Anda di halaman 1dari 3

PARTISIPASI PRIA DALAM DALAM KELUARGA BERENCANA DI KELURAHAN SUKAMANAH KECAMATAN CIPEDES KOTA TASIKMALAYA Andrianty Istiqomah1) Siti

Novianti dan Nurlina2

Sumber : jornalunsil.ac.id

1. Pendahuluan A. Latar Bela an! Program keluarga berencana merupakan salah satu program pembangunan nasional yang sangat penting dalam rangka mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera. Peran program ! sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi seseorang" baik itu untuk kesehatan reproduksi wanita maupun kesehatan reproduksi pria. Program ! juga berperan bagi kesehatan reproduksi suami antara lain untuk mencegah terkena Penyakit #enular Seksual $P#S) seperti: Sifilis, Gonorhea, dan penyakit kelamin lain yang diakibatkan oleh tidak menggunakan alat kontrasepsi $kondom) ketika melakukan hubungan seksual dengan istrinya yang terkena P#S. !erdasarkan Peraturan Presiden %o. & tahun '(() tentang *encana pembangunan +angka #enengah $*P+#) ditetapkan bahwa peserta ! Pria sebesar )",-" namun kenyataannya partisipasi pria dalam ! masih rendah. Salah satu penyebab masih rendahnya Partisipasi Pria dalam ber. ! adalah karena in/ormasi tentang man/aat ! Pria belum banyak dipahami oleh masyarakat secara utuh serta masih adanya pandangan bahwa ! merupakan urusan wanita saja. Sehubungan dengan hal tersebut" diperlukan terobosan baru dalam berbagai bentuk upaya untuk meningkatkan partisipasi pria dalam ! diantaranya melalui pemberian in/ormasi kepada calon pengantin" bahwa program ! tidak hanya diperuntukkan bagi wanita saja" namun juga bagi pria" baik dari segi kepedulian maupun dalam penggunaan kontrasepsi" karena hal ini merupakan kepentingan bersama suami istri $0karini" '((1).

". Met#de Penel$t$an Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan kuantitati/. Pendekatan kuantitati/ digunakan untuk mengukur hubungan antara 2ariabel tingkat pendidikan pria "tingkat pengetahuan tentang partisipasi pria dalam !" persepsi pria tentang partisipasi pria dalam !" dukungan istri terhadap partisipasi pria dalam !" kualitas pelayanan ! pria. +enis penelitian ini termasuk Cross Sectional karena 2ariabel sebab akibat yang terjadi pada obyek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.
%. Pe&'aha(an A. Hu'un!an antara T$n! at Pend$d$ an den!an Part$($)a($ Pr$a dala& KB d$ Kelurahan Su a&anah Ke*a&atan C$)ede( K#ta Ta($ &ala+a !erdasarkan hasil penelitian" menunjukkan bahwa dari 3) responden dengan status pendidikan tamat S4 sebanyak 3 orang $3",-)" responden dengan status pendidikan tamat S#P sebanyak 1' orang $1'"&-)" responden dengan status pendidikan tamat S#A sebanyak )5 orang $),"&-)" dan responden dengan status pendidikan perguruan tinggi $P6) sebanyak 5( orang $51"3-).

Analisis lanjut S4 I 133&" pendidikan ternyata berpengaruh negati/ terhadap pemakaian vasektomi" yang artinya semakin tinggi tingkat pendidikan" semakin rendah kesertaan #7P. Sementara wilayah $desa) memberikan pengaruh positi/ atau berpeluang sebesar &&- terhadap vasektomi. Sebaliknya mereka yang berpendidikan tinggi cenderung memilih kondom dibanding yang berpendidikan rendah.

B. Hu'un!an antara T$n! at Pen!etahuan tentan! Part$($)a($ Pr$a dala& KB den!an Part$($)a($ Pr$a dala& KB d$ Kelurahan Su a&anah Ke*a&atan C$)ede( K#ta Ta($ &ala+a !erdasarkan hasil penelitian" sebagian besar responden telah mengetahui partisipasi pria dalam !" namun metode 2asektomi masih kurang dipahami oleh responden. 8al ini dapat dilihat dari hampir separuh responden $&9"9-) berpengetahuan salah karena dianggap :Pada Vasektomi;#7P tindakan yang dilakukan adalah lebih berat dari pada sunat atau khinatan pada pria<" masih ada 99- responden menganggap bahwa :setelah melakukan =asektomi dapat mengganggu kenyamanan saat berhubungan suami istri< dan masih 51"3- responden yang tidak tahu bahwa 2asektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi pria. 8asil tabulasi silang menunjukkan bahwa pada responden yang tidak ber. ! lebih banyak yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup dengan proporsi terbesar yaitu 35")-" dibandingkan dengan responden yang mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu hanya $59")-). Sedangkan pada responden ber. !

lebih banyak yang mempunyai tingkat pengetahuan baik dengan proporsi terbesar yaitu $95"9-)" dibandingkan responden dengan kategori tingkat pengetahuan cukup yaitu 9"9-. 8asil penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh 0karini $'((1). pengetahuan menyumbangkan peran dalam menentukan pengambilan keputusan untuk memilih alat kontrasepsi tertentu. Semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi" maka makin meningkat pula perannya sebagai pengambil keputusan. 8asil penelitian yang sama oleh >ijayanti $'(()) melalui wawancara mendalam dan obser2asi dapat diketahui bahwa ketidaktahuan atau kurangnya masyarakat tentang #7P;vasektomi inilah yang merupakan /aktor utama penyebab mereka tidak memilih #7P ini sebagai kontrasepsi pilihan. ,. Ke($&)ulan dan Saran A. Ke($&)ulan 1. Persentase tingkat pendidikan renponden terhadap partisipasi pria dalam ! yaitu pada responden dengan tingkat pendidikan dasar $S4"S#P) memiliki proporsi terendah untuk pria ber. ! yaitu &'"(-" sedangkan untuk responden dengn tingkat pendidikan lanjutan $S#A"P6) memiliki proporsi terbesar untuk pria ber. ! yaitu sebesar &5"3-. '. Persentase tingkat pengetahuan responden terhadap partisipasi pria dalam ! yaitu untuk pria tidak ber. ! memiliki proporsi terkecil dengan kategori baik dalam tingkat pengetahuan terhadap partisipasi pria dalam ! yaitu hanya 59")-" sedangkan untuk pria ber. ! mempunyai proporsi terbesar dengan kategori baik untuk tingkat pengetahuan terhadap partisipasi pria dalam ! yaitu 95"9-. 5. Persentase persepsi responden terhadap partisipasi pria dalam ! yaitu untuk pria tidak ber. ! memiliki proporsi terkecil dengan kategori persepsi baik yaitu 5,.,-" sedangkan untuk pria ber. ! memiliki proporsi terbesar dengan kategori persepsi baik yaitu 9)",-. ). Persentase penilaian responden tentang dukungan istri terhadap partisipasi pria dalam ! yaitu pada pria tidak ber. ! memiliki proporsi terbanyak untuk kategori istri t$da &endu un! yaitu 3)"9-" sedangkan untuk pria ber. ! memiliki proporsi terbanyak dengan kategori $(tr$ &endu un! yaitu ,&"3-. ,. Persentase mengenai persepsi responden tentang kualitas pelayanan ! pria terhadap partisipasi pria dalam ! yaitu pada pria tidak ber. ! memiliki proporsi terbesar dengan kategori kualitas pelayanan ! pria uran! 'a$ yaitu 3)"1-" sedangkan pada pria ber. ! memiliki proporsi terbesar dengan kategori kualitas pelayanan ! pria 'a$ yaitu 91"1-. 9. Persentase partisipasi pria dalam ! sebagian besar responden tidak menggunakan alat kontrasepsi yaitu sebanyak &5")-" sedangkan yang menggunakan alat kontrasepsi hanya '9"9-.