Anda di halaman 1dari 5

Apa struktur yang terganggu sehingga menyebabkan batuk berdarah

Terjadinya batuk darah ini dikarenakan ekskavasi dan ulserasi pembuluh darah pada dinding kavitas. Kavitas yang berdinding tebal dinamakan kaverne. Keradangan arteri yang terdapat didinding kaverne akan menimbulkan anuerisma yang disebut aneurisma dari Rasmussen, pada arteri yang berasal dari cabang arteria pulmonalis. Bila aneurisma ini pecah maka akan menimbulkan batuk darah. Batuk darah yang massif terjadi bila ada robekan dari aneurisma Rasmussen pada dinding kavitas atau ada perdarahan yang berasal dari bronkiektasis atau ulserasi trakeo-bronkial. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian karena penyumbatan saluran pernafaan oleh bekuan darah.

Bagaimana cara penegakkan diagnosis

Penegakkan diagnosis pasien dengan : 1. Anamnesis Identitas pasien Nama, usia (balita atau orang tua), pekerjaan, tempat tinggal dan lingkungan (sosio-ekonomi rendah) Keluhan utama Batuk darah massive. Keluhan tambahan Sesak napas, demam ringan, penurunan berat badan dan nafsu makan menurun. Riwayat penyakit lain HIV. 2. Pemeriksaan fisik Inspeksi : Sakit berat, pucat, pembesaran limfa nodul di leher kanan.

Auskultasi : Ronki basah, vesikular meningkat

3. Pemeriksaan laboratorium Untuk tuberculosis paru pada orang dewasa, maka perlu dilakukan : Pemeriksaan dahak mikroskopis (cara diagnosis utama),dilakukan 3 kali BTA (-) Pemeriksaan darah rutin

Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan proses kronis dan disertai LED yang tinggi (salah satu tanda infeksi). 4. Pemeriksaan penunjang Foto toraks Infiltrat dengan lokasi dilapangan atas paru (apeks) kanan.

Apa etiologi dan faktor risiko

Tuberculosis : Etiologi: Mycobacterium tuberculosis

Faktor resiko Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya TB dibagi menjadi faktor risiko infeksi dan faktor risiko menjadi penyakit. Risiko infeksi TB Faktor risiko terjadinya infeksi TB yang utama adalah : anak yang memiliki kontak dengan orang dewasa dengan TB aktif. Berarti, bayi dari seorang ibu dengan BTA sputum positif memiliki risiko tinggi terinfeksi TB. Semakin dekat bayi tersebut dengan ibunya, makin besar pula kemungkinan bayi tersebut terpajan droplet nuclei yang infeksius. Risiko timbulnya transmisi kuman dari orang dewasa ke anak-anak akan lebih tinggi lagi jika orang dewasa tersebut selain mempunyai BTA sputum positif juga terdapat infiltrat yang luas pada lobus atas atau kavitas, produksi sputum banyak dan encer, batuk produktif dan kuat, serta terdapat faktor lingkungan yang kurang sehat, terutama sirkulasi udara yang tidak baik. Faktor risiko lainnya antara lain : daerah endemis, penggunaan obat-obatan intravena, kemiskinan serta lingkungan yang tidak sehat ( tempat penampungan atau panti perawatan ). Pasien TB anak jarang menularkan kuman pada anak lain atau orang dewasa disekitarnya. Hal ini disebabkan karena kuman TB sangat jarang ditemukan dalam sekret endobronkial dan jarang terdapat batuk. Risiko penyakit TB Orang yang telah terinfeksi kuman TB, tidak selalu akan menderita penyakit TB. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan progresi infeksi TB menjadi sakit TB antara lain : Usia. Anak usia < 5 tahun mempunyai risiko lebih besar mengalami progresi infeksi menjadi sakit Tb, mungkin karena imunitas selulernya belum berkembang sempurna ( imatur ). Namun, risiko sakit TB akan berkurang secara bertahap seiring

pertambahan usia. Pada bayi usia < 1 tahun yang terinfeksi TB, 43%-nya akan menjadi sakit TB, sedangkan pada anak usia 1-5 tahun, yang menjadi sakit hanya 24%. Pada usia remaja 15% dan pada dewasa 5-10%. Anak < 5 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami TB diseminata ( seperti TB milier dan TB meningitis ), dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Risiko tertinggi terjadinya progresivitas TB adalah pada dua tahun pertama setelah infeksi. Pada bayi, rentang waktu antara terjdinya infeksi dan timbulnya sakit TB sangat singkat dan biasanya timbul gejala yang akut. Faktor risiko yang lain adalah konversi tes tuberculin dalam 1-2 tahun terakhir, malnutrisi, keadaan imunokompromais ( misal infeksi HIV, keganasan, tranplantasi organ, pengobatan iminosupresi ), diabetes mellitus, gagal ginjal kronik dan silicosis. Pada infeksi HIV, terjadi kerusakan imun sehingga kuman TB yang dorman mengalami aktivasi. Pandemi infeksi HIV dan AIDS menyebabkan peningkatan pelaporan TB secara bermakna dibeberapa Negara. Status sosio ekonomi yang rendah, penghasilan yang kurang, kepadatan hunian, pengangguran, pendidikan yang rendah dan kurangnya dana untuk pelayanan masyarakat juga mempengaruhi timbulnya penyakit TB di negar berkembang. Di Negara maju, migrasi penduduk termasuk faktor risiko. HIV Etiologi: infeksi oleh HIV-1 atau HIV-2. HIV merupakan suatu virus RNA sferis yang termasuk retrovirus dari famili Lentivirus. HIV 1 maupun HIV 2 mempunyai struktur yang hampir sama, HIV-1 mempunyai gen vpu tetapi tidak mempunyai vpx, sedangkan sebaliknya HIV-2 mempunyai vpx tetapi tidak mempunyai vpu.Perbedaan struktur ini mempunyai peranan dalam menentukan patogenitas dan perbedaan perjalanan penyakit di antara kedua HIV tersebut. Factor resiko: Berhubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau yang status HIV Anda tidak tahu. Memiliki banyak pasangan seksual. Berhubungan seks dengan pekerja seks Pengguna narkoba secara intravena

Menggunakan jarum atau jarum suntik secara bersama-sama dengan seseorang yang terinfeksi HIV Menggunakan jarum yang tidak steril untuk piercing atau tato

Apa hubungan memiliki tato pada kasus