Anda di halaman 1dari 39

BBLSR, PREMATURE, RDS, NEONATAL HIPERBILIRUBINEMIA

Pembimbing : Dr. Rudi Ruskawan, Sp.A

Luh Gede Wiwin Witsari Dewi 030.07.146

IDENTITAS

PASIEN
Nama Tanggal lahir Umur Jenis kelamin Berat Lahir Panjang Badan Masuk RS No. RM : By. Ny. RD : 3 Januari 2012, jam 06.00 WIB : 22 hari : Laki laki : 1400 gram : 41 cm : 3 Januari 2012 : 30-34-12

AYAH/IBU

Nama : Tn. B / Ny. RD Usia : 28 / 26th Agama : Islma / Islam Alamat : Perum Mantang Blok N< no.25 Perkawinan : pertama / pertama Pendidikan : SMA / tidak sekolah Penghasilan : - / -

ANAMNESIS

Keluhan Utama Nafas cepat, wajah menjadi kebiruan sejak 1 jam SMRS
Keluhan Tambahan Suara nafas grok-grok seperti terdapat banyak lendir, batuk1x, muntah 1x.

lahir partus normal langsung menangis ketuban jernih A/S = 6/7 (via tlp) BBL = 1400gr PB = 41cm

Riwayat Penyakit

Nafas cepat Sekarang Wajah membiru Batuk 1x Muntah 1x 1 jam SMRS


Masuk Rumah Sakit

5 jam SMRS
Sesaat setelah lahir Nafas terdengar grok - grok

Riwayat Kelahiran
Tanggal lahir : 3 Januari 2012 Cara lahir : persalinan normal Ditolong oleh : bidan BBL : 1400 gram PB : 41 cm Keadaan saat lahir : langsung menangis kuat, gerak aktif (via tlp)

Riwayat Kehamilan
G3P2A1 Pasien adalah anak kedua dari kehamilan ketiga Hamil I : abortus saat gestasi 4 bulan Hamil II : PN,gestasi 8 bulan, BBL 900, laki-laki,meninggal stlh 4 hari Hamil III: pasien ini

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum

menangis lemah, gerak kurang aktif

Tanda vital
HR RR Suhu SpO2

: 172x/menit : 70x/menit : 37.30C : 60%

Pemeriksaan Antropometrik

BB : 1500gram PB : 41cm LK/LD : 27/23cm Air ketuban : jernih Apgar score : 6/7 Bayi lahir tidak cacat Warna kulit : kemerahan Keaktifan : langsung menangis, gerak aktif

Pemeriksaan Saat Lahir


Status Generalis

Kepala

: normocepali, ubun - ubun besar datar terbuka Mata : membuka (+), bola mata(+) Hidung : secret (-), PCH (+) Telinga : normotia,daun telinga (+) Mulut : palatum intak,sianosis perioral (-) Leher : retraksi suprasternal (+)

Thorax

Inspeksi

Palpasi Auskultasi

: gerak dinding dada simetris retraksi intercostal (+) : ictus cordis (+)
: BJ I,II reguler, murmur (-), gallop(-) : SN bronchovesikuler, wh-/-, rh -/-

Jantung Paru

: datar, lembut, BU (+), retraksi epigastrium (+) Ekstremitas : akral hangat, sianosis (-), ikterik (-) Genitalia : laki - laki, scrotum (+), penis (+) Anus : (+)

Abdomen

2 2 0

18

1
2 2 9

1 1 2 1 3 1
30-32mg

RESUME
Pasien adalah bayi lahir pada tanggal 3 Januari 2012, pukul 06.00 WIB dengan jenis kelamin laki laki, dilahirkan secara partus normal di tolong oleh bidan. Bayi dilahirkan kurang bulan (usia gestasi 30 32 minggu) dan berat badan lahir sangat rendah (BBL = 1400gram), serta tampak sesak, menangis lemah, gerak lemah (Apgar score menit I/II = 6/7). Kejang (-), demam (-), ikterik (-), BAB (+), BAK (+).

HR : 172x/menit RR : 70x/menit SpO2 : 60% BBL : 1400 gram


Kepala : PCH (+) Leher : retraksi suprasternal (+) Thoraks : retraksi intercostal (+) Abdomen: retraksi epigastrium (+) Ektremitas: sianosis (-), akral hangat

DIAGNOSA KERJA
BBLSR Prematur Neonatus Cukup Bulan - Sesuai Masa Kehamilan Respiratory Distress Syndrome

DIAGNOSA BANDING
Transient Tachypnoe of Newborn Meconium Aspiration Syndrome

RENCANA PEMERIKSAAN
Analisa Gas Darah Foto Thoraks Cek Elektrolit

PENATALAKSANAAN

Non-Medikamentosa
1. 2. 3.

Rawat Incubator level III Thermoregulasi 36.5-37.50C Bubble CPAP


Flow PEEP FiO2 : 6L/menit : 5cmH2O : 60%

4.

Kebutuhan cairan
IVFD : D10% 80cc + B-nutrion 20cc > 6tts/mnt Oral : OGT terbuka (puasa)

Medikamentosa

Aminophilin 2 x 3.5 mg/ IV Ceftazidime 2 x 50 mg/ IV

Analisa Kasus

Dasar Penegakan Diagnosa


BBLSR

1.

pasien adalah bayi yang lahir dengan berat badan 1400 gram, yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir. Menurut literature, yang dimaksud dengan Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram tanpa memandang masa gestasi. Dan ditimbang dalam 1 jam setelah lahir.1,2

Premature
pada pasien ini karena, melalui alloanamnesis pada ibu pasien, didapatkan usia gestasi 7 bulan (28minggu), tetapi pada pemeriksaan Ballard, didapatkan usia kehamilan berkisar antara 30 32 minggu. Walaupun demikian, dari kedua parameter tersebut didapatkan bahwa usia kehamilan adalah masih kurang dari 37 minggu. Menurut literature, yang dimaksud dengan bayi premature atau kurang bulan adalah bayi yang lahir dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259hari). 1,4,5

3.

NKB - SMK
Ditegakkan diagnosa Neonatus Kurang Bulan Sesuai Masa Kehamilan (NKB SMK) pada pasien ini karena, BBL adalah 1400gram, dengan PB adalah 41cm dan LK adalah 27 cm. Bila nilai ini dimasukkan ke dalam Lubchenco Chart maka semuanya berada diantara percentile 10 90 , yang menunjukkan bahwa bayi ini sesuai dengan masa kehamilannya. Menurut literature, untuk menentukan apakah bayi sesuai untuk masa kehamilan, maka digunakan Ballard Score dan Lubchenco Chart

4.

Respiratory Distress Syndrome


Pada bayi ini, ditegakkan diagnosa Respiratory Distress Syndrome, karena ditemukan adanya tanda-tanda gangguan pernafasan berupa pernafasan yang cepat yaitu 72x/menit, retraksi suprasternal, intercostae dan subcostae. Dan bayi masi premature.

Interpretasi Bayi Sesak Nafas dengan DOWNE SCORE


Score Laju Nafas Sianosis 0 < 60x/menit Tidak ada 1 60 80x/menit Tidak ada dengan FiO2 40% Retraksi Merintih Udara masuk pada jalan nafas Tidak ada Tidak ada Baik Ringan Sedikit Menurun 2 > 80x/menit Perlu 40% FiO2 Berat Jelas Sangat buruk

Skor < 4 : Distres Pernafasan Ringan Skor 4 - 5 : Distres Pernafasan Moderat Skor > 6 : Distres Pernafasan Berat

PENATALAKSANAAN

Non Medikamentosa
1. 2. 3.

Rawat Incubator level III Thermoregulasi 36.6 - 37.50C Bubble CPAP :


FiO2 Flow PEEP : 60% : 6L/menit : 5cmH2O

4.

Kebutuhan Cairan
IVFD Dex 10% 80cc + B-Nutrion 20cc : 6 tts/menit

Medikamentosa
1.

Aminophilin
Dosis loading (6mg/kg) = 9 mg / IV Dosis maintenance (2.5mg/kg/12jam) = 3.5mg / 12 jam / IV 2 x 50mg / IV

2.

Ceftazidime

Menurut literature, tatalaksana untuk pasien dengan : BBLSR


1.

Mempertahankan suhu tubuh normal Pemberian minum (min 8x/hari)

2.

Premature
Pertahankan suhu : incubator, warmer Monitoring RR, HR, SpO2 Pemasangan pipa lambung karena refleks isap dan menelan masih lemah Pertimbangan pemasangan ventilator, CPAP, nasal kanul bila terjadi gangguan nafas.

3.

Respiratory Distress Syndrome


Jaga jalan nafas Terapi oksigen sesuai dengan kondisi Antibiotik spectrum luas sampai terbukti tidak ada infeksi Analisis gas darah Surfaktan

PROGNOSIS

Ad vitam Ad Sanationam Ad Functionam

: bonam : bonam : dubia ad bonam

Dari literature, tidak ditemukan bagaimana prognosis pada bayi yang sekaligus dengan 3 kondisi diatas, namun untuk masing masing kondisi tersebut diatas memiliki prognosis yang baik

Follow Up Hari - IV

Subjective

Demam(-) Sesak(+) Ikterik(+)

Sianosis(-) Kejang(-)

Minum(+) BAB(+) BAK(+)

Objevtive

Kepala : PCH (-), ikterik(+) Leher : retraksi SS (+) Thorak : retraksi IC (+) Abdomen : retraksi SC (+), ikterik (+) Ext : akral hangat, sianosis --/--, ikterik --/--

Assessment
1. 2. 3. 4. 5.

BBLSR Premature NCK - SMK Respiratory Distress Syndrome Ikterus Neonatorum Therapy lanjutkan Periksa Bilirubin

Plan

Menurut literature, yang dimaksud dengan Ikterus Neonatorum adalah warna kekuningan pada kulit (terutana) dan atau sclera bayi (neonatus) yang disebabkan oleh akumulasi bilirubin dalam darah. Pada orang dewasa, ikterus akan tampak apabila serum bilirubin > 2 mg/dL (> 17 umol/L), sedangkan pada neonatus baru tampak apabila serum bilirubin > 5 mg/dL (>86umol/L).6,7,8 Tatalaksananya adalah pemeriksaan bilirubin serum untuk mengetahui kadar bilirubin serum Prognosis pasien pada umumnya baik, apabila penegakan diagnosa cepat dan segera mendapat terapi.

Follow Up Hari -V

Subjective

Demam(-) Sesak(+) Ikterik(+)

Sianosis(-) Kejang(-)

Minum(+) BAB(+) BAK(+)

Objective

Kepala : PCH (-), ikterik(+) Leher : retraksi SS (+) Thorak : retraksi IC (+) Abdomen : retraksi SC (+), ikterik (+) Ext : akral hangat, sianosis --/--, ikterik --/--

Laboratorium :

Bilirubin Total Bilirubin Direct Bilirubin Indirect

: 10.93mg/dl : 0.37mg/dl : 10.56mg/dl

Assessment
1. 2. 3. 4. 5.

BBLSR Premature NCB - SMK RDS Neonatal hyperbilirubinemia

Plan

Therapy lanjut Fototherapy


Terapi Sinar USIA Bayi Sehat mg/dl Day 1 Day 2 Day 3 Day 4 and > mmol/L Faktor Risiko mg/dl mmol/L 15 220 270 290 Transfusi Tukar Bayi Sehat mg/dl 260 19 30 30 mmol/L 13 330 510 510 Faktor Risiko mg/dl 220 15 20 20 260 340 340 mmol/L

Setiap ikterus yg terlihat 15 18 20 260 310 340 13 16 17

Menurut literature , hiperbilirubinemia adalah istilah yang dipakai untuk ikterus neonatorum setelah ada hasil laboratorium yang menunjukkan peningkatan kadar serum bilirubin. 6,7,8
Terapi : fototerapi7

PROGNOSA

Ad vitam : bonam Ad santionam : bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam


Menurut literature , Neonatal Hyperbilirubinemia umumnya memiliki prognosis yang baik hanya dengan terapi sinar. Tidak diperlukan pengobatan dengan obat obatan tertentu. Komplikasi berbahaya yang ditakuti pada kasus hiperbilirubinemia adalah terjadinya kern ikterik, namun hal ini dapat dicegah dengan penatalaksanaan fototherapy segera.8