Anda di halaman 1dari 2

Nama : Jenri Sutrisno NIM : I11110037 Pemicu : 1

Penatalaksanaan

Sasaran utama pasien dengan gangguan muskuloskeletal secara umum dapat meliputi peredaan ansietas, pemahaman terhadap protokol penanganan, hilangnya nyeri, terpeliharanya perfusi jaringan yang adekuat serta perbaikan mobilitas fisik. a. Meredakan ansietas : membantu pasien menghadapi masalah yang berhubungan dengan masalah disfungsi muskuloskeletal dan penanganannya, seperti perasaan sehat psikologis dan sosioekonomis pasien b. Pendidikan pasien dan pertimbangan perawatan dirumah : sebelum dipulangkan pasien harus mendapatkan penjelasan rinci untuk melanjutkan perawatan dirumah, pasien harus mampu mengenali setiap gejala dan tanda mencurigakan yang harus dilaporkan ke dokter c. Meredakan nyeri : opioid dan obat pereda nyeri lainnya harus diberikan sesuai resep dengan memperhitungkan usia dan ukuran tubuh pasien. Nyeri dapat timbul baik secara primer akibat masalah muskuloskeletal maupun masalah penyertanya (misalnya tekanan pada tonjolan tulang, spasme otot, pembengkakan). Perlu dilakukan penghilangan tekanan untuk mengurangi nyeri dan mencegah kerusakan jaringan lunak lebih jauh. Spasme otot merupakan penyebab nyeri lainnya. Bila suatu otot mengalami cedera, respon alamiah otot adalah berkontraksi, sehingga dapat membebat dan melindungi daerah yang cedera. Kontraksi otot yang berkepanjangan terasa nyeri. Teknik relaksasi, traksi dan obat dapat digunakan untuk mengurangi nyeri akibat spasme otot. d. Memperbaiki perfusi jaringan : bila jaringan terlihat biru, pucat dan fungsi sensoris maupun motoris yang menurun, yaitu dengan meninggikan daerah yang terkena setinggi jantung dan memberikan kompres dingin intermiten. e. Memperbaiki mobilitas : menggunakan alat bantu yang aman.

Pada pemicu ditemukan nyeri hampir di seluruh tubuh: Kaput logus biseps dipengaruhi oleh gerakan lengan dan bahu, penatalaksanaanya meliputi: Mengistirahatkan ekstremitas Fisioterapi bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan spasme otot, terapi bisa digunakan dengan pendinginan(misalnya dengan es) maupun kompres lembab panas(ada gangguan sirkulasi, gannguan perabaan dan trauma.) Obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengatasi nyeri akut. Analgetik narkotik digunakan sebagai pemutus lingkaran nyeri, relaksan otot dan penennang digunakan untuk membuat relaks pasien dan otot yang mengalami spasme. Obat anti inflamasi, seperti aspirin dan NSAID berguna untuk mengurangi nyeri. Latihan lembut sejauh masih bisa ditoleransi Menghindari gerakan yang merengangkan otot biseps.

Sumber : Brunner & Sudrath, 2001, Buku Ajar Ilmu Keperawatan Bedah Ed 8, Jakarta : EGC