Anda di halaman 1dari 2

Perkembangan Sel Stem

Sel stem atau yang lebih dikenal dengan sel induk, pada dasarnya merupakan building block pada tubuh manusia. Sel stem mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai bentuk tipe sel dalam tubuh. Ketika sel stem membelah, akan terbentuk sel yang akan tetap menjadi sel stem dan yang lain akan menjadi sel-sel dengan fungsi yang lebih spesifik.(1) Terdapat 2 hal yang membedakan sel stem dengan sel yang lain. Pertama, mereka merupakan sel yang tidak spesifik dan mempunyai kemampuan untuk regenerasi. Kedua, dalam keadaan tertentu, mereka dapat berubah menjadi sel dengan fungsi yang lebih spesifik. Pada beberapa organ, sel stem membelah untuk memperbaiki atau menggantikan jaringan yang telah rusak.(1) Dengan kemampuan regeneratif yang unik, sel stem memberikan peluang untuk potensi terapi pada penyakit-penyakit seperti DM, penyakit jantung. (1,2) Pada tahun 1998 ilmuwan berhasil mereproduksi embrionic stem cell. Embrio tersebut didapatkan melalui campuran antara sel sperma dan sel telur, atau pun kloning. Embrio yang telah berkembang selama 3-5 hari menjadi Blastocyst. Di dalam blastocyst inilah terdapat sel stem. Ilmuan, kemudian meng-kultur sel stem menjadi jutaan. Kemudian ditemukan juga reproduksi Adult stem cell.(2) Penelitian tentang sel stem terus berkembang. Para ilmuan masih memiliki kendala untuk menginjeksikan sel stem ke dalam tubuh manusia dan kemudian akan menggantikan jaringan yang rusak. Hal ini dikarenakan, karena mereka belum mengetahui bagaimana cara untuk mengembangkan sel stem ini untuk menjadi sel di jaringan tertentu. Misalnya, diabetes. Ilmuan
1. http://stemcells.nih.gov/info/pages/health.aspx 2. http://sciencebiotech.net/

tidakhanya mampu membuat sel yang dapat memproduksikan insulin. Tetapi, mereka harus mampu mengontrol sehingga sel tersebut mampu memproduksi insulin ketika dimasukkan ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan, ada berbagai faktor yang dapat memicu differensiasi dari sel stem tersebut. Pertama, adalah faktor internal yang merupakan gen dari dalam sel stem tersebut. Gen ini akan mengontrol bagaimana seharusnya sel stem ini berfungsi. Kedua, adalah eksternal yang merupakan bahan kimia yang dilepaskan oleh sel lain yang dapat mengubah cara kerja sel stem tersebut. Kemudian kendala lain adalah penolakan dari sistem imun penderita yang mendeteksi sel stem sebagai benda asing dan kemudian akan diserang.(2)

1. http://stemcells.nih.gov/info/pages/health.aspx 2. http://sciencebiotech.net/