemen, dan sama dengan setiap alat manajemen, alat itu hanya digunakan untuk satu maksud saja menolong organisasi melakukan tugasnya dengan lebih baik. Perencanaan strategis dapat

membantu organisasi memfokuskan visi dan prioritasnya sebagai jawaban terhadap lingkungan yang berubah dan untuk memastikan agar anggotaanggota organisasi itu bekerja ke arah tujuan yang sama (Kaye & Allison, 2005:1). organisasi nirlaba adalah suatu organisasi jasa yang tidak mendistribusikan aktiva atau labanya kepada kepentingan pribadi individu anggota maupun pihak manajernya. Pendek kata, perencanaan strategis adalah proses sistemik yang disepakati organisasi dan membangun keterlibatan di antara stakeholder utama tentang prioritas yang hakiki bagi misinya dan tanggap terhadap lingkungan operasi. Berdasarkan pengertian tersebut perencanaan strategis merupakan alat bantu yang sangat penting untuk menjadi pedoman organisasi untuk mencapai visi dan misinya. Oleh karena itu diperlukan upaya bersama (mengerahkan) segala potensi dan sumber daya yang dimiliki organisasi dalam proses dan aplikasinya. Selain itu perencanaan strategis dapat dikatakan suatu proses yang harus diambil oleh suatu organisasi untuk meyakinkan bahwa segala perubahan dapat diantisipasi untuk tercapainya visi dan misi organisasi tersebut.

B. Karakteristik dari Perencanaan Strategis dan Organisasi Nirlaba Perencanaan strategis tidak hanya dilakukan pada organisasi profit tapi diterapkan juga di organisasi non-profit. Karakteristik Khusus dari organisasi Nirlaba 1. Adanya ketiadaan ukuran laba 2. Modal kontribusi yang dari sumbangan dan pabrik 3. Akuntansi dana, ada terdiri dari dana umum, dana operasi, dana pabrik, dana sumbangan, dan beragam dana lain untuk tujuan khusus. 4. Pengelolaan; disini pengelolaan dikelola oleh dewan pengawas.

C. Peran Perencanaan Strategis Perencanaan merupakan suatu alat yang penting di dalam organisasi pelayanan sosial, sebab dalam pemberian suatu pelayanan dibutuhkan perencanaan yang mantap (perencanaan dalam konteks penyusunan suatu kegiatan program), hal itu dapat dilihat dari beberapa alasan yaitu

1. Efesiensi Efesiensi merupakan hal yang sangat diperlukan dalam setiap pelaksanaan administrasi, baik itu dalam bisnis maupun pekerjaan sosial. Tujuannya adalah untuk mencapai hasil yang baik dengan biaya dan usaha yang seminimum mungkin. Dalam pekerjaan sosial, staf dan sumberdaya sangat tebatas, maka menjadi hal utama untuk memberikan pelayanan yang dinilai lebih efisiensi. 2. Efektifitas Efektifitas juga merupakan hal yang sangat penting, jika segala aktivitas tidak direncanakan, maka hasil yang diinginkan akan sulit dicapai. Tujuan utama dalam pekerjaan sosial adalah untuk menolong orang yang membutuhkan. Jika usaha staf dan sumber-sumber organisasi sudah tersebar dan perencanan bertujuan untuk kesatuan dan integrasi yang usahanya tidak terjadi. Maka menyebabkan penghargaan tetap rendah. 3. Tanggung jawab Perencanaan diperlukan evaluasi dan pertanggungjawaban. Administrasi pekerjaan sosial seharusnya mempunyai perencanaan yang baik dalam hubungan yang obyektif yang spesifik dan evaluasi prosedur yang jelas dalam suatu lembaga untuk ukuran program dan pelayanan kepada klien. Perencanaan pelayanan yang tepat memungkinkan

menyelesaikan riset yang objektif dan evaluasi tentang demonstrasi yang eksperimental terdapat dalam pelayanan reguler. 4. Moril Perencanaan yang hati-hati merupakan hal yang sangat penting untuk moral suatu lembaga. Anggota staf memerlukan perasaan tentang prestasi dan kepuasan untuk melakukan hal yang terbaik, perasaan dapat timbul ketika eksekutif dan anggota staff bersama merencanakan total operasi perusahaan. Proses perencanaan Perencanan adalah proses antisipasi terhadap hasil target dan juga dalam membuat sebuah rencana. Schaffer (Skidmore, 1995:51) membuat daftar tentang empat langkah mengenai perencaan, yaitu: a. Riset, dimaksudkan untuk menganalisis kekuatan-kekuatan lembaga, kekurangan kelemahan serta menentukan resiko yang ditimbulkan oleh faktor eksternal

b. Formula objektif, untuk mendefinisikan apa yang akan terjadi dimasa yang akan dating c. Perencanaan yang strategis, untuk membangun sebuah sistem kerja yang mengarah pada tujuan d. Perencanaan oprasional, untuk menciptakan langkah setiap departemen dan fungsi. Sebelumnya dikatakan organisasi yang baik adalah organisasi yang memiliki tujuan berdasarkan visi dan misi lembaga yang telah disepakati oleh pendirinya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan cara untuk mencapainya yang biasanya disebut strategi yang bersifat makro dari tataran perencanaan sampai hal teknis untuk mencapai tujuan. Selanjutnya disusun perencanaan (plan), kebijakan (policies), tahap-tahap pencapaian, organisasi dan personalia yang akan melaksanakannya, dan anggaran, serta program aksi. Dalam sebuah organisasi terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jalannya suatu organisasi. Faktor internal dan eksternal lembaga harus diantisipasi dengan kepekaan lembaga dengan membuat suatu rencana strategis. Perencanaan strategis khususnya digunakan untuk mempertajam fokus organisasi, agar semua sumber organisasi digunakan secara optimal untuk melayani misi organisasi tersebut. Sangat berbeda dengan perencanaan jangka panjang yang melihat masa depan dan bisa diprediksi, dan beranggapan unsur perencanaan adalah suatu proses yang dilakukan secara periodik. Berikut ini tabel mengenai perbedaan Perencanaan Jangka Panjang dan Perencanaan Strategis.

D. Jenis Perencanaan Perbedaan Perencanaan Jangka Panjang dengan Perencanaan Strategis 1. Perencanaan Jangka Panjang Perencanan Strategis 2. Melihat masa depan sebagai hal yang bisa diperediksi 3. Melihat perencanaan sebagai proses periodic 4. Menganggap tren saat ini akan berlanjut

Bryson (1988) mengusulkan suatu proses perencanaan stratejik untuk organisasi nirlaba dan pemerintahan, yang mencakup delapan langkah sebagai berikut : Perencanaan strategis bukanlah tujuan dalam perencanaan strategis itu sendiri, karena perencanaan strategis hanyalah merupakan kumpulan konsep untuk membantu para pemimpin membuat keputusan penting dan melakukan tindakan penting bagi keberlangsungan dan kejayaan organisasi.

Delapan Langkah Perencanaan Strategis: 1. Memprakarsai dan menyepakati suatu proses perencanaan strategis; 2. Mengidentifikasi mandat organisasi; 3. Memperjelas misi dan nilai-nilai organisasi; 4. Menilai lingkungan eksternal: peluang dan ancaman; 5. Menilai lingkungan internal: kekuatan dan kelemahan; 6. Mengidentifikasi isu strategis yang dihadapi organisasi; 7. Merumuskan strategi untuk mengelola isu-isu; 8. Menciptakan visi organisasi yang efektif bagi masa depan.

E. Manfaat Perencanaan Strategis Banyak alasan yang dikemukakan oleh suatu organisasi sehingga

menyelenggarakan perencanaan strategis. Organisasi kita menghadapi banyak tuntutan yang saling berbenturan, maka kita memerlukan suatu proses untuk menetapkan prioritas. Kebangkrutan suatu organisasi dapat dihindari apabila kita mampu memikirkan ulang cara kita menjalankan organisasi. Organisasi kita dikelilingi banyak kompetitor yang kita tidak mampu mencegahnya agar tidak tumbuh, oleh karenanya agar kita tetap eksis dan terus berkembang kita harus mempunyai strategi yang jitu memenangkan kompetisi. Perencanaan strategis dapat membantu organisasi memfokuskan visi dan prioritasnya sebagai jawaban terhadap lingkungan yang berubah dan untuk memastikan agar anggota-anggota organisasi itu bekerja ke arah tujuan yang sama. Arti penting penting perencanaan strategis berasal dari kemampuannya membantu organisasi publik dan nirlaba secara efektif merespon lingkungan yang telah berubah secara dramatis dan kini didepannya.

Manfaat perencanaan stretegis bagi organisasi publik dan nirlaba menurut pendapat beberapa ahli (Steiner, 1979; Barry, 1986; Bryson, Freeman, dan Roering, 1986; Bryson, Van de ven, dan Roring, 1987) adalah sebagai berikut : 1. Berpikir secara strategis dan mengembangkan strategi-strategis yang efektif 2. Memperjelas arah masa depan 3. Menciptakan prioritas 4. Membuat keputusan sekarang dengan mengingat konsekuensi masa depan 5. Mengembangkan landasan yang koheren dan kokoh bagi pembuat keputusan 6. Menggunkan keleluasaan yang maksimum dalam bidang-bidang yang berada di bawah kontrol organisasi 7. Membuat keputusan yang melintasi tingkat dan fungsi 8. Memcahkan masalah organisasi 9. Memperbaiki kinerja organisasi 10. Menangani keadaan yang berubah dengan cepat secara efektif 11. Membangun kerja kelompok dan keahlian (Bryson, 1995:13) Meski perencanaan strategis dapat memberikan seluruh manfaat di atas, tidak ada jaminan semuanya akan tersedia. Karena perencanaan srategis hanyalah merupakan kumpulan konsep, prosedur dan alat. Perencanaan strategis tidak selalu dapat memberikan nasihat, ada dua alasan yang memaksa bertahan pada upaya perencanaan strategis. Pertama, perencanaan strategis tidak dapat menjadi langka pertama yang baik bagi organisasi yang runtuh atapnya. Contohnya, organisasi mungkin memperbaiki arus kas (cash flow) atau mengisi kepemimpinan kunci sebelum melakukan perencanan strategis. Kedua, perencanaan strategis akan menjadi kegiatan yang buang-buang waktu jika tidak memiliki keterampilan, sumber daya, atau komitmen para pembuat keputusan guna mengahsilkan rencana yang baik. Jika perencanaan strategis dilakukan dalam situasi semacam itu, maka mungkin perencanaaan strategis harus merupakan upaya yang terfokus dan terbatas yang bertujuan mengembangkan keterampilan dan komitmen yang diperlukan (Bryson, 1995:13).

Lebih lanjut Bryson mengemukakan beberapa alasan organisasi tidak melaksanakan perencanaan yaitu : 1. Kemanfaat perencanaan strategis tidak dapat dirasakan oleh organisasi secara langsung. 2. Organisasi lebih suka mengandalkan intuisi para pemimpin yang sangat berbakat ketimbang pada perencanaan strategis 3. Banyak organisasi terutama organisasi yang sangat kesulitan mencapai keputusan yang melintasi tingkat, fungsi atau program mendapati bahwa mencapuradukkan (mudling) merupakan satu-satunya proses yang akan bekerja. (1995:14) Ada tiga nilai yang dapat dipetik oleh pimpinan jika melakukan perencanaan strategis bagi organisasi yang dipimpinnya yaitu : 1. Peluang sukses organisasi lebih besar bila pemimpin organisasi tersebut memiliki rencana strategis (tertulis ataupun tidak). Meski mungkin saja bisa amat sukses dan berbuat banyak kebaikan tanpa rencana strategis dengan bersikap opportunistik dan reaktif. Namun dalam jangka panjang menetapkan tujuan dan strategi tentang pekerjaan organisasi itu akan mencapai lebih banyak dibanding hanya bersikap reaktif dan opportunis. 2. Peluang sukses organisasi menjadi lebih besar bila pemimpin organisasi berniat teguh membangun visi sukses yang disebarkan ke dewan, staf, relawan. Meskipun seorang pemimpin yang memiliki bakat wirausaha cemerlang barangkali dapat memimpin angkatan kerja organisasi tenpa pemahaman bersama tentang visi. Maka organisasi yang anggotanya memiliki keterlibatan mendalam pada visi sukses akan mencapai hal yang lebih hebat lagi. 3. Proses perencanaan strategis yang bersifat inklusif merupakan cara yang unggul untuk mengembangkan rencana strategis dan untuk membangun keterlibatan yang memiliki basis luas akan visi bersama. Sekali lagi, kelompok kecil orang mungkin menyusun rencana dan menjual rencana itu kepada semua orang untuk melaksanakan rencana tersebut. Dalam jangka panjang, organisasi yang melibatkan banyak stakeholdernya dalam

menyusun dan memperbaharui rencana strategisnya akan panjang berpotensi untuk mengejar misi yang telah dipilihnya (Djunaedi, 2002:19) Maka perencanaan strategis merupakan proses sistemik yang disepakati organisasi dan membangun keterlibatan di antara stakeholder utama. Karena dengan adanya perencanaan strategis dapat digunakan untuk mempertajam fokus organisasi, agar semua sumber organisasi digunakan secara optimal untuk melayani misi organisasi tersebut.

F. Contoh Perencanaan Strategis 1. Central city kota yang beumur 135 tahun di Midwestern yang menyediakan pelayanan lengkap kepada 270.000 penduduknya. Dalam bentuk

pemerintahan kota (wali kota) yang terdiri dari enam departemen yang sangat terkenal dalam pembangunan kotanya yang inovatif dan inisiatif. Ada dua perencanaan strategis yang dilakukan Central city: pertama cabang eksekutif yang dilakukan oleh dewan kota dan para asisten pembuat kebijakan. Asisten dewan kota dalam bentuk kabinet yang terdiri dari dinas kemasyarakatan, dinas keuangan dan manajemen, dinas kebakaran dan keamanan, perencanaan dan pengembangan ekonomi, kepolisian dan pekerjaan umum, sarana air bersih. Kabinet tersebut mengawasi proses perencanaan strategis cabang eksekutif dan menyusun rekomendasi anggaran tahunan. Kedua lembaga legislatif kota adalah lembaga pembuat kebijakan dan mengesahkan anggaran. 2. Suburban city, kota yang memiliki 277 pegawai dan anggaran 25,6 juta dollar AS pada tahun 1987 memiliki bentuk pemerintahan manajer dewan dengan reputasi dikelola dengan baik dan sangat responsif terhadap kebutuhan dan keinginan warganya. Asisten manajer kota memprakarsai dan mengepalai perencanaan strategis dengan dukungan manajer kota serta dukungan nominal dari dewan kota. Beberapa perencanaan strategis populasi air bawah tanah, mengembangkan citra masyarakat yang positif, memelihara dan memperbarui infrastruktur publik yang sudah lama, merevitalisasi kawasan industri dan perdagangan, mengelola limbah kota dengan kokoh.

3. Nursing service, kota yang padat penduduknya mempunyai 80 anggota staf dan anggaran 3,5 juta dollar AS. Nursing service yang disyaratkan untuk pengendalian penyakit menular sehingga lebih fokus pada pelayanan kesehatan. Nursing service memiliki tiga departemen yaitu departemen kesehatan, dinas kemasyarakatan, dan dinas corection. Direktur, wakil direktur dan staf Nursing service memandang perencanaan strategis sebagai kesempatan untuk memikir ulang misi dan strategi pelayanan mengingat lingkungan pelayanan kesehatan harus berubah lebih capat. 4. Health Center dimulai tahun 1968 klinik pemerintah yang didanai oleh pemeritah federal, menyediakan pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat kurang mampu, setelah penggantian direktur tahun 1984 memulai perencanaan strategis berubah menjadi lembaga nirlaba. Persoalan yang dipecahkan meliputi misi, populasi sasaran, pelayanan, keuangan dan pengangkatan staf, struktur, pemasaran, dan fasilitas. Keempat organisasi diatas memiliki perbadaan dan persamaan. Perbedaannya lembaga tersebut sangat berbeda dari ukuran, staf, bentuk, anggaran dan status hukum. Central city dan Suburban city lembaga merupakan unit tujuan pemerintah lokal, Nursing service lembaga pemerintah yang berfungsi tunggal yang berkedudukan paling bawah dalam hirarki organisasi, Health Center lembaga yang berkembang melewati sejarahnya menjadi lembaga berfungsi tunggal, berkedudukan bebas dan organisasi nirlaba. Persamaan keempat lembaga tersebut terdiri dari: (1) pemimpin organisasi yang bertindak sebagai pendukung proses; (2) memiliki para pejuang proses yang bertanggung jawab; (3) memulai organisasi dengan kesepakatan yang benar-benar tegas diantara pengambil keputusan; (4) proses berpikir dan bertindak yang terstruktur; (5) memiliki badan penasehat, pembuat keputusan, untuk mengawasi proses; (6) memiliki tim perencanaan strategis untuk mengelola proses, mengumpulkan informasi, dan mempersiapkan pertemuan, serta merancang rencana strategis; (7) mengindentifikasi masalah kritis yang memerlukan tindankan efektif agar tidak menjadi korban; (8) bekerja keras mengembangkan strategiyang dapat diterima secara politik, teknis, dan dapat dipertanggung jawabkan secara etis.; (9) memiliki konsultan; (10) bertekad proses terus berlangsung.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Manajemen strategi merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakanya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran didalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Komponen dalam manajemen strategi terdiri dari, pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. kedua adalah perencanaan operasional dengan unsurunsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi

manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. perencanaan strategis merupakan alat bantu yang sangat penting untuk menjadi pedoman organisasi untuk mencapai visi dan misinya. Oleh karena itu diperlukan upaya bersama (mengerahkan) segala potensi dan sumber daya yang dimiliki organisasi dalam proses dan aplikasinya. Selain itu perencanaan strategis dapat dikatakan suatu proses yang harus diambil oleh suatu organisasi untuk meyakinkan bahwa segala perubahan dapat diantisipasi untuk tercapainya visi dan misi organisasi tersebut.

B. Saran Berdasarkan pembahasan yang telah digambarkan di atas, penulis

menyarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Setiap lembaga formal maupun informal harus memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas. 2. Dalam mencapai tujuan suatu lembaga sebaiknya menguasai dan memiliki perencanaan strategis yang terperinci dan lengkap.

DAFTAR PUSTAKA

Bryson John M. 1995. Strategic Planning For Publik and Non Profit Organizations, Jossey-Bass Publisher : San Francisco.

Djunaedi, Achmad. 2002. Konsep perencanaan Strategis. Program Magister Perencanaan Kota dan Daerah. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta

Hadari Nawawi (2005); Manjemen Strategi, Gadjah Mada Pers : Yogyakarta