Anda di halaman 1dari 2

Nasihat Buat Para Dai yang Berselisih

Syaikh Ibnu Baz

Pertanyaan: Beberapa pekan yang lalu, Syaikh yang mulia telah mengeluarkan pernyataan tentang metode koreksi/evaluasi antara para dai. Pernyataan ini ditafsirkan oleh sebahagian orang dengan bermacam-macam persepsi. Bagaimana menurut Syaikh? Jawaban: Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Selawat dan salam atas Rasulullah dan yang mengikuti petunjuknya. Amma Ba'du: Pernyataan yang dimaksud oleh penanya ini adalah yang saya maksud sebagai saran untuk saudara-saudara para ulama dan para dai, agar koreksian mereka terhadap saudara-saudara-nya sehubungan dengan makalah-makalah, seminar-seminar atau ceramah-ceramahnya, hendaknya merupakan koreksi yang membangun, jauh dari menghujat dan menyebut-nyebut peribadi-peribadi, kerana hal ini boleh menyebabkan kebencian dan permusuhan. Kebiasaan dan cara Nabi , jika mendengar sesuatu tentang para sahabatnya yang tidak sesuai dengan syari'at, beliau menegurnya dengan ungkapan, "Kenapa ada orang-orang yang mengatakan demikian dan demikian." (HR. Muslim dalam an-Nikah (1401)). Kemudian beliau menjelaskan perkaranya. Pernah suatu kali, sampai kepada beliau bahawa ada orang yang mengatakan, "Kalau begitu, aku akan terus solat (malam) dan tidak tidur." Yang lain mengatakan, "Dan aku akan terus berpuasa dan tidak berbuka." Yang lainnya lagi mengatakan, "Dan aku tidak akan menikahi wanita." Maka beliau langsung berkhutbah di hadapan orang-orang. Setelah memanjatkan pujian kepada Allah, beliau bersabda,

.
"Kenapa ada orang-orang yang mengatakan demikian dan demi-kian. Padahal aku sendiri solat (malam) dan juga tidur, aku berpuasa dan juga berbuka, dan aku pun menikahi wanita. Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka bukan dari golonganku." (HR. Muslim dalam an-Nikah (1401)) Maksudnya, hendaknya koreksi itu dengan ungkapan seperti ungkapan atau teguran Nabi tersebut. Misalnya: Ada orang yang mengatakan begini, ada juga yang mengatakan begini, padahal yang disyari'atkan adalah begini dan yang wajib adalah begini. Jadi, koreksi itu tanpa menyebutkan orang tertentu, tapi cukup menjelaskan perkara syar'inya, sehingga kecintaan antara sesama saudara, antara sesama dai dan ulama tetap utuh. Saya tidak memaksudkan pada orang-orang tertentu, tapi yang saya maksud adalah umum, semua dai dan ulama, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Saran saya untuk semua, hendaknya pembicaraan yang berkaitan dengan nasihat dan koreksi diungkapkan dalam bentuk global, bukan dalam bentuk menunjuk perseorangan, kerana yang dimaksud adalah mengingkatkan kesalahan dan menjelaskan yang benar. Jadi, tidak perlu dengan menghujat fulan dan fulan. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada semuanya. Rujukan: Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, Syaikh Ibnu Baz (7/315-316). Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.
KATEGORI: CARA DAKWAH SUMBER: HTTP://FATWA-ULAMA.COM