Anda di halaman 1dari 3

Peran Guru BK dalam Pembelajaran Masalah belajar merupakan masalah penting baik bagi para siswa maupun bagi

para mahasiswa. Bagaimana pentingnya penyelenggaraan bimbingan cara belajar yang efektif ini terlihat pada hasil penyelidikan secara empiris, menunjukan bahwa kesukaran tentang bagaimana cara belajar yang baik menduduki tempat yang paling atas. Kenyataan ini menunjukan bahwa guru ataupun pembimbing perlu memberikan bimbingan cara belajar yang sebaik-baiknya (Walgito,2004:149). Tentu saja yang dimaksudkan disini bukanlah belajar berjalan, belajar makan atau yang lain, tetapi adalah usaha memasukan (inprenting) apa yang dipelajari, apa yang didengar, apa yang dibaca, atau apa yang diamati, sehingga menjadi milik dari individu. Dalam hal ini dipersempit lagi, yaitu mempelajari mata pelajaran. Pada bagian ini akan dibahas bagaimana belajar yang efektif dalam belajar secara individual (Walgito,2004:149). Prinsip Efisiensi dalam Belajar Belajar merupakan hal yang erat hubunganya dengan prinsip ekonomi. Tegasnya, makin cepat seseorang belajar dengan prestasi yang sama, maka makin baiklah keadaan itu. Dengan demikian pada belajar berlaku pula hukum efisiensi. Makin cepat seseorang belajar dengan hasil sama maka akan semakin baik. Cara belajar yang demikian itulah cara belajar yang baik dan efisien. Adalah pada tempatnya orang mengatakan belajar adalah time costuming job (Walgito,2004:150). Bimbingan Prestasi Belajar dengan Intelegensi Banyak orang yang mengira dan berpendapat bahwa rendahnya prestasi belajar anak disekolah disebabkan oleh rendahnya intelegensi si anak. Pendapat yang demikian tidaklah seluruhnya benar. Memang ada anak yang memiliki prestasi belajar rendah karena intelegensi yang kurang, tetapi tidak semuanya demikian. Rendahnya prestasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain. Salah satunya adalah pemilihan cara belajar yang kurang tepat. Didalam proses belajar pun sering dijumpai adanya suatu plateau yang salah satu penyebabnya adalah cara atau teknik tepat. Dengan demikian tidaklah pada tempatnya untuk memandang secara aprioris bahwa prestasi belajar rendahnya intelegensi (Walgito,2004:150).

Faktor-faktor yang harus diperhatikan didalam belajar Agar dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya, haruslah diperhatikan factor-faktor yang terdapat didalam belajar itu. Didalam belajar akan didapati adanya : a. Faktor anak atau individu yang belajar b. Faktor lingkungan anak c. Faktor bahan atau materi yang dipelajari Faktor anak/individu Faktor individu merupakan faktor yang penting. Anak jadi belajar atau tidak adalah tergantung kepada anak itu sendiri. Walaupun mungkin faktor-faktor yang lain telah memenuhi persyaratan, tetapi kalau faktor individu tersebut tidak mempunyai kemauan untuk belajar maka proses belajar itu tidak akan terjadi (Walgito,2004:151). Individu terbentuk dari fisik dan psikis yang masing-masing tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainya. Satu dengan yang lain saling mempengaruhi. Fisik mempengaruhi psikis, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu baik faktor fisik maupun psikis haruslah diperhatikan. Dalam proses belajar, kedua faktor itu harus dijaga agar dalam kondisi yang sebaik-baiknya. Ini berarti kalau ada gangguan baik dalam segi fisik maupun psikis, hal tersebut kan berpengaruh pada prestasi belajar anak (Walgito,2004:151). Faktor LIngkungan Dalam proses belajar, faktor lingkungan juga memegang peran yang penting. Pengertian lingkungan disini adalah termasuk peralatan. Oleh karenanya harus mendapatkan perhatian yang sebaik-baiknya. Faktor lingkungan ini berhubungan dengan tempat, alat-alat untuk belajar, suasana, waktu serta pergaulan (Walgito,2004:154). Faktor bahan yang dipelajari Bahan yang dipelajari akan menentukan cara atau metode belajar apa yang akan ditempuh. Jadi teknik atau metode belajar dipengaruhi atau ditentukan oleh macam materi yang dipelajari. Belajar mata pelajaran eksakta berbeda dengan cara belajar untuk belajar mata pelajaran sosial, misalnya. Tetapi disamping ada sifat-sifat yang berbeda antara satu dengan yang lainya, terdapat

pula hal-hal yang sama, yang merupakan prinsip umum. Hal ini dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Pada umumnya belajar dengan cara keseluruhan lebih baik daripada belajar secara bagian-bagian. Hal ini berdasarkan atas prinsip totalitas, dimana keseluruhan merupakan suatu kebulatan. 2. Sebagian waktu belajar disediakan untuk melakukan ulangan (repetition). Ulangan ini digunakan untuk mengecek sampai mana bahan yang dipelajari itu tinggal dalam ingatan. 3. Makin sering diulan semakin baik tinggal dalam ingatan 4. Dalam mengulang pelajaran hendaknya dipakai spaced repetition, yaitu mengulang dengan waktu tenggang (Walgito,2004:156). Hal-hal yang telah diuraikan diatas dapat digunakan sebagai pedoman didalam memberikan bimbingan bagaimana cara belajar yang sebaik-baiknya sehingga anak dapat mencapai hasil yang memuaskan (Walgito,2004:157).

Daftar Pustaka : Walgito, Bimo.2004. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: CV Andi Offset