Anda di halaman 1dari 19

TUGAS GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN

DISUSUN OLEH :

YANSYAH OKTRIONO PUTRA 12.2010.1.00125

Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral dan Kelautan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. 2013

BAB I MEKANIKA BATUAN DAN BATUAN

1.1. Definisi Mekanika Batuan

A. Menurut Talobre Mekanika Batuan adalah sebuah teknik dan juga sains yang tujuaanya adalah mempelajari perilaku ( behaviour ) batuan di tempat asalnya untuk dapat mengendalikan pekerjaan pekerjaan yang di buat pada batuan tersebut ( seperti penggalian bawah tanah dan lainnya. Sehingga mekanika batuan tidak sama dengan ilmu geologi yang didefinisikan oleh talobre sebagai sains deskriptif yang mengidentifikasi batuan dan mempelajari sejarah batuan.

B. Menurut Coates Mekanika adalah ilmu yang mempelajari efek dari gaya atau tekanan pada sebuah benda misal : percepatan, kecepatan dan perpindahan. Mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari efek dari pada gaya terhadap batuan

C. Menurut para Insinyur Mekanika batuan adalah suatu analisis dari pada beban atau gaya yang dikenakan pada batuan. Analisis dari dampak dalam yang dinyatakan dalam tegangan ( stress ), regangan (strain) atau energi yang di simpan. Analisis akibat dari dampak dalam tersebut, yaitu rekahan ( fracture ), aliran atau deformasi dari batuan.

D. Menurut US National Committen On Rock Mechanics (1984) Mekanika Batuan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku ( behaviour ) batuan baik secara teoritis maupun terapan, merupakan cabang dari ilmu mekanika yang berkenaan dengan sikap batuan terhadap medan medan gaya pada lingkungannya.
GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN | 1

E. Menurut Budavari Mekanika Batuan adalah ilmu yang mempelajari mekanika perpindahan padatan untuk menentukan distribusi gaya gaya dalam dan deformasi akibat gaya luar pada suatu benda padat.

F. Menurut Hudson dan Harrison Mekanika Batuan adalah ilmu yang mempelajari reaksi batuan yang apabila padanya dikenai suatu gangguan. Dalam hal ini material alam, ilmu ini berlaku untuk masalah deformasi suatu struktur geologi, seperti : lipatan, patahan dan rekahan berkembang begitu tegangan terjadi pada batuan selama proses geologi.

G. Secara Umum Mekanika Batuan adalah ilmu yang mempelajari sifat dan perilaku batuan bila terhadapnya dikenakan gaya atau tekanan.

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

1.2. Definisi Batuan

Berdasarkan definisi tentang batuan dalam geologi teknik terbagi menjadi dua definisi anggapan, yang terbagi atas menurut pandangan disiplin ilmu Sipil dan Geologi. Hal tersebut di karenakan karena bidang geologi teknik merupakan kombinasi rekayasa atas perpaduan antara disiplin ilmu teknik sipil dan teknik geologi.

1.2.1. Definisi Batuan Menurut Tijauan Geologi Batuan adalah agregat padat dari mineral, atau kumpulan yang terbentuk secara alami yang tersusun oleh butiran mineral, gelas, material organik yang terubah, dan kombinasi semua komponen tersebut. Secara umum, batuan terbagi menjadi tiga, yaitu : 1. Batuan beku (igneous rock)

Merupakan batuan yang terbentuk atas proses pendinginan magma secara langsung, batuan beku ini memiliki susunan komposisi massa kristal mineral yang saling berhubungan dengan proses terbentuknya batuan. 2. Batuan Sediment (sediment rock)

Merupakan batuan hasil litifikasi bahan rombakan batuan hasil sedimentasi yang mengalami proses sedimentasi dan pembatuan (Klastik non klastik). Batuan ini juga terbentuk oleh proses kimia (sedimentasi kimiawi) yang kemudian menjadi batuan sedimen. 3. Batuan Metamorf (metamorphic rock)

Merupakan batuan yang berasal dari genesa suatu batuan asal yang mengalami perubahan tekstur dan komposisi mineral pada fase padat sebagai akibat perubahan kondisi fisika (tekanan, temperatur, tekanan dan temperatur).

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

Gambar 1.1. Siklus batuan

Siklus batuan dimulai dari magma yang mengalami pendinginan dan menjadi Batuan Beku, setelah itu Batuan Beku mengalami pelapukan dan berubah menjadi material-material sedimen, material sedimen tersebut mengalami lithifikasi menjadi Batuan Sedimen, sementara itu jika Batuan Beku dan Batuan sedimen jika mendapatkan tekanan dan suhu yang tinggi akan berubah menjadi Batuan Metamorf. Batuan Metamorf dan Batuan sedimen akan berubah menjadi material sedimen jika mengalami pelapukan, dan khusus untuk batuan metamorf akan kembali menjadi magma, jika mengalami peleburan.

1.2.2. Definisi Batuan Menurut Tijauan Teknik Sipil a. Istilah batuan hanya untuk formasi yang keras dan padat dari kulit bumi. b. Batuan adalah suatu bahan yang keras dan koheren atau yang telah terkonsolidasi dan tidak dapat digali dengan cara biasa.

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

1.3. Sifat Batuan Sifat batuan yang sebenarnya di alam adalah :

1.3.1. Heterogen a. Jenis mineral pembentuk batuan yang berbeda. b. Ukuran dan bentuk partikel/butir berbeda di dalam batuan. c. Ukuran, bentuk, dan penyebaran void berbeda di dalam batuan.

1.3.2. Diskontinu Massa batuan di alam tidak kontinu (diskontinu) karena adanya bidang- bidang lemah (crack, joint, fault, fissure) di mana kekerapan, perluasan dan orientasi dari bidang bidang lemah tersebut tidak kontinu.

1.3.3. Anisotrop Karena sifat batuan yang heterogen, diskontinu, anisotrop maka untuk dapat menghitung secara matematis misalnya sebuah lubang bukaan yang disekitarnya terdiri dari batuan D1, D2, D3, diasumsikan batuan ekivalen D' sebagai pengganti batuan D1, D2, D3 yang mempunyai sifat homogen, kontinu dan isotrop.

1.4. Ciri Mekanika Batuan A. Dalam ukuran besar, solid dan massa batuan yang kuat/keras, maka batuan dapat dianggap kontinu. B. Bagaimanapun juga karena keadaan alamiah dan lingkungan geologi, maka batuan tidak kontinu (diskontinu) karena adanya kekar, fissure, schistosity, crack, cavities dan diskontinuitas lainnya. Untuk kondisi tertentu, dapat dikatakan bahwa mekanika batuan adalah mekanika diskontinu atau mekanika dari struktur batuan. C. Secara mekanika, batuan adalah sistem "multiple body".

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

D. Analisis mekanika tanah dilakukan pada bidang, sedang analisis mekanika batuan dilakukan pada bidang dan ruang. E. Mekanika batuan dikembangkan secara terpisah dari mekanika tanah, F. Mekanika batuan banyak menggunakan metoda: Teori Elastisitas, Teori Plastisitas, Analisa batuan, sistem struktur batuan secara eksperimen.

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

BAB II ANALISA TEGASAN (STRESS)

2.1. Tegasan (Stress) Pada Batuan Konsep dasar tegasan adalah Gaya dan Vektor. Hukum Newton II : F = Ma Satuan dari gaya : Kg m/s =Newton (N) Dyne = gram cm/s
2 2

N =..dynes a. Gaya : besaran vektor yang memiliki arah dan besaran b. Dua atah gaya yang bekerja yang menghasilkan arah gaya utamanya.

Gambar 1.2. Gaya besaran vektor

Macam-macam gaya : (A) Balance (B) Torque (C) Static Equilibrium (D) Dynamic Equilibrium

Gambar 1.3. Macam macam gaya

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

Stress adalah Gaya yang bekerja persatuan luas. = F/A A = area, F=Newton (N), Stress units = Psi, Pascal (Pa) [ bar (10 Pa)] Stress pada Dua Dimensi
5

Gambar 1.4. Tipe jenis stress (normal stress, shear stress, dan stress)

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

2.2. Stress Ellipsoid

a) Triaxial stress b) Principal planes of the ellipsoid

Gambar 1.5. Bentuk stress elipsoid.

Principal Stress: 1 > 3 x, z = Surface Stress

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

Principal Stress: s1 > s2 > s3 Stress Tensor Notation

11
=
21

12 13
22 23

31

32

33

12 = 21, 13 = 31, 23 = 32

Gambar 1.6. Bentuk konvensi dari stress tensor.

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

10

2.3. Dasar Persamaan Stress Prinsip Stress: 1 > 2 > 3

Semua sumbu stress yang saling tegak lurus Shear stress are zero in the direction of principal stress

1 +3 1 3 N = + cos 2 2 2 1 3 N = 2 sin 2
Gambar 1.7. Sumbu prinsip stress.

2.4. Hubungan di Balik Stress dan Strain Menggunakan evaluasi deformasi batuan Reologi batuan Menggunakan Apartur Deformasi Triaxial Mengukur Tingkat Regangan Kekuatan Duklinitas

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

11

BAB III ANALISA REGANGAN (STRAIN)

3.1. Regangan (Strain) Pada Batuan Kondisi Awal : Perubahan bentuk akibat stress

= Strain = Regangan Arah Axial : a = a /a Arah Lateral : l = l / l

Gambar 1.8. Arah regangan (strain).

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

12

V Awal = p x l x t = plt V Akhir = (p + p) x (l + l) x (t + t) Uji Kuat Tekan = p (1 + a) x l (1+ l) x t (1+ l) = p (1 + a) x lt (1+ l) = plt (1 + a)(1+ l) V = plt (1 + a)(1+ l) - plt = plt {(1 + a)(1+ l) - 1} = plt {(1 + a)(1+ 2l + l )-1} lt {2l + l + + 2 l + l )} = plt a 2a a = plt (a + 2l )

Contoh :
Harga Regangan untuk batuan V Jatibarang pada tegangan 150 Mpa adalah (dalam E5) :

a =
15 l = 0.86

v = a + 2l + l + 2a l + a l
= 15 + 1 72 + 0 0000074 + 0 00026 + 0
0000000011 = 1.72 0.0000074 0.00026 0.0000000011

Regangan Volumetrik :
V V= a+2 l

= 16.72 + 0.0002674011 = 16.7202674011

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

13

Tidak mengalami Deformasi

Mengalani Deformasi

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

14

ANALISA KINEMATIK
a A. Rigid Body Translation f c e e d a b d c b f B. Rigid Body Rotation

C. Original Object

c E. Nonrigid Deformation by Distortion a b

e a f b c f

e d D. Nonrigid Deformation by Dilation

d
(Davis and Reynolds, 1996)

TYPE RENGGANGAN
I

A. Homogeneous strain

B. Inhomogeneous strain

DASAR DARI RUMUS RENGGANGAN

lf = 8 cm

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

15

Extension (e) = (lf lo)/lo Lengthening e>0 and shortening e<0 Stretch (S) = lf/lo = 1 + e

= tan
Shear Strain ()
Undeformed State Deformed State
R = en

R=1

Strain

r = Sn

A. Extension and stretch Undeformed State


T
t

Deformed State
es = 1/2 tan

Strain

B. Shear strain

Quadratic elongation () = S2 = 1/ = 1/S2

Gambar 1.9. Elip pada regangan (strain ellipsoid).

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

16

Gambar 1.10. Stress dan strain.

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

17

DAFTAR PUSTAKA Talobre D.F., 1967.La Mcanique des Roches, Deuxieme Edition, Dunod, Paris Coates, D.F.,Principes de la mcanique des roches, Monographic 874(revision 1970), Direction des Mines, Ministre de LEnergie desMines et des resources, Ottawa, Canada. Hudson, J.A. dan J.P. 1990. Harrison, Rock Mechanics, Principles andApplications, Draft 3.0, Imperial College, London. Jumikis, A.R., 1983. Rock Mechanics, Second Edition, Trans Tech. Publications,Clausthal-Zellerfeld, Federal Republic of German. South African Institute of Mining and Metallurgy, 1976.Vacation School, The Useof Rock Mechanics Principles in Practical Underground MineDesign, University of Witwatersrand, Johanesburg.

Denny, Maulani Septian.2008. STT MIGAS Balikpapan. Nugraha Setya. Geografi lingkungan. Dasar-Dasar Geologi. https://geoenviron.blogspot.com (diakses pada 6 September 2013). Online.

GEOLOGI TEKNIK MEKANIKA BATUAN |

18