Anda di halaman 1dari 3

MOMIJI1

Hari masih pagi, stasiun masih sepi Angin tak semilir, lengkung pertama mentari Seakan tiada yang bergerak Waktu pun enggan beranjak Bahkan tidak untuk kereta cepat pertama Atau untuk seorang sahabat lama Tidak juga untuk penumpang itu Yang terlihat seperti aku.

Stasiun yang sama, Gerak udara yang hampir serupa, Langit yang sama malu-malu terang, Tentu tak beda dengan gurat sang mega bintang. Di bangku utara peron pertama, Penumpang itu menunggu Dan ia terlihat seperti aku.

Apa masih ada jalan yang kita susuri bersama? Sejak embun menguap pelan, hingga senja turun meremang

Pernah ada tatapan saling menghangatkan Genggaman tangan dibalik jas yang selalu kebesaran Selayaknya percakapan sunyi yang terlontar Atau kata yang segera beku sebelum sempat ditukar

Istilah dalam Bahasa Jepang yang merujuk pada perubahan warna daun saat musim gugur

Ini dari dirimu, Bahwa musim ini adalah hari-hari turunnya warna milik kelinci bulan. Merah, kuning, hijau, coklat, hitam Bahwa hanya di musim ini ia berhak mewarnai bumi.

Hijau masih panjang, coklat mengintip enggan sendiri. Masih ada banyak waktu untuk bersama menari Dalam janji yang tereja bersama Yoshakoi2

Hijau menjadi kuning, coklat selalu sendiri Waktunya untuk berbagi lagi bento siang ini Bersumpit hanya sepasang pelangi

Kuning ingin bersama merah, hijau mengalah, Dalam gerbong tak pernah sunyi, Penuh harap akan langit biru memayungi segitiga Fuji

Saatnya tiba, segalanya hanya warna ceria. Kau suka dihujani cahaya metropolis Seperti aku pengagum daun beraroma naturalis

Semua itu yang kudengar darimu.

Tahun ini musim tak lagi sama, Gerbong ini pun hanya menyisakan tempat bergayut. Malam ini aku hanya penumpang, sendiri dengan sepotong taiyaki3 di tangan kiri

2 3

Salah satu tarian tradisional di Jepang Kue khas Jepang berbentuk ikan dengan isian, biasanya pasta kacang merah

Ada seorang penumpang yang terlihat sendu, Rindu, atau mengenangkan sesuatu. Mungkin ia memerlukan bantuanku. Aku menghampiri, namun urung Ia tak asing Ia adalah penumpang kepagian hari ini Ia semakin tak asing lagi Kulihat ia memegang kue berbentuk ikan di tangan kiri.

Januari, Februari, hari yang tak pernah kita kenali Maret, April, tak pernah ada rasa yang mengalir Mei, Juni, Juli...mungkinkah seharusnya kita akhiri?

Hingga kelinci bulan pulang ke bumi, Bukankah kita hanya hidup saat momiji?