Anda di halaman 1dari 13

Penyakit Genetika Genetika (dari bahasa Yunani genno yang berarti "melahirkan") merupakan cabang biologi yang penting

saat ini. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Ada pula yang dengan singkat mengatakan, genetika adalah ilmu tentang gen. Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah molekular hingga populasi. Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan : 1. material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik), 2. bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik), dan 3. bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik). Penyakit genetik atau kelainan genetik adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan oleh satu atau lebih gen yang menyebabkan sebuah kondisi fenotipe klinis. Beberapa penyebab penyakit genetik antara lain:

Ketidaknormalan jumlah kromosom seperti dalam sindrom Down (adanya ekstra kromosom 21) dan sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).

Mutasi gen berulang yang dapat menyebabkan sindrom X rapuh atau penyakit Huntington.

Gen rusak yang diturunkan dari orang tua. Dalam kasus ini, penyakit genetik juga dikenal dengan istilah penyakit keturunan . Kondisi ini terjadi ketika individu lahir dari dua individu sehat pembawa gen rusak tersebut, tetapi dapat juga terjadi ketika gen yang rusak tersebut merupakan gen yang dominan.

Sekarang ini ada sekitar 4.000 penyakit genetik yang sudah diidentifikasi. Kebanyakan penyakit genetik adalah langka dengan hanya terjadi pada 1 individu dari sekitar ribuan atau bahkan jutaan individu.

Struktur Gen Gen adalah susunan DNA yang mengkode protein. Gen terbentuk dari ekson, intron, dan promotor. Ekson adalah DNA yang diterjemahkan (translasi) menjadi protein. Sebaliknya, intron tidak diterjemahkan. Promotor berfungsi seperti saklar on/off yang menentukan kapan gen akan diekspresikan. DNA tersusun dari 3 komponen utama yaitu gula, fosfat, dan basa. Ada 4 basa yang dikenal yaitu adenine (A), guanine (G), cytosine (C), dan thymine (T). A berpasangan dengan T, sedangkan G dengan C. Seperti diketahui kromosom ada dua jenis yaitu AUTOSOM dan GONOSOM Determinasi seks pada manusia juga ditentukan oleh kromosom X dan Y. Jumlah kromosom manusia adalah khas yaitu:46 buah (23 pasang) = 22 pasang autosom, 1 pasang gonosom. Formula kromosom manusia adalah: Untuk laki-laki adalah 46, XY atau dapat ditulis 44 + XY. Untuk wanita adalah 46, XX atau dapat ditulis 44 + XX. Lingkup Penyakit Genetik diklasifikasikan menjadi 4 yaitu : 1. Kelainan Kromosomal, 2. Single-gene atau kelainan Mendel 3. Kelainan Multifaktorial, 4. Kelainan Mitokondrial.

1. Kelainan kromosomal Timbul akibat penyimpangan kromosom, dapat mengenai autosom maupun gonosom (kromosom kelamin), dapat berupa kelainan jumlah atau struktur. Beberapa contoh Yang disebabkan kelainan autosom, misalnya :

Sindroma Down / MONGOLID syndrom (TRISOMI 21) ==> + autosom no.21 SIindroma Patau (TRISOMI 13) ==> + autosom no.13

Sindroma Edwards (TRISOMI 18) ==> + autosom no.18 Sindroma "CRI-DU-CHAT" ==> delesi no. 5

Yang disebabkan kelainan gonosom misalnya:


Sindroma Turner (45,XO). Sindroma Klinefelter (47,XXY; 48,XXXY). Sindroma Superfemale / Triple -X atau Trisomi X (47,XXX). Supermale (47,XYY).

2. Single-gene atau kelainan Mendel atau monogenetic disorders adalah : terjadinya mutasi pada satu gen saja namun sudah menimbulkan penyakit. contohnya : Cystic fibrosis & Huntington disease. kelainan ini lebih jarang ditemui. 3. Kelainan multifaktorial dikatakan multifaktorial karena tidak hanya melibatkan beberapa gen tetapi juga lingkungan, dan bagaimana interaksi antara gen dan lingkungan tersebut. seringkali peranan gen yang terlibat hanya kecil dampaknya terhadap manifestasi suatu penyakit tetapi ketika ada interaksi dengan lingkungan, manifestasi itu berdampak besar. paling sering dijumpai di populasi contoh kasus : kardiovaskular, diabetes, asma, obesitas, demensia, osteoporosis, asam urat dan lain-lain.

beberapa contoh : A. DM (Diabetes Mellitus) adalah gangguan respon sekresi insulin yang diterjemahkan menjadi gangguan penggunaan karbohidrat (glukosa) dengan hasil akhir timbul hiperglikemia. patogenesis terkait genetik : ditemukan tipe HLA (kompleks gen polimorf dengan kode untuk antigen permukaan sel tertentu yg dijumpai pada lekosit jaringan sel lain) 3 mekanisme yg bertanggung jawab : 1. Gangguan genetik 2. Pencemaran lingkungan (virus, dll) 3. Autoimun Aspek klinis DM

Organ yang terkena : universal Penyebab kematian : infark miokard dan nefropati diabetik. Retinopati, katarak, gloukoma 25 % penyebab kebutaan. Pada pembuluh darah menimbulkan mikroangiopati dan aterosklerosis. Memperpendek usia 7 9 tahun Gangguan metabolisme DM : Trias Poli : - poliuria, polidipsia, polifagia. Hilang berat badan dan kelemahan Hiperglikemia dan glikosuria Sering dijumpai Sindrom K-W (Kimmelstiel-Wilson) : DM + Hipertensi + Edema

Komplikasi : ketoasidosis

- ganggren tungkai, trombosis mesenterium, hipoglikemia,

B. Gout

Kelainan genetik pada metabolisme asam urat, berakibat hiperurisemia. Kelainan utama : sendi (artitis akut/kronis) Tanda khas : TOFUS, timbunan MSU (monosodium urat) pada sendi yang menimbulkan daerah radang.

Faktor yang menyertai genetik gout : kadar purin dalam diet, obat-obatan, alkohol Patofisiologi : peningkatan kadar asam urat serum yang disebabkan produksi berlebih, penurunan ekskresi atau gabungan.

Kadar normal : 4 7 mg/100ml 90 % disebabkan kelainan enzim tak dikenal dan kelainan enzim HGPRT parsial Kelainan pada ginjal berupa : 1. nefropati urat 2. gagal ginjal obsruktif akut 3. batu asam urat

4. Kelainan mitokondrial terjadi karena ada mutasi pada kromosom sitoplasma mitokondria. uniknya, kelainan mitokondria hanya diturunkan secara maternal karena saat pembuahan mitokondria sperma tidak ikut melebur ke dalam ovum. contoh kasus : Leber Hereditary Optic Neuropathy (LHON).

ALKAPTONURIA Wikipedia Free Encyclopedia Alkaptonuria (black urine disease or alcaptonuria) is a rare inherited genetic disorder of phenylalanine and tyrosine metabolism. This is an autosomal recessive condition that is due to a defect in the enzyme homogentisate 1,2-

dioxygenase (EC 1.13.11.5), which participates in the degradation of tyrosine. As a result, a toxic tyrosine byproduct calledhomogentisic acid (or alkapton) accumulates in the blood and is excreted in urine in large amounts (hence -uria). Excessive homogentisic acid causes damage to cartilage(ochronosis, leading to osteoarthritis) and heart valves as well as precipitating as kidney stones. Treatment with nitisinone, which suppresses homogentisic acid production, is being studied.[1] Alkaptonuria is more common in Slovakia and the Dominican Republicthan in other countries.

MENGHITUNG JUMLAH GAMET Individu Jumlah gamet AA 1 (A) Aa 2 (A, a) aa 1 (a)

Berapakah jumlah gamet pada individu AaBb?

Cara perhitungan Jumlah gamet individu Aa = 2, Bb = 2 Kalikan keduanya: 2 x 2 = 4 Jadi jumlah gamet pada individu AaBb = 4 (AB, Ab, aB, ab) Berapakah jumlah gamet pada individu AaBB?

Jawab: 2 x 1 = 2. Berapakah jumlah gamet pada individu AaBbCC?

Jawab: 2 x 2 x 1 = 4.

MERAMAL JUMLAH FENOTIP


Persilangan TT x TT Tinggi x tinggi TT Tinggi 1 Tt x Tt Tinggi x tinggi 1TT, 2Tt, 1tt 2 tinggi, 1 rendah 2 tt x tt rendah x rendah tt rendah 1 TT x Tt Tinggi x tinggi 1TT, 1Tt tinggi 1 Tt x tt tinggi x rendah Tt, tt 1 tinggi, 1 rendah 2

Keturunan Jumlah fenotip keturunan

Berapakah jumlah fenotip keturunan yang dihasilkan dari persilangan AaBB x Aabb?

Cara perhitungan: Jumlah fenotip keturunan hasil persilangan Aa x Aa = 2 Jumlah fenotip keturunan hasil persilangn BB x bb = 1

Jumlah fenotip keturunan hasil persilangan AaBB x Aabb = 2 x 1 = 2 Berapakah jumlah fenotip hasil persilangan AaBBCc x AABbCc? Jawab: 1 x 1 x2=2

MERAMAL JUMLAH GENOTIP KETURUNAN Persilangan Keturunan Jumlah genotip keturunan TT x TT TT 1 Tt x Tt 1TT, 2Tt, 1tt 3 tt x tt tt 1 Tt x tt Tt, tt 2

Berapakah jumlah genotip keturunan yang dihasilkan dari persilangan AaBB x Aabb?

Cara perhitungan: Jumlah genotip keturunan hasil persilangan Aa x Aa = 3 Jumlah genotip keturunan hasil persilangan BB x bb = 1 Jumlah genotip keturunan hasil persilangan AaBB x Aabb = 3 x 1 = 3 Berapakah jumlah genotip hasil persilangan AaBBCc x AABbCc?

Jawab: 2 x 2 x 3 =12

MERAMAL JUMLAH KETURUNAN


TT x TT Tt x Tt tt x tt TT x Tt Tt x tt Tinggi x tinggi Tinggi x tinggi rendah x rendah Tinggi x tinggi tinggi x rendah TT Tinggi 1 1TT, 2Tt, 1tt 2 tinggi, 1 rendah 4 tt rendah 1 1TT, 1Tt tinggi 2 Tt, tt 1 tinggi, 1 rendah 2

Persilangan

Keturunan Jumlah keturunan

Berapakah jumlah fenotip keturunan yang dihasilkan dari persilangan AaBB x Aabb?

Cara perhitungan: Jumlah keturunan hasil persilangan Aa x Aa = 4 Jumlah keturunan hasil persilangn BB x bb = 1 Jumlah keturunan hasil persilangan AaBB x Aabb = 4 x 1 = 4 Berapakah jumlah keturunan hasil persilangan AaBBCc x AABbCc?

Jawab: 2 x 2 x 4 =16

Meramal bentuk perbandingan fenotip


keturunan dari persilangan dua hibrid (dihibrid). Contoh: Persilangan dihibrid (AaBb x AaBb) menghasilkan perbandingan fenotip dalam keturunan: 9 : 3 : 3 : 1
o

Angka-angka ini dapat juga ditulis sebagai berikut: 1 x 32 : 2 x 31 : 1 x 30

o o o

Angka 1 : 2 : 1 mengikuti segitiga Pascal Angka 3 merupakan angka tetap Pangkat menunjukkan banyaknya beda sifat.
FORMULASI MATEMATIKA PADA BERBAGAI PERSILANGAN

Persilangan Monohibrid Dihibrid Trihibrid n hibrid

Macam gamet F1 2 4 8 2n

Jumlah individu F2 4 16 64 4n

Macam fenotipe F2 2 4 8 2n

Macam genotip F2 3 9 27 3n

Persilangan monohibrid Setiap varietas yang digunakan adalah galur murni (homozigot untuk setiap sifat yang dipilih). Tetua memiliki satu sifat beda. P F1 TT x Tt Tt x Tt F2 1TT, 2Tt, 1tt :1:2:1 :3:1 :4 tt

Nisbah genotip Nisbah fenotip Jumlah keturunan

PERSILANGAN DIHIBRID Contoh persilangan dengan dua sifat beda yang dilakukan oleh Mendel Nisbah fenotip yang dihasilkan adalah 9 : 3 : 3 : 1

Hukum Mendel I : Segregasi "Dua anggota dari sepasang gen (alel) memisah (segregasi) satu sama lain selama pembentukan gamet; satu gamet membawa satu alel, dan gamet lainnya membawa alel yang lainnya."

Segregasi terjadi karena kromosom homolog memisah saat meiosis.

Hukum Mendel II : Pemilihan Bebas


Independent assortment Gen untuk sifat-sifat yang berbeda akan bergabung secara bebas satu sama lain pada saat pembentukan gamet.

BACKCROSS DAN TESTCROSS

Silang balik (backcross) ialah persilangan suatu individu dengan salah satu tetuanya.
o

Contoh, individu Aa hasil persilangan antara AA dan aa dapat disilangbalikkan, baik dengan AA maupun aa.

Silang balik dengan tetua yang homozigot resesif disebut silang uji (testcross).
o

digunakan untuk menentukan genotipe suatu individu.