Anda di halaman 1dari 5

1. Conduit Pipa berbahan metal ataupun tidak, fleksibel/ tetap dan membentang di area kerja ke wiringcloset.

Salah satu keuntungannya ialah untuk menjaga kabel agar terhindar dari gangguan binatang maupun bencana. Maksimal isi didalamnya ialah 60% dari diameter conduitnya. Menganut system ANSI/EIA/TIA 569 A dimana semua kabe l harus menggunakan conduit mau itu untuk telekomunikasi maupun untuk kelistrikan.

Sumber : http://corvallisdowntownliving.com/FutureProof%20Conduit%20System_files/6%20conduit.png 2. Raceway Biasa dipasang di luar tembok, biasnya raceways dibuat perkomponen. Dalam menggunakan race ways kita perlu memperhatikan pembelokan agar cocok dengan media kabel yang digunakan. Dalam fiber optic belokan dapat menyebabkan retak atay cacat lainnya maka dari itu berhati-hatilah dalam menggunakan race ways.

Sumber : http://www.cabletiesandmore.com/images/hingedraceways/wc500/wc500-2.jpg 3. Wall Plate dan Wall Jack Disediakan sebagai ujung (endpoints) untuk kabel horizontal dengan begitu dapat me mbantu mengatur kabel, melindungi pengkabelan dari user. Wallplate bisa memiliki keluaran untuk UTP, Fiber Optic, Coaxial ataupun audio visual. Biasanya Wall Jack memiliki keluaran untuk UTP, Audio dan Visual

(a) Sumber :

(b)

(a) http://www.xsvtoys.net/images/wallplate_typical6-port.jpg (b) http://mysite.verizon.net/vze1r4d4/Network/Net15-WallJack.jpg 4. Alternatif dari conduit, dipakai untuk menagatur rute kabel. Biasanya seperti ra k kabel yang digunakan untuk sandaran kabel, kabel hanya dibaringkan di Cable Tray agar mudah dalam proses troubleshot. Standar yang digunakan ialah ANSI/EIA/TIA 569 A

Sumber : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/1d/OrganizedElectricalWiring.jpg 5. Tempat dimana jaringan dimulai. Wiring closet ialah pusat dari pengkabelan sesuai standar ANSI/EIA/TIA 569 B .Nama lainnya ialah : MDF (Main Distributin Fram e) / MCC (Main Cross Connect).

Sumber : http://dephillipsmedia.files.wordpress.com/2012/04/closets-013.jpg