Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KELOMPOK PROBLEM BASED LEARNING (PBL) ASMA BRONCHIAL

Oleh : Kelompok 2 Ketua Sek(eta(#) A!..ota : a!a!"a Maul#!a : Ma*(#+atul K#)a,a!a 2/ u(#)ka L#!ta!. -/ M Am#(ullah Ro)4"# &/ E6)a 7ah4u!#!.t4a) '/ He)t4 Put(# Hap)a(# 3/ A4u De:# No9#ta Sa(# 5/ D#!# 7#"4a A ($%&%'%2%%$$$%%') ($%&%'%2%$$$$%%-) ($%&%'%2%$$$$%%') ($%&%'%2%$$$$%%5) ($%'%&%2%$$$$%%&) ($%&%'%2%$$$$%%0) ($%&%'%2%$$$$%%3) ($%&%'%2%%$$$%%8)

: $/ A(#!"a Nu( u!#ta)a(# ($%&%'%2%%$$$%$%) 0/ 1#eo2ta Ap)a(# Pa(a"#)e ($%&%'%2%$$$$%%3)

8/ A4u No9#ta Rahma:at# ($%&%'%2%$$$$%%8)

PROGRAM S;<DI ILM< KEPERA7A;AN =AK<L;AS KEDOK;ERAN <NI1ERSI;AS BRA7I>A A MALANG 2%$2

PROBLEM BASED LEARNING (PBL) 2 ?ASMA BRONCHIAL@ ;(#..e( Anak D, umur 15 tahun datang dengan keluhan utama sesak nafas disertai batuk berdahak warna putih agak kental dan sulit dikeluarkan. Klien mengatakan cemas dengan kondisinya sekarang. Sesak napas sejak hari lalu akibat debu, bertambah berat pada malam hari atau hawa dingin. Klien juga mengeluh sering terbangun tengah malam hari. Sesak berulang berlangsung sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengatakan punya !entolin spray tapi masih bingung menggunakan. "ada pemeriksaan fisik oleh perawat didapatkan tampak sesak, tidak ada kontak mata, tampak cemas, kesadaran compos mentis. "emeriksaan tanda #ital oleh perawat, tekanan darah 1$%&'% mm(g, nadi 1$%)&menit, pernafasan %)&menit, nafas cuping hidung *+,, whee-ing di seluruh lapang paru.

Stu"4 Lea(!#!. O,Ae2t#9e (SLO) : 1. Definisi dan Klasifikasi Asma .ronchial $. /tiologi dan 0aktor 1esiko Asma .ronchial 2. "atofisiologi Asma .ronchial . 3anifestasi Klinis Asma .ronchial 5. "emeriksaan Diagnostik Asma .ronchial 4. "enatalaksanaan Asma .ronchial 5. Asuhan Keperawatan Asma .ronchial

$/ DE=INISI Asma adalah penyakit yang memiliki karakteristik dengan sesak napas dan whee-ing, dimana keparahan dan frekuensi dari tiap orang berbeda. Kondisi ini akibat kelainan inflamasi dari jalan napas di paru6 paru dan mempengaruhi sensiti#itas saraf pada jalan napas sehingga mudah teriritasi. "ada saat serangan, alur jalan napas membengkak karena penyempitan jalan napas dan pengurangan aliran udara yang masuk paru6 paru. *7(8, $%11,. Asma menyebabkan inflamasi kronis pada bronkus yang berhubungan dengan hiperrensponsif dari saluran pernapasan yang menyebabkan episode whee-ing, apnea, sesak napas dan batuk6 batuk terutama pada malam hari atau awal pagi. *Kepmenkes, $%%9,. Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, re#ersible dimana trakea dan bronki berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. *Smelt-er, $%%$: 411,. Klasifikasi asma : A/ Be("a)a(ka! Et#olo.# a. Ekstrinsik (alergik) Ditandai dengan reaksi alergik yang disebabkan oleh faktor6faktor pencetus yang spesifik, seperti debu, serbuk bunga, bulu binatang, obat6obatan *antibiotic dan aspirin, dan spora jamur. Asma ekstrinsik sering dihubungkan dengan adanya suatu predisposisi genetik terhadap alergi. 8leh karena itu jika ada faktor6faktor pencetus spesifik seperti yang disebutkan di atas, maka akan terjadi serangan asma ekstrinsik. *.unner ; Suddart, $%%$< Somatri, $%%',. b. Intrinsik/idiopatik (non alergik) Ditandai dengan adanya reaksi non alergi yang bereaksi terhadap pencetus yang tidak spesifik atau tidak diketahui, seperti udara dingin atau bisa juga disebabkan oleh adanya infeksi saluran pernafasan dan emosi. Serangan asma ini menjadi lebih berat dan sering sejalan

dengan berlalunya waktu dan dapat berkembang menjadi bronkhitis kronik dan emfisema. .eberapa pasien akan mengalami asma gabungan. *.unner ; Suddart, $%%$< Somatri, $%%',. c. Asma gabungan .entuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk alergik dan non6alergik. *Somantri, $%%',. B/ Be("a)a(ka! Kepa(aha! Pe!4ak#t

2/ E;IOLOGI "a! =AK;OR RESIKO Ada beberapa hal yang merupakan faktor predisposisi dan presipitasi timbulnya serangan asma bronkhial.

a. 0aktor predisposisi =enetik Dimana yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya yang jelas. "enderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat juga menderita penyakit alergi. Karena adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma bronkhial jika terpapar dengan faktor pencetus. Selain itu hipersentifisitas saluran pernafasannya juga bisa diturunkan. b. 0aktor presipitasi Alergen Dimana alergen dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : 1. >nhalan, yang masuk melalui saluran pernapasan e): debu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi. $. >ngestan, yang masuk melalui mulut e): makanan dan obat6obatan. 2. Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit e): perhiasan, logam dan jam tangan. "erubahan cuaca ?uaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi asma. Atmosfir yang mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya serangan asma/ Kadang6kadang serangan berhubungan dengan musim, seperti: musim hujan, musim kemarau, musim bunga. (al ini berhubungan dengan arah angin serbuk bunga dan debu. Stress Stress& gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan asma, selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. Disamping gejala asma yang timbul harus segera diobati penderita asma yang mengalami stress&gangguan emosi perlu diberi nasehat

untuk menyelesaikan masalah pribadinya. Karena jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya belum bisa diobati. @ingkungan kerja 3empunyai hubungan langsung dengan sebab terjadinya serangan asma. (al ini berkaitan dengan dimana dia bekerja. 3isalnya orang yang bekerja di laboratorium hewan, industri tekstil, pabrik asbes, polisi lalu lintas. =ejala ini membaik pada waktu libur atau cuti. 8lah raga& aktifitas jasmani yang berat Sebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika melakukan aktifitas jasmani atau aloh raga yang berat. @ari cepat paling mudah menimbulkan serangan asma. Serangan asma karena aktifitas biasanya terjadi segera setelah selesai aktifitas tersebut. *Aanjung, $%%2< 3uttaBin, $%%',. c. 0aktor 1esiko .erdasarkan "edoman "engendalian "enyakit Asma $%%9, faktor resiko asma dibagi menjadi faktor genetic dan faktor lingkungan : 0aktor =enetik 6 (iperakti#itas 6 Atopi& alergi bronkus 6 0aktor yang memodifikasi penyakit genetik 6 Cenis kelamin dimana laki6 laki lebih beresiko dari pada perempuan "ria merupakan resiko untuk asma pada anak. Sebelum usia 1 tahun, pre#alensi asma pada anak laki6 laki adalah 1,56 $ kali dibandingkan anak perempuan. Aetapi menjelang dewasa perbandingan tersebut lebih kurang sama dan pada menopause perempuan lebih banyak. 6 1as& etnik dimana status ekonomi ras menentukan status gi-i 0aktor @ingkungan 6 Alergen di dalam ruangan *tungau, debu tumah, kucing, alternaria& jamur dll, 6 Alergen di luar ruangan *jamur, tepung sari,

6 3akanan *bahan penyedap, pengawet, pewarna makanan, kacang, makanan laut, susu sapi, telur, 6 8bat6 obatan tertentu *misalnya golongan aspirin, DSA>D dll, 6 .ahan yang mengiritasi *misalnya parfum, household spray dll, 6 /kspresi emosi berlebih 6 Asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif Asap rokok berhubungan dengan penurunan fungsi paru. "ajanan asap rokok, sebelum dan sesudah kelahiran berhubungan dengan efek berbahaya yang dapat diukur seperti meningkatkan resiko terjadinya gejala serupa asma. 6 "olusi udara luar dan dalam ruangan 6 /)ercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktifitas tertentu. 6 "erubahan cuaca 6 Kekurangan berat badan saat kelahiran 6 8besitas 6 Calan napas sempit sejak lahir

0/ PA;O=ISIOLOGI 0aktor pencetus serangan asma *alergen, infeksi saluran napas, obat6obatan, polusi udara, e)ercise berlebih,

(ipereakti#itas bronkus

/dema mukosa dinding bronkus

dan

(ipersekresi mukus

Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

"eningkatan usaha dan frekuensi pernafasan, penggunaan otot bantu pernafasan

"eningkatan pernafasan, re#ersible -

kerja Keluhan sistemis, mual, Keluhan psikososial, hipoksemia intake nutrisi tidak kecemasan, adekuat, malaise. ketidaktahuan tentang asma. Ketidakefektifan - Dutrisi kurang - ?emas pola nafas dari kebutuhan =angguan pertukaran gas =angguan pemenuhan AD@ Kurang pengetahuan

Status asmatikus =agal nafas Kematian

-/ MANI=ES;ASI KLINIS

=ejala asma bersifat episodik, seringkali re#ersibel dengan&atau tanpa pengobatan. =ejala awal berupa : batuk terutama pada malam atau dini hari sesak napas napas berbunyi *mengi, yang terdengar jika pasien menghembuskan napasnya rasa berat di dada dahak sulit keluar. =ejala yang berat adalah keadaan gawat darurat yang mengancam jiwa. Eang termasuk gejala yang berat adalah: Serangan batuk yang hebat Sesak napas yang berat dan tersengal6sengal Sianosis *kulit kebiruan, yang dimulai dari sekitar mulut, Sulit tidur dan posisi tidur yang nyaman adalah dalam keadaan duduk Kesadaran menurun "embagian manifestasi klinis berdasarkan stadium, yaitu : $/ Sta"#um "#!# Disebabkan oleh $ faktor, yaitu faktor hipersekresi dan faktor spasme bronchiolus ; edema. a, 0aktor hipersekresi yang lebih menonjol a. .atuk dengan dahak baisa, dengan maupun tanpa pilek b. 1ochi basah halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul c. 7he-ing belum ada d. .elum ada kelainan bentuk thorak e. Ada peningkatan eosinofil darah dan >g /

f. .=A belum patologis b, 0aktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan a. Aimbul sesak napas dengan atau tanpa sputum b. 7he-ing c. 1onchi basah bila terdapat hipersekresi d. "enurunan tekanan parsial 8$ 2/ Sta"#um la!AutBk(o!#k a. .atuk, ronchi b. Sesak nafas berat dan dada seolah Folah tertekan c. Dahak lengket dan sulit untuk dikeluarkan d. Suara nafas melemah bahkan tak terdengar *silent ?hest, e. Ahorak seperti barel chest f. Aampak tarikan otot sternokleidomastoideus g. Sianosis h. .=A "a 8$ kurang dari '%G i. j. 1o paru terdapat peningkatan gambaran broncho#askuler kanan dan kiri (ipokapnea dan alkalosis bahkan asidosis respiratorik *(alim Danukusumo, $%%%, hal $1'6$$9, Ada beberapa tingkatan penderita asma yaitu : 1. Tingkat I Secara klinis normal, tanpa kelainan pemeriksaan fisik maupun fungsi paru. Aimbul bila ada faktor pencetus baik didapat alamiah maupun dengan test pro#okasi bronchial di laboratorium. $. Tingkat II "enderita tanpa keluhan dan kelainan pada pemeriksaan fisik tetapi fungsi paru menunjukan adanya tanda6 tanda obstruksi jalan nafas. .anyak dijumpai pada klien setelah sembuh serangan. 2. Tingkat III "ada penderita tanpa keluhan tetapi pada pemeriksaan fisik dan fungsi paru menunjukan kelainan yaitu obstruksi jalan nafas, biasanya pasien yang telah sembuh dari asma tetapi tidak berobat secara teratur yang mudah diserang kembali.

. Tingkat IV "enderita batuk, sesak nafas, nafas berbunyi whee-ing. "emeriksaan fisik dan fungsi paru didapat tanda6 tanda obstruksi jalan nafas. 5. Tingkat V "enderita pada stadium status asmatikus yaitu suatu keadaan darurat medis berupa serangan asma akut yang berat bersifat refrator sementara terhadap pengobatan yang la-im dipakai. &/ PEMERIKSAAN DIAGNOS;IK 1, "emeriksaan @aboratorium a. "emeriksaan sputum "emeriksaan sputum pada penderita asma akan didapati : Kristal6kristal charcot leyden yang merupakan degranulasi dari kristal eosinopil. Spiral curshmann, yakni yang merupakan cast cell *sel cetakan, dari cabang bronkus. ?reole yang merupakan fragmen dari epitel bronkus. Detrofil dan eosinopil yang terdapat pada sputum, umumnya bersifat mukoid dengan #iskositas yang tinggi dan kadang terdapat mucus plug. b. "emeriksaan darah Analisa gas darah pada umumnya normal akan tetapi dapat pula terjadi hipoksemia, hiperkapnia, atau asidosis. Kadang pada darah terdapat peningkatan dari S=8A dan @D(. (iponatremia dan kadar leukosit kadang6kadang di atas 15.%%%&mm2 dimana menandakan terdapatnya suatu infeksi. "ada pemeriksaan faktor6faktor alergi terjadi peningkatan dari >g / pada waktu serangan dan menurun pada waktu bebas dari serangan. $, "emeriksaan 1adiologi =ambaran radiologi pada asma pada umumnya normal. "ada waktu serangan menunjukan gambaran hiperinflasi pada paru6paru yakni radiolusen yang bertambah dan peleburan rongga intercostalis, serta

diafragma yang menurun. Akan tetapi bila terdapat komplikasi, maka kelainan yang didapat adalah sebagai berikut: .ila disertai dengan bronkitis, maka bercak6bercak di hilus akan bertambah. .ila terdapat komplikasi empisema *?8"D,, maka gambaran radiolusen akan semakin bertambah. .ila terdapat komplikasi, maka terdapat gambaran infiltrate pada paru Dapat pula menimbulkan gambaran atelektasis lokal. .ila terjadi pneumonia mediastinum, pneumotoraks, dan pneumoperikardium, maka dapat dilihat bentuk gambaran radiolusen pada paru6paru. 2, "emeriksaan tes kulit Dilakukan untuk mencari faktor alergi dengan berbagai alergen yang dapat menimbulkan reaksi yang positif pada asma. "emeriksaan menggunakan tes tempel. , /lektrokardiografi =ambaran elektrokardiografi yang terjadi selama serangan dapat dibagi menjadi 2 bagian, dan disesuaikan dengan gambaran yang terjadi pada empisema paru yaitu : - "erubahan aksis jantung, yakni pada umumnya terjadi right a)is de#iasi dan clock wise rotation. - Aerdapatnya tanda6tanda hipertropi otot jantung, yakni terdapatnya 1.. *1ight bundle branch block,. - Aanda6tanda hopoksemia, yakni terdapatnya sinus tachycardia, S!/S, dan !/S atau terjadinya depresi segmen SA negati#e. 5, "engukuran 0ungsi "aru *Spirometri, Hntuk menunjukkan adanya obstruksi jalan nafas re#ersible, cara yang paling cepat dan sederhana diagnosis asma adalah melihat respon pengobatan dengan bronkodilator. "emeriksaan spirometer dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bronkodilator aerosol *inhaler atau nebuli-er, golongan adrenergik. "eningkatan 0/!1 atau 0!?

sebanyak lebih dari $%G menunjukkan diagnosis asma. Aidak adanya respon aerosol bronkodilator lebih dari $%G. "emeriksaan spirometri tidak saja penting untuk menegakkan diagnosis tetapi juga penting untuk menilai berat obstruksi dan efek pengobatan. .anyak penderita tanpa keluhan tetapi pemeriksaan spirometrinya menunjukkan obstruksi. *3uttaBin, $%%',. 4, Aes "ro#okasi .ronkus Aes ini dilakukan pada Spirometri internal. "enurunan 0/! sebesar $%G atau lebih setelah tes pro#okasi dan denyut jantung '%6 9%G dari maksimum dianggap bermakna bila menimbulkan penurunan "/01 1%G atau lebih. *3uttaBin, $%%',. 5, "eak /)piratory 0low 3eter *"/0 3eter,

Gambar 2. Macam-macam PEF meter Alat ini adalah alat yang paling sederhana untuk memeriksa gangguan sumbatan jalan napas, yang relatif sangat murah, mudah dibawa. Dengan "/0 meter fungsi paru yang dapat diukur adalah arus puncak ekspirasi *A"/,. ?ara pemeriksaan A"/ dengan "/0 meter adalah sebagai berikut : "enuntun meteran dikembalikan ke posisi angka %. "asien diminta untuk menghirup napas dalam, kemudian diinstruksikan untuk menghembuskan napas dengan sangat keras dan cepat ke bagian mulut alat tersebut, sehingga penuntun meteran akan bergeser ke

angka tertentu. Angka tersebut adalah nilai A"/ yang dinyatakan dalam liter&menit.

Gambar 3 Cara mengukur arus puncak ekspirasi dengan PEF meter Sumbatan jalan napas diketahui dari nilai A"/ I '%G nilai prediksi. Selain itu juga dapat memeriksa re#ersibiliti, yang ditandai dengan perbaikan nilai A"/ J 15 G setelah inhalasi bronkodilator, atau setelah pemberian bronkodilator oral 1%61 hari, atau setelah pemberian kortikosteroid *inhalasi&oral, $ minggu. !ariabilitas A"/ ini tergantung pada siklus diurnal *pagi dan malam yang berbeda nilainya,, dan nilai normal #ariabilitas ini I $%G. ?ara pemeriksaan #ariabilitas A"/ : "ada pagi hari diukur A"/ untuk mendapatkan nilai terendah dan malam hari untuk mendapatkan nilai tertinggi. A"/ malam F A"/ pagi !ariabilitas harian K 6666666666666666 ) 1%%G L *A"/ malam + A"/ pagi, "/0 3eter ini dianjurkan pada : 1. "enanganan serangan akut di gawat darurat, klinik, praktek dokter dan oleh pasien di rumah. $. "emantauan berkala di rawat jalan, klinik dan praktek dokter. 2. "emantauan sehari6hari di rumah, idealnya dilakukan pada asma persisten usia di atas J 5 tahun, terutama bagi pasien setelah

perawatan di rumah sakit, pasien yang sulit&tidak mengenal perburukan melalui gejala padahal berisiko tinggi untuk mendapat serangan yang mengancam jiwa. "ada asma mandiri pengukuran A"/ dapat digunakan untuk membantu pengobatan seperti : 3engetahui apa yang membuat asma memburuk. 3emutuskan apa yang akan dilakukan bila rencana pengobatan berjalan baik. 3emutuskan apa yang akan dilakukan jika dibutuhkan

penambahan atau penghentian obat. 3emutuskan kapan pasien meminta bantuan medis&dokter&>=D. 8/ PENA;ALAKSANAAN "rinsip umum pengobatan asma bronchial adalah : 1. 3enghilangkan obstruksi jalan nafas dengan segara. $. 3engenal dan menghindari fakto6faktor yang dapat mencetuskan serangan asma. 2. 3emberikan penerangan kepada penderita ataupun keluarganya mengenai penyakit asma, baik pengobatannya maupun tentang perjalanan penyakitnya sehingga penderita mengerti tujuan penngobatan yang diberikan dan bekerjasama dengan dokter atau perawat yang merawatnnya. Aujuan penatalaksanaan asma : 1. 3enghilangkan dan mengendalikan gejala asma $. 3encegah eksaserbasi akut 2. 3eningkatkan dan mempertahankan faal paru seoptimal mungkin . 3engupayakan akti#iti normal termasuk e)ercise 5. 3enghindari efek samping obat 4. 3encegah terjadinya keterbatasan aliran udara (airflow limitation) ire#ersibel

5. 3encegah kematian karena asma '. Khusus anak, untuk mempertahankan potensi sesuai tumbuh kembangnya *3ansjoer, $%%$< Kepmenkes, $%%9, "enatalaksanaan medis untuk asma dibagi menjadi dua, yaitu *3uttaBin, $%%'< Kepmenkes $%%9, $) ;e(ap# No! =a(makolo.#) a. Memberikan penyuluhan "enyuluhan atau edukasi kepada pasien dan&atau keluarga bertujuan untuk : 3eningkatkan pemahaman *mengenai penyakit asma secara umum dan pola penyakit asma sendiri, 3eningkatkan keterampilan *kemampuan dalam penanganan asma sendiri&asma mandiri, 3eningkatkan kepuasan 3eningkatkan rasa percaya diri 3eningkatkan kepatuhan *compliance, dan penanganan mandiri 3embantu pasien agar dapat melakukan penatalaksanaan dan mengontrol asma .entuk pemberian edukasi : Komunikasi&nasehat saat berobat ?eramah @atihan&training Super#isi Diskusi Aukar menukar informasi *sharing of information group, 0ilm&#ideo presentasi @eaflet, brosur, buku bacaan

.eberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah :

1. 3emahami sifat6sifat dari penyakit asma : .ahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna. .ahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi. .ahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur. $. 3emahami faktor yang menyebabkan serangan atau memperberat serangan, seperti: >nhalan : debu rumah, bulu atau serpihan kulit binatang anjing, kucing, kuda dan spora jamur. >ngestan : susu, telor, ikan, kacang6kacangan, dan obat6obatan tertentu. Kontaktan : -alf kulit, logam perhiasan. Keadaan udara : polusi, perubahan hawa mendadak, dan hawa yang lembab. >nfeksi saluran pernafasan. "emakaian narkoba atau nap-a serta merokok. Stres psikis termasuk emosi yang berlebihan Stres fisik atau kelelahan "enderita dan keluarga sebaiknya mampu mengidentifikasi hal6hal apa saja yang memicu dan memperberat serangan asma penderita. "erlu diingat bahwa pada beberapa pasien, faktor di atas bersifat indi#idual dimana antara pasien satu dan yang lainnya tidaklah sama tetapi karena hal itu sulit untuk ditentukan secara pasti maka lebih baik untuk menghindari faktor6faktor di atas. 2. 3emahami faktor6faktor yang dapat mempercepat kesembuhan, membantu perbaikan dan mengurangi serangan :

3enghindari makanan yang diketahui menjadi penyebab serangan *bersifat indi#idual,. 3enghindari minum es atau makanan yang dicampur dengan es. .erhenti merokok dan penggunakan narkoba atau nap-a. 3enghindari kontak dengan hewan diketahui menjadi penyebab serangan. .erusaha menghindari polusi udara *memakai masker,, udara dingin dan lembab. .erusaha menghindari kelelahan fisik dan psikis. Segera berobat bila sakit panas *infeksi,, apalagi bila disertai dengan batuk dan pilek. 3inum obat secara teratur sesuai dengan anjuran dokter, baik obat simptomatis maupun obat profilaksis. "ada waktu serangan berusaha untuk makan cukup kalori dan banyak minum air hangat guna membantu pengenceran dahak. 3anipulasi lingkungan : memakai kasur dan bantal dari busa, bertempat di lingkungan dengan temperatur hangat.
. 3emahami kegunaan dan cara kerja dan cara pemakaian obat F obatan

yang diberikan oleh dokter : .ronkodilator : untuk mengatasi spasme bronkus. Steroid : untuk menghilangkan atau mengurangi peradangan. /kspektoran : untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Antibiotika : untuk mengatasi infeksi, bila serangan asma dipicu adanya infeksi saluran nafas.

5. 3ampu menilai kemajuan dan kemunduran dari penyakit dan hasil

pengobatan.
4. 3engetahui kapan Mself treatmentN atau pengobatan mandiri harus diakhiri

dan segera mencari pertolongan dokter. b. Fisioterapi 0isioterapi dapat digunakan untuk mempermudah pengeluaran mukus. >ni dapat dilakukan dengan drainage postural, perkusi dan fibrasi dada. c. Menghindari faktor pencetus Klien perlu dibantu mengidentifikasi pencetus serangan asma yang ada pada lingkungannya, serta diajarkan cara menghindari dan mengurangi faktor pencetus, termasuk pemasukan cairan yang cukup bagi klien. d. 2) 1. emberian !" bila diperlukan. ;e(ap# =a(makolo.#) "engobatan simpatomitetik a, .ronkodilator *obat yang melebarkan saluran napas, golongan simpatomitetik& adrenergic *adrenalin dan epinephrine, Dama obat : 6 8rsiprenalin *Alupent, 6 0enoterol *berotec, 6 Aerbutalin *bricasma, 8bat6obat golongan simpatomimetik tersedia dalam bentuk tablet,sirup, suntikan dan semprotan. Eang berupa semprotan: 3D> *3etered dose inhaler,. Ada juga yang berbentuk bubuk halus yang dihirup (1e!tol#! D#)khale( "a! B(#2a)ma ;u(,uhale() atau cairan broncodilator *Alupent, .erotec, bri#asma serts !entolin, yang oleh alat khusus diubah menjadi aerosol *partikel6partikel yang sangat halus , untuk selanjutnya dihirup. "enggunaan aerosol pada dewasa dan anak diatas tahun dengan dosis $ inhalasi setiap 64 jam. b, .ronkodilator golongan teofilin Dama obat :

6 Aminofilin *Amicam supp, 6 Aminofilin */uphilin 1etard, 6 Aeofilin *Amile), /fek dari teofilin sama dengan obat golongan simpatomimetik, tetapi cara kerjanya berbeda. Sehingga bila kedua obat ini dikombinasikan efeknya saling memperkuat. ?ara pemakaian : .entuk suntikan teofillin & aminofilin dipakai pada serangan asma akut, dan disuntikan perlahan6lahan langsung ke pembuluh darah. Karena sering merangsang lambung bentuk tablet atau sirupnya sebaiknya diminum sesudah makan. >tulah sebabnya penderita yang mempunyai sakit lambung sebaiknya berhati6hati bila minum obat ini. Aeofilin ada juga dalam bentuk supositoria yang cara pemakaiannya dimasukkan ke dalam anus. Supositoria ini digunakan jika penderita karena sesuatu hal tidak dapat minum teofilin *misalnya muntah atau lambungnya kering,. c, Kromalin Kromalin bukan bronkodilator tetapi merupakan obat pencegah serangan asma. 3anfaatnya adalah untuk penderita asma alergi terutama anakanak. Kromalin biasanya diberikan bersama6 sama obat anti asma yang lain, dan efeknya baru terlihat setelah pemakaian satu bulan. d, Ketofilin 3empunyai efek pencegahan terhadap asma seperti kromalin. .iasanya diberikan dengan dosis dua kali 1mg & hari. Keuntungnan obat ini adalah dapat diberika secara oral. e, Kortikosteroid Sebaiknya hanya dipakai dalam keadaan pengobatan dengan bronkodilator baik pada asma akut maupun kronis tidak memberikan hasil yang memuaskan dan keadaan asma yang membahayakan jiwa penderita *contoh : status asmatikus,. Dalam pemakaian jangka pendek *$65 hari, kortikosteroid

dapat diberikan dalam dosis besar baik oral maupun parenteral, tanpa perlu tapering off. 8bat pilihan hidrocortison dan de)amethason. f, /kspektoran Adanya mukus kental dan berlebihan *hipersekresi, di dalam saluran pernafasan menjadi salah satu pemberat serangan asma, oleh karenanya harus diencerkan dan dikeluarkan. Sebaiknya jangan memberikan ekspektoran yang mengandung antihistamin, diantaranya 8bat .atuk (itam *8.(,, 8bat .atuk "utih *8.",, =licseril guaiakolat *==, g, Antibiotik (anya diberikan jika serangan asma dicetuskan atau disertai oleh rangsangan infeksi saluran pernafasan, yang ditandai dengan suhu yang meninggi. $. "engobatan profilaksis "engobatan profilaksis dianggap merupakan cara pengobatan yang paling rasional, karena sasaran obat6obat tersebut langsung pada faktor6faktor yang menyebabkan bronkospasme. "ada umumnya pengobatan profilaksis berlangsung dalam jangka panjang, dengan cara kerja obat sebagai berikut : a. 3enghambat pelepasan mediator b. 3enekan hiperakti#itas bronkus 8bat profilaksis yang biasanya digunakan adalah : a. Steroid dalam bentuk aerosol b. Disodium ?romolyn c. Ketotifen d. Aranilast '/ AS<HAN KEPERA7A;AN 1, "/D=KAC>AD A/ I"e!t#ta) Kl#e!

Dama Hsia Status pernikahan


1. Keluhan utama

: Anak D : 15 tahun : .elum menikah : Sesak nafas disertai batuk berdahak warna putih : Sesak nafas sejak :6 : Debu : Saat malam hari atau hawa dingin hari yang lalu

B/ Statu) Ke)ehata! Saat I!# agak kental dan sulit dikeluarkan.


2. @ama keluhan 3. Kualitas keluhan 4. 0aktor pencetus 5. 0aktor pemberat

6. Hpaya yg. telah dilakukan : !entolin spray *tapi masih bingung

menggunakannya,
7. Diagnosa medis

a.

Asma .ronchial

C/ R#:a4at Ke)ehata! Saat I!# Anak D, umur 15 tahun datang dengan keluhan utama sesak nafas disertai batuk berdahak warna putih agak kental dan sulit dikeluarkan. Klien mengatakan cemas dengan kondisinya sekarang. Sesak napas sejak hari lalu akibat debu, bertambah berat pada malam hari atau hawa dingin. Klien juga mengeluh sering terbangun tengah malam hari. Sesak berulang berlangsung sejak 1 tahun yang lalu. D/ R#:a4at L#!.ku!.a! @ingkungan sekitar berdebu E/ Pola ;#"u(C I)t#(ahat Sering terbangun tengah malam hari. =/ Peme(#k)aa! =#)#k
1. Keadaan Hmum: klien sesak nafas disertai batuk putih agak kental dan

sulit dikeluarkan. Klien cemas dengan kondisinya sekarang. Sesak sejak hari yang lalu akibat debu,bertambah berat pada malam hari atau hawa dingin. Klien mengeluh sering terbangun tengah malam. Kesadaran: ?ompos mentis Aanda6tanda #ital:

6 Aekanan darah : 1$%&'% mm(g 6 Dadi : 1$%)&menit Ainggi badan: 6 cm


2. Kepala dan @eher

6 Suhu : 6 6 11 : % )&menit

.erat .adan: 6 kg

3ata : tidak ada kontak mata (idung : nafas cuping hidung *+,
3. Ahorak dan Dada

"aru : - >nspeksi : tampak sesak - Auskultasi : whee-ing di seluruh lapang paru G/ Ha)#l Peme(#k)aa! Pe!u!Aa!. : 6 H/ ;e(ap# : "enggunaan #entolin spray *tapi masih bingung menggunakannya,. I/ Pe()ep)# Kl#e! ;e(ha"ap Pe!4ak#t!4a : Klien cemas dengan kondisinya sekarang. $, ADA@>S>S DAAA DAAA DS : - sesak nafas disertai batuk berdahak warna putih agak kental dan sulit dikeluarkan. - Sesak nafas sejak hari yang lalu. D8 : 6 7hee-ing di seluruh lapang paru. Serangan paroksimal Dispnea, whee-ing, batuk sputum "engaktifan mediator kimiawi (istamine, serotonin,kinin .ronkospasme, edema mukosa, Sekresi, inflamasi "enyempitan jalan napas 0aktor pencetus asma "engaktifan respon imun /A>8@8=> 3ASA@A( K/"/1A7AAAD Ketidakefektifan bersihan napas jalan

Ketidakefektifan bersihan jalan napas DS : - sesak nafas disertai batuk berdahak warna putih agak kental dan sulit dikeluarkan. - Sesak nafas sejak hari yang lalu. - Sesak "engaktifan mediator kimiawi (istamine, serotonin,kinin 0aktor pencetus asma "engaktifan respon imun Ketidakefektifan pola napas

.ronkospasme, edema mukosa, Sekresi, inflamasi berulang "enyempitan jalan napas

berlangsung sejak 1 tahun yang lalu D8 : - Aampak sesak - 11 : %)&menit - Dafas cuping hidung *+, DS : - Klien cemas D8 : - Aidak ada kontak mata - Aampak cemas - D : 1$%)&menit mengatakan dengan

Ketidakefektifan pola napas

Ansietas 0aktor pencetus asma (ipereakti#itas bronkus, edema mukosa dan dinding bronkus, hipersekresi mukus "eningkatan usaha ; frekuensi pernapasan, penggunaan otot bantu pernapasan Keluhan psikososial, kecemasan, ketidaktahuan ttg asma Ansietas *cemas,

kondisinya sekarang.

DS :

0aktor pencetus asma

Defisit

- Klien tapi D8 : 6

mengatakan masih bingung

punya !entolin spray menggunakan.

(ipereakti#itas bronkus, edema mukosa dan dinding bronkus, hipersekresi mukus "eningkatan usaha ; frekuensi pernapasan, penggunaan otot bantu pernapasan Keluhan psikososial, kecemasan, ketidaktahuan ttg asma Kurang pengetahuan

pengetahuan

2, D>A=D8SA K/"/1A7AAAD
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas 2. Ketidakefektifan pola napas 3. Ansietas 4. Defisit pengetahuan

, >DA/1!/DS> 1. Diagnosa 1 Ketidakefektifan bersihan jalan napas Aujuan : "encapaian bersihan jalan nafas klien dan kepatenan jalan napas dalam waktu 1) $ jam setelah diberikan inter#ensi. Kriteria hasil : - Klien mampu melakukan batuk efektif - >rama nafas klien kembali normal - "ergerakan sputum keluar dari jalan napas - Klien bebas dari bunyi nafas tambahan >nter#ensi 3andiri .eberapa 1asional derajat spasme bronchus

- Auskultasi bunyi nafas, catat terjadi dengan obstruksi jalan nafas dan adanya bunyi nafas, mis : dapat& tak dimanifestasikan adanya mengi, ronchi, krekels. bunyi nafas ad#entisius. 3is : tak

- Kaji

&

pantau

adanya bunyi nafas *pada asma berat, frekwensi Aakipnea biasanya ada pada beberapa penerimaan "ernafasan frekuensi atau dapat ekspirasi selama melambat memanjang tempat stress. dan di tidur

pernafasan catat rasio inspirasi& derajat dan dapat ditemukan pada ekspirasi.

banding inspirasi. kepala - Kaji pasien untuk posisi yang "eningian nyaman, mis : peniggian kepala mempermudah tempat tidur, duduk sandaran tempat tidur.

fungsi

pernafasan

pada dengan mengggunakan gra#itasi, serta membantu menurunkan kelemahan otot

dan dapat sebagai alat ekspansi dada. - "ertahankan polusi lingkungan "encetus tipe reaksi alergi pernafasan seminimal mungkin, mis : debu, yang dapat mentriger episode akut. asap, dan bulu bantal yang berhubungan indi#idu. "ertahankan dengan intake kondisi cairan (idrasi membantu menurunkan

sedikitnya $5%%ml&hari sesuai kekentalan sekret dan mempermudah toleransi jantung, terutama air pengeluarannya. "enggunaan air hangat hangat, makan. Kolaborasi - .erikan obat sesuai indikasi: a. bronchodilator a. .ronkhodilator merileksasi otot halus dan menutunkan kongesti lokal, menurunkan spasme jalan nafas, mengi dan produksi mukosa. b. steroid b. Steroid& kortikosteroid digunakan untuk mencegah reaksi alergi & menghambat pengeluaran histamin, anjurkan masukan dapat menurunkan spasme bronchus. selama makan gaster dapat dan meningkatkan distensi cairan antara, sebagai pengganti ?airan

tekanan pada diafragma.

menurunkan berat dan frekuensi spasme

jalan nafas, inflamasi pernafasan dan dispnea . c. analgesic ; antitusif c. Analgesik ,antitusif : batuk menetap yang melelahkan perlu ditekan untuk menghemat energi dan memungkinkan pasien istirahat. d. humidifikasi tambahan d. (umidifikasi tambahan : kelembaban menurunkan kekentalan secret mempermudah pengeluaran dan dapat membantu menurunkan & mencegah pembentukan bronkhus. $. Diagnosa $ Ketidakefektifan pola napas Aujuan : perbaikan pola napas klien dalam waktu $) $ diberikan inter#ensi. Kriteria hasil : - >rama, frekuensi, kedalaman pernapasan kembali normal - 11 normal *1'61%)&menit, - Klien dapat bernapas dengan nyaman& sesak napas berkurang - "ernapasan klien tanpa ada penggunaaan otot bantu pernapasan *cuping hidung, >nter#ensi 3andiri 1asional Distress pernapasan dan terjadi sebagai "enggunaan perubahan akibat otot stres bantu kondisi jam setelah mukosa tebal pada

- Kaji fungsi pernapasan, catat AA!

kecepatan pernapasan, dispnea, fisiologi. sianosis, perubahan AA!. Serta pernapasan otot bantu pernapasan - Auskultasi bunyi napas - .erikan posisi

menandakan

catat pula mengenai penggunaan penyakit yang masih dalam penanganan penuh. .unyi napas dapat turun pada seluruh

area paru pada area kolaps. fowler&semi 3emaksimalkan ekspansi paru dan

fowler,

bantu

latihan

napas menurunkan upaya bernapas.

dalam dan batuk efektif - "ertahankan polusi lingkungan "encetus tipe reaksi alergi pernafasan seminimal mungkin, mis : debu, yang dapat mentriger episode akut. asap, dan bulu bantal yang berhubungan dengan kondisi indi#idu. - Dorong atau bantu latihan napas 3emberi pasien beberapa cara untuk abdomen atau bibir. Kolaborasi .ronkodilator Agen mukolitik Steroid oral& >! mengatasi dan mengontrol dispnea dan menurunkan jebakan udara. 3emperlebar saluran udara pernapasan 3engencerkan secret di saluran pernapasan yang terlalu kental 3encegah reaksi alergi& menghambat pengeluaran histamine, menurunkan berat dan frekuensi spasme, inflamasi pernapasan dan dispnea. 2. Diagnosa 2 Ansietas Aujuan : Setelah diberikan edukasi tentang asma klien mampu memahami dan menerima keadaannya sehingga tidak terjadi kecemasan. Kriteria hasil : - Klien terlihat mampu bernafas secara normal dan mampu beradaptasi dengan keadaannya. - 1espon non#erbal klien tampak lebih rileks dan santai.

>nter#ensi -

1asional

.antu dalam mengidentifikasi "emanfaatan sumber koping yang ada sumber koping yang ada secara konstruktif sangat bermanfaat dalam mengatasi cemas

.erikan edukasi terkait asma /dukasi diharapkan dapat mengurangi *juga #entolin tentang spray penggunaan cemas klien, klien jadi mengerti apa saat asma yang harus ia lakukan saat asma kambuh 3engurangi ketegangan otot dan

kambuh, Ajarkan teknik relaksasi hubungan

- "ertahankan

kecemasan saling (ubungan saling percaya membantu memperlancar proses terapeutik

percaya antara perawat dan klien

. Diagnosa Defisit pengetahuan Aujuan : "engetahuan klien tentang hal6hal yang berkaitan dengan penyakitnya meningkat. Kriteria hasil : - Klien menyatakan pemahaman akan kondisi & proses penyakit dan pengobatannya. - Klien mengidentifikasi hubungan tanda6tanda& gejala dengan proses penyakit dan hubungannya dengan faktor penyebab. - Klien memulai perubahan gaya hidup dan ikut serta dalam tindakan pengobatan. >nter#ensi - Aerangkan & ulangi penjelasan 3enurunkan tentang proses 1asional ansietas dan dapat

penyakit. menimbulkan perbaikan partisipasi pada

Dorong pasien dan keluarga rencana pengobatan. untuk bertanya tentang hal6hal yang belum jelas. Celaskan rasionalisasi latihan pernafasan dari Dafas bibir dan nafas abdominal&

sebagai diafragmatik menguatkan otot pernafasan,

latihan

yang

baik

untuk membantu meminimalkan kolaps jalan nafas kecil, dan memberikan indi#idu cara untuk mengontrol dispnea. obatan "asien sering mendapat obat pernafasan

diteruskan. - Diskusikan obat6

pernafasan yang digunakan, banyak sekaligus yang mempunyai efek efek samping serta reaksi yang samping hampir sama dan potensial terjadi mungkin timbul. interaksi obat yang patologis. "enting bagi pasien untuk memahami perbedaan antara efek samping mengganggu *obat dilanjutkan, dan efek samping merugikan *obat mungkin diganti&dihentikan,. - Diskusikan faktor6faktor yang 0aktor lingkungan ini dapat memperbaiki dapat

kondisi memperburuk&menimbulkan&meninggalkan

pasien seperti udara lembab, iritasi bronchial menimbulkan peningkatan angin, temperatur lingkungan produksi secret dan hambatan jalan nafas. yang ekstrim, asap rokok, aerosol, polusi udara. - .erikan informasi tentang "enghentian merokok dapat menghambat& bahayanya merokok pada mengurangi keparahan asma. paru6paru dan anjurkan pasien untuk tidak merokok. - Dorong pasien & keluarga Agar dapat meminimalisasi & menggurangi untuk mengeksplorasi cara6 in#asi dari factor penyebab yang dapat cara mengontrol yang faktor memperburuk dapat kondisi pasien. penyebab

memperburuk kondisi pasien didalam dan disekitar rumah. DA=;AR P<S;AKA .are .renda =, Smelt-er Su-an ?. #eperawatan Medikal $edah, /disi ', !ol. 1, /=?, Cakarta. .runner ; Suddarth, #eperawatan Medikal $edah./disi '. !ol.2, "enerbit .uku Kedokteran /=?.

Doenges, 3arilynn, /. dkk. %encana Asuhan #eperawatan, /disi 2, $%%%. /=?, Cakarta. 3uchid, dkk. *$%%5, September,. Depkes http:&&1$5.14%.54.19 &bidang&yanmed&farmasi&"harmaceutical&AS3A.pdf 3uttaBin, Arif.Asuhan #eperawatan #lien dengan &angguan 'istem ernapasan . $%%'. Cakarata : Salemba 3edika. Danda >nternasional. (iagnosis #eperwatan "))*+ "),,. Cakarta : "enerbit .uku Kedokteran /=?. Aanjung, D. *$%%2,. Asuhan #eperawatan Asma $ronkial. Diakses %' 3aret $%1$ dari HSH digital library: http:&&library.usu.ac.id&download&fk&keperawatan6 dudut$.pdf harmaceutical care untuk penyakit asma. 1>: Diakses %' 3aret $%1$ dari Direktorat .ina 0armasi Komunitas Dan Klinik