Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN FEBRIS

Disusun oleh:

AAN ANDI RAHWANDO 10001

AKADEMI KEPERAWATAN PPNI SURAKARTA


2011/2012

LAPORAN PENDAHULUAN A. Penger i!n Febris typhoid adalah merupakan salah satu penyakit infeksi akut usus halus yang menyerang saluran pencernaan disebabkan oleh kuman salmonella typhi dari terkontaminasinya air / makanan yang biasa menyebabkan enteritis akut disertai gangguan kesadaran (Suriadi dan Yuliani, R., 200 !. "emam typhoid adalah penyakit sistemik akut akibat infeksi salmonella typhi yang ditandai dengan malaise (#or$in, 2000!. B. E iologi %enurut &gastiyah (200'! (enyebab utama dari penyakit ini adalah kumanSalmonella typhosa, Salmonella typhi, ), *, dan #. +uman ini banyak terdapat di kotoran, tin,a manusia, dan makanan atau minuman yang terkena kuman yang di ba$a oleh lalat. Sebenarnya sumber utama dari penyakit ini adalah lingkungan yang kotor dan tidak sehat. -idak seperti .irus yang dapat beterbangan di udara, bakteri ini hidup di sanitasi yang buruk seperti lingkungan kumuh, makanan, dan minuman yang tidak higienis. Salmonella typosa merupakan basil gram negatif yang bergerak dengan bulu getar, tidak berspora, mempunyai sekurang/kurangnya 0 macam antigen, yaitu antigen 1,antigen somatik yang tidak menyebar, terdiri dari 2at komplek lipopolisakarida,antigen 3i (kapsul! yang meliputi tubuh kuman dan melindungi 1 antigen terhadap fagositosis dan antigen 4 (flagella!. +etiga ,enis antigen tersebut dalam tubuh manusia akan menimbulkan pembentukkan tiga macam antibody yang biasa disebut agglutinin ()rif %ans,oer, 2000!. ". P! o#isiologi #or$in (2000! %engemukakan bah$a kuman salmonella typhi masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai ,aringan limfoid pla5ue pleyeri di liteum terminalis yang mengalami hipertropi. "itempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat ter,adi. +uman salmonella typhi kemudian menembus ke dalam lamina profia, masuk aliran limfe dan mencapai kelen,ar limfe mesentrial yang ,uga mengalami hipertropi. Setelah mele$ati kelen,ar/kelen,ar limfe ini, salmonella typhi masuk aliran darah melalui duktus toracicus. +uman/kuman salmonella typhi mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus. Salmonella typhi bersarang di pla5ue pleyeri, limfe, hati dan bagian/bagian lain dari sistem retikulo endotelial. Semula disangka demam dan ge,ala/ge,ala syoksemia pada demam typhoid disebabkan oleh endotoksemia, tetapi kemudian berdasarkan penelitian eksperimental disimpulkan bah$a endotoksemia bukan penyebab utama demam dan ge,ala/ge,ala toksemia pada demam typhoid. 6ndotoksin salmonella typhi salmonella typhi berperan dalam patogenesis demam

typhoid, karena membantu proses ter,adinya inflamasi lokal pada ,aringan tempat salmonella typhi berkembang biak. "emam pada typhoid disebabkan karena salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan pelepasan septi pirogen oleh leukosit pada ,aringan yang meradang. E. M!ni#es !si Klini$ %enurut #or$in (2000!, (roses beker,anya bakteri ini ke dalam tubuh manusia cukup cepat, yaitu 27/82 ,am setelah masuk, meski belum menimbulkan ge,ala, tetapi bakteri telah mencapai organ/ organ hati, kandung empedu, limpa, sumsum tulang, dan gin,al. Rentang $aktu antara masuknya kuman sampai dengan timbulnya ge,ala penyakit, sekitar 8 hari. 9e,alanya sendiri baru muncul setelah 0 sampai :0 hari. (ada masa/masa itulah kuman akan menyebar dan berkembang biak. Soedarto (2008! mengemukakan bah$a manifestasi klinis klasik yang umum ditemui pada penderita demam typhoid biasanya disebut febris remitter atau demam yang bertahap naiknya dan berubah/ubah sesuai dengan keadaan lingkungan dengan perincian ; %inggu pertama, demam lebih dari 70<#, nadi yang lemah bersifat dikrotik, dengan denyut nadi =0/ 00 per menit. %inggu kedua, suhu tetap tinggi, penderita mengalami delirium, lidah tampak kering mengkilat, denyut nadi cepat. -ekanan darah menurun dan limpa dapat diraba. %inggu ketiga, >ika keadaan membaik ; suhu tubuh turun, ge,ala dan keluhan berkurang. >ika keadaan memburuk ; penderita mengalami delirium, stupor, otot/otot bergerak terus, ter,adi inkontinensia al.i dan urine. Selain itu ter,adi meteorisme dan timpani, dan tekanan perut meningkat, disertai nyeri perut. (enderita kemudian kolaps, dan akhirnya meninggal dunia akibat ter,adinya degenerasi mikardial toksik. %inggu keempat, bila keadaan membaik, penderita akan mengalami penyembuhan meskipun pada a$al minggu ini dapat di,umpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis .ena femoralis.

F. Pe%eri$s!!n Penun&!ng %enurut #or$in (2000! (emeriksaan diagnostik untuk pasien dengan kasus febris typhoid antara lain ; (emeriksaan ?eukosit (ada febris typhoid terhadap ileumopenia dan limfobrastis relatif tetap kenyataan leukopenia tidaklah sering di,umpai. (ada kasus febris typhoid ,umlah leukosit pada sediaan darah tepi pada berada dalam batas normal, $alaupun kadang/kadang terikat leukositanis tidak ada komplikasi berguna untuk febris typhoid. (emeriksaan S91- dan S9(Sering kali meningkat tetapi kembali normal setelah sembuhnya febris typhoid, kenaikan S91- dan S9(- tidak memerlukan pembatasan pengobatan. +enaikan "arah 9erakan darah (@! memastikan febris typhoid tetapi biakan (/! tidak menyingkirkan febris typhoid. 4al ini karena hasil biakan darah bergantung pada beberapa faktor, yaitu ; -ekhnik pemeriksaan laboratorium. Saat pemeriksaan selama per,alanan penyakit. ?aksinasi di masa lampau.

(engobatan dengan obat anti mikroba. A,i Bidal Suatu u,i dimana antara antigen dan antibodi yang spesifik terhadap saluran monolle typhi dalam serum pasien dengan febris typhoid ,uga pada orang yang pernah terkena salmonella typhi dan pada orang yang pernah di.aksinasi terhadap febris typhoid dengan tu,uan untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum penderita yang disangka menderita febris typhoid. 4asil pemeriksaan $idal, titer antibodi terhadap antigen 1 yang bernilai C /200 atau peningkatan C 7 kali antara masa akut dan kon.alesens mengarah pada demam typhoid, meskipun dapat ter,adi positif ataupun negatif palsu akibat adanya reaksi silang antara spesies salmonella. "iagnosis mikrobiologis merupakan metode diagnosis yang paling spesifik.+ultur darah dan sum/sum tulang positif pada minggu pertama dan kedua, sedang minggu ketiga dan keempat kultur tin,a dan kultur urin positif (Bong, 2000!.

'. Pen! !l!$s!n!!n (Soedarto, 2008! . Secara Fisik a. %enga$asi kondisi klien dengan ; (engukuran suhu secara berkala setiap 7/: ,am. (erhatikan apakah anak tidur gelisah, sering terke,ut, atau mengigau. (erhatikan pula apakah mata anak cenderung melirik ke atas atau apakah anak mengalami ke,ang/ke,ang. "emam yang disertai ke,ang yang terlalu lama akan berbahaya bagi perkembangan otak, karena oksigen tidak mampu mencapai otak. -erputusnya suplai oksigen ke otak akan berakibat rusaknya sel/sel otak. "alam keadaan demikian, cacat seumur hidup dapat ter,adi berupa rusaknya fungsi intelektual tertentu. b. *ukalah pakaian dan selimut yang berlebihan c. %emperhatikan aliran udara di dalam ruangan d. >alan nafas harus terbuka untuk mencegah terputusnya suplai oksigen ke otak yang akan berakibat rusaknya sel D sel otak. e. *erikan cairan melalui mulut, minum sebanyak Dbanyaknya %inuman yang diberikan dapat berupa air putih, susu (anak diare menyesuaikan!, air buah atau air teh. -u,uannnya adalah agar cairan tubuh yang menguap akibat naiknya suhu tubuh memperoleh gantinya. f. -idur yang cukup agar metabolisme berkurang g. +ompres dengan air biasa pada dahi, ketiak,lipat paha. -u,uannya untuk menurunkan suhu tubuh dipermukaan tubuh anak. -urunnya suhu tubuh dipermukaan tubuh ini dapat ter,adi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. >angan menggunakan air es karena ,ustru akan membuat pembuluh darah menyempit dan panas tidak dapat keluar. %enggunakan alkohol dapat menyebabkan iritasi dan intoksikasi (keracunan!. h. Saat ini yang la2im digunakan adalah dengan kompres hangat suam/suam kuku. +ompres air hangat atau suam/suam kuku maka suhu di luar terasa hangat dan tubuh akan menginterpretasikan bah$a suhu diluar cukup panas. "engan demikian tubuh akan menurunkan kontrol pengatur suhu di otak supaya tidak meningkatkan pengatur suhu tubuh lagi. "i samping itu lingkungan luar yang hangat akan membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar atau mengalami .asodilatasi, ,uga akan membuat pori/pori kulit terbuka sehingga akan mempermudah pengeluaran panas dari tubuh. 2. 1bat/obatan )ntipiretik )ntipiretik beker,a secara sentral menurunkan suhu di pusat pengatur suhu di hipotalamus. )ntipiretik berguna untuk mencegah pembentukan prostaglandin dengan ,alan menghambat en2im cyclooEygenase sehinga set point hipotalamus direndahkan kembali men,adi normal

yang mana diperintah memproduksi panas diatas normal dan mengurangi pengeluaran panas tidak ada lagi. (enderita tifus perlu dira$at dirumah sakit untuk isolasi (agar penyakit ini tidak menular ke orang lain!. (enderita harus istirahat total minimal 8 hari bebas panas. Fstirahat total ini untuk mencegah ter,adinya komplikasi di usus. %akanan yang dikonsumsi adalah makanan lunak dan tidak banyak berserat. Sayuran dengan serat kasar seperti daun singkong harus dihindari, ,adi harus benar/benar di,aga makanannya untuk memberi kesempatan kepada usus men,alani upaya penyembuhan. (engobatan yang diberikan untuk pasien febris typoid adalah antibiotika golongan#hloramphenicol dengan dosis 0/7 E '00 mg/hariG pada anak dosisnya adalah '0/ 00 mg/kg berat badan/hari. >ika hasilnya kurang memuaskan dapat memberikan obat seperti ; -iamfenikol, dosis de$asa 0 E '00 mg/hari, dosis anak; 00/'0 mg/kg berat badan/hari. )mpisilin, dosis de$asa 7 E '00 mg, dosis anak 7 E '00/ 00 mg/kg berat badan/hari. +otrimoksasol ( sulfametoksasol 700 mg @ trimetoprim =0 mg ! diberikan dengan dosis 2 E 2 tablet/hari. "an untuk pencegahan agar tidak ter,angkit penyakit febris typoid perlu memperhatikan beberpa hal sebagai berikut ; 4arus menyediakan air yang memenuhi syarat. %isalnya, diambil dari tempat yang higienis, seperti sumur dan produk minuman yang ter,amin. >angan gunakan air yang sudah tercemar. )pabila menggunakan air yang harus dimasak terlebih dahulu maka dimasaknya harus 000#. %en,aga kebersihan tempat pembuangan sampah. Apayakan tin,a dibuang pada tempatnya dan ,angan pernah membuangnya secara sembarangan sehingga mengundang lalat karena lalat akan memba$a bakteri Salmonella typhi. *ila di rumah banyak lalat, basmilah hingga tuntas. "aya tahan tubuh ,uga harus ditingkatkan ( gi2i yang cukup, tidur cukup dan teratur, olah raga secara teratur 0/7 kali seminggu!. 4indarilah makanan yang tidak bersih. *elilah makanan yang masih panas sehingga men,amin kebersihannya. >angan banyak ,a,an makanan/minuman di luar rumah. H. Ko%(li$!si %enurut #or$in (2000! -akikardi Fnsufisiensi ,antung Fnsufisiensi pulmonal +e,ang demam I. Konse( Asuh!n Ke(er!)! !n %enurut "oenges (2002! a. (engka,ian "ata dasar pengka,ian pasien dengan febris typhoid adalah ; ! )kti.itas atau istirahat 9e,ala yang ditemukan pada kasus febris typhoid antara lain kelemahan, malaise, kelelahan, merasa gelisah dan ansietas, cepat lelah dan insomnia.

2! Sirkulasi -anda takikardi, kemerahan, tekanan darah hipotensi, kulit membrane mukosa kotor, turgor buruk, kering dan lidah pecah/pecah akan ditemukan pada pasien febris typhoid. 0! Fntegritas ego 9e,ala seperti ansietas, emosi, kesal dan faktor stress serta tanda seperti menolak dan depresi ,uga akan ditemukan dalam pengka,ian integrits ego pasien. 7! 6liminasi (engka,ian eiminasi akan menemukan ge,ala tekstur feses yang ber.ariasi dari lunak sampai bau atau berair, perdarahan per rectal dan ri$ayat batu gin,al dengan tanda menurunnya bising usus, tidak ada peristaltik dan ada haemoroid. '! %akanan dan cairan (asien akan mengalami anoreksia, mual, muntah, penurunan berat badan dan tidak toleran terhadap diet. "an tanda yang ditemukan berupa penurunan lemak sub kutan, kelemahan hingga inflamasi rongga mulut. :! 4ygiene (asien akan mengalami ketidakmampuan mempertahankan pera$atan diri dan bau badan. 8! &yeri atau ketidaknyamanan &yeri tekan pada kuadran kiri ba$ah akan dialami pasien dengan titik nyeri yang dapat berpindah. =! +eamanan (asien mengalami anemia hemolitik, .askulotis, arthritis dan peningkatan suhu tubuh dengan kemungkinan muncul lesi kulit. *. Di!gnos! Ke(er!)! !n "oenges (2002! . 4yperthermia berhubungan dengan proses infeksi. 2. Resiko kurang .olume cairan berhubungan dengan intake yang kurang. 0. 9angguan nutrisi kurang dari kebutuan tubuh berhubungan dengan nafsu makan yang menurun. 7. +urang pengetahuan tentang kondisi penyakit, kebutuhan pengobatan dan prognosis berhubungan dengan kurang informasi atau informasi yang tidak adekuat. K. In er+ensi Ke(er!)! !n "oenges (2002! "iagnosa +epera$atan ; 4ypertermi berhubungan dengan proses infeksi -u,uan ; Setelah dilakukan tindakan kepera$atan menu,ukan temperatur dalan batas normal +riteria hasil ; . *ebas dari kedinginan 2. Suhu tubuh stabil 0:/08 # Fnter.ensi ; ! %onitor suhu tubuh minimal tiap 2 ,am. Rasional; %engetahui perubahan suhu, suhu 0=,H/7 , # menun,ukkan proses inflamasi. 2! >elaskan upaya untuk mengatasi hipertermi dan bantu klien/ keluarga dalam melaksanakan upaya tersebut, seperti; dengan memberikan kompres dingin pada daerah frontal, lipat paha dan aksila, selimuti pasien untuk mencegah hilangnya kehangatan tubuh, tingkatkan intake

cairan dengan perbanyak minum. Rasional; %embantu mengurangi demam. 0! 1bser.asi tanda/tanda .ital (-ekanan darah, Suhu, &adi dan Respirasi! setiap 2/0 ,am. Rasional; -anda/tanda .ital dapat memberikan gambaran keadaan umum klien. 7! %onitor penurunan tingkat kesadaran. Rasional; %enentukan inter.ensi selan,utnya untuk mencegah komplikasi lebih lan,ut. '! )n,urkan keluarga untuk membatasi akti.itas klien. Rasional; Antuk mempercepat proses penyembuhan. :! +olaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian obat antipiretik dan antibiotik. Rasional; 1bat antiperitik untuk menurunkan panas dan antibiotik mengobati infeksi basil salmonella typhi. "iagnosa kepera$atan 2 ; +ekurangan .olume cairan berhubungan dengan intake yang kurang dan deperosis -u,uan ; Setelah dilakukan tindakan pera$atan .olume cairan adekuat +riteria hasil ; . tanda .ital dalam batas normal 2. nadi perifer teraba kuat 0. haluran urine adekuat 7. tidak ada tanda/tanda dehidrasi Fnter.ensi ; ! %onitor status hidrasi (kelembaban membran mukosa, turgor kulit, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik! ,ika diperlukan. Rasional; (erubahan status hidrasi, membran mukosa, turgor kulit menggambarkan berat ringannya kekurangan cairan. 2! %onitor tanda/tanda .ital Rasional; (erubahan tanda .ital dapat menggambarkan keadaan umum klien. 0! %onitor masukan makanan/ cairan dan hitung intake kalori harian. Rasional; %emberikan pedoman untuk menggantikan cairan. 7! "orong keluarga untuk membantu pasien makan. Rasional; +eluarga sebagai pendorong pemenuhan kebutuhan cairan klien. '! +olaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian cairan F3. Rasional; (emberian cairan F3 untuk memenuhi kebutuhan cairan. "iagnosa +epera$atan 0; +etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake kurang akibat mual, muntah, anoreksia, atau output yang berlebihan akibat diare. Fnter.ensi; ! %onitor ,umlah nutrisi dan kandungan kalori. Rasional; %engetahui penyebab pemasukan yang kurang sehingga dapat menentukan inter.ensi yang sesuai dan efektif.

2! %onitor adanya penurunan berat badan. Rasional; +ebersihan nutrisi dapat diketahui melalui peningkatan berat badan '00 gr/minggu. 0! %onitor lingkungan selama makan. Rasional; ?ingkungan yang nyaman dapat menurunkan stress dan lebih kondusif untuk makan. 7! %onitor mual dan muntah. Rasional; %ual dan muntah mempengaruhi pemenuhan nutrisi. '! ?ibatkan keluarga dalam kebutuhan nutrisi klien. Rasional; %eningkatkan peran serta keluarga dalam pemenuhan nutrisi untuk mempercepat proses penyembuhan. :! )n,urkan pasien untuk meningkatkan protein dan .itamin #. Rasional; (rotein dan .itamin # dapat memenuhi kebutuhan nutrisi. 8! *erikan makanan yang terpilih. Rasional; Antuk membantu proses dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. =! +olaborasi dengan ahli gi2i untuk menentukan ,umlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien. Rasional; %embantu dalam proses penyembuhan. "iagnosa +epera$atan 7; +urang pengetahuan tentang kondisi penyakit, kebutuhan pengobatan dan prognosis berhubungan dengan kurang informasi atau informasi yang tidak adekuat. Fnter.ensi; ! +a,i se,auh mana tingkat pengetahuan keluarga klien tentang penyakit anaknya. Rasional; %engetahui pengetahuan ibu tentang penyakit demam typoid. 2! *eri pendidikan kesehatan tentang penyakit dan pera$atan klien. Rasional; )gar ibu klien mengetahui tentang penyakit demam typoid, penyebab, tanda dan ge,ala, serta pera$atan dan pengobatan penyakit demam typoid. 0! *eri kesempatan keluarga untuk bertanya bila ada yang belum dimengerti. Rasional; Supaya keluarga lebih memahami tentang penyakit tersebut.

DAFTAR PUSTAKA #or$in, 2000, 4and *ook 1f (athofisiologi, 69#, >akarta. "oenges, %.6. 9eisler, ).#. %oorhouse, %.F., 2000, Rencana +epera$atan (edoman untuk (erencanaan dan (endokumentasian +epera$atan, (ter,emahan!, 6disi 3FFF, 69#, >akarta.4idayat, ). )., 200', (engantar Flmu +epera$atan )nak, Salemba %edika, >akarta. &anda, 200', (anduan "iagnosa +epera$atan &)&") ; "efinisi dan +lasifikasi, (rima %edika, >akarta. &gastiyah, 200', (era$atan )nak Sakit, 69#, >akarta. Robert, 2008, (enyakit D (enyakit -ropis, )rtikel diakses dari $$$.$hoIpeditric.com Soedarto, 2008, Sinopsis +edokteran -ropis, )irlangga Ani.ersitas (ress, Surabaya. Suriadi dan Yuliani, R., 200 , )suhan +epera$atan (ada )nak, #3. Sagung Seto, >akarta.