Anda di halaman 1dari 6

KONSEP KONSEP DALAM SISTEM KOMUNIKASI

A. HAKIKAT SISTEM KOMUNIKASI Tak bisa dipungkiri, pembahasan tentang Sistem Komunikasi tak akan terlepas dari sistem Sosial. Komunikasi adalah bagian dimensi sosial yang khusus membahas pola interaksi antarmanusia (Human Communication) dengan menggunakan ide atau gagasan lewat lambang atau bunyi ujaran. Sebagai sebuah hakikat, komunikasi (atau tepatnya sistem komunikasi) perlu kiranya dikaji pula tentang proses pertukaran pesan dan hubungan antarsistem dalam sistem komunikasi itu sendiri. dalam hal ini akan digunakan pendapat Talcott Parson (Soekanto, 1986) tentang hierarki sibernetis untuk menganalisis proses pertukaran pesan dan hubungan antarsistem.1 Menurut Person, hierarki sibernitis adalah sebuah sistem yang tarafnya tinggi membatasi penggunaan energi sistem yang lebih rendah, sedangkan sistem yang lebih rendah memberikan fasilitas dan menciptakan kondisi yang diperlukan oleh sistem yang lebih tinggi. Dalam proses pertukaran (hubungan timbal balik) media tertentu dipakai, misalnya uang dipergunakan untuk jual beli barang dalam proses ekonomi. Media sebenarnya merupakan cara pengadaan komunikasi secara simbolis. Dengan demikian, hubungan antarunsur atau komponen bersifat informasional. Artinya, hubungan tersebut terjadi melalui lambang-lambang.2 Hakikat Sistem Komunikasi (meminjam analogi dari parson) adalah suatu pola hubungan yang saling melengkapi antarsistem dalam sistem komunikasi. Hubungan antarunsur bersifat satu dan tak terpisahkan satu sama lain. Ini berarti unsur yang lebih rendah memberikan andil yang sangat besar. Contohnya sistem komunikasi yang paling khusus adalah sistem pers. Dalam sistem pers ada sistem manajemen redaksional; dibawahnya ada sistem berita; dibawahnya lagi ada sistem yang berhubungan dengan reporter lapangan. Semua sistem yang lebih rendah tersebut mempunyai andil yang besar dalam memberikan fasilitas dan menciptakan kondisi yang diperlukan oleh sistem yang lebih tinggi. Bagaimana sistem redaksional akan berjalan baik bila tidak ada berita yang dibuat wartawan? (sistem kewartawanan)?3 Sistem komunikasi juga tidak akan berjalan dengan baik manakala tidak menggunakan media tertentu. layaknya sebuah jual beli yang menggunakan uang sebagai alat pembayaran, dalam sistem komunikasi yang semakin rumit dan kompleks peran media menjadi penting. Perkembangan teknologi modern membuat komunikasi mudah dilaksanakan sekalipun ada hambatan geografis. Anda cukup mengangkat gagang

1 2

Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005, h. 11 Ibid., H. 12 3 Ibid., h. 12-13

telepon, menekan nomor yang dituju, selang beberapa detik kemudian akan terhubung dengan orang yang dituju diwilayah lain dengan perantaraan media telepon. 4 B. FUNGSI KOMUNIKASI Menurut Harold D. Laswell, Fungsi-fungsi Komunikasi adalah sebagai berikut 5: 1. Penjajagan Lingkungan/ Pengawasan Lingkungan. 2. Menghubungkan bagian-bagian terpisah dari masyarakat untuk menanggapi lingkungannya 3. Menurunkan warisan sosial dari generasi ke generasi berikutnya. C. HUBUNGAN SISTEM KOMUNIKASI DENGAN SISTEM LAIN Sistem Komunikasi Indonesia (SKI) adalah sebuah sistem yang tidak bisa berdiri sendiri. ia terkait erat dengan sistem lainnya. Secara umum hubungan antara sistem komunikasi dengan sistem lain adalah sebagai berikut6 : 1. Sistem komunikasi dipengaruhi oleh sistem sosial Jika dikatakan secara ringkas, sistem Komunikasi berada dibawah subordinat sistem sosial. Ini juga berlaku pada sistem sosial yang mengedepankan sistem kepercayaan. Sistem Kasta dalam suatu masyarakat pun akan memberi andil besar dalam proses komunikasi. Ditinjau dari segi komunikasi, mereka yang berasal dari kasta sudra (golongan rendah) akan sangat kesulitan berkomunikasi dengan mereka yang berkasta ksatria. Ini artinya, bahwa sistem kasta sebagai sistem kepercayaan dalam sistem sosial mempengaruhi sitem komunikasi. 2. Sistem Komunikasi dipengaruhi oleh sistem Politik Dalam praktik politik, Sistem komunikasi akan dipengaruhi pula oleh keberadaan sistem politik. sistem politik yang demokratis, misalnya, akan memberi peluangn proses komunikasi yang demokratis pula. Sebaliknya, sistem politik otoriter akan membuat sistem komunikasi otoriter pula. Karena, proses komunikasiyang dikembangkan jelas hanya ditentukan oleh penguasa dan berjalan top down ( dari atas ke bawah). D. FUNGSI-FUNGSI SISTEM KOMUNIKASI Dalam membahas fungsi sebuah sistem (termasuk sistem komunikasi tidak terlepas dari fungsi-fungsi input dan output. Input adalah memasukan sedangkan output adalah keluaran. Dalam input ditemukan data, bahan, informasi, peristiwa, untuk dijadikan bahan mentah bagi proses sistem komunikasi. Bagi pemerintah, fungsi input

4 5

Ibid., h. 13 Ibid., h. 15-16 6 Ibid., h. 19-20

ini nantinya berguna dalam menghasilkan kebajikan yang sudah diolah dalam sistem komunikasi setelah terjadi proses atau menghasilkan keluaran kebijakan.7 Adapun output merupakan hasil atau konsekuensi dari bekerjanya sistem komunikasi yang mempunyai arti penting bagi masyarakat. Dalam output nanti akan diperoleh sikap apatis (apathy) atau Reward (ganjaran) masyarakat. Kebijkan yang tidak baik tentu akan menimbulkan dampak berupa sikap apatis masyarakat. Apatis atau ganjaran tersebut nantinya menjadi suatu bahan, peristiwa, informasi, bagi input. Dan begitu seterusnya sebagai suatu proses yang tidak pernah berhenti. Suatu sistem akan mati jika tidak ada proses terus menerus.8 E. POLA-POLA KOMUNIKASI Secara Umum Pola-Pola komunikasi itu terbagi menjadi 4, yaitu : 1. Komunikasi dengan diri sendiri (intrapersonal Communication) Komunikassi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi didalam diri individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sediri. Terjadinya proses komunikasi disini karena adanya seseorang yang member arti terhadap sesuatu objek yang di amatinya atau terbetik dalam pikiran. Contohnya adalah berfikir.9 Komunikasi ini adalah landasan komunikasi antar pribadi dan komunikasi dalam konteks-konteks lainnya, karna sebelum berkomunikasi dengan orang lain kita biasanya berkomunikasi dengan diri sendiri (mempersepsi dan memastikan makna pesan orang lain) untuk mengambil suatu keputusan, hanya saja caranya sering tidak disadari. Keberhasilan komunikasi kita dengan orang lain bergantung pada keefektifan komunikasi kita dengan diri sendiri. oleh karena itu masingmasing orang berbeda pula dalam proses penentuan tindakan apa yang akan dilakukan. Terdapat tanda-tanda umum sesuatu bisa dikatakan Komunikasi dengan diri sendiri, yaitu : Keputusan merupakan hasil berfikir atau hasil usaha intelektual Keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternatif Keputusan selalu melibatkan tindakan nyata, walau pelaksanaannya boleh ditangguhkan atau dilupakan. 2. Komunikasi AntarPribadi (Interpersonal Communication)10

7 8

Ibid., h. 22 Ibid., h. 23 9 Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc., Pengantar ilmu komunikasi, Jakarta;Rajawali pers, 2007, hal. 30 10 Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, h.31-32

Komunikasi antar pribadi pada hakikatnya adalah interkasi antara seorang individu dan individu lainnya tentang lambang-lambang pesan secara efektif digunakan, terutama dalam hal komunikasi antara manusia menggunakan bahasa. Didalam interaksi antara individu dengan individu lainnya disitu terdapat simbolsimbol. Simbol itu dimaksudkan sebagai mediassi dan juga interpretasi untuk mengetahui makna tingkah laku orang lain (stimulus dan respon dalam tingkah laku manusia). Disitulah terjadi proses komunikasi. Jadi komunikasi interpersonal didefinisikan sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekolompok kecil orangorang denga beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Sebagai sebuah komunikasi tatap muka, tujuan komu11nikasi antar pribadi adalah sebagai berikut : Mengenal diri sendiri dan orang lain Mengetahui dunia luar Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi lebih bermakna Mengubah sikap dan prilaku Bermain dan mencari hiburang Membantu orang lain 3. Komunikasi Kelompok (Group Communication)12 Komunikasi kelompo adalah interaksi tatap muka daari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhka karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.13 Kelompok adalah kumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya, keluarga, tetangga, kelompok diskusi, dan sebagainya. Sesuatu dikatan komunikasi kelompok karena; Pertama , pesan-pesan yang disampaikan oleh seorang pembicara kepada khalayak dalam jumlah yang lebih besar pada tatap muka. kedua, komunikasi berlangsung kontinyu dan bisa dibedakan mana sumber dan mana penerima. Hal ini menyebabkan komunikasi sangat terbatas sehingga umpan baliknya juga tidak leluasa karena waktu terbatas dan khalayak relatif besar. Ketiga, pesan yang disampaikan terencana (dipersiapkan) dan bukan spontanitas untuk segmen khalayak tertentu. 4. Komunikasi Massa (Massa Communication)
11 12

Nurani soyomukti, pengantar ilmu komunikasi, Yogyakarta; AR-RUZZ MEDIA, 2010, h. 142-143 Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, h. 33 13 S.Djuarsa Sendjaja, teori komunikasi, Jakarta; universitas terbuka, 2004, h. 3.3

Jadi komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak maupun elektronik, yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar dibanyak tempat, anonim dan heterogen. Pesanpesannya bersifat umum, disampaiakan secara cepat, serentak dan selintas, (khususnya media elektronik). Untuk lebih jelasnya berikut paparan Michael W. Gamble dan Teri Kwal (1986) bahwa sesuatu dikatan komunikasi massa jika mencakup 14: a. Komunikator dalam komunikasi massa mengandalkan peralatan modern untuk menyebarkan atau memancarkan pesan secara cepat kepada khalayak yang luas dan tersebar. Pesan ini disebarkan melalui media modern pula antara lain : surat kabar, Majalah, Televisi, Film, atau gabungan antara media tersebut. b. Komunikator dalam komunikasi massa menyebarkan kepada ratusan/ribuan/jutaan orang yang tidak saling kenal. c. Pesan adalah publik. Artinya bahwa pesan dalam komunikasi massa bisa didapatkan dan diterima oleh banyak orang dan bukan untuk sekelompok orang tertentu. karena itu, pesan bisa dikatakan sebagai milik publik. d. Sebagai sumber, komunikator massa biasanya merupakan organisasi formal seperti jaringan, ikatan, atau perkumpulan. Dengan kata lain komunikatornya tidak berasal dari seseorang tetapi lembaga. e. Komunikasi massa dikontrol oleh gate kepper (penyaring informasi). Artinya, pesan-pesan yang disebarkan dikontrol oleh sejumlah individu dalam lembaga tersebut sebelum disiarkan lewat media massa. Seorang reporter, editor, penjaga publik, dan lembaga sensor lain dalam media itu berfungsi sebagai gate kepper. f. Umpan balik dalam komunikasi sifatnya tertunda. Kalau dalam jenis komunikasi lain umpan balik bisa langsung. Beberapa pola komunikasi tersebut, nyata telah mampu membentuk sebuah arus komunikasi tersendiri. Dan dengan kelebihannya masing masing jelas akan mempengaruhi sistem komunikasi Indonesia, bagaimana sistem komunikasi bisa berjalan, bisa ditinjau dari pola-pola tersebut.15

14 15

Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, h. 35-36 Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, h. 28

DAFTAR PUSTAKA

Nurudin. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005.


Prof. Dr. H. Cangara, Hafied M.Sc., Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta;Rajawali pers, 2007 Soyomukti, Nurani. Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta; AR-RUZZ MEDIA, 2010 Sendjaja, S.Djuarsa. Teori Komunikasi. Jakarta; Universitas Terbuka, 2004.