Anda di halaman 1dari 60

Demam Pada Anak DEFINISI Demam adalah meningkatnya suhu tubuh dalam merespon infeksi, luka, atau peradangan.

Suhu tubuh yang naik-turun, dan suhu yang meningkat sampai !!." # F $sekitar "% #&' bisa men(adi hal yang )a(ar pada anak yang sehat. *leh karena itu, peningkatan suhu yang ke+il yang tidak menyusahkan seorang anak tidak memerlukan perhatian medis. Suhu !!., # $sekitar "% # &' dan lebih tinggi dianggap tidak )a(ar dan biasanya perlu mendapat perhatian, terutama sekali pada bayi diba)ah " bulan. PEN-E.A. Demam biasanya akibat dari infeksi biasa, seperti pilek dan nyeri lambung. Infeksi ini umumnya karena /irus dan bisa sembuh tanpa pengobatan. 0mumnya sedikit, demam ter(adi karena infeksi pada telinga, paru-paru, kandung kemih, atau gin(al, umumnya infeksi bakteri memerlukan antibiotik. Pada bayi (arang ter(adi, demam bisa (adi hanya tanda infeksi aliran darah $o++ult ba+teremia', yang bisa mengarah ke meningitis dan infeksi keseluruhan $sepsis', dua kondisi yang mengan+am (i)a. Anak dengan (enis infeksi ini biasanya terlihat sakit. .anyak kondisi selain infeksi menyebabkan demam pada anak, namun semua itu (arang. 1idak sama dengan demam yang disebabkan oleh infeksi biasa, demam ini berlangsung lebih dari beberapa hari. Demam dapat ter(adi setelah /aksinasi yang rutin dan bukan alasan untuk menghindari /aksin yang dian(urkan. 2emberikan bayi a+etaminophen atau ibuprofen pada )aktu /aksinasi dan sesudahnya memperke+il resiko terkena demam atau menurunkan demam itu sendiri. 3E4A5A .ayi yang mengalami demam umumnya gampang teriritasi dan tidak bisa tidur atau makan dengan baik. Anak yang lebih tua kehilangan keinginan bermain, meskipun terkadang anak yang mengalami demam tinggi kelihatan sehat. Adakalanya, demam yang +epat tinggi dapat menyebabkan serangan $serangan febrile', dan amat (arang, demam men(adi sangat tinggi sehingga anak men(adi lesu dan tidak ada reaksi. DIA3N*SA

.agaimana mengukur suhu anak Suhu anak bisa diukur dari anus, telinga, mulut, atau ketiak. .isa diukur dengan sebuah ka+a atau termometer digital. 1ermometer mengandung merkuri tidak dian(urkan karena resiko pe+ah dan terpapar merkuri.

2endeteksi demam bukanlah hal yang sulit, tetapi menentukan penyebabnya bisa (adi. 4ika demam rendah $ !!." # F $sekitar "% # &' atau Suhu anus lebih tepat, dimana, lebih dekat ke di ba)ahnya' dan durasi pendek, tanpa suhu tubuh dalam sebenarnya pada anak. 0ntuk pemeriksaan atau pengobatan boleh dilakukan. mengukur suhu anus, sebuah termometer dengan dilapisi (eli petroleum sekitar ton(olan harus Pada kasus yang lain, mengetahui ge(alanya dimasukkan pelan-pelan sekitar 8 sampai in+i pada anak dan men(alani pemeriksaan $sekitar 9 sampai 6 8 +m' ke dalam anus anak menolong dokter menemukan penyebabnya. pada saat anak tengkurap. Anak harus di(aga 0mumnya, setiap bayi dengan suhu !!., # F supaya diam. 1ermometer harus diletakkan di $sekitar "% # &' atau lebih tinggi harus dia)asi tempat untuk 6 sampai " menit sebelum diangkat oleh dokter, sama seharusnya anak yang lebih dan diambil untuk diba+a. tua dengan demam tinggi atau demam berulang atau mengeluhkan rasa sakit. Suhu telinga diukur dengan alat digital yang menghitung radiasi infra merah dari gendang Pada bayi berusia di ba)ah 6 bulan yang telinga. 1hermometer telinga tidak dapat menderita demam, dokter bisa memerlukan diper+aya pada bayi yang usianya di ba)ah " pemeriksaan darah dan urin dan melakukan bulan. 0ntuk mengukur suhu telinga , seseorang suntikan tulang belakang $lumbar pun+ture' harus membuat tanda sekitar telinga terbuka untuk melihat ba+teremia o++ult, infeksi dengan memeriksa termometer dan menekan saluran kemih, dan meningitis. Alasan untuk tombol start. Angka digital menun(ukkan suhu. pemeriksaan ini pada bayi, sumber demam sulit untuk dipastikan. 4uga beresiko infeksi Suhu mulut diukur dengan meletakkan sebuah serius dibandingkan dengan anak yang lebih ka+a atau thermometer digital di ba)ah lidah tua karena sistem kekebalan mereka yang anak selama 6 sampai " menit. suhu mulut belum matang. menghasilkan hasil yang dapat diper+aya tetapi sulit dilakukan pada anak yang lebih ke+il, yang umumnya tidak dapat men(aga mulutnya tertutup rapat di sekitar thermometer untuk mendapatkan hasil yang tepat. Suhu ketiak diukur dengan meletakkan sebuah ka+a atau thermometer digital pada ketiak anak selama , sampai : menit. suhu ketiak setidaknya sedikit akurat karena ketiak lebih dingin dibandingkan anus, telinga, atau mulut Dokter bisa (uga memerlukan sinar 7 (ika si bayi tidak bernafas dengan normal. 0ntuk bayi berusia di atas 6 bulan, pemeriksaan kemungkinan tidak diperlukan, namun banyak dokter memerlukan pemeriksaan darah dan urin dan men(alankan prosedur tulang belakang (ika sumber demam tidak (elas dan anak kelihatan sakit. 0ntuk anak berusia " bulan dan lebih tua, dokter lebih per+aya pada tingkah laku anak dan pemeriksaan fisik untuk menentukan pemeriksaan apa yang diperlukan anak. Dokter dapat melakukan pemeriksaan darah adan urin untuk menentukan penyebab demam setelah memeriksa anak.

PEN3*.A1AN ;ebanyakan demam tidak membutuhkan pengobatan ke+uali untuk membuat anak merasa lebih baik dan (uga lebih sering minum, menghindari dehidrasi. A+etaminophen dan ibuprofen, digunakan. Aspirin tidak aman untuk demam rendah karena bisa berinteraksi dengan infeksi /irus tertentu dan menyebabkan kondisi yang serius yang disebut sindrom reye. mandi air hangat $tidak dingin' kadangkala bisa membuat seorang anak yang lebih tua merasa lebih baik dengan mengurangi demam. 2enggosok anak dengan alkohol atau bedak +air tidak dian(urkan. Alkohol atau bedak +air bisa menimbulkan uap yang berbahaya, masuk ke mata, atau tidak senga(a ter+erna. Pengobatan tambahan bergantung pada usia anak dan penyebab demam. 4arang ter(adi, demam bertahan dan dokter tidak bisa menetapkan penyebabnya meskipun setelah pemeriksaan intensif. 4enis demam ini disebut demam yang tidak diketahui sumbernya.

dr. Stephanie Pangau, 2P<

Dr. Stephanie yang baik, saya mau bertanya tentang masalah anak saya laki-laki usia 6 tahun, yang bila sakit panas tinggi, sering disertai ke(ang-ke(ang. -ang ingin saya tanyakan= ' Apa penyebab ke(ang demam pada anak> Apakah mungkin dapat disebabkan oleh radang otak> 6' Pada usia berapa sa(a anak-anak bisa terserang ke(ang demam> .erbahayakah> "' Apakah ke(ang demam bisa ter(adi berulang> ,' Apakah yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama pada anak yang ke(ang demam> Perlukah diberikan obat 5uminal> Atas (a)aban yang dokter berikan saya u+apkan terima kasih. 3od bless you, Dokter. 5enny 4l. .arito 4akarta Selatan <allo .u 5enny, terima kasih untuk pertanyaannya. Saya akan men(a)ab= . Penyebab pasti ke(ang demam pada anak belum diketahui, tetapi menurut pendapat para ahli umumnya disebabkan adanya peradangan ikutan dari infeksi telinga, batuk pilek, radang tenggorokan atau karena adanya tindakan penyuntikan $imunisasi'. Namun ke(ang demam bukan disebabkan oleh karena kelainan otak, misalnya pada meningitis atau ensefalitis. Selain itu ada dugaan kalau faktor keturunan (uga dapat mempengaruhi timbulnya ke(ang pada anak. 6. ;ira-kira :? ke(ang demam bisa menyerang anak-anak sekitar usia @ bulan sampai dengan usia : tahun. Dan bila hal ini tidak ditangani dengan seharusnya, maka 6 A 6? dari penyakit ini dapat berkembang men(adi epilepsy. ". ;e(ang demam dapat ter(adi berulang. Siklus ke(ang tidak ada, tetapi kalau sudah pernah terkena ke(ang sekali sa(a, maka kemungkinan untuk terserang kembali dalam tahun adalah berkisar "! A :!? ,. Sebagai pertolongan pertama dapat diberikan obat untuk menurunkan panas antara lain Parasetamol atau Ibuprofen dan DiaBepam $sebagai obat anti-ke(ang'. Selain itu panas tubuh (uga dapat diatasi dengan kompres panas atau pun dingin. Pada beberapa kasus perlu sekali diberikan obat se+ara teratur, misalnya pada anak dengan kelainan saraf yang dapat menimbulkan kelumpuhan, ke(ang lebih dari : menit, ter(adi serangan ke(ang yang hanya mengenai satu sisi tubuh atau ke(ang fokal, ke(ang saat berusia di ba)ah 6 bulan serta frekuensi ke(ang lebih dari , kali dalam setahun ataupun ke(ang yang ter(adi lebih dari kali dalam hari. 0ntuk kasus-kasus seperti ini, sebagai pen+egahan, umumnya pengobatan dapat diberikan selama tahun. Saat ini, kepada pasien anak ke(ang demam tidak lagi diberikan 5uminal $Fenobarbital' karena sering ter(adi efek samping pengobatan seperti anak men(adi hiperaktif, agresif, tidak suka bela(ar karena menurunnya konsentrasi. ;arena efek-efek itu, maka saat ini obat tersebut tidak lagi dipakai, tetapi penggantinya adalah obat yang bernama Calproate men(adi pilihan utama karena efek samping-nya yang lebih sedikit. Pengobatan ke(ang demam dengan Calproate umumnya dilakukan selama tahun (uga. Demikian (a)aban kami bagi Ibu 5enny, kiranya informasi yang diberikan dapat men(a)ab pertanyaan Ibu. 1uhan memberkati.

ayahbunda-online

1erurut 1opik 1erurut Daktu


penanganan demam pada Cari

[Ayahbunda-Online] [info] Demam pada Anak


Eina Sofiany 1hu, 6" Aug 6!!F !6=6%=", -!F!!
Demam Pada Anak (Pls Read)

Merupakan Notulen Seminar "Fever In Children" dengan pem i!ara dr" Purnama#ati

D$MAM Demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal %aitu di atas &'C" Namun demikian( panas %ang sesungguhn%a adalah ila suhu ) &'"*C" Aki at tuntutan peningkatan setting ts maka tu uh akan memproduksi panas"

& FAS$ D$MAM+ ," ." &" menggigil - sampai suhu tu uh men!apai pun!akn%a( lalu menetap dan aru akhirn%a turun

/A0AIMANA DAN M$N0APA 1IM/23 D$MAM4 5 Peningkatan suhu tu uh ini dise a kan oleh eredarn%a suatu molekul ke!il di dalam tu uh kita %ang dise ut dg PIR60$N - 7A1 P$NC$12S PANAS" 5 Apa %g men%e a kan ter8adin%a peningkatan pem entukan pirogen4 /an%ak(

seperti in9eksi(

radang( keganasan( alergi( teething( dll"

INF3AMMA1I6N - F$:$R Pertama( RADAN0" Apa sih radang itu4 In9eksi4 5 Dalam ahasa inggris( radang adalah INF3AMMA1I6N( ukan in9e!tion" Dengan demikian( radang isa dise a kan oleh in9eksi tetapi isa 8uga ukan karena in9eksi" 5 ;alau karena in9eksi( isa in9eksi kuman ( akteria) atau karena in9eksi virus( 8amur( parasit< tetapi ke an%akan in9eksi pada a%i dan anak dise a kan oleh virus" 5 Apa pen%e a radang %ang ukan in9eksi4 /isa alergi (%ang tersering)( isa 8uga trauma( tum uh gigi (teething)( atau karena pen%akit autoimun (ada kesalahan "program" di dalam tu uh dimana organ tu uh dikira se agai "musuh" dan diserang oleh sistem imun"

;edua( INF$;SI itu apa4 5 In9eksi adalah masukn%a 8asad renik (mi!ro organisms atau mahluk hidup %g sangat ke!il %ang umumn%a tidak dapat dilihat dengan mata) ke tu uh kita" 5 Masukn%a mi!ro-organisms terse ut elum tentu men%e a kan kita 8atuh sakit( tergantung an%ak hal antara lain tergantung se erapa kuat da%a tahan tu uh kita" 5 /ila sistem imun kita kuat( mungkin kita tidak 8atuh sakit atau kalaupun sakit( ringan sa8a sakitn%a( ahkan tu uh kita selan8utn%a mem entuk =at keke alan (anti odi)" Mikro organisme atau 8asad renik ts isa kuman> akteri( isa virus( 8amur( dll

;etiga( D$MAM" Apakah demam itu P$N?A;I1 A1A2 0$@A3A4 5 Demam ukan pen%akit( demam adalah ge8ala ah#a ada sesuatu %ang sedang ter8adi di dalam tu uh kita" /atuk( muntah( diare 8uga ukan pen%akit( melainkan ge8ala" /erhadapan dengan ge8ala-ge8ala terse ut( %ang terpenting adalah men!ari tahu APA P$N?$/A/n%a" 5 Apakah D$MAM I12 PAS1I INF$;SI4 /elum tentu( meski %ang ter an%ak adalah aki at in9eksi" Pada a%i dan anak ke an%akan adalah in9eksi virus"

M$N0APA ;A3A2 INF$;SI AAR2S D$MAM4 Sudah ter ukti ah#a demam senga8a di uat oleh tu uh kita se agai upa%a mem antu tu uh men%ingkirkan in9eksi"

Pd saat terserang in9eksi( maka tentun%a tu uh harus mem asmi in9eksi ts " Caran%a4 Dengan mengerahkan sistem imun" Pasukan komando untuk mela#an in9eksi adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasn%a agar e9ekti9 dan tepat sasaran( sel darah putih tidak isa sendirian( diperlukan dukungan an%ak pihak termasuk pirogen" Pirogen itu mem a#a . misi+ ," Mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi in9eksi

." Menim ulkan demam %ang akan mem unuh virus karena virus tidak tahan suhu tinggi( virus tum uh su ur di suhu rendah"

DIMANA P$RAN 6/A1 P$N2R2N PANAS4 5 6 at penurun panas( eker8a mengham at ensim CoB - sehingga pem entukan prostaglandin terganggu-%ang selan8utn%a men%e a kan terganggun%a peningkatan suhu tu uh" 5 6 at penurun panas samasekali tidak mengo ati si pen%e a sendiri" demam itu

5 6 at-o atan %ang 8ustru dapat meningkatkan suhu tu uh Anti-!an!er( Anti ioti!s (ampi!illin( !loB( tetra( lin!om%!in( /a!trim( Septrim( INA( Flag%l)( Cimetidine( Primperan

Cara mengatasi demam ," Minum an%ak( karena demam dapat menim ulkan dehidrasi ( a!a "kerugian %g dapat ter8adi karena demam")" ." ;ompres anak dengan air hangat"

;ok ukan dengan air dingin4 karena apa ila di eri air dingin( otak kita akan men%angka ah#a suhu diluar tu uh dingin sehingga otak akan memerintahkan tu uh untuk menaikkan suhun%a dengan !ara menggigil sehingga memproduksi panas" Aki atn%a suhu tu uh anak ukann%a turun( melainkan tam ah panas" Se aikn%a kompres dilakukan ketika+ anak merasa un!om9orta le( suhu men!apai CDC( pernah ke8ang demam>keluarga dekat pernah menderita ke8ang demam atau anak muntah. sehingga o at tidak isa masuk" Cara melakukan kompres+ taruh anak di

ath tu mandi dengan air hangat (&D-&.C) atau usapkan air hangat diseku8ur tu uh anak" ;alau anak menolak( duduk di ath tu eri mainan E a8ak ermain" &" /eri o at penurun panas( a!etaminophen atau para!etamol seperti tempra( panadol( atau para!etol( t%lenol( sesuai dosis" ;apan o at penurun panas di erikan4 /ila suhu di atas &'"*C( atau ila anak un!om9orta le" Se aikn%a 8angan erikan o at demam apa ila panasn%a tidak terlalu tinggi (di a#ah &'"*C)"

C6MP3ICA1I6NS Demam itu umumn%a 8ustru di utuhkan se agai salah satu tu uh terhadap in9eksi" 1etapi apakah ada sisi negati9n%a4 ;erugian %ang entuk perla#anan

isa ter8adi aki at demam+

," Dehidrasi - karena pada saat demam( ter8adi peningkatan pengeluaran !airan tu uh sehingga dapat men%e a kan dehidrasi" ." ;e8ang demam( tetapi kemungkinann%a sangat ke!il" Selain itu( ke8ang demam han%a mengenai a%i usia F ulan sampai anak usia & tahun" 1er8adi pada hari pertama demam( serangan pertama 8arang sekali ter8adi pada usia G F ulan atau ) & tahun" 0e8ala+ anak tidak sadar( ke8ang tampak se agai gerakan. seluruh tangan dan kaki %ang ter8adi dalam #aktu sangat singkat" 2mumn%a 1IDA; /$R/AAA?A( tidak men%e a kan ;$R2SA;AN 61A;"

PRINCIP3$S IN F$:$R MANA0$M$N1 Apa %ang terpenting dalam menghadapi anak demam4 5 Men!ari tahu apa pen%e a panasn%a" ertindak se!ara

5 Dengan mengetahui permasalahan( maka kita dapat rasional"

Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Ma%o Clini! 2SA) + 5 6rang tua tidak perlu panik( umumn%a demam tidak mem aha%akan 8i#a" Aal utama %ang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak" /ila saat suhu agak rendah anak masih tetap akti9( masih riang( masih mau main( maka kita tidak perlu !emas" 5 5 @angan mem erikan o at panas ila demam tidak tinggi

Cegah kemungkinan ter8adin%a dehidrasi

Mengetahui kapan harus !emas dan harus menghu ungi dokter

Di lain pihak( setiap pen%akit itu ada nature n%a masing.( misaln%a !ommon !old - & - ,D hari - %a 8angan minta ,-. hari sem uh" ;ita tidak isa mela#an alam"

Ameri!an A!adem% o9 Pediatri!s - mem uat rekomendasi penanganan demam dengan men!antumkan kondisi-kondisi dimana orang tua harus menghu ungi doktern%a+ 5 5 5 /ila /ila a%i a%i erusia G & erusia & - F erusia ) F ulan dengan suhu tu uh H &'C ulan dengan suhu tu uh H &'"&C ulan( dengan suhu tu uh H CDC

/a%i dan anak

/e erapa kondisi lainn%a dimana anda perlu 5 5 5 5 5 5 5 5

erkomunikasi dg dokter

1idak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi Irita el atau menangis terus menerus( tidak dapat ditenangkan 1idur terus menerus( lemas dan sulit di angunkan (lethargi!) ;e8ang ;aku kuduk leher( Sesak napas 0elisah( muntah( diare Sakit kepala he at

Dengan demikian( pemeriksaan la oratorium pada hari pertama demam( umumn%a tidak diperlukan ke!uali pada kondisi seperti %ang dikemukakan di atas"

Panduan praktis menangani anak demam+ 5 Ruangan di8aga agar tidak panas( pasang kipas angin" Anak memakai %ang tidak te al 5 o o $kstra !airan( Minum sering+ Air( air sup( 8us uah segar %ang sudah di!ampur air( es atu( es krim a8u

/ila sering muntah atau diare(

eri minuman %g mengandung elektrolit+

pedial%te( oralit 5 /iarkan anak memakan apa %ang dia inginkan( 8angan dipaksa" Aindarkan makanan %ang erlemak( makanan %ang sulit di!erna" 5 1epid sponging (kompres air hangat)

Anak tidak masuk sekolah( tetapi

ukan

erarti harus di tempat tidur seharian"

SP6N0IN0 16 $AS$ F$:$R 5 1idak 8arang orang tua terperangah men%atakan - !ukup kompres sa8a" 5 5 ," ." &" C" ila sa%a tidak mem erikan o at dan

;ompres hangat akan menurunkan suhu anak dalam #aktu &D - C* menit" ;apan kita mengompres anak demam4 2n!om9orta le Suhu H ,DCF (CDC) Pernah ke8ang demam atau keluarga dekat pernah menderita ke8ang demam Muntah-muntah sehingga o at tidak isa masuk

/agaimana !ara mengompres anak demam4 ath tu >em er mandi %ang diisi air hangat a%i>anak eri mainan( a8ak ersuhu &D -

," 1aruh anak di &.C< atau ." 5

2sapkan air hangat di seku8ur tu uh

/ila anak menolak( suruh duduk di em er> ath tu ( ermain

MANA0$M$N1 6F F$/RI3$ C6N:23SI6N 6rang tua sering sulit mem edakan antara menggigil dengan ke8ang" 5 Pada saat anak menggigil( anak tidak kehilangan kesadaran( tidak erhenti napasn%a" Anak menggigil karena suhu demamn%a akan meningkat"

6rang tua 8uga sulit mem edakan antara ke8ang demam>steup - dg ke8ang aki at in9eksi otak" 5 ;e8ang aki at demam ersi9at generali=ed (meli atkan seluruh tu uh)( erlangsung seke8ap( setelah ke8ang - anak sadar" erulang-ulang( lehern%a

5 ;e8ang aki at in9eksi otak erlangsung lama( kaku( dan sesudah ke8ang( anak tidak sadar"

Se aikn%a org tua menghitung laman%a ke8ang dengan #at!h stop - tidak 8arang( aki at penampilann%a %ang menakutkan( maka orang tua merasa ke8angn%a lama meski se enarn%a han%a erlangsung dalam detik atau menit"

/e erapa panduan praktis menangani anak ke8ang demam+ 1etap tenang( 8angan panik( amati kondisi anak dengan seksama /aringkan anak> a%i di tempat %ang aman (lantai)

Saat anak ke8ang( 8angan di "re8eng" (untuk men!egah ter8adin%a 9raktur) Cegah agar saat ke8ang anak tidak tersedak (posisi anak tengkurap atau miring) @angan taruh enda apapun di dalam mulut anak (misaln%a sendok)

F$:$R M$DICA1I6N (6/A1 D$MAM)

I uprophen $99e!t demam( in9lamasi

A!etaminophen

A!etosal

Metami=ole D$MAM( n%eri N%eri(

N?$RI( demam( 9ever( in9lamasi N%eri( demam( in9lamasi ,D-,* II II

Dosis *-,D mg>kg

$9ek samping Iritasi lam ung>saluran !erna (perdarahan)( 0angguan gin8al@angan erikan ila anak muntah. dan atau diare Paling aman asalkan dosisn%a tidak erle ihan/ila overdosis( dapat men%e a kan kerusakan hati Sindrom Re%e (gangguan otak dan hati)( iritasi lam ung1idak dian8urkan+ Anak G ,. tahun( in9eksi virus /one marro# suppression

/e erapa prinsip %ang perlu di!atat+ @angan erikan . o at demam misaln%a a!ertaminophen dengan i upro9en atau a!etaminophen dengan aspirin" Se aikn%a 8angan !ampur a!etaminophen dengan pheno ar ital (luminal)" 3uminal menekan ensim hati %ang ker8an%a menetralisir a!etaminophen sehingga kadar a!etaminophen di darah akan meningkatkan dan meningkat pula risiko intoksikasi a!etaminophen" @angan !ampur o at demam dengan steroid (prednison( oradeBon( kena!ort( dll) karena steroid akan meningkatkan risiko perdarahan saluran !erna" A!etaminophen merupakan o at %ang paling aman selama dosisn%a di erikan dengan tepat (tidak erle ih)" @angan o ati demam %ang tidak tinggi"

@angan erikan aspirin (AS$16SA3>ASPI3$1) pada anak G ,. tahun" Pada in9eksi virus( aspirin akan meningkatkan risiko SINDR6M R$?$( suatu kondisi erat %ang mmen%e a kan gagal hati dan penurunan kesadaran"

5 2mumn%a( demam ukan merupakan kondisi %ang mem aha%akan 8i#a" Demam 8ustru merupakan mekanisme pertahanan tu uh %ang mem antu kita mem asmi in9eksi( %ang paling penting adalah men!ari tahu pen%e a demam dan memahami saat orang tua harus mengontak dokter anakn%a" 5 6leh karena itu( ila demam tidak tinggi( 8angan tidak perlu dikompres( minum an%ak sa8a" 5 6 at demam dan kompres hangat han%a di erikan anak merasa "un!om9orta le"" erikan o at demam(

ila demam tinggi atau

5 2pa%a %ang penting lainn%a adalah men!egah komplikasi dehidrasi dengan mem erikan anak minum le ih dari iasan%a"

/est Regards( /RI3I?AN1I DJIJIRAN1I

http+>>rustama8i"net http+>>po!hopa" logspot"!om http+>>po!hopa"!om KNon-teBt portions o9 this message have een removedL

GAyahbunda-*nlineH Ee= Gneed infoH ada yang tau tempat usg ,d di (akarta selatan>>> adelita ramdhan o Ee= GAyahbunda-*nlineH Ee= Gneed infoH ada yang tau tempat usg ,d di (akarta selatan>>> rani setiya)ati
o

GAyahbunda-*nlineH Ee= Gneed infoH ada yang tau tempat usg ,d di (akarta selatan>>> santi

GAyahbunda-*nlineH Ee= Gneed infoH ada yang tau tempat usg ,d di (akarta selatan>>> +ilyaImarita

GAyahbunda-*nlineH GinfoH Demam pada Anak Eina Sofiany Ee= GAyahbunda-*nlineH Ee= Gneed infoH ada yang tau tempat usg ,d di (akarta selatan>>> niken primastari

Ee= GAyahbunda-*nlineH Ee= Gneed infoH ada yang tau tempat usg ,d di (akarta selatan>>> Eenny 3umay

Ee= GAyahbunda-*nlineH Ee= Gneed infoH ada yang tau tempat usg ,d di (akarta selatan>>> mommy andre)

;irim email ke
Rina Sofiany

Kejang

Defenisi Sebelum kita memahami definisi mengenai ke(ang, perlu kita ketahui tentang seizure dan konvulsi. -ang dimaksud dengan seizure adalah +etusan akti/itas listrik abnormal yang ter(adi se+ara mendadak dan bersifat sementara di antara saraf-saraf di otak yang tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, ker(a otak men(adi terganggu. 2anifestasi dari seiBure bisa berma+am-

ma+am, dapat berupa penurunan kesadaran, gerakan tonik $men(adi kaku' atau klonik $kelo(otan', kon/ulsi dan fenomena psikologis lainnya. ;umpulan ge(ala berulang dari seiBure yang ter(adi dengan sendirinya tanpa di+etuskan oleh hal apapun disebut sebagai epilepsi $ayan'. Sedangkan konvulsi adalah gerakan mendadak dan serentak otot-otot yang tidak bisa dikendalikan, biasanya bersifat menyeluruh. <al inilah yang lebih sering dikenal orang sebagai ke(ang. Jadi kejang hanyalah salah satu manifestasi dari seizure.

Klasifikasi ;e(ang dibagi men(adi 6 bagian besar, yaitu ke(ang umum atau ke(ang sebagian. ;e(ang sebagian adalah manifestasi dari gangguan sebagian ke+il saraf di otak. Sementara ke(ang umum merupakan manifestasi dari gangguan keseluruhan saraf di otak dan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Pada (enis ke(ang yang terakhir ini adalah (enis yang membutuhkan bantuan segera. .eberapa ge(ala umum ke(ang yang dapat kita )aspadai adalah =

menangis kuat terjatuh kehilangan kesadaran seluruh badan kaku gerakan-gerakan mendadak yang tidak terkontrol

3e(ala-ge(ala yang dapat timbul setelah ke(ang adalah, otot-otot men(adi lebih lunak, dan dalam beberapa ke(adian seseorang dapat men(adi bingung dan lupa akan ke(adian sebelumnya, mengantuk dan sakit kepala. Daktu durasi ke(ang ber/ariasi antara hingga : menit, sedangkan ke(ang demam dapat men+apai ! menit.

Penyebab .eberapa etiologi ke(ang adalah =

Demam tinggi pada anak-anak.

;e(ang tipe ini disebut sebagai ke(ang demam. ;e(ang demam biasanya ter(adi pada anak usia @ bulan sJd , tahun. ;e(ang tipe ini tidak berbahaya.

Epilepsi,

merupakan gangguan pada otak. ;e(ang merupakan ge(ala yang sering pada epilepsi

Tersengat listrik Cuaca panas

Racun Infeksi Reaksi obat atau o erdosis obat !aksinasi Tidak diketahui

Pen egahan !ejang Demam .eberapa hal yang dapat dilakukan untuk men+egah ter(adinya ke(ang saat demam tinggi $)alaupun ber/ariasi antar indi/idu'. Adalah usaha untuk menurunkan demam se+epat mungkin, hal ini dapat dilakukan dengan pemberian obat antipiretik atau dengan menggunakan kompress. Pada kasus-kasus yang ekstrim, panas yang tinggi dapat diturunkan dengan +epat dengan merendam pasien di bak yang penuh dengan Es, tetapi +ara ini hanya dapat dilakukan sebentar untuk men+egah hipotermi pada pasien. <al-hal yang harus dilakukan (ika anak anda menderita demam=

"akaikan pakaian yang tipis, jangan selimuti anak dengan selimut tebal #ompres dengan air biasa $tidak panas dan tidak dingin% pada dahi dan lehernya. &asahi kulit bagian tubuh lainnya dengan spons. 'angan gosok dengan alkohol. &erikan asetaminofen atau parasetamol dengan dosis ()-(* mg+kg berat badan+kali jika diperlukan. 'angan berikan aspirin atau apapun yang mengandung salisilat kepada anak yang berusia di ba,ah (- tahun karena dapat menimbulkan komplikasi serius Turunkan demam sampai suhu tubuh lebih rendah dari ./,- derajat celcius

"ang dapat dilakukan pertama kali saat menemui pasien kejang#


'angan panik, berpikirlah dengan kepala jernih. 0indungi kepala penderita dari trauma 'auhkan benda-benda tajam 0onggarkan pakaian penderita pada daerah leher 0etakkan penderita pada posisi tidur menyamping sehingga jika terdapat cairan atau benda asing pada mulut penderita dapat keluar dan tidak menyumbat saluran napas &ersihkan mulut dari benda asing atau muntahan $jika ada% 'angan memegangi penderita yang sedang kejang

'angan letakkan sendok atau apapun di mulut untuk mencegah lidah tergigit 'angan berikan makanan atau minuman 'angan berikan obat apapun 'angan siram muka penderita dengan air "erhatikan durasi kejang, dan gejala gejala yang timbul untuk dilaporkan kepada petugas kesehatan

$A$ % P&'DA()*)A' A# *atar belakang ;e(ang demam merupakan ke(ang yang ter(adi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf pusat. ;e(ang demam biasanya ter(adi pada a)al demam. Anak akan terlihat aneh untuk beberapa saat, kemudian kaku, kelo(otan dan memutar matanya. Anak tidak responsif untuk beberapa )aktu, napas akan terganggu, dan kulit akan tampak lebih gelap dari biasanya. Setelah ke(ang, anak akan segera normal kembali. ;e(ang biasanya berakhir kurang dari selama lebih dari : menit. Anak merupakan hal yang penting artinya bagi sebuah keluarga. Selain sebagai penerus keturunan, anak pada akhirnya (uga sebagai generasi penerus bangsa. *leh karena itu tidak satupun orang tua yang menginginkan anaknya (atuh sakit, lebih-lebih bila anaknya mengalami ke(ang demam. Insiden ter(adinya ke(ang demam terutama pada golongan anak umur @ bulan sampai , tahun. <ampir " ? dari anak yang berumur di ba)ah : tahun pernah menderita ke(ang demam. ;e(ang demam lebih sering didapatkan pada laki-laki daripada perempuan. <al tersebut disebabkan karena pada )anita didapatkan maturasi serebral yang lebih +epat dibandingkan laki-laki. $2E. Sumi(ati, 6!!!KF6-F"' menit, tetapi )alaupun (arang dapat ter(adi

.erdasarkan laporan dari daftar diagnosa dari Ilmu ;esehatan Anak ES0D Dr. Soetomo Surabaya didapatkan data adanya peningkatan insiden ke(ang demam. Pada tahun LLL ditemukan pasien ke(ang demam sebanyak %" orang dari L" orang dan tidak didapatkan angka kematian $! ?'. Pada tahun 6!!! ditemukan pasien ke(ang demam "6 orang dari 6"@ orang dan tidak didapatkan angka kematian $! ?'. Dari data di atas menun(ukkan adanya peningkatan insiden ke(adian sebesar "F?. .angkitan ke(ang berulang atau ke(ang yang lama akan mengakibatkan kerusakan selsel otak kurang menyenangkan di kemudian hari, terutama adanya +a+at baik se+ara fisik, mental atau sosial yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. $Iskandar Dahidiyah, L%: = %:%' . ;e(ang demam merupakan kedaruratan medis yang memerlukan pertolongan segera. Diagnosa se+ara dini serta pengelolaan yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari +a+at yang lebih parah, yang diakibatkan bangkitan ke(ang yang sering. 0ntuk itu tenaga pera)atJparamedis dituntut untuk berperan aktif dalam mengatasi keadaan tersebut serta mampu memberikan asuhan kepera)atan kepada keluarga dan penderita, yang meliputi aspek promotif, pre/entif, kuratif dan rehabilitatif se+ara terpadu dan berkesinambungan serta memandang klien sebagai satu kesatuan yang utuh se+ara bio-psiko-sosial-spiritual. Prioritas asuhan kepera)atan pada ke(ang demam adalah = 2en+egahJmengendalikan akti/itas ke(ang, melindungi pasien dari trauma, mempertahankan (alan napas, meningkatkan harga diri yang positif, memberikan informasi kepada keluarga tentang proses penyakit, prognosis dan kebutuhan penanganannya. $I 2ade ;ariasa, LLLK 6@6'. Anak merupakan makhluk yang unik, karena anak memilki karakteristik tersendiri sesuai tahapan usia anak. ;e(ang demam pada anak diklasifikasikan berdasarkan usia anak. ;e(ang demam yang biasa dialami anak ialah usia @ bulan sampai , tahun. 4ika ke(ang dialami oleh anak usia lebih dari @ tahun lebih dikategorikan sebagi ke(ang tanpa demam $ epilepsi '.

.erdasarkan hal tersebut kelompok tertarik untuk membahas tentang penyakit ke(ang demam dan dapat mengaplikasikan dalam memberikan asuhan kepera)atan khususnya kepada anak. $# +ujuan penulisan . 1u(uan umum 2ahasis)a dapat memahami asuhan kepera)atan anak pada klien dengan gangguan sistem saraf yaitu ke(ang demam 6. 1u(uan khusus 2ahasis)a dapat men(elaskan = . definisi penyakit ke(ang demam pada anak. 6. etiologi penyakit ke(ang demam pada anak. ". manifestasi klinik penyakit ke(ang demam pada anak . ,. patofisiologi penyakit ke(ang demam pada anak. :. komplikasi penyakit ke(ang demam pada anak. @. pemeriksaan diagnostik penyakit ke(ang demam pada anak . F. penatalaksanaan penyakit ke(ang demam pada anak. %. asuhan kepera)atan yang harus diberikan pada klien dengan ke(ang demam. $A$ %% +%'JA)A' +&O,% %# !onsep dasar !ejang Demam

A# Pengertian !ejang Demam ;e(ang demam adalah bangkitan ke(ang yang ter(adi pada kenaikan suhu tubuh $suhu rektal lebih dari "%! &' yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. $Arif 2ans(oer. 6!!!' ;e(ang demam $febrile +on/ulsion' ialah bangkitan ke(ang yang ter(adi pada kenaikan suhu tubuh yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. $1aslim. L%L' ;e(ang Demam $;D' adalah ke(ang yang ter(adi pada suhu badan yang tinggi. Suhu badan yang tinggi ini disebabkan oleh kelainan ekstrakranial. $5i/ingston, L:,' ;e(ang demam adalah terbebasnya sekelompok neuron se+ara tiba-tiba yang mengakibatkan suatu kerusakan kesadaran, gerak, sensasi atau memori yang bersifat sementara $<udak and 3allo, LL@'. ;e(ang demam adalah serangan pada anak yang ter(adi dari kumpulan ge(ala dengan demam $Dalley and DongMs edisi III, LL@'. ;e(ang demam adalah bangkitan ke(ang ter(adi pada kenaikan suhu tubuh $suhu rektal di atas "%N +' yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. ;e(ang demam sering (uga disebut ke(ang demam tonik-klonik, sangat sering di(umpai pada anak-anak usia di ba)ah : tahun. ;e(ang ini disebabkan oleh adanya suatu a)itan hypertermia yang timbul mendadak pada infeksi bakteri atau /irus. $Syl/ia A. Pri+e, 5atraine 2. Dikson, LL:'. ;e(ang demam adalah ke(ang yang ter(adi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf pusat $ ,6'. <al ini dapat ter(adi pada 6-: ? populasi anak. 0mumnya ke(ang demam ini ter(adi pada usia @ bulan A : tahun dan (arang sekali ter(adi untuk pertama kalinya pada usia OP " tahun. $Nurul ItQiyah, 6!!%' Dari pengertian diatas dapat disimpulkan ke(ang demam adalah bangkitan ke(ang yang ter(adi karena peningkatan suhu tubuh yang sering di (umpai pada usia anak diba)ah lima tahun.

;e(ang demam merupakan kelainan neurologis akut yang paling sering di(umpai pada anak. .angkitan ke(ang ini ter(adi karena adanya kenaikan suhu tubuh $suhu rektal di atas "%o&' yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penyebab demam terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas disusul infeksi saluran pen+ernaan. $Ngastiyah, LLFK 66L'. $# &tiologi !ejang Demam Penyebab ke(ang demam menurut .uku ;apita Selekta ;edokteran belum diketahui dengan pasti, namun disebutkan penyebab utama ke(ang demam ialah demam yag tinggi. Demam yang ter(adi sering disebabkan oleh = . Infeksi Saluran Pernapasan Atas $ISPA' 6. 3angguan metabolik ". Penyakit infeksi diluar susunan saraf misalnya tonsilitis, otitis media, bron+hitis. ,. ;era+unan obat :. Faktor herediter @. Idiopatik. $Arif 2ans(oer. 6!!!' -# Patofisiologi !ejang Demam

$klik a(a biar keliatan' D# !lasifikasi !ejang Demam 2enurut 5i/ingston $ L:,' ;e(ang demam di bagi atas dua = ;e(ang demam sederhana = ;e(ang demam yang berlangsung singkat. -ang digolongkan ke(ang demma sederhana adalah a. ke(ang umum b. )aktunya singkat +. umur serangan kurang dari @ tahun d. frekuensi serangan -, kali per tahun e. EE3 normal Sedangkan menurut subbagian saraf anak F;0I, memodifikasi +riteria li/ingston untuk membuat diagnosis ke(ang demam sederhana yaitu = a. 0mur anak ketika ke(ang antara @ bulan sampai , tahun

b. ;e(ang berlangsung sebentar, tidak melebihi : menit. +. ;e(ang bersifat umum. d. ;e(ang timbul dalam @ (am pertama e. Pemeriksaan neurologist sebelum dan sesudah ke(ang normal f. Pemeriksaan EE3 yang dibuat sedikitnya tidak menun(ukkan kelainan. g. Frekuensi bangkitan ke(ang dalam tahun tidak melebihi , kali. minggu setelah suhu normal

$1aslim. L%L' &# .anifestasi klinis 3e(ala berupa . Suhu anak tinggi. 6. Anak pu+at J diam sa(a ". 2ata terbelalak ke atas disertai kekakuan dan kelemahan. ,. 0mumnya ke(ang demam berlangsung singkat. :. 3erakan sentakan berulang tanpa didahului kekauan atau hanya sentakan atau kekakuan fokal. @. Serangan tonik klonik $ dapat berhenti sendiri ' F. ;e(ang dapat diikuti sementara berlangsung beberapa menit %. Seringkali ke(ang berhenti sendiri. $Arif 2ans(oer. 6!!!'

/# !omplikasi 2enurut 1aslim S. Soetomenggolo dapat mengakibatkan = . ;erusakan sel otak 6. Penurunan IR pada ke(ang demam yang berlangsung lama lebih dari : menit dan bersifat unilateral ". ;elumpuhan $5umbatobing, L%L' 0# Pemeriksaan laboratorium . EE3 0ntuk membuktikan (enis ke(ang fokal J gangguan difusi otak akibat lesi organik, melalui pengukuran EE3 ini dilakukan 6. &1 S&AN 0ntuk mengidentifikasi lesi serebral, mis= infark, hematoma, edema serebral, dan Abses. ". Pungsi 5umbal Pungsi lumbal adalah pemeriksaan +airan serebrospinal $+airan yang ada di otak dan kanal tulang belakang' untuk meneliti ke+urigaan meningitis ,. 5aboratorium Darah tepi, lengkap $ <b, <t, 5eukosit, 1rombosit ' mengetahui se(ak dini apabila ada komplikasi dan penyakit ke(ang demam. $Suryati, 6!!%', $ Arif 2ansyoer,6!!!', $5umbatobing, L%L' (# Penatalaksanaan .edis minggu atau kurang setelah ke(ang.

Pada penatalaksanaan ke(ang demam ada " hal yang perlu diker(akan yaitu = 1. Pengobatan Fase Akut Seringkali ke(ang berhenti sendiri. Pada )aktu ke(ang pasien dimiringkan untuk men+egah aspirasi ludah atau muntahan. 4alan napas harus bebas agar oksigennisasi ter(ami. Perhatikan keadaan /ital seperti kesadaran, tekanan darah, suhu, pernapasan dan fungsi (antung. Suhu tubuh tinggi diturunkan dengan kompres air dan pemberian antipiretik. *bat yang paling +epat menghentikan ke(angadalah diaBepam yang diberikan intra/ena atau intrarektal. Dosis diaBepam intra/ena !,"-!,: mgJkg..Jkali dengan ke+epatan -6 mgJmenit dengan dosis maksimal 6! mg. bila ke(ang berhenti sebelum diaBepam habis, hentikan penyuntikan, tunggu sebentar, dan bila tidak timbul ke(ang lagi (arum di+abut. .ila diaBepam intra/ena tidak tersedia atau pemberiannya sulit gunakan diaBepam intrarektal : mg $..O !P !kg'. bila ke(ang tidak berhenti dapat diulang selang : menit kemudian. .ila tidak berhenti (uga, berikan fenitoin dengan dosis a)al !-6! mgJkg.. se+ara intra/ena perlahan-lahan mgJkg.bJmenit. Setelah pemberian fenitoin, harus dilakukan pembilasan dengan Na+l fisiologis karena fenitoin bersifat basa dan menyebabkan iritasi /ena. .ila ke(ang berhenti dengan diaBepam, lan(utkan dengan fenobarbital diberikan langsung setelah ke(ang berhenti. Dosis a)al untuk bayi :! mg dan umur bulan - tahun tahun ke atas F: mg se+ara intramus+ular. Empat (ama kemudian

diberikan fenobarbital dosis rumat. 0ntuk 6 hari pertama dengan dosis %- ! mgJkg..Jhari dibagi dalam 6 dosis, untuk hari-hari berikutnya dengan dosis ,-: mgJkg..Jhari dibagi 6 dosis. Selama keadaan belum membaik, obat diberikan se+ara suntikan dan setelah membaik per oral. Perhatikan bah)a dosis total tidak melebihi 6!!mgJhari. Efek sampingnya adalah hipotensi,penurunan kesadaran dan depresi pernapasan. .ila ke(ang berhenti dengan fenitoin,lan(utkna fenitoin dengan dosis ,%mgJ;g..Jhari, 6-6, (am setelah dosis a)al. 2. Mencari dan mengobati penyebab

Pemeriksaan

+airan

serebrospinalis

dilakukan

untuk

menyingkirkan

kemungkinan meningitis, terutama pada pasien ke(ang demam yang pertama. Dalaupun demikian kebanyakan dokter melakukan pungsi lumbal hanya pada kasus yang di+urigai sebagai meningitiss, misalnya bila ada ge(ala meningitis atau ke(ang demam berlangsung lama. . Pengobatan profilaksis Ada 6 +ara profilaksis, yaitu $ ' profilaksis intermiten saat demam atau $6' profilaksis terus menerus dengan antikon/ulsan setiap hari. 0ntuk profilaksis intermiten diberian diaBepam se+ara oral dengan dosis !,"-!,: mgJkg..Jhari dibagi men(adi " dosis saat pasien demam. DiaBepam dapat diberikan pula se+ara intrarektal tiap % (am sebanyak :mg $..O !kg'P !kg' setiap pasien menun(ukkan suhu lebih dari "%,: ! &. efek samping diaBepam adalah ataksia, mengantuk dan hipotonia. Profilaksis terus menerus berguna untuk men+egah berulangnya ke(ang demam berat yang dapat menyebabkan kerusakan otak tapi tidak dapat men+egah ter(adinya epilepsy dikemudian hari. Profilaksis terus menerus setiap hari dengan fenobarbital ,-:mg.kg..Jhari dibagi dalam 6 dosis. *bat lain yang dapat digunakan adalah asam /alproat dengan dosis :-,! mgJkg..Jhari. Antikon/ulsan profilaksis selama -6 tahun setelah ke(ang terakhir dan dihentikan bertahap selama -6 bulan Profilaksis terus menerus dapat dipertimbangkan bila ada 6 kriteria $termasuk poin atau 6' yaitu =

. sebelum ke(ang demam yang pertama sudah ada kelainan neurologist atau perkembangan $misalnya serebral palsi atau mikrosefal' 6. ;e(ang demam lebih dari sementara dan menetap. ". Ada ri)ayat ke(ang tanpa demma pada orang tua atau saudara kandung. : menit, fokal, atau diikuti kelainan neurologist

,. bila ke(ang demam ter(adi pada bayi berumur kurang dari 6 bulan atau ter(adi ke(ang multiple dalam satu episode demam. .ila hanya mmenuhi satu +riteria sa(a dan ingin memberikan obat (angka pan(ang maka berikan profilaksis intermiten yaitu pada )aktu anak demam dengan diaBepam oral atau re+tal tuap % (am disamping antipiretik. $ Arif 2ansyoer,6!!!' %%# !onsep asuhan kepera1atan A# Pengkajian 2enurut Doenges $ LL" ' dasar data pengka(ian pasien adalah = a. Aktifitas J Istirahat 3e(ala = ;eletihan, kelemahan umum ;eterbatasan dalam beraktifitas J beker(a yang ditimbulkan oleh diri sendiri J orang terdekat J pemberi asuhan kesehatan atau orang lain. 1anda = Perubahan tonus J kekuatan otot 3erakan in/olunter J kontraksi otot ataupun sekelompok otot. b. Sirkulasi 3e(ala = Iktal = <ipertensi, peningkatan nadi sianosis Posiktal = 1anda /ital normal atau depresi dengan penurunan nadi dan pernafasan. +. Eliminasi 3e(ala = Inkontinensia episodik. 1anda = Iktal = Peningkatan tekanan kandung kemih dan tonus sfingter. Posiktal = *tot relaksasi yang menyebabkan inkontenensia $ baik urine J fekal '. d. 2akanan dan +airan 3e(ala = Sensiti/itas terhadap makanan, mual J muntah yang

berhubungan dengan aktifitas ke(ang. e. Neurosensori 3e(ala = Ei)ayat sakit kepala, aktifitas ke(ang berulang, pingsan, pusing. Ei)ayat trauma kepala, anoksia dan infeksi +erebral. f. Nyeri J kenyaman 3e(ala = Sakit kepala, nyeri otot J punggung pada periode posiktal. 1anda = Sikap J tingkah laku yang berhati Ahati. Perubahan pada tonus otot. 1ingkah laku distraksi J gelisah. g. Pernafasan 3e(ala = Fase iktal = gigi mengatup, sianosis, pernafasan menurun J +epat, peningkatan sekresi mukus. Fase posiktal = apnea. $# Pemeriksaan diagnostik . Periksa darah J lab = <b. <t, 5eukosit, 1rombosit 6. EE3 ". 5umbal punksi ,. &1-S&AN -# Diagnosa kepera1atan . ;ekurangan /olume +airan berhubungan dengan mual dan muntah 6. 1idak Efektinya .ersihan 4alan Nafas b.d Peningkatan Sekresi 2ukus ". 3angguan /olume +airan kurang dari kebutuhann tubuh b.d peningkatan suhu tubuh

,. Eesiko tinggi ke(ang berulang b.d ri)ayat ke(ang :. Perubahan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang tidak adekuat. D# %nter2ensi kepera1atan . DS ;ekurangan /olume +airan berhubungan dengan mual dan muntah

1u(uan = setelah dilakukan tindakan kepera)atan kebutuhan +airan klien terpenuhi. ;riteria hasil = - 11C stabil - 2enun(ukkan adanya keseimbangan +airan seperti output urin adekuat. -1urgor kulit baik - membrane mukosa mulut lembab Inter/ensi = . 0kur dan +atat (umlah muntah yang dikleuarkan, )arna, konsistensi. EJ = menentukan kehilangan dan kebutuhan +airan tubuh 6. .erikan makanan dan +airan EJ = memnuhi kebutuhan makan dan minum ". .erikan support /erbal dalam pemberian +airan EJ = meningkatkan konsumsi +airan klien ,. ;olaborasi berikan pengobatan seperti obat antimual. EJ = menurunkan dan menghentikan muntah klien

:. Pantau <asil Pemeriksaan 5aboratorium EJ 0ntuk mengetahui status +airan klien. 6. DS 6 1idak Efektinya .ersihan 4alan Nafas b.d Peningkatan Sekresi 2ukus 1u(uan = setelah dilakukan tindakan kepera)atan diharapkan bersihan (alan nafas efektif ;riteria hasil = -sekresi mukus berkurang - tak ke(ang - gigi tak menggigit Inter/ensi = . 0kur 1anda-tanda /ital klien. EJ = untuk mengetahui status keadaan klien se+ara umum. 6. 5akukan penghisapan lendir EJ = menurunkan resiko aspirasi ". 5etakan klien pada posisi miring dan permukaan datar EJ = men+egah lidah (atuh kebelakang dan menyumbat (alan nafas ,. 1anggalkan pakaian pada daerah leher atau dada dan abdomen EJ = untuk memfasilitasi usaha bernafas ". DS. " 3angguan /olume +airan kurang dari kebutuhann tubuh b.d peningkatan suhu tubuh

1u(uan = ;eseimbangan +airan terpenuhi . *bser/asi 11C $suhu tubuh' tiap , (am EJ peningkatan suhu tubuh dari yang normal membutuhkan penambahan +airan. 6. <itung Intak T *utput setiap pergantian shift. EJ 0ntuk mengetahui keseibangan +airan klien. ". An(urkan pemasukanJminum sesuai program. EJ membantu men+agah kekurangan +airan. ,. ;olaborasi pemeriksaan lab = <t, Na, ;. EJ men+erminkan tingkat J dera(at dehidrasi. ,. DS. , Eesiko tinggi ke(ang berulang b.d ri)ayat ke(ang 1u(uan = Agar tidak ter(adi ke(ang berulang . *bser/asi 11C $suhu tubuh' tiap , (am EJ peningkatan suhu tubuh dapat mengakibatkan ke(ang berulang. 6. *bser/asi tanda-tanda ke(ang. EJ untuk dapat menentukan inter/ensi dengan segera. ". ;olaborasi pemberian obat anti ke(ang Jkon/ulsi. EJ menanggulangi ke(ang berulang. :. DS. : Perubahan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang tidak adekuat.

1u(uan = Peningkatan status nutrisi . 1ingkatkan intake makanan dengan men(aga pri/asi klien, mengurangi gangguan seperti bisingJberisik, men(aga kebersihan ruangan. EJ +ara khusus meningkatkan napsu makan. 6. .antu klien makan EJ membantu klien makan. ". selingi makan dengan minum EJ memudahkan makanan untuk masuk. ,. 2onitor hasil lab seperti <., <t EJ = 2onitor status nutrisi klien :. Atur posisi semifo)ler saat memberikan makanan. EJ = 2engurangi regurtasi. &# &2aluasi . ;ekurangan /olume +airan tidak ter(adi 6. .ersihan 4alan Nafas kembali efektif ". ;eseimbangan kebutuhan +airan klien ter+ukupi. ,. Eesiko tinggi ke(ang berulang tidak ter(adi :. kebutuhan Nutrisi klien dapat terpenuhi. $A$ %%%

-O'+O( 0A.$A,A' !AS)S A# 0ambaran kasus ;lien An. D umur " tahun @ bulan dira)at di ESF dari tanggal ! 4uni 6!!% dengan keluhan ke(ang demam selama dirumah " kali selama 6, (am, ke(ang pertama U : menit, ke(ang kedua U ! menit, ke(ang ketiga U : menit, tangan dan kaki mengepal pada saat ke(ang, suhu klien "L,:* &. ;eadaan umum klien lemah,nadi 6!SJmenit, EE 6@ kaliJmenit, Suhu "L,:* &, klien terlihat gelisah, ubun-ubun besar +ekung, mukosa mulut kering, .. saat masuk ES I3D L,: kg,.erat badan saat ini %, kg, 5ingkar lengan atas , +m $ideal @ +m' ,1b F: +m, muntah sebanyak 8 aQua geas $ 6!++' berisi +airan kuning ke+oklatan, sebelum T saat dira)at klien tidak mau makan. Intake klen minum sebanyak "!! ++ T infuse ,!! ++, total F!! ++, *utput .A;T.A. =",! ++, I)l "%? $N=" -:L?', 5eukosit = 5eukosit= ! ++, 1otal =,:! ++, .alan+e = 6:! ++ ,@ gJdl $N= ",6- F," gJdl', <t= ribuJul, Eritrosit= ".: (utaJul. :!.!!! A <asil pemeriksaan laboratorium tanggal ! 4uni 6!!% <b= ".:!!Jul, 1rombosit= % ".:!!JV5$NW @.!!! A

F.:!!JV5', 1rombosit = ,!!.!!! JV5 $NW

,,!.!!!JV5', Eritrosit = :(utaJV5$NW ",@! A :,6! (utaJV5', Natrium = " mmolJ5 $NW ": A ,: mmolJ5', ;alium= 6,, mmolJ5 $NW ",: A :,: mmolJ5', &lorida = !! mmolJ5 $NW L% A !: mmolJ5' $# Diagnosa3 %nter2ensi3 %mplementasi dan &2aluasi !epera1atan# Dari data diatas penulis mengangkat tiga diagnosa kepera)atan adalah sebagai berikut = Diagnosa 4 5 ;ekurangan Colume +airan b.d mual dan muntah. Ditandai dengan 5 DS = -. D* = keadaan umum lemah, mu+osa mulut kering,kon(ungti/a anemis, +apilarry refill " detik, muntah U 8 aQua gelas $ 6!++' berisi +airan kuning ke+oklatan, Nadi = 6!SJmenit, EE 6@SJmenit, Suhu = "L,:# &, <asil 5ab ! 4uni 6!!% Natrium= " mmolJ5 $NW ": A ,: mmolJ5', ;alium= 6,, mmolJ5 $NW ",: A :,: mmolJ5', &lorida = !! mmolJ5 $NW L% A !: mmolJ5'.

Peren anaan kepera1atan 5 +ujuan 5 Setelah dilakukan tindakan kepera)atan selama " S 6, (am kebutuhan +airan klien terpenuhi. !riteria hasil 5 1anda A tanda /ital dalam batas normal =N = @! A %! S J mnt, S = "@# - "F#&, EE = @ A 6! S J mnt, mukosa mulut lembab, muntah teratasi,kon(ungti/a tidak anemis, +apilarry refill O styleWXXP hasil laboratorium normal Natrium= ": A ,: mmolJ5, ;alium= ",: A :,: mmolJ5, &lorida = NW L% A !: mmolJ5. %nter2ensi 5 0kur dan +atat (umlah muntah yang dikleuarkan, )arna, konsistensi. .erikan makanan dan +airan, .erikan support /erbal dalam pemberian +airan, ;olaborasi berikan pengobatan seperti obat antimual, Pantau <asil Pemeriksaan 5aboratorium %mplementasi 5 0kur dan +atat (umlah muntah yang dikleuarkan, )arna, konsistensi. .erikan makanan dan +airan, .erikan support /erbal dalam pemberian +airan, ;olaborasi berikan pengobatan seperti obat antimual, Pantau <asil Pemeriksaan 5aboratorium &2aluasi akhir 5 S 5 ;lien mengatakan sudah dapat minum. O 5 1anda A tanda /ital dalam batas normal =N = @! A %! S J mnt, S = "@# - "F#&, EE = @ A 6! S J mnt, mukosa mulut lembab, muntah teratasi, 5ingkar lengan atas ideal @ +m, hasil laboratorium normal Natrium= ": A ,: mmolJ5, ;alium= ",: A :,: mmolJ5, &lorida = NW L% A !: mmolJ5.. A5 2asalah kekurangan +airan dapat teratasi. P 5 hentikan inter/enYs Diagnosa 6 5 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang tidak adekuat Ditandai dengan data A data sebagai berikut = DS5 Ibu klien mengatakan sebelum dan saat dira)at tidak napsu makan. DO5 ;.0= lemah, .. a)al mei 6!!% L,: kg saat masuk ES I3D %, kg, muntah 8 gelas AQua$ 6!++', 5ingkar lengan atas , +m $ ideal @ +m', <asil 5aboratorium tanggal ! 4uni 6!!% <b= :L?'. Peren anaan kepera1atan3 +ujuan= setelah dilakukan tindakan keper)atan " S 6, (am nutrisi terpenuhi dan berat badan meningkat. !riteria hasil = .. naik !.6:kg$ideal 6kg', mual dan muntah klien dapat teratasi, napsu makan bertambah, <bT<t dalam batas normal $<b= !.%- :.@ gJdl T <t= ":-,"?'. ,@ gJdl $N= ",6- F," gJdl', <t= "%? $N=" -

%nter2ensi 5 1ingkatkan intake makanan dengan men(aga pri/asi klien, mengurangi gangguan seperti bisingJberisik, men(aga kebersihan ruangan. .antu klien makan, selingi makan dengan minum, 2onitor hasil lab seperti <. T <t, Atur posisi semifo)ler saat memberikan makanan. %mplementasi 5 1ingkatkan intake makanan dengan men(aga pri/asi klien, mengurangi gangguan seperti bisingJberisik, men(aga kebersihan ruangan. .antu klien makan, selingi makan dengan minum, 2onitor hasil lab seperti <. T <t, Atur posisi semifo)ler saat memberikan makanan. &2aluasi akhir = S= ibu mengatakan susu diberikan sesuai (ad)al. O = .. naik !." ;g (adi L.:kg <b= L.6gJdl, <t= "!?, A = masalah kekurangan nutrisi belum teratasi. P = lan(utkan inter/ensi DS.6 Diagnosa 7 5 Eesiko in(uri berhubungan dengan ke(ang berulang. Ditandai dengan data A data sebagai berikut = DS = ibu klien bertanya penanganan ke(ang. D* = penghalang tempat tidur tidak terpasang, S = "%."#&, N= 6,SJmenit, EE=,67Jmenit Peren anaan kepera1atan 5 +ujuan 5 Setelah dilakukan tindakan kepera)atan selama " S 6, (am in(uri tidak ter(adi. !riteria hasil 5 orang tua dapat mengidentifikasi faktor yang dapat menimbulkan +idera, mampu melakukan penanganan ke(ang, menun(ukan koping positif. %nter2ensi 5 berikan posisi yang aman, memasang pengaman tempat tidur, memberikan pen(elasan kepada orang tua tentang penanganan ke(ang. %mplementasi 5 obser/asi suhu$penyebab ke(ang', memberikan posisi yang aman, memberikan pen(elaan kepada orang tua tentang penanganan ke(ang.. &2aluasi akhir 5 S 5 ibu klien mengatakan sudah tidak ter(adi ke(ang, sudah memasang penghalang. O 5 S = "F,6#&, N= 6,SJmenit, EE= ,67Jmenit. ;lien tidak ke(ang, pengaman tempat tidur sudah terpasang dengan baik A 5 masalah resiko in(uri tidak ter(adi. P5 5an(utkan inter/ensi DS.6 .

$A$ %8 P&')+)P Pada bab ini penulis akan membahas +ontoh asuhan kepera)atan pada An.D yang mengalami ke(ang demam yang telah di/as pada bab III serta memberikan saran untuk masalah kepera)atan yang harus diinter/ensi serta berkesinambungan. A# !esimpulan . Dari hasil pengka(ian pada An. D menurut +ontoh gambaran kasus diatas mendapatkan hasil data yang sesuai dengan teori yaitu seperti adanya ke(ang demam yang disebabkan demam yang tinggi yaitu dengan suhu "L,:# , tidak ada respon /erbal, frekuensi pernapasan meningkat 6@ SJmenit. 6. Diagnosa kepara)atan yang ditemukan pada klien sesuai gambaran kasus diatas yaitu = ;ekurangan Colume +airan b.d mual dan muntah, Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang tidak adekuat, Eesiko in(uri berhubungan dengan ke(ang berulang. ". Inter/ensi kepera)atan pada An. D telah disusun sesuai dengan teori atau konsep dasar asuhan kepera)atan. Inter/ensi meliputi (uga tindakan yang dilakukan se+ara mandiri dan kolaborasi dengan tim kesehatan lain. ,. Implementsi kepera)atan yang dilakukan sesuai dengan inter/ensi yang dibuat dan disesuaikan dengan keadaan klien yang ter(adi di rumah sakit. :. Adapun e/aluasi akhir dari keseluruhan asuhan kepera)atan yang telah diberikan. E/aluasi dilaksanakan se+ara sumatif yaitu dengan memberikan kesimpulan dari hasil pelaksanaan asuhan kepera)atan se+ara keseluruhan. $# Saran

Pada kesempatan ini penulis akan mengemukakan beberapa saran sebagai bahan masukan yang bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pelayanan asuhan kepera)atan yang akan datang, diantaranya = . Dalam melakukan asuhan kepera)atan, pera)at mengetahui atau mengerti tentang ren+ana kepera)atan pada pasien dengan ke(ang demam, pendokumentasian harus (elas dan dapat men(alin hubungan yang baik dengan klien dan keluarga. 6. Dalam rangka mengatasi masalah resiko in(uri pada klien dengan ke(ang demam maka tugas pera)at yang utama hZdala sering memantau frekuensi pernapsan anak, memperhatikan posisi anak, pengaman pada tempat tidur anak. ". 0ntuk keluarga diharapkan selalu membantu dan memoti/asi klien dalam proses penyembuhan.

DA/+A, P)S+A!A 5umbantobing. L%L. Penatalaksanaan Mutakhir Kejang Pada Anak.4akarta = F;0I 2ans(oer, arif. 6!! . Kapita Selekta Kedokteran Edisi III vol. 1. 4akarta = 2edia Aes+ulapius. Ngastiyah, LLF, Perawatan Anak Sakit, E3&, 4akarta Ilmu ;esehatan Anak, 4ilid 6, hal %,F. &etakan ke L. 6!!! bagian Ilmu ;esehatan Anak F;0I Doenges, E, 2arilyn. 6!!6. Rencana Asuhan Keperawatan. 4akarta = E3&. khaidirmuha( $http: khaidir!uhaj."logspot.co! #$$% $# askep&anak&kejang&de!a!.ht!l'

*APO,A' P&'DA()*)A' !&JA'0 PADA A'A!

D&/%'%S% Kejang adalah gangguan lepas muatan listrik yang berlebihan dari sinkrom pada sekelompok sel neuron otak. $Ngastiyah, LLF'

!linis 5 gejal adanya gangguan fungsi otak karena suhu tinggi3 radang3 tumor3 trauma dan gangguan elektrolit atau metabolisme#
!*AS%/%!AS% !&JA'0 2enurut Ngastiyah dalam pera)atan anak sakit . ;e(ang bayi baru lahir $ kueang dari 6% hari ' 6. ke(ang dengan panas badan
o o o

1etanus ;e(ang demam ;e(ang karena radang otak


2eningitis En+ephalitis 2eningoen+ephalitis Abses otak

". Epilepsi ,. 5ain-lain = trauma, tumor, gangguan elektrolit, perdarahan. A!%$A+ !&JA'0 Akibat ke(ang munngkin ter(adi =

1idak apa A apa Epilepsi &a+at mental atau ganngguan kepribadian &a+at fisik atau kelumpuhan ;ematian

;epayahan <ipertensi 1ekanan intra kranial

&+%O*O0% Etiologi ke(ang digolongkan = I. Intrakranial . 3angguan metabolik


<iperglikemi <ipokalsemia <ipomagnesium

3angguan elektrolit

6. 1oksik

Intoksikasi anastesi Drug )ithdra)al $penghentian obat'

6. ;elainan diturunkan

gangguan metabolisme kekurangan peridoSin

6. ;ernikterus

II.

Ekstrakanial . Asfiksia 6. 1rauma $ perdarahan ' ". Infeksi

- bakteri dan /irus . ;elainan II. Idiopatik

ke(ang yang ter(adi ,% (am pertama yaitu asfiksia, trauma lahir dan hipoglikemi

ke(ang hari ke : A 6F yaitu hipokalsemia $ bukan komplikasi'

ke(ang antara hari F A ! karena infeksi dan kelainan genetik

6. PA1*FISI*5*3I 0ntuk mempertahankan hidup sel atau organ otak diperlikan energi yasm didapat dari metabolisme.bahan baku untuk metabolisme otak yang terpenting adalah glukosa. Sifat proses itu adalah oksidasi dengan perantaraan fungsi paru- paru dan diteruskan keotak melalui sistem kardio/askuler. Dari uraian diatas dapat kita ketahui bah)a sumber energi otak adalah glukosa yang melalui proses oksidasi dipe+ah men(adi &*6 dan air. Sel dikelilingi oleh membran yang teridri dari permukaan membran yaitu lipoid dan permukaan luar yaitu ionik. Dalam keadaan normal membran sel neuron dapat dilaalui dengan mudah oleh ion kalium $;[' dan sulit dilalui oleh ion natrium $Na[' dan elektrolit lainnya,ke+uali ion klorida $&l-'. Akibat konsentrasi ;[ dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi Na[ rendah, sedang diluar sel neuron terdapat keadaan sebaliknya. ;arena perbedaan (enis dan konsentrasi ion didalam dan sdiluar sel, maka terdapat keadaan potensial membran yang disebut potensial membran dari neuron. 0ntuk men(aga keseimbengan potensial membran ini diperlukan energi dan bantuan en Bim Na-; A1P- ase yang terdapat pada permukaan sel. ;eseimbangan potensial membran ini dapat diubah men(adi = . perubahan kosentrasi ion diluar ekstraseluler 6. rangnsangan yang datangnya mendadak misalnya mekanis, kimia)i atau aliran listrik dari sekitarnya. ". perubahan patofisiologi dari membran sendiri karena penyakit atau keturunan. Pada seoarang anak berumur " tahun sirkulasi otak men+apai @: ? dari seluruh tubnuh dibandingkan dengan orang de)asa yang hanya : ?. *leh karena itu, kenaikansuhu tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran sel neuron dan dalam )aktu yang singkat ter(adi difusi dari ion kalium maupun natrium melalui membran tersebut

dengan akibat ter(adinya lepas muatan listrik. 5epas muatn listrik ini demikian besarnya sehingga dapat meluas keseluruh sel maupun kemembran sel sekitarnya dengan bantuan bahan yang disebut neurotransmitter dan ter(adi ke(ang. 6# D%A0'OS+%! Diagnosa berdasarkan atas = I. Anamnese . .anngkitan ke(ang

apakah betul ke(ang panas badan [Jlamanya, pola frekuensi . Ei)ayat keluarga 6. ria)yat sebelum ke(ang yaitu pada saat persalinan atau trauma.

I.

Pemeriksaan fisik

.entuk ke(ang ;esadaran ;elainan neurologi 1anda /ital = suhu, tekanan darah, EE, nadi Penyakit lain = 3E, (antung, gin(al I. Pemeriksaan laboratorium

D5, 05, Elektrolit Pungsi lumbal Foto kepala, EE3, Funduskopi, transiluminasi

6# P&'A+A*A!SA'AA' . Atasi ke(ang = - DiaBepam !," A !,: mgJ;g ..

5uminal % A ! mgJ;g..

6. Prinsip A,.,& = 2anualJelektro $sa+tion' ". 1erapi penyebab


Antibiotik 1indakan operasi

,. 1erapi simtom dengan menurunkan panas =


Antipiretik ;ompres

:. 1erapi supportif

Infus &airan elektrolit Eoborantia *6

TINJAUAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN

;a(i EE ;a(i laporan orang tua tentang ke(ang tonikJklonik selama tahun

;a(i tentang pemberian obat selama ter(adi ke(ang $keteraturan obat' ;a(i ri)ayat ke(ang ;a(i ri)ayat kehamilan orang tua adakah toksemia selama akhir pertengahan kahamilan. ;a(i tentang tunbuh kembang anak = adakah penurunan D1Es, ka(i tingkat kesadaran, ka(i tentang r eaksi terhadap stimulus

Pemeriksaaan Neurologis

. Perilaku dan statua mental = mengukur kemampuan ank untuk brhubungan dengan orang lain, tingkat kemampuan dan akti/itas, misalnya hiperakti/itas dan hipoakti/itas. 6. Pemeriksaan motorik . Penilaian kekuatan otot yaitu erdiri, ber(alan, otot pernafasan. 6. Penilaian tonus otot ". Pengu(ian koordinasi motorik halus ,. 3erakan in/olunter

:. Pemeriksaan reflek,misalnya keberadaan, ketiadaan, peningkatan dan penurunan reflek. ". Pemeriksaan sensorik . Easa ke+ap, pen+iuman, pendengaran dan raba 6. 3erakan mata

DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

. Eesiko tinggi terhadap inefektif bersihan (alan nafas yang berhubungan dengan relaksaasi lidah dan reflek gangguan sekunder terhadap gangguan inter/ensi otot.

;riteria <asil= . ;lien akan menun(ukan potensi (alan nafas kontinyu. 6. keluarga akan menggambarkan inter/ensi untuk mempertahankan (aln nafas pasien selama ke(ang. kriteria pengkajian 'okus !akna klinis . Ei)ayat aktifitas ke(ang 6. Status pernafasan selama ke(ang ,6. gerakan tonik atau klonik selama ke(ang dapat menyebabkan lidah turun kebelakang dan menghambat (alan nafas.

Inter/ensi . Selama ke(ang lakukan hal berikut = . .erikan pri/asi bila mungkin 6. .aringkan klien dilantai bila mungkin ". Setelah ke(ang baringkan klien dengan posisi miring. ,. .ila tidak memungkinkan untuk membaringkan dalam posisi miring angkat dagunya keatas dan kedepan dengan kepala mendongak kebelakang untuk membantu membuka (alan nafas. 6. *bsr/asi ke(ang dan dokumentasikan karakteristiknya . A)itan dan durasi 6. ;e(adian prake(ang $misal = penglihatan,pendengaran, pen+iuman atau rangsang taktil ' ". .agian tubuh dimana ke(ang mulai gerakan a)al ,. 2ata= terbuka dan terpe(am, ukuran pupil :. .agian tubuh yang terlihat, tipe gerakan @. Akti/itas motorik in/olunter $misalnya

Easional . tindakan ini dapat membantu menurunkan +edera dan arasa malu. $ <i+key, LL6'

6. informasi ini memberi petun(uk pad lokasi fokus epiloptogenik pada otak dan bermanfaat adlam memandu tindakan.

menge+ap bibir, atau menelan berulang kali ' F. Inkontinensia $fekal atau urine ' %. Penurunan kesadaran L. Paska ke(ang = kemampuan bi+ara, tidur, bingung, kelemahan paralisis. Inter/ensi "..ila klien mengeluh aura, an(urkan klien berbaring Easional ". posisi rekumben dapat men+eagah +edera karena (atuh.

,. A(arkan anggota keluarga atau orang terdekat +ara berespon padaklien selama ke(ang

,. orang lain dapat dia(arkan tondakan untuk men+egah obstruksi (alan nafas dan +edera

6. Eesiko tinggi terhadap isolasi sosial yang berhubungan dengan rasa malu sekundr terhadap mengalami ke(ang dibanyak orang kriteria pengkajian 'okus !akna klinis . Pola sosialisasi biasanya= . klien beresiko tainggi dika(i <obi, minat pada orang lain, dengan +ermat karena penderita 1etangga dan sekolah yang dengan isolasi sosial tidak

selalu +epat tampak 6. 2asalah berkenaan dengan 6. perasaan penolakan dan malu sosialisasi adalah umum

Inter/ensi .antu klien mengenali kebutuhuan sosialisasi

Easional ;lien yang +enderung ke(ang dapat memisahkan dari keluarga, teman dan kontak sosial lain.

.erikan dukungan dan /alidasi bah)a Pera)at harus sensitif terhadap masalah yang klien hadapi adalah dampak ke(ang dan +itra tubuh normal klien, menghasilkan konsep diri dan minat pada akti/itas sosial. .antu klien mengidentifikasi akti/itas Easa takan +edera akan yang menyenangkan dan mengakibatkan isolasi takberbahaya. 1ekankan pentingnya mematuhi ren+ana pengobatan ;epatuhan pada regimen pengobatan dapat membantu men+egah atau mengurangi episode ke(ang. Dialog terbuka dengan keluarg adapat memberitahukan mereka 1erlebih dahulu tentang kemungkinan ke(ang, yang dapat mengurangi keterke(utan menyaksikan ke(ang dan

Diskusikan pengungkapan diagnostik dengan anggota keluarga

memunngkinkan membantu tindakan.

Diskusikan situasi dimana klien dapat menemui orang lain pada situasi yang serupa misalnya kelompok pendukung, yayasan epilepsi

Dengan berbagi pada orang lain pada situasi yang serupa dapat memberi klien pandangan yang lebih realistik tentang gangguan ke(ang dan persepsi sosial.

". resiko tinggi terhadap inefektif penatalaksanaan terhadap regimen terapeutik sehubungandengan insufisiensi pengetahuan tentang kondisi, medikasi, pera)atan selama ke(ang, bahaya lingkungan, dan sumber-sumber komunitas

;riteria pengka(ian fokus . Penngetahuan saat ini tentang ke(ang dan penatalaksanaannya 6. faktor penun(ang ,meliputi hal berikut = ansietas, diagnosa baru, kekurangan instruksi sebelumnya. ". sumber-sumber $ keluarga d an teman sebaya ' ,. sikap, perasaan dan masalah yanng berhubunngan dengan gangguan ke(ang :. kesiapan dan kemampuan bela(ar

2akna klinis A : Pengka(ian membantu mengidentifikasi setiap faktor yang dapat mempengaruhi bela(ar.klien atau keluarga yang tidak dapat men+apai tu(uan pembela(aran memerlukan ru(ukan untuk bantuan paskapulang

Inter/ensi . A(arkan tentang gangguan ke(ang dan pengobatan

Easional . Pengertian klien dan keluarga tentang gangguan ke(ang dan regumen pengobatan yang diharuskan sangat mempengaruhi kepatuhan terhadap regumen. 6. ;e)aspadaan khusus harus ditegakkan untuk men(amin terapi obat yang nyaman =

6. .ila klien sedang dalam terapi obat, a(arkan tentang treapi obat=

. pengertian tiba-tiba dapat men+etuskan status epileptikus 6. identifikasi dinimterhadap masalah memungkinkan inter/ensi segera untuk men+egah komplikasi serius ". kadar obat dalam darah maenandai penyesuaian dosis obat

. (angan menghentikan obat tiba A tiba 6. efek samping dan tanda toksisitas

". pentinngnya untuk memantau kadar obat dalam darah.

. pentingnya untuk melakukan pemeriksaan hitung darah lengkap se+ara periodik, bila diindikasiksan

,. penggunaan antikon/ulsif (angka pan(ang seperti hidantoin dapat menyebabkan diskrasiasi darah. :. 1erapi fenotoin (angka pan(ang dapat menyebabkan

6. efek difenilhidantoin $dilantin',bila diperintahkan pada (aringan gusi dan kebutuhan pemeriksaan gigi rutin. 6. .erikan informasi tentang informasi yang meningkatkan resiko ke(ang ". .ahas mengapa akti/itas tertentu yang berbahaya and harus dihindari.

hiperplasia gusi

". Situsi tertentu telah teridentifikasi sebagai peningkatan epsode ke(ang. ,. 0mumnya klien yang +enderung ke(ang harus menghindari akti/itas yang adpat menyebabkan klien atau orang lain pada situasi berbahaya (ika ter(adi ke(ang

:. .erikan kesempatan pada klien dan keluarga untuk mengekspresikan perasaan mereka sendiri dan saling mengekspresikan.

:. 2enyaksikan ke(ang adalah menakutkan untuk orang lain dan memalkukan bagi klien yang rentan trehadap ke(ang. Easa malu dan menakuttkan ini mempunyai dampak tyerhadap ansietas, depresi, bermusuhan dan takut.anggota keluarga (uga dapat mengalami hal ini. Diskusi teruka dapat mengurangi perasaan malu dan isolasi. @. Sumber ini dapat memberikan informasi tambahan dan dukungan.

@. Eu(uk klien dan keluarga pada sumber komunitas dan bahan ba+aan untuk membantu pentalaksanaan

MASALAH KOLABORATIF

Potensial ;omplikasi = Status Epileptikus 1u(uan ;epera)atan = Pera)at akan menngatasi dan meminimalkan komplikasi status epileptikus.

Inter/ensi . .ila indi/idu berlan(ut menngalami ke(ang umum, beritahu dokter dan lakukan protokol = . 1egakkan (alan nafas 6. Su+tion sesuai kebutuhan ". .eriakn *6 melalui kateter nasal ,. Pasang infus intra/ena

Easional .Status epileptikus adalh kedaruratan medik. ;erusakan pernafasan dapat meyebabkan hipoksia sistemik dan serebral. Diperlukan pemberian antikon/ulsan intra/ena ker(a +epat $mis. Calium'

Definisi
Diare episode keluarnya tin(a +air sebanyak "SJ lebih, atau lebih dari S keluarnya tin(a +air yg berlendir atau berdarah dalam hari.

Diare akut diare yang berlangsung O , hari.

&tiologi Etiologi diare dapat dibagi beberapa faktor = 6


. Faktor infeksi a. Infeksi enteral infeksi pada 3I1 $penyebab utama'

.akteri = Cibrio +holerae, Salmonella spp, E. +oli dll Cirus = Eota/irus $,!-@!?', &orona/irus, &al+i/irus dll Parasit = $As+aris, *Syuris,dll', ProtoBoa $Entamoba histoli+a,3iardia 5ambia, dll' 4amur $&andida Albi+ans' b. Infeksi parenteral infeksi di luar 3I1 $*2A, .P, Ensefalitis,dll' 6. Faktor malabsorbsi = ;<, 5emak, Protein ". Faktor makanan = basiJ bera+un, alergi ,. Faktor psikologis = takut dan +emas

Patofisiologi Patofisiologi diare yang disebabkan oleh /irus dan bakteri =


,"

CIE0S masuk enterosit $sel epitel usus halus' infeksi T kerusakan fili usus halus Enterosit rusak diganti oleh enterosit baru $kuboidJ sel epitel gepeng yg blm matang' fungsi blm baik Fili usus atropi tdk dpt mengabsorbsi makanan T +airan dgn baik 1ek ;oloid *smotik motilitas DIAEE .A;1EEI N*N INFASIF $Cibrio +holerae, E. +oli patogen' masuk lambung duodenum berkembang biak mengeluarkan enBim mu+inase $men+airkan lap lendir' bakteri masuk ke membran mengeluarkan subunit A T . mengeluarkan $+A2P' meransang sekresi +airan usus, menghambat absobsi tampa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut /olume usus dinding usus teregang DIAEE

.A;1EEI INFASIF $Salmonella spp, Shigella spp, E. +oli infasif, &hampyloba+ter' prinsip per(alanan hampir sama, tetapi bakteri ini dapat mengin/asi sel mukosa usus halus reaksi sistemik $demam, kram perut' dan dapat sampai terdapat darah 1oksin Shigella masuk ke serabut saraf otak ke(ang

.erdasarkan patofisiologi diare dibagi atas =


Diare osmotik = diare akibat adanya bahan yang tidak dapat diabsorbsi oleh lumen usus hiperosmoler hiperperistalsis Diare sekretorik = ter(adi akibat stimulasi primer dari enterotoksin atau oleh neoplasma Diare akibat gangguan motilitas usus = gangguan pada kontrol otonomik

!O.P*%!AS% ;omplikasi diare dapat berupa = ,


;ehilangan air dan elektrolit I Dehidrasi, <ipokalemia, Asidosis metabolik, ;e(ang, Alkalosis metabolik 3angguan sirkulasi darah I Syok hipo/olemik 3angguan giBi I<ipoglikemia, 2alnutrisi energi protein, Intolerasi laktosa sekunder

Penentuan derajat dehidrasi Dera(at dehidrasi dapat ditentukan sebagai berikut =


.erdasarkan .. Eingan Ipe\ .. O : ? Sedang Ipe\ .. : A ! ?
,:

.erat Ipe\ .. P ! ? 2enurut <aroen Noerasid $modifikasi' Eingan IEasa haus T *liguria ringan Sedang I1anda diatas [ turgor kulit\, ubun6 T mata +ekung .erat I1anda diatas [ somnolen, sopor, koma, syok, nafas kussmaul

*angkah diagnostik
Ei)ayat: 4umlah dan konsistensi tin(a 2untah Easa haus Episode diare Pemeriksaan Fisik: ;eadaan umum klien Igelisah, mudah marah, lemah, kesadaran 1andaAtanda /ital .. Status hidrasi I ke+ekungan ubun-ubun, 0rin *utput, 2ukosa membran,1urgor kulit, ;e+ekungan kelopak mata, Air mata

1anda6 hipokalemi I.ising usus, distensi usus, 2enurunnya kemampuan kontraksi otot Pola pernafasan IPernafasan ;ussmaul

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penun(ang yang dilakukan pada pasien diare =


Pemeriksaan tin(a 2akroskopis dan mikroskopis P< dan kadar gula dalam tin(a ;ultur dan u(i resistensi Pemeriksaan keseimbangan asam basa A3D 0rinalisis = .(, endapan Pemeriksaan kadar ureum kreatinin faal gin(al Pemeriksaan keseimbangan +airan T elektrolit <b-<t, Na, ;, &a dan F E;3 menilai deplesi elektrolit $biasanya kalium'
,:

Penatalaksanaan diare

Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan +airan tubuh supaya tidak ter(adi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah Eota/irus. 6,"

Penatalaksanaan dehidrasi Penatalaksanaan dehidrasi pada pasien diare adalah sebagai berikut = ,,:
.erikan +airan sesuai indikasi 4umlah 1anpa dehidrasi= ASI semaunya, kemudian oralit setiap kali men+ret atau muntah dengan dosis = ;urang dari satu tahun = :!- !!++ -: tahun !!-6!! ++ 5ebih dari : tahun = semaunya Dehidrasi .erat ;urang dari tahun, 6!-"! ++Jkg.. dalam (am, dilan(utkan F!

++Jkg.. dalam : (am berikutnya 5ebih dari satu tahun 6!-"! ++Jkg.. dalm J6 (am dilan(utkan F! ++Jkg.. dalam 6 8 (am berikutnya Dehidrasi ringan sedang :! - !! ++Jkg.. $6-, (am' *ralit setiap .A. :!- !! ++ $O 6, bulan', !!-6!! ++ $P 6, bulan' Pilihan &airan

.eri E5 $utama' atau Na&l 4ika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan E5 4ika muntah6 maka berikan Dekstros dan Na&l, tetapi (ika pasien muntah [ diare utamakan E5 *ralit &ara Pemberian IC I 0ntuk dehidrasi berat Enteral I0ntuk dehidrasi ringan, sedang tetapi anak tidak mauJ tidak dapat minum atau (ika kesadaran menurun *ral I.ila kesadaran anak baik, anak mau minum, biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang *bser/asi kondisi fisik pasien terutama status hydrasi ;olaborasi Pemeriksaan laboratorium 2edikasi = antibiotik, antiparasitik Penyuluhan Pemberian &airan .erikan ASI eksklusif ,-@ bulan I2en(aga kebersihan payudara 1erus menyusui bayi ketika sedang sakit maupun ketika sehat &ara men(aga ASI supaya tetap baik dikonsumsi bayi (ika Ibu beker(a

4enis dan (umlah +airan yang dapat diberikan kepada anak (ika anak diare, D55 Diet .erikan makanan tambahan sesuai dengan usia anak .erikan diet se+ara ber/ariasi &ara memasak dan menya(ian makanan yang sehat $misal= menggunakan +angkir daripada botol, )adah harus bersih, makanan hangat, D55' Penggunaan air Air yang digunakan untuk makanJ minum harus direbus matang Sumber air dan (amban yang layak Perilaku sehat &u+i tangan Daftar Pustaka . Noersaid <, Suraatmad(a, Asnil P *. 3astroenteritis $Diare' Akut dalam 3astroenterologi anak Praktis. 4akarta. F;0IK LLL. : -F@ 1. &ahyadi E, 3astroenteritis. http=JJemedi+ine.+omJE2EE3Jtopi+"%!.htm $diakses : april 6!!%' ". Alatas <, <assan E. .uku ;uliah Ilmu ;eehatan Anak (ilid . 4akarta. F;0IK LLL
2. Diagnosa Diare dan ;lasifikasi Dehidrasi. http=JJ))).medi+astore.+omJmedJindeS.php
$diakses : April 6!!%'

:. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diare akut dalam Standart Pelayanan 2edis ;esehatan Anak Edisi I 6!!, K ,L-:6