Anda di halaman 1dari 1

SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA DAUN MUDA DAN TUA EMPAT JENIS TANAMAN PAKAN ALAMI ULAT ATAKAS

(Attacus atlas L. ) Tri Rini Nuringtyas1*, Hari Purwanto1, Atik Rochayati INTISARI
Nuringtyas, T.R., H. Purwanto, dan A. Rochayati. 2007. Senyawa metabolit sekunder pada daun muda dan tua empat jenis tanaman pakan alami ulat atakas ( Attacus atlas L.). Berkala Ilmiah Biologi (6) 1:63-70. Ulat atakas (Attacus atlas L.) merupakan salah satu jenis ulat sutera liar yang berpotensi tinggi sebagai penghasil sutera dan memiliki arti ekonomi yang penting. Tanaman pakan untuk ulat atakas tercatat paling banyak jenisnya dan preferensi ulat sutera terhadap tanaman pakannya tergantung pada berbagai faktor, antara lain stimulus kimia. Kandungan metabolit sekunder dari tanaman pakan diduga sebagai salah satu penyebab dipilihnya suatu tanaman pakan oleh serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dalam empat jenis tanaman pakan ulat atakas, yaitu Keben (Barringtonia asiatica Kurtz), sirsak (Annona muricata L.), dadap (Erythrina lithosperma Miq.), dan gempol (Nauclea orientalis L.). Empat jenis daun pakan yang diketahui sering dipilih oleh ulat atakas diperoleh dari Laboratorium Lapang Sawit Sari, Fakultas Biologi, UGM. Untuk tanaman keben, digunakan dua macam tanaman yaitu keben merah dan keben putih. Ekstraksi senyawa dilakukan dengan maserasi dengan kloroform dan metanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian dielusi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Fase diam yang digunakan adalah silika gel GF254 dan fase gerak kloroform: metanol (9:1). Deteksi golongan senyawa dilakukan dengan melihat perubahan warna noda yang terbentuk setelah disemprot dengan pereaksi warna dan harga Rf dari masing-masing noda tersebut. Hasil pemisahan dengan KLT menunjukkan bahwa daun gempol mengandung senyawa metabolit sekunder paling beragam dibanding ketiga daun lainnya. Alkaloid tidak terdeteksi pada keempat jenis daun pakan. Fenol dan flavonoid terdeteksi hanya pada daun gempol dan dadap. Terpenoid terdeteksi pada semua daun uji. Pada ke empat daun pakan tersebut dideteksi terpenoid dengan Rf yang hampir sama ( 0,8), sehingga diduga sebagai atraktan bagi ulat atakas dalam pemilihan pakan. Selain itu terdapat kecenderungan dari ulat atakas untuk memilih tanaman pakan dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang lebih sedikit. Kata kunci: metabolit sekunder, Attacus atlas, pakan alami, kromatografi lapis tipis.

ABSTRACT
Nuringtyas, T.R., H. Purwanto, dan A. Rochayati. 2007. Secondary metabolites of young and old leaves of four kinds natural plant fodders of Attacus atlas L. Berkala Ilmiah Biologi (6) 1:63-70. Atakas moth (Attacus atlas L.) is one of wildslik moth having high potency in silk production and high economic values. It has been known that natural plant fodders of Atakas moth highly vary and preference of wildsilk moth to its natural plant fodders depends on several factors, including chemical signal. Secondary metabolites content of certain plant are suggested to be one of the reasons why certain plant preferred by insect. This research aimed to determine the group of secondary metabolites content in four kinds of natural plant fodders of A. atlas L., called Keben (Barringtonia asiatica Kurtz), Sour soup (Annona muricata L.), Dadap (Erythrina lithosperma Miq.), dan Gempol (Nauclea orientalis L.). Leaves of four kinds of natural plant fodders, usually chosen by A. atlas were obtained from Sawit Sari Field Laboratory of Faculty of Biology, GMU. Specific for Keben plants, two kinds of clones were used, called red and white Keben. The secondary metabolites content in methanol and chloroform extracts of the samples were determined using Thin Layer Chromatography (TLC) (stationary phase: silica gel GF254, mobile phase: chloroform: methanol=9:1). Determination of spots was done by observing the color changed after tretead with specifics reagents for secondary metabolites and by calculating the Racing factors (Rfs) values of spots.The TLC showed that gempol leaves contained more various group of secondary metabolites compared to other leave samples. Alkaloid was not detected in all samples. Phenol and flavoonoid were detected only in dadap, and gempol leaves. Terpenoid was detected in all samples. It was noted that there was general Rf spot of terpenoid group (Rf0,8) was possessed by all samples. Therefore this compound was suggested as attractant for feeding preference of A. atlas. A. atlas also tended to choose natural plant fodder which content less secondary metabolites. Keywords: secondary metabolites, Attacus atlas, natural plant fodders, thin layer chromatography

Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Teknika Selatan Sekip Utara Yogyakarta, Telp: 0274-545187 * Contact person: email trn@ugm.ac.id