Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dunia anak yang sejatinya adalah dunia bermain, telah terampas oleh beban kehidupan yang terlalu rumit. Sehingga, anak tidak lagi menemukan gerak perkembangan yang normal. Anak telah dipaksa untuk berada di luar garis kemampuannya. Maka, dapat dibayangkan, kemampuan anak yang masih belia mesti menanggung derita dan beban hidup yang di luar kadarnya. Selain berbagai kasus yang menimpa dan menyeret anak dalam pertarungan kelas tinggi, terputusnya transformasi nilai-nilai sosial budaya kita juga sangat berperan dalam membentuk dunia anak yang gamang dan gelisah. Budaya dongeng sebelum tidur yang digerus parade sinetron, permainan anak yang digantikan oleh menu game, secara tidak langsung pulamenggiring anak pada kegagapan untuk memahami dan mengenali dirinya sendiri dan lingkungannya. Bercerita atau story telling ternyata dapat dijadikan sebagai media membentuk kepribadian dan moralitas anak usia dini. Sebab, dari kegiatan bercerita terdapat manfaat yang dapat dipetik oleh pendongeng (orangtua beserta para pendengar (dalam hal ini adalah anak usia dini . Manfaat tersebut adalah, terjalinnya interaksi komunikasi harmonis antara oran gtua dengan anaknya di rumah, sehingga bisa menciptakan relasi yang akrab, terbuka, dan tanpa sekat. !etika hal itu terpelihara sampai sang" buah hati menginjak remaja, tentunya komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak akan menjadi modal penting dalam membentuk moral. !arena kebanyakan ketika mereka beranjak remaja atau de#asa, tidak mengingat ajaran-ajaran moral diakibatkan tidak adanya ruang komunikasi dialogis antara dirinya dengan orang tua sebagai $guru pertama% yang mestinya terus memberikan pengajaran moral. &adi, titik terpenting dalam membentuk moral sang anak adalah lingkungan sekitar rumah, setelah itu lingkungan sekolah dan terakhir adalah lingkungan masyarakat sekitar. 'amun, ketika dilingkungan rumahnya sudah tidak nyaman, biasanya anak-anak akan memberontak di luar rumah (kalau tidak di sekolah, pasti di lingkungan masyarakat . (leh karena itu, agar tidak terjadi hal seperti itu sudah se#ajibnya orang tua membina interaksi komunikasi yang baik dengan sang buah hati supaya di masa mendatang ketika mereka memiliki masalah akan meminta jalan keluar kepada oran g tuanya. )paya pre*entif agar tidak terjadi pemberontakan dari sang buah hati terhadap tatanan moral yang berlaku, adalah dengan membudayakan kembali dongeng sebelum tidur. +entu saja, kisah yang didongengkan itu harus berisi panduan hidup yang berbasis pada filsafat hidup dan nilai moral yang *isioner dan positif bagi perkembangan hidupnya di masa depan.,illiam -akpahan mengatakan bah#a pengetahuan moral bisa diajarkan di

rumah, caranya dengan membahas buku-buku dongeng, kitab suci, dan menceritakan kisah yang konstruktif bersama anak. Bercerita bagi anak usia dini sangatlah penting. !arena dengan bercerita anak bisa merekam dalam otaknya tentang kisah-kisah tertentu serta kejadian-kejadian yang telah terjadi, memberikan pesan moral serta bisa menguatkan kekuatan memori otak anak. Semakin dini anak diberi dongengan semakin cepat terbentuknya meningkat kemampuan otak dalam meningkatkan kejeniuasan anak. Akti*itas bercerita atau story telling memang telah jadi budaya di negeri kita selama ratusan tahun lamanya. .ni dibuktikan dengan adanya legenda, misalnya di tatar Sunda, kita mengenal Sasakala Situ Bagendit, Sasakala Tangkuban Parahu , sakdang kuya jeung sakadang monyet dan masih banyak lagi. Bukti tersebut mengindikasikan bah#a telah sejak dahulu kala, nenek moyang kita melakukan kegiatan bercerita kepada anakcucunya agar tertanam nilai moral sejak usia dini. Dan, biasanya dongeng yang lebih berpengaruh kepada anak-anak adalah kisah-kisah keteladanan yang berkaitan dengan dunia anak yang imajinatif. Merrill /ermin dalam bukunya berjudul How to Plan a Program for Moral Education (0112 berpendapat bah#a mendongeng atau bercerita memungkinkan orang berbicara tanpa memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Sebab setiap pendengar memiliki kebebasan untuk setuju atau tidak setuju dan akan berusaha menempatkan posisinya di mana ia mau dalam cerita itu. Selain itu, cerita atau dongeng bisa menjadi #ahana untuk mengasah imajinasi dan alat pembuka bagi cakra#ala pemahaman seorang anak. .a akan belajar pada pengalaman-pengalaman sang tokoh dalam dongeng tersebut, setelah itu memilah mana yang dapat dijadikan panutan olehnya sehingga membentuknya menjadi moralitas yang dipegang sampai de#asa. !arena itulah, peran pendongeng atau oran g tua dalam menjelaskan atau merangkum seluruh kisah dalam cerita kepada anak-anak mesti menjadi seorang penjelas yang pasih. Alhasil, seorang anak akan mengerti intisari dari cerita yang didongengkan tersebut. Maka, agar tidak terjadi penanaman bibit moral yang paradoksal, orang tua selayaknya memberikan penafsiran secara rasional, konstruktif, dan tidak terjebak pada pengisahan yang klenik. Selain itu, sebaiknya kegiatan bercerita juga dilakukan sebelum seorang anak hendak tidur, supaya sang anak bisa lebih menyerap materi cerita yang berisi keteladanan sang tokoh dalam cerita itu. Misalnya, ketika kita menceritakan sasakala Situ Bagendit, menyelipkan ajaran moral bah#a memberi kepada yang membutuhkan atau fakir miskin itu merupakan keniscayaan. +ujuannya agar seorang anak dapat membentuk kepribadiannya secara positif dan menentang kekikiran (kaceuditan 'yi 3ndit sehingga menyebabkan ia dan kekayaannya ditenggelamkan oleh air.

-ertanyaannya, sudahkah malam ini atau malam tadi kita membacakan dongeng yang berisi keteladanan kepada sang buah hati4 Semoga saja kita memiliki dongeng sebelum tidur yang bermutu dan bisa membentuk moral anak kita. Dunia anak yang sejatinya adalah dunia bermain, telah terampas oleh beban kehidupan yang terlalu rumit. Sehingga, anak tidak lagi menemukan gerak perkembangan yang normal. Anak telah dipaksa untuk berada di luar garis kemampuannya. Maka, dapat dibayangkan, kemampuan anak yang masih belia mesti menanggung derita dan beban hidup yang di luar kadarnya. Selain berbagai kasus yang menimpa dan menyeret anak dalam pertarungan kelas tinggi, terputusnya transformasi nilai-nilai sosial budaya kita juga sangat berperan dalam membentuk dunia anak yang gamang dan gelisah. Budaya dongeng sebelum tidur yang digerus parade sinetron, permainan anak yang digantikan oleh menu game, secara tidak langsung pula menggiring anak pada kegagapan untuk memahami dan mengenali dirinya sendiri dan lingkungannya. 5ebih jauh, di kalangan masyarakat kita, masih belum begitu peka terhadap kondisi dunia anak. Dunia pendidikan yang diharapkan menjadi #ahana penetralisir bagi kesuntukan anak, tidak jarang hadir menjelma penjara. Bahkan tidak jarang pula, anak menjadi modal dunia pendidikan kita untuk mengeruk keuntungan. 5ebih jauh, di kalangan masyarakat kita, masih belum begitu peka terhadap kondisi dunia anak. Dunia pendidikan yang diharapkan menjadi #ahana penetralisir bagi kesuntukan anak, tidak jarang hadir menjelma penjara. Anak bermasalah usia +! 6-7 tahun yang memiliki perilaku non normatif (perilaku dilihat dari tingkat perkembangannya, atau mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri baik pada #aktu belajar (konsentrasi maupun dalam akti*itas bermain di sekolah atau di rumah )ntuk mengetahui apakah anak bermasalah atau tidak, pendidik (orang tua, guru, orang de#asa disekitar anak perlu memahami tahapan perkembangan anak dalam segala aspek. -emahaman tersebut dapat membantu menganalisis dan mengelompokkan anak pada kategori bermasalah atau tidak. -erkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. -erkembangan motorik terbagi dua yaitu motorik halus dan motorik kasar. Motorik kasar merupakan gerakan yang terjadi karena adanya koordinasi otot-otot besar, seperti 8 berjalan, melompat, berlari, melempar dan menaiki. Motorik halus berkaitan dengan gerakan yang menggunakan otot halus, seperti 8 menggambar, menggunting, melipat kertas, meronce, dan lain sebagainya. +! merupakan pendidikan pra-sekolah. Dengan demikian bukan jenjang yang tepat untuk belajar membaca, menulis dan berhitung. Apabila dipaksakan, maka telah terjadi pemaksaan atas beban belajar di luar batas kemampuan rata-rata anak berdasar usianya.

&ika hal ini yang terjadi maka sesungguhnya rusaknya pendidikan anak-anak bukan disebabkan oleh pihak lain, melainkan oleh guru sendiri. Dalam teori pendidikan klasik, mendidik anak-anak pra-sekolah dan kelas-kelas rendah belum untuk memberi pengetahuan intelektual. -endidikan lebih ditekankan pada usaha menyempurnakan rasa. (leh karena itu yang harus dikembangkan adalah kecerdasan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan pengendalian emosinya. Dengan demikian maka pendidikan pra-sekolah sesungguhnya ditekankan tentang bagaimana menumbuhkan perasaan senang berimajinasi, menggunggah dan menggali hal-hal kecil di sekitarnya. &ika anak sudah senang terhadap hal-hal tersebut maka dengan sendirinya minat dan potensi akademiknya akan tumbuh tepat pada #aktunya, ialah ketika tantangan dan tuntutan hidupnya semakin besar. Seharusnya pelajaran panca indera dan

permainanlah yang menjadi muatan utama pendidikan pra-sekolah. Sebab pelajaran panca indera dan permainan dimaksudkan sebagai pekerjaan lahir untuk mendidik batin. Di dalam hidupnya anak-anak, permainan adalah hal yang sangat penting. Bermain adalah pekerjaan utama anak-anak. (leh sebab itu anak-anak akan mengisi seluruh #aktunya untuk bermain. )ndang- undang 'omor 92 thun 922: tentang Sistem -endidikan 'asional pasal 0 menyatakan bah#a pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk me#ujutkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang dipelukan dirinya, masarakat, bangsa, dan negara. -emerinta juga menempuh berbagai alternatif dan upaya peningkatan kualitas pendidikan. )paya itu dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas belajar

mengajar,mengadakan pelatihan yang mengkhususkan kepada peningkatan penguasaan materi pelajaran maupun peningkatan yang menyangkut strategi belajar mengajar. -endidikan yang bermutu adalah pendidikan yang dapat melaksanakan fungsinya yaitu mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia dalam rangka upaya me#ujudkan tujuan nasional. !eberhasilan mutu pendidikan sangat tergantung pada proses belajar mengajar yang merupakan sinergi dari komponenkomponen pendidikan. Baik kurikulum, tenaga pendidikan dengan pandangan yang sistematika terhadap kegiatan belajar mengajar dan juga didukung dengan upaya mengunakan pembelajaran. 'amun harus diakui bah#a sampai saat ini sebagian besar pembelajaran pada anak +! masih belum menggunakan metode secara optimal seperti yang diharapkan. Selain itu mendongen juga membangun perbendaraan kata dan makna yang harus dimulai saat-saat anak pada usia dini. Atau anak-anak pada usia +aman +anak-!anak (+! . !ebiasaan ini akan menggeliak rasa haus si anak untuk belajar. Selain itu sianak juga bisa sumber belajar secara khusus berupa sarana

memperkaya khasanah kata-kata baru yang menambah pemahamannya, sekaligus memberi nilai tambah bagi si anak. !ontak !emampuan dengan akan bercerita, terus membangun kemampuan anak berfikir bisa yang super.

anak

meningkat.

Semua

hanya

memperoleh

pengalaman dengan jalan kontak dengan teman-temannya sekarang ada dunia baru untuk mengembangkan potensi anak. Disamping itu, mendongeng juga bisa memberikan moti*asi kepada anak-anak tertentu yang membutuhkan perhatian khusus. !reati*itas bercerita anak tidaklah serta merta timbul dengan sendirinya, perlu latihan yang rutin, pnguasaan alur cerita serta tak kala pentingya adalah media, bagaimana anak agar bisa bercerita dengan bagus dan kreatif. Dengan memahami betapa penting pendidikan bercerita ; mendongen bagi anak-anak !anak-!anak (+! atau anak pada tahap usia dini maka penulis terdorong untuk membuat skripsi dalam bentun peneltihan tindakan kelas (-+! dengan judul %-3'.'<!A+A' !=3A+.>.+AS B3=?3=.+A

M35A5). M3D.A <AMBA= -ADA A'A! !35(M-(! B +! A.S@.@A/ B)S+A')5 A+/AA5 B=('D('< 5AM('<A' +A/)' -35A&A=A' 9200-9209.

B. Identifikasi Masalah Agar penelitian ini tidak melenceng dari tujuan a#al maka perlu diadalkan identifikasi masalah. .dentifikasi masalah merupakan suatu tahap permulaan dari penguasaan masalah, dimana suatu obyek dalam jalinan situasi tertentu dapat kita kenali sebagai suatu masalah. Dalam -enelitian +indakan !elas yang dilakukan oleh peneliti adalah bagaimana penerapan media gambar dalam rangka meningkatkan kreati*itas bercerita anak.

C. Batasan Maslah
Agar dalam penelitian ini terfokus pada bidang garap peneliti dan tidak mengembang yang begitu jauh sehingga menyimpang dari gagasan utama maka dalam penelitian ini peneliti batasi sebagai berikut B bercerita disini hanya terfokus pada bercerita yang singkat dan sederhana sesuai dengan obyek atau media gambar yang diberikan oleh guru.

D. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah tersebut diatas maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan sebagai berikut B 0. Bagaimana kreati*itas bercerita anak kelompok B +! Aisyiyah Bustanul Athfal Brondong sebelum menggunakan media gambar 9. Bagaimana kreati*itas bercerita anak kelompok B +! Aisyiyah Bustanul Athfal Brondong setelah menggunakan media gambar :. Bagaimana peningkatan kreati*itas bercerita melalui media gambar pada anak kelompok B +! Aisyiyah Bustanul Athfal Brondong

E. Definisi Operasi nal 0. Media B alat, sarana, #asilah (Kamus Praktis Bahasa Indonesi !"""

9. <ambar B +iruan barang;obyek (orang,+anaman,tumbuhan, dsb yang dibuat dengan media cat, tinta, potret, dsb. (!amus Besar Bahasa .ndonesia, 011: :. Bercerita B Mengekpresikan kembali cerita-cerita yang telah terjadi dalam #aktu yang tidak sama (Kamus Praktis Bahasa Indonesi !"""#

:. +! Aisyiyah adalah sebuah 5embaga -endidikan -ra Sekolah yang berada dalam naungan organisasi Aisyiyah

E. !u"uan Penelitian
0. )ntuk mengetahui bagaimana kreati*itas bercerita anak kelompok B +! Aisyiyah Bustanul Athfal Brondong sebelum menggunakan media gambar 9. )ntuk mengetahui bagaimana kreati*itas bercerita anak kelompok B +! Aisyiyah Bustanul Athfal Brondong setelah menggunakan media gambar :. )ntuk mengetahui bagaimana peningkatan kreati*itas bercerita melalui media gambar pada anak kelompok B +! Aisyiyah Bustanul Athfal Brondong.

#. $egunaan Penelitian
0. )ntuk 5embaga B dapat dijadikan masukan bagi kegiatan penelitian dalam merumuskan kebijakan yang berhubungan dengan peningkatan mutu pendidikan 9. Sebagai bahan masukan bagi peneliti berikutnya untuk pengembangan penelitian dibidang yang sama

BAB II LANDA%AN !EORI A. $ea"ai&an Ber'erita atau Mend ngeng -engertian MendongengB Menceritakan kembali cerita-cerita yang telah terjadi. (Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka $%ang Paling Indah &ada masa kanak'kanak adalah ( Seolah'olah# semuanya meru&akan sebuah keajaiban) (<.!. ?/3S+3=+(' Bercerita merupakan batu loncatan penting dalam membentuk seorang jenius. Mendongeng memicu kekuatan berpikir yang super, yang melpaskan per-per imajinasi seorang jenius. menurut ahli psikologi anak, pertumbuhan mental seorang anak berjalan

sangat cepat, terutama sampai anak berusia enam tahun, sampai umurnya enam tahun, kecepatan belajar anak bagai kuda yang berlomba dalam pacuan. Setelah mele#ati usia ini, kecepatan belajar anak akan menurun, dan lebih mendatar. Sebelum pendidikan si anak dikemas dalam bentuk formal, orang tua, atau kakek dan nenek, biasanya menjadi guru si anak. Dahulu kala, pendidikan, secara tidak langsung, tetapi dengan cara yang sangat bermakna, diterapkan melalui mendongeng. Sekelompok anak-anak akan duduk mengelilingi api unggun, diba#ah sebatang pohon, dan seorang de#asa akan menceritakan sesuatu yang sangat memikiat, dan menarik perhatian. !emudian, tulisan mulai memberikan pengaruh pada literatur lisan tradisional ini. Mendongeng memiliki elmen penting dan *ital bagi kuncup-kuncup jenius. Sampai anak berusia enam tahun, pola otak secara alami menyebabkan anak memiliki rasa ingi tahu untuk menjelajahi semua hal yang ada disekitarnya. =asa ingi tahu yang seakan tak bisa terpuaskan. Anak akan mempelajari muka anda beraba-raba pipi, mata, hidung, dan mulut Anda dengan jarinya yang mungil. !emudian dia akan melakukan yang sama pada dirinya. !arena itu, mendongeng merupakan sebuah keharusan dalam pembentukan seorang jenius. !ekuatan mendongeng tidak boleh diremehkan. ?erita anak biasanya ditulis oleh orang-orang de#asa, yang memahami dunia anak-anak. ?erita Ccerita itu memiliki kekuatan yang tidak dapat dilihat, tetapi benar-benar nyata, yang membantu anak membuka dunia yang penuh semangat, keriangan dan kegembiraan. Memilih bacaan untuk anak di tengah-tengah lautan buku bacaan yang de#asa ini demikian melimpah ruah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi bila dihadapkan dengan buku-buku bacaan hasil terjemahan, entah itu berupa komik, cerita pendek, atau no*el. Dalam upaya menumbuhkembangkan daya intelektual anak le#at bacaan, orang tua mempunyai peran yang cukup penting. (rang tua harus menjadi pembaca pertama buku-buku yang kelak akan dibaca anak.

Ada baiknya orang tua bertindak arif dan bijaksana. Antara lain membelikan anak sejumlah buku bacaan yang sarat dengan muatan lokal. Dongeng-dongeng yang pernah dilisankan oleh orang tua kita menjelang tidur, saat ini sudah banyak yang dibukukan. 3ntah itu berupa cerita rakyat dari &a#a Barat, seperti Dalem Boncel, atau cerita fabel seperti Si !ancil, dan sebagainya. Bacaan-bacaan yang sarat dengan pesan keagamaan, juga bisa dijadikan pilihan di luar cerita-cerita yang sepenuhnya hanya berpihak pada persoalan sosial atau kemanusiaan. )ntuk menumbuhkan imajinasi di kepala anak, orang tua atau guru perlu memiliki teknik mendongeng yang baik. D+api jangan mundur karena kurang menguasai teknik. Syarat utamanya adalah percaya diri dan komunikatif. Banyak orang tua tidak percaya diri ketika mendongeng, akhirnya pesan dongengnya sulit ditangkap anak. Anak jadi boring, sementara orang tua sendiri terlanjur hopelles untuk meneruskan

mendongeng. Mendongeng bisa dimulai dengan mengaktifkan indra yang kita miliki untuk membantu mem*isualisasikan cerita. !emudian untuk menggali cerita bisa mengungkap kejadian sehari-hari, masalah biasa kita temui bukan4 Dan untuk memoti*asi diri,

tanamkan keyakinan bah#a setiap orang biasa menyampaikan segala sesuatu yang ada dipikirannya,

B. Manfaat Ber'erita Bagi Anak Menurut Shakuntala De*i, dalam bukunya $Bangunkan !ejeniusan Anak Anda% ada beberapa manfaat mendongeng bagi anak, diantaranya adalah B 1. Memicu kekuatan berfikir Semua cerita yang baik, memiliki alur yang baik. Alur cerita anak-anak sebaiknya sederhana, karena karakter atau alur cerita yang terlalu rumit, akan membuat anak bingung. Sebuah dongeng sebaiknya memba#a pesan moral berisi harapan, cinta, dan keberhasilan, tanpa mengguruhi. +ujuan utama pendongeng yang baik adalah menceritakan dongeng yang baik. Sebuah cerita harus bisa, secara sederhana tetapi efektif, mendorong rasa ingin tahu.Apa yang terjadi kemudian ? Kemana dia pergi ? Apa yang dilakukan ? !etika cerita berlanjut, anak akan terba#a oleh arus dan kegairahan cerita. !emudian, ketika cerita mencapai puncaknya, anak akan gembira. !emungkinan besar, ia akan meminta Anda menceritakan kembali cerita yang sama, berulang-ulang. Dia sudah tahu, bagaimana ceritaberakhir tetapi itu tidak akan mengurangi minatnya. Segerah saja, anak akan memperbaiki apabila anak melakukan kesalahanya. Dia akan melakukan apa yang terjasi selanjutnya. Anak anda akan tumbuh dan berkembang, bersama dongeng yang didengarkan. Dongeng merangsang dan menggugag kekuatan berfikirnya. 2. Menciptakan Kebangkitan Visual Apa yang terjadi apabila Anda menonton bioskop4 5ayar bioskop akan terisi #arna-#arna dan gerakan-gerakan. <ambaran *isual yang jelas dari karakter-karakter yang seolah-olah hidup, secara total berhasil menarik perhatian Anda. Mendongeng mempunyai efek yang sama, dengan perbedaan besar-perbedaan penting, yang merupakan keharusan bagi jenius kecil yang sedang berkembang. !ata-kata kuat yang penuh makna dan kaya arti, memutar bioskop di dalam otak si anak. Dalam mata pikirannya, anak melihat berkelebatnya gambar-gambar yang yang amat jelas. =urdyard !ippling, penulsi dan penyair .nggris, mampu menciptakan gambaran gaib ini melalui prosa-prosanya yang kaya dan memikat, seperti yang tercermin didalam kalimat B Suara lecutan cambuk sapi, dan geritan roda kereta, suara api yang dinyalakan, dan makanan yang dimasak. Seorang anak bisa segerah membayangkan, suasana yang hidup dan sibuk disebuah perkemahan. Disamping itu, kreati*itas anak akan terbangun oleh berbagai kemungkinan *isual. 3. Mengaitkan Kata-Kata dengan Gambar Saat mendongeng, bakat akrobatik suara Anda akan sangat bergunaE Bagaimana menirukan suara orang tua yang lemah dan bergetar, auman seekor singa, suara monyet yang gugup dan melengking, F. -endeknya, Anda berusaha menghidupkan kata-kata yang dipilih si pengarang dengan sangat cermat. Selain kegembiraan dan kesenangan dalam mendengarkan, Anda juga mengasah pendengaran anak terhadap nuansa bunyi-bunyian. !ata-kata bisa jadi sangat mengagumkan apabila diucapkan dengan intonasi, dan ekspresi yang berbeda. Anda bahkan bisa menambah dengan gerakan pantonim sesuai dengan kejadian-kejadian di dalam cerita. ?ara ini akan menarik anak, dan menambah elemen kegembiraan ke dalam proses pendidikan bunyi-bunyian memperdalam rasa *isual, memberi dimensi tambahan pada bioskop di dalam diri anak. . Memupuk !engertian ter"adap #rang $ain Anda tentunya ingin jenius Anda memiliki banyak pengetahuan yang berguna agar dia bisa memahami orang lain. .tulah manfaat mendongeng. +okoh-tokoh di dalam bukucerita akan terasa hidup, apabila dibumbuhi kemampuan kemampuan membaca Anda yang mengagumkan. Anak akan bisa membedakan tokoh yang satu dari yang lain, bahkan mengenali ciri dari masing-masing tokoh. Setiap tokoh akan menjadi temannya. Barangkali dia lebih menyukai tokoh yang satu dibanding dengan tokoh yang lain. +idak ada salahnya. +etapi, sejak usia muda, anak akan memehami adanya perbedaan sifat. Bagi dia, tokohtokoh itu hidup, dan sama nyatanya seperti anda, orang tuanya. Dengan memahami tokohtokoh tersebut, anak akan memahami dirinya. .ni merupakan tahap dari proses pertumbuhan. Apabila pikirannya mampu membeda-bedakan, anak Anda akan menerima kenyataan, bah#a menyet yang nakal berbeda dengan singa yang garang. (Bangunkan kejeniusan anak anda B G0 C GH

B. (ara Ber'erita )ang Efektif Bercerita tidaklah akti*itas dan pekerjaan yang mudah. +idak semua orang dengan muda bisa bercerita. Sebab dalam bercerita diperlukan kiat-kiat khusus dan formula tertentu. +etapi tidak hanya orang yang punya bakat mendongen yang bisa mendongen. Sebab sesuatu tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya serba mungkin begitu pula Anda juga bisa dengan muda mempraktekkan dongeng kepada anak didik Anda. Ada beberapa kiat atau cara untuk mendongen yang efekti. *. $uasai Alur (erita. Sangatlah mustahil seorang guru bisa mendongeng dengan baik dan dengan alur cerita yang berurutan manakala tidak menguasai atau memahami alur cerita. Alur cerita bisa Anda dapatkan atau anda kumpulkan dengan jalan membaca buku cerita yang banyak dan anda bisa hafalkan dan pahami alur cerita.

+.

(ari ,aktu )ang !epat &ika ingin dengan sukses mempraktekkan mendongeng maka harus bisa mencari #aktu yang tepat. Dan tempat yang tepat pula, karena tidak dengan muda anak bisa menerima dongeng anda jika #aktunya tidak tepat. /al ini anda bisa mengaitkan kejadian-kejadin yang ada di alam sekitar anda. dan harus tahu kondisi anak saat itu. -. Praktek dengan Rutin -raktek merupakan aplikasi dari teaori yang didapat. Segudang teori didapatkan tetapi tidak diprakttekan maka percumalah teori itu. Maka praktek merupakan GI persen dari kegiatan. (. !u"uh Langkah Agar Ber'erita dapat diterima Siapa saja bisa bercerita, tidak ada yang tidak bisa. Mulai dari -residen sampai pengemis. Bahkan, maaf, orang cacat pun terkadang lebih bisa mendongeng dari pada kita yang normal, tinggal bagaimana caranya masing-masing yang sesuai dengan

kemampuannya. +etapi untuk bisa mendongeng dengan baik dan menarik tentunya tidak mudah. Agar kita bisa mendongeng dengan baik dan menarik (menurut cara kak =ico kiatkiatnya antara lain adalah B *. Berd a. &angan lupa kita berdoJa terlebih dahulu sebelum kita mulai mendongeng karena ini paling penting dari yang lainnya. Sesiap apa pun kita mendongeng, sepintar apa pun kita mendongeng, tetap saja kita tidak boleh mengabaikan hal yang satu ini. Dengan berdoJa terlebih dahulu yakinlah bah#a insya Allah kita akan berhasil mendongeng dengan baik. Amin +. Mempersiapkan (erita.D ngeng Siapkan cerita yang akan kita sampaikan, bisa kita karang sendiri atau kita gunakan cerita karya orang lain. Dongeng;cerita disarankan antara lain B

Mudah kita kuasai Dapat menghibur dan memikat perhatian anak-anak Dapat mengembangkan imajinasi anak-anak 3dukatif;mendidik -. Memiliki Rasa Malu !erhadap Diri %endiri .dealnya dalam bercerita, kita tentunya selalu menyampaikan nasehat-nasehat yang ada dalam cerita kepada anak-anak. (leh karena itu, sebaiknya kita juga harus punya

rasa malu kepada diri sendiri dan anak bila diri kita sendiri tidak seperti apa yang kita nasehatkan kepada anak-anak. /. Mendalami dan Mengha)ati (erita.D ngeng. Sebelum kita sampaikan, kita harus terlebih dahulu dapat mendalami dan menghayati cerita. Dengan mendalami dan menghayati cerita, kita akan dapat lebih hidup dalam menyampaikan alur-alur cerita dan lebih ekspresif dalam bertutur kata. 0. 1unakan $ata2kata 3ang Mudah Dipahami Anak. =asanya kita tidak mungkin dalam mendongeng menggunakan kata-kata yang tidak mudah dipahami oleh anak. Misalnya saja kita menggunakan kata JbiografiJ, JprofesiJ, JkompensasiJ, dan lain sebagainya. 5ebih sangat tidak mungkin lagi kita mendongeng di depan anak-anak berkebangsaan lain dengan menggunakan bahasa .ndonesia, demikian pula sebaliknya. 4. 1unakan $arakter %uara 3ang %esuai Dengan ! k h2t k h (erita. !arakter suara pada setiap tokoh tentunya harus berbeda-beda dan sesuai dengan karakter tokoh masing-masing, sebab kalau tidak, kita tidak akan berhasil menyampaikan dongeng dengan baik. ?ontohnya, untuk memperagakan tokoh 'enek Sihir yang jahat tidak mungkin kita menggunakan karakter suara yang halus dan lemah lembut bak seorang peri yang baik hati. 5. 1unakan Alat Peraga. (rang lain biasanya akan tertarik sekali kalau kita bercerita menggunakan alat peraga;properti. Alat peraga bisa saja berupa sebuah boneka atau benda-benda lainnya. +etapi kalau kita tidak punya alat peraga, kita tetap dapat membuat anak-anak tertarik dengan dongeng dengan cara membuat gerakan-gerakan ekspresif, enerjik, dan jenaka. D. Media 1am&ar dapat Meningkatkan $reati6itas Ber'erita anak ?erita atau dongeng mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, terutama anak-anak. Maka dengan dongeng dapat memberikan daya stimulus dan minat belajar anak. (@. /usnul,9221 , meningkatkan daya tarik anak sangat kuat ketika bercerita disajikan dengan gambar. Maka, bukan mustahil melalui ruang ini penulis mena#arkan agar media gambar dijadikan salah satu metode dalam bercerita atau mendongeng -enulis berani mena#arkan demikian, karena menurut konsep dan pengalaman penulis sendiri ketika menjadi tukang cerita , ternyata penyampaian suatu pesan pendidikan melalui sebuah cerita cepat meresap ke daya tangkap pikiran manusia. Apalagi, ketika sebuah cerita dihadapkan ke anak-anak usia sekolah. !epala mereka sangat cepat berimajinasi mendegar atau melihat gaya seseorang saat bercerita. (leh karena itu dalam mendongenag agar di sediakan media *isual yang dapat memba#a anak keaalam fikir dan dalam bayangan riil. Media gambar sebagai salah satu media pembelajaran Dalam pengajaran di taman kanak-kanak mempunyai peran penting karena beberapa alasan. Media pembelajaran membantu guru dalam mengatur proses pengajarannya serta penggunaan #aktu di kelas dengan bijak.. !etersediaan media di suatu kelas akan

mempengaruhi pembelajaran sis#a dimana penempatan media yang sesuai akan mendukung proses pencapaian pembelajaran itu sendiri. Diantara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. /al ini dikarenakan sis#a lebih menyukai gambar daripada tulisan, apalagi jika gambar dibuat dan disajikan sesuai dengan persyaratan yang baik, sudah tentu akan menambah semangat sis#a dalam mengikuti proses pembelajaran. Alat peraga dapat memberi gagasan dan dorongan kepada guru dalam mengajar anak-anak+!.Sehingga tidak tergantung pada gambar dalam buku teks ,tetapi dapat lebih kreatif dalam mengembangkan alat peraga agar para murid menjadi senang belajar. Media gambar menurut /einrich ( 01H0 adalah yang media digunakan untuk memba#a pesan dengan suatu tujuan. &adilah kelebihan alat peraga *isual khususnya sebagai salah satu dari media pembelajaran yang efektif

Setelah terjadinya kegiatan pembelajaran dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan media gambar ternyata hasil yang dicapai sangat maksimal. -enguasan dalam menggunakan media gambar akan meningkatkan kemampuan guru dalam menyampaikan pesan moral kepada anak. Media gambar secara optimal akan mengurangi *erbalisme sehingga sis#a lebih baik penguasaan materi pembelajaran serta minat belajarnya akan meningkat E. $ele&ihan dan $elemahan Media 1am&ar a. $ele&ihan Media 1am&ar 7 0 . Sifatnya konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa *erbal. 9 . Dapat mengatasi batasan ruang dan #aktu : . Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita 6 . Memperjelas masalah bidang apa saja I . /arganya murah dan mudah didapat serta digunakan ( Sadiman8 0117B :0 &. Adapun kelemahan Media 1am&ar 7 0 /anya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat dilihat oleh sekelompok sis#a. 9 <ambar diinterpretasikan secara personal dan subyektif. : <ambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran (=ahadi, 922: B9G . Menurut Sudjana (9220 B09 tentang bagaimana sis#a belajar melalui gambargambar adalah sebagai berikut B a. .lustrasi gambar merupakan perangkat tingkat abstrak yang dapat ditafsirkan berdasarkan pengalaman dimasa lalu, melalui penafsiran kata-kata. b. .lustrasi gambar merupakan perangkat pengajaran yang dapat menarik minat belajar sis#a secara efektif. c. .lustrasi gambar membantu para sis#a membaca buku pelajaran terutama dalam penafsiran dan mengingat-ingat materi teks yang menyertainya. d. Dalam booklet, pada umumnya anak-anak lebih menyukai setengah atau 0 halaman penuh bergambar disertai beberapa petunjuk yang jelas. e. .lustrasi gambar isinya harus dikaitkan dengan kehidupan nyata, agar minat para sis#a menjadi efektif. f. .lustrasi gambar isinya hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga tidak bertentangan dengan gerakan mata pengamat dan bagian-bagian yang paling penting dari ilustrasi itu harus dipusatkan pada bagian sebelah kiri atas medan gambar.

BAB III ME!ODE DAN PRO%EDUR PENELI!IAN

A. Ran'angan Penelitian

-enelitian ini merupakan penelitian tindakan ( action research , karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. -enelitian ini juga termasuk penelitian kuantitatif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, penanggung ja#ab penuh penelitian ini adalah guru. +ujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti tidak bekerjasama dengan siapapun, kehadiran peneliti sebagai guru di kelas sebagai pengajar tetap dan dilakukan seperti biasa, sehingga sis#a tidak tahu kalau diteliti. Dengan cara ini diharapkan didapatkan data yang seobjektif mungkin demi ke*alidan data yang diperlukan. Ada beberapa model -+! yang sampai saat ini sering digunakan dalam dunia pendidikan. AKip ( 922G B 90 !emmis dan Mc +aggart, ( : menyebutkan ada 6, yaitu B (0 Model &ohn 3lliot, dan ( 6 Model !urt 5e#in, ( 9 Model

Model Da*e 3bbut.

-rosedur kerja -enelitian tindakan ini dilakukan dengan model rancangan daur ulang ( siklus seperti yang dikembangkan oleh !emmis dan Mc +aggart. Adapun dalam

penelitian ini dilakukan dalam siklus kegiatan, yaitu siklus 0 dan siklus 9. Masing-masing siklus terdiri dari tahap kegiatan yaitu B ( 0 -elaksanaan +indakan, ( : -enyusunan =encana +indakan, ( 9 melakukan Analisis dan

Melakukan -engamatan, dan ( 6

=efleksi ( !emmis dan Mc +aggart dalam Muhajir, 0117 . B. !empat dan ,aktu Penelitian a. !empat Penelitian -enelitiahn ini di laksanakan di +! ABA Brondong sebuah desa berada di#ilayah kecamatan Brondong !abupaten 5amongan. b. ,aktu Penelitian -enelitihan ini direncanakan mulai tanggal 0 &anuari 9209 s;d :2 pebruari 9209. Adapun lebih lengkap penelitian ini kami susun jad#al sebagai berikut B B)5A' ; M.'<<) -ebruari I 0 9 : 6

&AD,A5 !3<.A+A' 0 A. -ersiapan - -engajuan &udul - -enyusunan Matrik - -erijinan B. -elaksanaan - penyusunan .nstrumen - -engambilan data - Analisa dan pengelolaan
Data

&anuari 9 : 6

!et. I

?. -elaporan - -enyusunan 5aporan